Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pembuatan Permen Jelly dari Bahan Dasar Rimpang Kecombrang Untuk Kesehatan Lansia di Desa Sempalwadak Kec. Bululawang Kab. Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24498

Abstract

ABSTRAK   Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pembuatan Permen Jelly dari Bahan Dasar Rimpang Kecombrang untuk Kesehatan Lansia  di Desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang” diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa di Desa Sempalwadak membutuhkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dan kandungan dari rimpang kecombrang bagi kesehatan, serta pelatihan keterampilan dalam membuat sediaan permen Jelly yang berbahan dasar rimpang kecombrang.   Kegiatan pemberdayaan kader kesehatan sejumlah 40 orang ini di desa Sempalwadak ini diawali dengan pemberian pengetahuan terkait rimpang kecombrang baik dari segi manfaat, khasiat, kandungan, serta formula untuk kesehatan, serta pemberian pelatihan keterampilan terkait formula dan cara pembuatan Permen Jelly berbahan dasar rimpang kecombrang. Bentuk kegiatan meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan permen Jelly; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan bahan dasar rimpang kecombrang sebagai permen Jelly  yang aman bagi kesehatan. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dengan menggunakan kuesioner pre-post dan keterampilan kader Kesehatan dengan menggunakan ceklist. Hasil evaluasi untuk pengetahuan pretest sebesar 62,78, sedangakan untuk hasil posttest sebesar  95,0; serta peningkatan pengetahuan sebesar 51,32% (Baik), serta hasil untuk peningkatan keterampilan memberikan skor sebesar 3,38 (Terampil). Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik didalam aspek tingkat kehadiran, peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan desa Sempalwadak. Kata Kunci: Rimpang, Kecombrang, Permen Jelly.  ABSTRACT The Community Partnership Program activity “Empowering Health Cadres in Making Jelly Candy from Torch Ginger Rhizome for Elderly Health in Sempalwadak Village, Bululawang District, Malang Regency” began with an initial assessment of the situation in the field. The initial assessment found that the problem in Sempalwadak Village needed knowledge related to the benefits, properties and content of torch ginger rhizome for health, as well as skills training in making Jelly candy preparations made from torch ginger rhizome. This empowerment activity for 40 health cadres in Sempalwadak Village began with providing knowledge related to torch ginger rhizome in terms of benefits, properties, content, and formulas for health, as well as providing skills training related to formulas and methods for making Jelly Candy from torch ginger rhizome. The form of activity includes 3 activities, namely: Preparation stage: conducting an approach, preparing materials and tools used to make Jelly candy preparations; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of torch ginger rhizome as a Jelly candy that is safe for health. The evaluation stage was conducted to determine the increase in knowledge using a pre-post questionnaire and the skills of Health cadres using a checklist. The evaluation results for pretest knowledge were 62.78, while for posttest results were 95.0; and an increase in knowledge of 51.32% (Good), and the results for skill improvement gave a score of 3.38 (Skilled). The conclusion is that the goal of increasing knowledge in PkM activities has been achieved well in the aspects of attendance levels, increasing knowledge and skills of Sempalwadak village health cadres. Keywords: Rhizome, Torch Ginger, Jelly Candy.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Mengenai Pemanfaatan Tanaman Kecombrang untuk Kesehatan Lansia di Desa Sempalwadak Kec. Bululawang Kab Malang Sugiyanto, Sugiyanto; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Anisyah, Luluk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24497

Abstract

ABSTRAK   Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan lansia, namun pemanfatannya oleh masyarakat di Desa Sempalwadak masih terbatas karena kurangnya pengetahuan mengenai cara pengolahan dan khasiatnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai upaya peningkatan status kesehatan lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi yang terbagi dalam tiga kali pertemuan. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini diikuti secara antusias oleh kader kesehatan desa Sempalwadak dengan tingkat kehadiran 90% dari total kader kesehatan 40, yaitu 36 kader pada pertemuan pertama, tingkat kehadiran 42,5% yaitu 17 kader pada pertemuan kedua, dan tingkat kehadiran 45% yaitu 18 kader pada pertemuan ketiga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 62,29%. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 5,18 pada saat pre-test menjadi 8,44 pada saat post-test. Kesimpulan pemberdayaan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan mengenai manfaat tanaman kecombrang bagi kesehatan lansia. Diharapkan kader kesehatan dapat meneruskan informasi tersebut kepada para lansia dan masyarakat luas di Desa Sempalwadak untuk mendukung pemanfaatan tanaman kecombrang bagi kesehatan. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Kecombrang, Lansia, Sempalwadak, Pengetahuan.  ABSTRACT The torch ginger plant (Etlingera elatior) has great potential as a source of natural antioxidants that are beneficial for the health of the elderly, but its utilization by the community in Sempalwadak Village is still limited due to a lack of knowledge regarding processing methods and its benefits. The purpose of this community service activity aims to empower health cadres through education and training on the use of torch ginger plants as an effort to improve the health status of the elderly. The implementation of community service is carried out through lectures, discussions, and demonstrations which are divided into three meetings. Evaluation of the level of knowledge is carried out using pre-test and post-test instruments. The results of this activity were followed enthusiastically by the health cadres of Sempalwadak village with an attendance rate of 90% of the total 40 health cadres, namely 36 cadres at the first meeting, an attendance rate of 42.5% (17 cadres) at the second meeting, and an attendance rate of 45% (18 cadres) at the third meeting. The evaluation results show a significant increase in knowledge of 62.29%. The average knowledge score of cadres increased from 5.18 at the pre-test to 8.44 at the post-test. The empowerment program proved effective in increasing the understanding of health cadres regarding the benefits of the torch ginger plant for elderly health. It is hoped that health cadres will share this information with the elderly and the wider community in Sempalwadak Village to support the use of torch ginger for health. Keywords: Health Cadres, Torch Ginger, Elderly, Sempalwadak, Knowledge.
Uji Mutu Spesifik dan Non-Spesifik Ekstrak Etanol 70% Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) Wibowo Wibowo; Luluk Anisyah; Nancy Ratu Jovancha
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13173

Abstract

ABSTRACT Pluchea indica leaves in Indonesia are used as a medicine to get rid of body odor, as a fever reducer (antipyretic), to increase appetite, to increase breast milk, and as a cough medicine. This study used a non-experimental design with analytic descriptive method using the ethanol extract of beluntas (Pluchea indica (L.) Less) leaves as subjects. The research was conducted in June 2023 at the Pharmacognosy Laboratory and Integrated Chemistry Laboratory, S1 Pharmacy Study Program, STIKes Panti Waluya Malang to conduct an extract quality test based on standardized extract quality parameters on young and old beluntas leaf simplicia. The materials used in this study were 70% ethanol extract of beluntas (Pluchea indica (L.) Less) leaves. Plant determination was carried out at the UPT Herbal Materia Medika Batu Laboratory. The results of the organolepsis test obtained the bauk has herbal beluntas leaves, bitter and astringent taste, green color in powder form. In the alkaloid test, Bouchardat reagent: produces a blackish brown color (+), Mayer's reagent: produces a clear white color (+), Dragendorf reagent: produces a yellow color (-) Alkaloid test results are positive (+), because from 3 times the reaction produces 2 which showed positive results, the flavonoid test obtained positive results because when 1 ml of concentrated HCl was dropped it produced an orange color, while the saponin test obtained a positive value because the sample produced 1-10 cm high foam after being shaken and allowed to stand. When dripped with 1 drop of HCl 2 N the foam does not disappear. The ethanol soluble compound was 69.17%, the water soluble compound content was 53.46%, the determination of the water content was 17.13%. Keywords: Beluntas leaves, ethanol extract, quality test  ABSTRAK Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) di Indonesia digunakan sebagai obat untuk menghilangkan bau badan, sebagai penurun demam (antipiretik), peningkat nafsu makan, memperbanyak ASI, dan obat batuk. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimental dengan metode deskriptif analitik dengan menggunakan subyek ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less). Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Kimia Terpadu Prodi S1 Farmasi STIKes Panti Waluya Malang untuk melakukan uji mutu ekstrak berdasarkan parameter standarisasi mutu ekstrak pada simplisia daun muda dan tua  beluntas.  Bahan – bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 70% daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less). Determinasi tanaman dilakukan dilakukan di UT Laboratorium Herbal Materia Medika Batu. Hasil penelitian  pengujian organolepsis didapatkan bauk has herbal daun beluntas, rasa pahit dan sepat, warna hijau bentuk serbuk. Pada uji alkaloid didapatkan Pereaksi Bouchardat : menghasilkan warna coklat kehitaman  (+),Pereaksi Mayer  : menghasilkan warna putih bening  (+), Perekasi Dragendrof : menghasilkan warna kuning (-) uji Alkaloid hasilnya Positif (+), karena dari 3 kali reaksi menghasilkan 2 yang menunjukan hasil positif, uji flavonoid didapatkan hasil positip dikarenakan saat diteteskan 1 ml HCl pekat menghasilkan warna jingga, sedangkan pada uji saponin didapatkan nilai positip dikarenakan sampel menghasilkan buih setinggi 1 – 10 cm setelah dikocok dan didiamkan saat ditetesi dengan 1 tetes HCl 2 N buih tidak hilang. Senyawa larut etanol 69,17 %, Kadar senyawa larut dalam air 53,46 %, penetapan kadar air didapatkan hasil 17,13 %. Kata Kunci: Daun Beluntas, Ekstrak Etanol, Uji Mutu