Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATUAN VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DI KECAMATAN LENANGGUAR Diaz Oktaviani, Nina; Kusumawardani, Wening; Wulan Ayu, Ieke
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitiian ini yaitu untuk mengetahuipengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi kacang hijau di Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan maret sampai juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor Yaitu Dosis Pupuk Kandang Sapi (B) dan Dosis pupuk organik cair (P), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor Dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu : B1= 30 ton/ha, B2 = 40 ton/ha. Faktor Dosis pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = Tanpa pemberian pupuk organik cair, P1 = 2 l/ha, P2 = 4 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi dosis pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun umur 45 hari setelah tanam, dan jumlah polong pertanaman.Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang sapi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata pada parameter (hasil per petak dan per hektar).Perlakuan tunggal dosis pupuk organik cair memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah polong pertanaman.
Strengthening the Capacity of Upland Farmers through Socialization and Training on Shallot Farming in Sumbawa Regency: Penguatan Kapasitas Petani Dataran Tinggi Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Sumbawa Ayu, Ieke Wulan; Siswanto, Heru Tugas; Kusumawardani, Wening; Prihantari, Endah Yuniati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1578

Abstract

The development of shallot farming in upland drylands by novice farmers faces technical cultivation constraints, and conditions of commodity price fluctuations. The purpose of community service activities is to increase the capacity of upland beginner farmers through socialization and training of shallot farming in Sumbawa Regency. Activities were carried out in Bugis Village, Sumbawa District, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Province in November 2022, with socialization and training methods to 60 groups of shallot beginner farmers. The results show that socialization and training activities can improve farmers' mastery of relevant knowledge, skills, and attitudes towards shallot farming. The success of this activity is that farmers have knowledge about shallot cultivation (planting planning, land processing, fertilizer application, harvesting, and post-harvesting), how to analyze shallot farming. Participants have a positive response with increased knowledge, skills, and awareness. Farmer satisfaction is realized by a high attitude of wanting to learn, and participation from the beginning to the end of the activity. Abstrak Pengembangan usahatani bawang merah di lahan kering dataran tinggi oleh petani pemula menghadapi kendala teknis budidaya, dan kondisi fluktuasi harga komoditas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas petani pemula dataran tinggi melalui sosialisasi dan pelatihan usahatani bawang merah di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan November 2022, dengan metode sosialisasi dan pelatihan kepada 60 kelompok petani pemula bawang merah. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang relevan petani terhadap usahatani bawang merah. Keberhasilan pada kegiatan ini adalah petani memiliki pengetahuan tentang budidaya bawang merah (perencanaan tanam, pengolahan lahan, pemberian pupuk, panen, dan pasca panen), cara menganalisis usahatani bawang merah. Peserta memiliki respon positif dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran. Kepuasan petani diwujudkan dengan sikap ingin belajar yang tinggi, dan keikutsertaan dari awal sampai akhir kegiatan.
UJI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SAWI (Brassica chinensis L.) PADA MEDIA TANAM ORGANIK Kartini, Ayu; Wulan Ayu, Ieke; Kusumawardani, Wening
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEKNOLOGI
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh varietas dan media tanam organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica chinensis L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu varietas (Kumala, Tosakan, dan Shinta) dan media tanam (M1: tanah +arang sekam; M2: tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi). Setiap kombinasiperlakuan diulang tiga kali dengan dua tanaman sampel per unit sehingga diperoleh36 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kotorsegar, dan bobot bersih segar tanaman. Data dianalisis menggunakan sidik ragam(ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5% jika terdapat perbedaan nyata.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa faktor varietas berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 14 HSPT, dengan varietas Tosakan (V2) memberikanpertumbuhan tertinggi. Faktor media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 21 HSPT, di mana media M2 menghasilkan pertumbuhanlebih baik dibanding M1. Interaksi varietas dan media tanam memberikan pengaruhberbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 7, 14, dan 21 HSPT. PerlakuanV2M2 (varietas Tosakan pada media M2) menunjukkan performa terbaik pada faseawal pertumbuhan. Parameter hasil menunjukkan bahwa bobot kotor segar dan bobotbersih segar tanaman tertinggi juga diperoleh pada kombinasi perlakuan V2M2.Sehingga, varietas Tosakan dan media tanam tanah + arang sekam + pupuk kandangsapi merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasiltanaman sawi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dalampemilihan varietas dan media tanam organik untuk mendukung budidaya sawi yangproduktif dan berkelanjutan.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK TANI TERNAK SADAK DENGAN MENGOLAH LIMBAH FESES AYAM MENJADI PUPUK KOMPOS Sudirman, Sudirman; Hamdani, Asrul; Kusumawardani, Wening; Iskandar, Syaifuddin
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i2.2172

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak (KTT) Sadak, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, NTB, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola limbah feses ayam menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi dampak bau dan masalah kesehatan akibat lokasi kandang yang berjarak hanya ±10meter dari permukiman warga, pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2025. Metode kegiatan meliputi survei awal (observasi dan wawancara), sosialisasi (ceramah dan diskusi), penyuluhan, pelatihan teknis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test dan di uji t-statistik. Pelatihan ini dikuti oleh 14 peserta yang sebagian besar belum memiliki pengetahuan mendalam tentang pengomposan. Hasil evaluasi akhir berdasarkan nilai pre-test dan post-test hasil uji t-statistik 6.602 dan p-value sebesar 1.19e-06 menunjukkan ada peningkatan pengetahuan yang signifikan dalam pengetahuan peserta setelah pelatihan, di mana nilai pre-test peserta (10–14) dari total maksimal nilai 20 meningkat menjadi post-test (16–19). Dari bahan awal 650 kg diperoleh 435 kg kompos matang yang remah dan tidak berbau. Program ini cukup efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis peternak, mengurangi dampak lingkungan, dan menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota KTT Sadak melalui produksi pupuk kompos, sehingga dapat dijadikan model bagi kelompok ternak lainnya di Kabupaten Sumbawa.
Pengaruh Jarak Tanam dan Jumlah Bibit Per Lubang Terhadap Pertumbuhan Padi Lokal Sumbawa (Oryza sativa L.) Lestari Lestari; Wening Kusumawardani; Heri Kusnayadi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study, was to determine the effect of spacing and number of seeds per planting hole on the vegetative phase of local Sumbawa rice plants in paddy fields. This research was conducted for 3 months. This study, used quantitative method with factorial randomized block design (RBD) with 2 factors, namely are the use of spacing (J) and the number of seeds per planting hole. Each treatment was repeated 3 times. The factor of using spacing consists of 2 levels and the factor of number of seeds per planting hole consists of 3 levels. The results of the analysis showed that the combination treatment had an effect on the spacing and number of seeds per planting hole had a significant effect on the parameter of the number of tillers. The single factor of spacing has a significant effect on the parameter of the number of tillers. The single factor of the number of seedlings per planting hole had a significant effect on the parameter of the number of tillers.
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Rumah Tangga di Desa Labuhan Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Yadi Hartono; Dwi Mardhia; Rudi Masniadi; Syarif Fitriyanto; Wening Kusumawardani; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.810

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah perkotaan berbasis rumah tangga.Kegiatan dilaksanakan di RT 003 RW 009, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat (Prop.NTB) mulai bulan September-Oktober 2019.Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah skala rumah tangga.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap dalam memperlakukan sampah, dan mengarah kepada paradigma pengelolaan persampahan yang lebih komprehensif dengan konsep 3R.Perubahan perilaku warga sasaran yang terdiri dari ibu-ibu, remaja telah memperlakukan sampah sebagai barang yang memiliki manfaat ekonomi dengan mengolah sampah rumah tangga menjadi menjadi kompos yang diaplikasikan pada KRPL Pancawarga dan kreativitas warungkopi sampah menuju Sumbawa Zero Waste.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Serbuk Kayu dan Sekam Padi pada Jamur Tiram Putih Wening Kusumawardani; Hendra Saputra; Heri Kusnayadi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 2 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of the composition of the planting medium of sawdust and rice husk on white oyster mushroom (Pleorotus ostreatus). The study was conducted using experimental methods, Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments, which each treatment consisted of three replications. The treatments consisted of SP1 = 100% sawdust + 0% rice husk; SP2 = wood powder 75% + rice husk 25%; SP3 = 50% sawdust + 50% rice husk; SP4 = 25% sawdust + 75% rice husk; and SP5 = 0% sawdust + 100% rice husk. Observational data were analyzed using ANOVA at 5% significance level, if the results of data analysis showed significant differences, then further tests were carried out using the Least Significant Difference Test (LSD) at 5% significance level. The results of data analysis showed that the fastest of mycellium spread time was in the SP5, which was 24 days after inoculation. The fastest of pin head appearance time was found in the SP3, which was 88 days after inoculation. The heaviest fruit weight was found in the SP3 treatment and the lowest fruit weight was found in the SP5.