Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Loyalitas Perawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu Atikah Indra Iriani; Ahdun Trigono; Dicky Yulius
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16966

Abstract

Human resource management in an organization is a complex matter. This is evidenced by the phenomenon of increasing employee turnover at Indramayu Mitra Plumbon Hospital, which rose by up to 49% in 2024. The decline in employee performance, lack of initiative, poor coordination among employees, low awareness of work professionalism, and high levels of responsibility reflect issues related to work motivation, workload, work ethic, and work stress—factors that are associated with low nurse loyalty at Mitra Plumbon Hospital. The purpose of this study is to examine the influence of work motivation, workload, work ethic, and work stress on nurse loyalty at Mitra Plumbon Hospital. Data were collected by distributing questionnaires to 110 employees of Mitra Plumbon Hospital using simple random sampling. The findings indicate that the workload at RS Mitra Plumbon is considerably high, leading to burnout and fatigue among nurses. Despite these conditions, nurses remain in their positions as they perceive the profession to be a calling, a noble vocation, and one that yields a broad societal impact. However, the low level of continuance commitment suggests that nurses may consider seeking employment at other hospitals should more attractive opportunities become available.
Analisis Ketidaksesuaian Jumlah Kunjungan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional Dengan Jumlah Berkas Yang Diterima Verifikator Unit Casemix Di RS Tk.IV Cijantung Kesdam Jaya Nur Indah Ayu Setyarini; Ahdun Trigono; Sonya Dewi Wulandari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9457

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi indikator keberhasilan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, di RS Tk. IV Cijantung Kesdam Jaya ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah kunjungan pasien JKN dengan jumlah berkas klaim yang diterima oleh unit verifikator casemix. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak pada tertundanya pembayaran klaim dan mengganggu kelangsungan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian tersebut, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi, serta merumuskan upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki proses klaim BPJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan tahapan residensi pada tanggal 15 Januari–24 Maret 2025, dilanjutkan kegiatan penelitian pada 28 April–10 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan kunci dari berbagai unit terkait, seperti pendaftaran, instalasi rawat jalan dan rawat inap, pelayanan medis, serta casemix. Data dianalisis menggunakan pendekatan input-proses-output-dampak (IPOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian klaim disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu keterbatasan jumlah dan kapasitas SDM administrasi, kesalahan dalam pencatatan dan input data, lemahnya proses validasi internal, kendala teknis pada SIMRS, serta kurangnya komunikasi antarunit. Ketidaktepatan pemahaman terhadap regulasi BPJS yang dinamis juga turut memengaruhi. Kesimpulannya, proses klaim belum berjalan secara optimal dan membutuhkan perbaikan sistemik. Saran yang diajukan meliputi penguatan kapasitas SDM, peningkatan koordinasi antarunit melalui forum evaluasi rutin, serta penyusunan pedoman tertulis terkait regulasi dan alur klaim BPJS. Rumah sakit juga disarankan membentuk tim validasi lintas unit untuk menjamin akurasi berkas sebelum dikirim ke BPJS.