Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Buah Kecombrang (Etlingera Elatior Jack) terhadap Pengendalian Cacing Secara In-Vitro Anisyah, Luluk; Sipollo, Berliany Venny; V, Sugiyanto
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.22374

Abstract

ABSTRACT The prevalence of worms in Indonesia itself varies between 2.5% - 62% and can occur at any age in Indonesia ranging from 40% - 60%. The use of chemical drugs in controlling worms for a long time will also cause side effects on the body, so we can reduce it by using traditional plants, namely torch ginger. Torch ginger (Etlingera elatior Jack.) is a plant from the Zingiberaceae family and is commonly used by the community for food and traditional medicine. Torch ginger contains flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids that can provide anthelmintic effects. The purpose of this study was to determine the effectiveness of torch ginger fruit extract as an anthelmintic on earthworms by determining the LC50 and LT50 values and to determine the effect of increasing the concentration of fruit extract on the number of worm deaths. The research method was an experimental laboratory. organoleptic tests on torch ginger fruit showed that it contained flavonoids, saponins and tannins; Meanwhile, analysis with one-way ANOVA showed that the P value = 0.000 (P 0.05) means that there is a significant difference in the treatment with concentration and for the results that show that each concentration of extract, the higher the concentration, the faster the number and time of worm death. that 70% ethanol extract of torch ginger fruit can be used as an alternative anthelmintic treatment, by providing an LC50 value of 2.295 mg / mL for the fruit, which means that the concentration value is needed to kill 50% of worms; for the LT50 results, the time needed for the ethanol extract to kill 50% of worms is 108.502 minutes. Keywords: Torch Ginger, Worms, Fruit, LC50, LT50.  ABSTRAK Prevalensi cacingan di Indonesia sendiri bervariasi antara 2,5% - 62% dan dapat terjadi pada semua usia di Indonesia berkisar antara 40% - 60%. Penggunaan obat kimia dalam pengendalian cacing dalam waktu yang lama akan juga mengakibatkan efek samping pada tubuh, sehingga dapat kita kurangi dengan menggunakan tanaman tradisional yaitu kecombrang. Kecombrang (Etlingera elatior Jack.) merupakan tumbuhan dari famili Zingiberaceae dan biasa digunakan oleh masyarakat untuk pangan serta pengobatan tradisional. Kecombrang memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang mampu memberikan efek antelmintik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah kecombrang sebagai antelmintik pada cacing tanah dengan mengetahui nilai LC50 dan LT50serta mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak buah terhadap jumlah kematian cacing. Metode penelitian secara eksperimental laboratorium. uji organoleptis pada buah kecombrang adalah mengandung flavonoid, Saponin dan Tanin; sedangkan analisa dengan anova one way didapatkan bahwa nilai P= 0,000 (P0,05) artinya bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada perlakuan dengan konsentrasi dan untuk hasil yang menunjukkan bahwa tiap konsentrasi ekstrak semakin tinggi konsentrasi maka jumlah dan waktu kematian cacing juga semakin cepat. bahwa ekstrak etanol 70% buah kecombrang dapat digunakan alternatif pengobatan antelmintik, dengan memberikan nilai LC50 sebesar 2,295mg/mL untuk buah yang artinya bahwa nilai konsentrasi tersebut yang dibutuhkan untuk membunuh 50% cacing ; untuk hasil LT50 memberikan hasil sebesar 108,502 menit waktu yang dibutuhkan ekstrak etanol untuk membunuh 50% cacing. Kata Kunci: Kecombrang, Cacingan, Buah, LC50, LT50.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pembuatan Permen Jelly dari Bahan Dasar Rimpang Kecombrang Untuk Kesehatan Lansia di Desa Sempalwadak Kec. Bululawang Kab. Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24498

Abstract

ABSTRAK   Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pembuatan Permen Jelly dari Bahan Dasar Rimpang Kecombrang untuk Kesehatan Lansia  di Desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang” diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa di Desa Sempalwadak membutuhkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dan kandungan dari rimpang kecombrang bagi kesehatan, serta pelatihan keterampilan dalam membuat sediaan permen Jelly yang berbahan dasar rimpang kecombrang.   Kegiatan pemberdayaan kader kesehatan sejumlah 40 orang ini di desa Sempalwadak ini diawali dengan pemberian pengetahuan terkait rimpang kecombrang baik dari segi manfaat, khasiat, kandungan, serta formula untuk kesehatan, serta pemberian pelatihan keterampilan terkait formula dan cara pembuatan Permen Jelly berbahan dasar rimpang kecombrang. Bentuk kegiatan meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan permen Jelly; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan bahan dasar rimpang kecombrang sebagai permen Jelly  yang aman bagi kesehatan. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dengan menggunakan kuesioner pre-post dan keterampilan kader Kesehatan dengan menggunakan ceklist. Hasil evaluasi untuk pengetahuan pretest sebesar 62,78, sedangakan untuk hasil posttest sebesar  95,0; serta peningkatan pengetahuan sebesar 51,32% (Baik), serta hasil untuk peningkatan keterampilan memberikan skor sebesar 3,38 (Terampil). Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik didalam aspek tingkat kehadiran, peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan desa Sempalwadak. Kata Kunci: Rimpang, Kecombrang, Permen Jelly.  ABSTRACT The Community Partnership Program activity “Empowering Health Cadres in Making Jelly Candy from Torch Ginger Rhizome for Elderly Health in Sempalwadak Village, Bululawang District, Malang Regency” began with an initial assessment of the situation in the field. The initial assessment found that the problem in Sempalwadak Village needed knowledge related to the benefits, properties and content of torch ginger rhizome for health, as well as skills training in making Jelly candy preparations made from torch ginger rhizome. This empowerment activity for 40 health cadres in Sempalwadak Village began with providing knowledge related to torch ginger rhizome in terms of benefits, properties, content, and formulas for health, as well as providing skills training related to formulas and methods for making Jelly Candy from torch ginger rhizome. The form of activity includes 3 activities, namely: Preparation stage: conducting an approach, preparing materials and tools used to make Jelly candy preparations; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of torch ginger rhizome as a Jelly candy that is safe for health. The evaluation stage was conducted to determine the increase in knowledge using a pre-post questionnaire and the skills of Health cadres using a checklist. The evaluation results for pretest knowledge were 62.78, while for posttest results were 95.0; and an increase in knowledge of 51.32% (Good), and the results for skill improvement gave a score of 3.38 (Skilled). The conclusion is that the goal of increasing knowledge in PkM activities has been achieved well in the aspects of attendance levels, increasing knowledge and skills of Sempalwadak village health cadres. Keywords: Rhizome, Torch Ginger, Jelly Candy.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Mengenai Pemanfaatan Tanaman Kecombrang untuk Kesehatan Lansia di Desa Sempalwadak Kec. Bululawang Kab Malang Sugiyanto, Sugiyanto; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Anisyah, Luluk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24497

Abstract

ABSTRAK   Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan lansia, namun pemanfatannya oleh masyarakat di Desa Sempalwadak masih terbatas karena kurangnya pengetahuan mengenai cara pengolahan dan khasiatnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai upaya peningkatan status kesehatan lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi yang terbagi dalam tiga kali pertemuan. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini diikuti secara antusias oleh kader kesehatan desa Sempalwadak dengan tingkat kehadiran 90% dari total kader kesehatan 40, yaitu 36 kader pada pertemuan pertama, tingkat kehadiran 42,5% yaitu 17 kader pada pertemuan kedua, dan tingkat kehadiran 45% yaitu 18 kader pada pertemuan ketiga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 62,29%. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 5,18 pada saat pre-test menjadi 8,44 pada saat post-test. Kesimpulan pemberdayaan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan mengenai manfaat tanaman kecombrang bagi kesehatan lansia. Diharapkan kader kesehatan dapat meneruskan informasi tersebut kepada para lansia dan masyarakat luas di Desa Sempalwadak untuk mendukung pemanfaatan tanaman kecombrang bagi kesehatan. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Kecombrang, Lansia, Sempalwadak, Pengetahuan.  ABSTRACT The torch ginger plant (Etlingera elatior) has great potential as a source of natural antioxidants that are beneficial for the health of the elderly, but its utilization by the community in Sempalwadak Village is still limited due to a lack of knowledge regarding processing methods and its benefits. The purpose of this community service activity aims to empower health cadres through education and training on the use of torch ginger plants as an effort to improve the health status of the elderly. The implementation of community service is carried out through lectures, discussions, and demonstrations which are divided into three meetings. Evaluation of the level of knowledge is carried out using pre-test and post-test instruments. The results of this activity were followed enthusiastically by the health cadres of Sempalwadak village with an attendance rate of 90% of the total 40 health cadres, namely 36 cadres at the first meeting, an attendance rate of 42.5% (17 cadres) at the second meeting, and an attendance rate of 45% (18 cadres) at the third meeting. The evaluation results show a significant increase in knowledge of 62.29%. The average knowledge score of cadres increased from 5.18 at the pre-test to 8.44 at the post-test. The empowerment program proved effective in increasing the understanding of health cadres regarding the benefits of the torch ginger plant for elderly health. It is hoped that health cadres will share this information with the elderly and the wider community in Sempalwadak Village to support the use of torch ginger for health. Keywords: Health Cadres, Torch Ginger, Elderly, Sempalwadak, Knowledge.