Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penyuluhan Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Rumah Tangga di Desa Labuhan Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Yadi Hartono; Dwi Mardhia; Rudi Masniadi; Syarif Fitriyanto; Wening Kusumawardani; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.810

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah perkotaan berbasis rumah tangga.Kegiatan dilaksanakan di RT 003 RW 009, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat (Prop.NTB) mulai bulan September-Oktober 2019.Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah skala rumah tangga.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap dalam memperlakukan sampah, dan mengarah kepada paradigma pengelolaan persampahan yang lebih komprehensif dengan konsep 3R.Perubahan perilaku warga sasaran yang terdiri dari ibu-ibu, remaja telah memperlakukan sampah sebagai barang yang memiliki manfaat ekonomi dengan mengolah sampah rumah tangga menjadi menjadi kompos yang diaplikasikan pada KRPL Pancawarga dan kreativitas warungkopi sampah menuju Sumbawa Zero Waste.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Serbuk Kayu dan Sekam Padi pada Jamur Tiram Putih Wening Kusumawardani; Hendra Saputra; Heri Kusnayadi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 2 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of the composition of the planting medium of sawdust and rice husk on white oyster mushroom (Pleorotus ostreatus). The study was conducted using experimental methods, Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments, which each treatment consisted of three replications. The treatments consisted of SP1 = 100% sawdust + 0% rice husk; SP2 = wood powder 75% + rice husk 25%; SP3 = 50% sawdust + 50% rice husk; SP4 = 25% sawdust + 75% rice husk; and SP5 = 0% sawdust + 100% rice husk. Observational data were analyzed using ANOVA at 5% significance level, if the results of data analysis showed significant differences, then further tests were carried out using the Least Significant Difference Test (LSD) at 5% significance level. The results of data analysis showed that the fastest of mycellium spread time was in the SP5, which was 24 days after inoculation. The fastest of pin head appearance time was found in the SP3, which was 88 days after inoculation. The heaviest fruit weight was found in the SP3 treatment and the lowest fruit weight was found in the SP5.
Peningkatan kapasitas petani untuk mencegah degradasi lahan pertanian berlereng di lahan kering Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa Wulan Ayu, Ieke; Kusumawardani, Wening; Wartiningsih, Alia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas petani Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, melakukan usahatani tanaman pangan di lahan kering. Kegiatan usahatani yang dilakukan secara turun temurun dihadapkan pada masalah penurunan produktivitas lahan, terutama di lahan pertanian tadah hujan berlereng. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi konservasi tanah secara vegetatif dan mekanik. Kegiatan dilakukan pada kelompok tani Lemak-Ketabang II dan Buin Sumer sebanyak 112 orang selama bulan Desember 2019 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya padi organik, penetapan waktu tanam sesuai dengan ketersediaan lengas tanah, praktek konservasi tanah dan air di lahan kering berlereng, dan pembukuan akuntansi sederhana untuk usahatani. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani dapat membuat pupuk organik secara mandiri untuk menyuburkan tanah dan mengendalikan gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanamannya. Petani mengetahui dan menerapkan pengetahuan tentang peningkatan produksi tanaman melalui konservasi tanah dan air yang dilakukan dengan memanfaatkan hujan yang singkat, dan melakukan tindakan konservasi tanah vegetatif meliputi pengendalian erosi pada bidang olah atau lahan yang ditanami dengan tanaman utama, stabilisasi lereng dari bidang olah, penggunaan vegetasi untuk mengendalikan erosi dan aliran air permukaan pada lahan pertanian. Petani sudah dapat melakukan pembukuan akutansi sederhana dalam usahataninya, sehingga memudahkan petani dalam perencanaan dan pengelolaan modal usahanya.
Inovasi Pengelolaan Limbah Ternak dengan AL-K dan Zeolit: Solusi Ramah Lingkungan di Kelompok Tani Ternak Sadak Seketeng Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Sudirman Sudirman; Asrul Hamdani; Wening Kusumawardani
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 6 No. 2 (2026): Edisi Juli-Desember 2026
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67434/ijecs.v6i2.2676

Abstract

The community service program implemented at the Sadak Seketeng Livestock Farmers Group (KTT) aims to improve the knowledge and skills of KTT Sadak members in managing livestock waste using AL-K spraying and zeolite sprinkling technology. This program was implemented through a training method that involved evaluation with pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' knowledge. In addition, measurements of fecal pH and ammonia gas levels in the pen were also conducted to assess the impact of the technology implementation. The evaluation results showed a significant increase in knowledge among training participants, with the percentage of improvement varying between 7.14% and 90%. The application of AL-K technology proved effective in lowering fecal pH, thereby reducing excessive acidity levels, while the zeolite sprinkling successfully absorbed ammonia gas and reduced humidity in the pen, creating a cleaner and more comfortable environment. Another positive impact was the reduction in odors from livestock feces, which has the potential to improve air quality around the pen and farmer comfort. This program successfully achieved its goal, namely to improve the knowledge and skills of KTT Sadak members in environmentally friendly livestock waste management. To support the sustainability of the program, it is recommended that training be conducted periodically with regular mentoring and evaluation, so that partners can continue to develop their abilities in managing livestock waste more effectively and sustainably.
WAKTU PERENDAMAN SERBUK KAYU JATI DAN KONSENTRASI PUPUK BATUAN SILIKAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus L) Datu Jamelela Fathus Zikra; Wening Kusumawardani; Heri Kusnayadi
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman serbuk kayu jati dan konsentrasi pupuk batuan silikat terhadap pertumbuhan serta hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus L). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu waktu perendaman (0, 24, 36, dan 48 jam) dan konsentrasi pupuk silikat (4 L/ha dan 6 L/ha). Parameter yang diamati meliputi lama penyebaran miselium, waktu kemunculan pinhead, berat buah segar, dan jumlah badan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu perendaman memberikan hasil berbeda nyata pada parameter berat buah segar jamur tiram putih, dimana perlakuan P2 (perendaman 36 jam) menghasilkan berat 106,33 gr. Perlakuan pemberian pupuk batuan silikat memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah badan buah, dengan hasil tertinggi terdapat pada Q1 (dosis pupuk 4 liter/ha) yaitu 22,67 buah. Perlakuan kombinasi P3Q2 (perendaman 48 jam dan 6 L/ha pupuk silikat) memberikan hasil terbaik terhadap lama penyebaran miselium dan jumlah badan buah jamur tiram putih.
UJI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA VARIETAS SAWI (Brassica chinensis L.) PADA MEDIA TANAM ORGANIK Ayu Kartini; Ieke Wulan Ayu; Wening Kusumawardani
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh varietas dan media tanam organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica chinensis L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu varietas (Kumala, Tosakan, dan Shinta) dan media tanam (M1: tanah +arang sekam; M2: tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi). Setiap kombinasiperlakuan diulang tiga kali dengan dua tanaman sampel per unit sehingga diperoleh36 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kotorsegar, dan bobot bersih segar tanaman. Data dianalisis menggunakan sidik ragam(ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5% jika terdapat perbedaan nyata.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa faktor varietas berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 14 HSPT, dengan varietas Tosakan (V2) memberikanpertumbuhan tertinggi. Faktor media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggitanaman pada umur 7 dan 21 HSPT, di mana media M2 menghasilkan pertumbuhanlebih baik dibanding M1. Interaksi varietas dan media tanam memberikan pengaruhberbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 7, 14, dan 21 HSPT. PerlakuanV2M2 (varietas Tosakan pada media M2) menunjukkan performa terbaik pada faseawal pertumbuhan. Parameter hasil menunjukkan bahwa bobot kotor segar dan bobotbersih segar tanaman tertinggi juga diperoleh pada kombinasi perlakuan V2M2.Sehingga, varietas Tosakan dan media tanam tanah + arang sekam + pupuk kandangsapi merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasiltanaman sawi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dalampemilihan varietas dan media tanam organik untuk mendukung budidaya sawi yangproduktif dan berkelanjutan.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PESTISIDA NABATI TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK Andhi Wilardi Marwiansyah; Heri Kusnayadi; Wening Kusumawardani
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam dan pestisida nabati terhadap serangan hama dan produksi tanaman selada (Lactuca Sativa L.). Lokasi penelitian bertempat di Jl. lintas Sumbawa Tano, Karang Dima, Labuhan Badas, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama media tanam, faktor kedua pestisida nabati masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor media tanam terdiri dari dua tarap media spons (M1) dan media sekam bakar (M2). Faktor pestida nabati terdiri dari tiga taraf yaitu pestisida daun mimba (P1), pestisida kunyit (P2) dan tanpa pestisida nabati (P0). Analisis data menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Perlakuan tunggal penggunaan media tanam menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Hasil terbaik terletak pada media sekam bakar, pada semua peubah pertumbuhan tanaman. Perlakuan tunggal penggunaan pestisida nabati menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah tinggi tanaman (cm) umur 14, 21, 28, dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), hasil terbaik terletak pada perlakuan pestisida daun mimba (P1). Pada parameter jumlah daun menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada umur 28 namun tidak berbeda nyata pada umur 7, 14, 21, dan 35 HSPT, dan Perlakuan kombinasi media tanam dengan pestisida nabati memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil terbaik terletak pada perlakuan kombinasi antara media tanam sekam bakar dengan pestisida nabati kunyit (M2P2).
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATUAN VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DI KECAMATAN LENANGGUAR Nina Diaz Oktaviani; Wening Kusumawardani; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2063

Abstract

Tujuan penelitiian ini yaitu untuk mengetahuipengaruh kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi kacang hijau di Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan maret sampai juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor Yaitu Dosis Pupuk Kandang Sapi (B) dan Dosis pupuk organik cair (P), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor Dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu : B1= 30 ton/ha, B2 = 40 ton/ha. Faktor Dosis pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = Tanpa pemberian pupuk organik cair, P1 = 2 l/ha, P2 = 4 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi dosis pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun umur 45 hari setelah tanam, dan jumlah polong pertanaman.Perlakuan tunggal dosis pupuk kandang sapi memberikan pengaruh tidak berbeda nyata pada parameter (hasil per petak dan per hektar).Perlakuan tunggal dosis pupuk organik cair memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah polong pertanaman.
PENGARUH BENTUK BAHAN DAN PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBENAH TANAH BERBAHAN UMBI PORANG (Amorphopallus muelleri Blume) Wening Kusumawardani; Muhammad Said Fahrianto; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk bahan dan penambahan arang aktifterhadap karakteristik pembenah tanah (hidrogel) berbahan umbi porang (Amorphopallus muelleriBlume). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa BesarNusa Tengara Barat (NTB), dari bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Metode penelitianmenggunakan metode eksperimental, parameter pengamatan yang pertama adalah daya mengembangdan pengujian degradasi. Parameter degradasi menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)faktorial dengan 2 faktor : bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) dengan 4 perlakuan dan2 ulangan, selanjutnya di analisis menggunakan ( ANOVA) pada taraf nyata 5%. Sedangkan padaparameter daya mengembang dijelaskan secara deskriptif. Dari hasil pengujian daya mengembang atauswelling test menunjukkan hasil dengan tertinggi pada perlakuan M1V1 (tepung di tambah arang)yaitu 95 gr, sedangkan perlakuan M1V0 (tepung tanpa arang) menunjukan hasil terendah yaitu 80 gr.Perlakuan kombinasi bentuk bahan (M) dan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbedanyata pada pengamatan degradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogeltertinggi terdapat pada pada perlakuan M2V1 (umbi ditambahkan arang aktif) yaitu 77,00 gr,sedangkan perlakuan M1V0 (tepung ditambahkan arang) memberikan rerata hidrogel terendah yaitu55,00 gr. Perlakuan penambahan arang aktif (V) menunjukkan hasil berbeda nyata pada pengamatandegradasi hidrogel pada umur 7 hari setelah tanam. Rerata degradasi hidrogel tertinggi terdapat padapada perlakuan V1 (arang aktif) yaitu 50,00 gr, sedangkan perlakuan V0 (tanpa arang aktif)memberikan rerata hidrogel terendah yaitu 39,78 gr.