Aditiya Puspanegara
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : National Nursing Conference

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019 Lita Carvilanov; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.108

Abstract

Perilaku pemimpin akan tercermin dari gaya kepemimpinannya yang muncul pada saat memimpin bawahannya. Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari organisasi. Rendahnya manajemen mutu pelayanan menjadi permasalahan terhadap mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Jenis penelitian ini adalah dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat inap di RSUD 45 Kuningan yang berjumlah 113 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling sehingga diperoleh 88 perawat. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan chi square dengan standar penelitian (0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa gambaran gaya kepemimpinan Kepala Ruang di ruang rawat inap yaitu sebanyak 79 responden (89,8%), dan memiliki mutu pelayanan keperawatan tinggi yaitu sebanyak 47 responden (53,4%). Hasil analisis Chi Square menunjukkan Tidak ada Hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan (p value = 0,385). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Tahun 2019. Dengan penelitian ini disarankan kepala ruangan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang otoriter, agar dapat terus meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN STRES KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON Idah Faridah; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.110

Abstract

Profesi kesehatan pemberi pelayanan kesehatan di rumah sakit yang paling rentan mengalami burnout adalah perawat. Faktor individu dan faktor lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya Burnout. Faktor individu salah satunya adalah self efficacy sedang faktor lingkungan disebabkan stres kerja Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Self Efficacy dan stress kerja dengan Burnout pada perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan rancangan cross sectional yang menggunakan 70 orang sampel perawat dan yang termasuk ke kriteria inklusi sebanyak 58 orang sampel dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory, Self Efficacy dan stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan 55,2% responden memiliki self efficacy sedang, 70,7% responden mengalami stres kerja ringan, 81% responden mengalami burnout sedang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Spearman Rank diperoleh dengan p = 0,278 dan p=0,120 (p > 0,05), hal ini menunjukkan tidak ada hubungan yang kuat antara self-efficacy dan stres kerja dengan burnout. Dari hasil penelitian ini diharapkan para perawat mampu menghindari dan memanajemen stress agar tidak terjadi Burnout serta tetap menunjukkan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas. Implikasi utuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan faktor individu, faktor lingkungan, faktor organisasi yang dapat mempengaruhi burnout. Rumah sakit dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan self efficacy perawat melalui pelatihan kompetensi, menurunkan stres kerja dan burnout melalui kegiatan refreshing, dan rotasi kerja.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KUNINGAN MEDICAL CENTER Nina Karlina; Aditiya Puspanegara; Moch Didik Nugraha
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.134

Abstract

Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif dei tercapainya tujuan dari organisasi. Gaya kepemimpinan suatu seni dan proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lan agar mereka memiliki motivasi untuk mencpai tujuan yang hendak di capai dalam situasi tertentu. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit kuningan medical center. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Populasi penelitian ini adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Medical Center sebanyak 57 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan koefisien korelasi rank spearman. Analisis univariat menunjukan bahwa sebagian besar perawat berpendapat tiga tipe gaya kepemimpinan kepala ruangan model demokratis sebanyak 51 responden (89,5%) dan memiliki motivasi sedang sebanyak 20 responden (39,2%). Analisis bivariat dengan nilai kolerasi rank spearman sebesar ρ = 0,284, yang berarti tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan motivasi kerja. Hasil penelitian disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis, motivasi kerja tinggi, manajemen rumah sakit baik. Dengan penelitian ini disarankan kepala ruangan memenuhi faktor-faktor pendukung motivasi kerja perawat untuk mempertahankan ataupun meningkatkan motivasi kerja perawat serta kepala ruangan mampu meningkatkan gaya kepemimpinan demokratis yang sesuai dengan prosedur pelayanan sehingga mampu mendorong perawat melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan baik.
EFEKTIFITAS KONSELING VCT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIV DI PUSKESMAS KECIPIR KABUPATEN BREBES 2019 Ratna Panji Astuti; Aditiya Puspanegara; Moch Didik Nugraha
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.135

Abstract

Konseling VCT merupakan komponen penting pada layanan Tes HIV, konseling dilaksanakan bagi klien baik sebelum tes, sesudah tes dan selama perawatan HIV. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui efektifitas konseling VCT dalam meningkatkan pengetahuan Pasien HIV di Puskesmas Kecipir Kabupaten Brebes yang diharapkan dengan pengetahuan yang benar, kedepan berdampak terjadi perubahan perilaku pasien HIV terhadap pencegahan dan penularan HIV ke arah yang lebih baik. Desain penelitian ini adalah Menggunakan Quasi-Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design yaitu rancangan pada satu kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu dengan memberi beri tes awal (pretes) dan melakukan post tes. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan analisa Univariat menggambarkan tingkat pengetahuan pasien hiv di puskesmas kecipir skor pengetahuan sebelum diberikan perlakuan intervensi memiliki range 19, standar deviasi 6,918, variance 47,857 dan skor pengetahuan sesudah diberikan perlakuan intervensi memiliki range 10, mean 25,83, standar deviasi 3,374, variance 11,385. Analisis Shapiro-Wilk dapat diketahui data penelitian yang meliputi skor pengetahuan sebelum dan setelah konseling dinyatakan tidak normal (0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil uji normalitas maka uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon dikarenakan syarat uji paired sample t test tidak terpenuhi (data harus normal) dengan didapatkan P value 0,000 pada uji komparasi Wilcoxon yang berarti H0 ditolak, kesimpulanya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan konseling (0,000 < 0,005).
PENGARUH INSTRUMENTAL THERAPY MUSIC TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI MAYOR DI RUANG BOUGENVILLE RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 20019 Widiya Septiani; Aditiya Puspanegara; Yana Hendriana
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.136

Abstract

Operasi merupakan tindakan invasif dengan membuka bagian tubuh untuk perbaikan. Pada pasien yang telah menjalani tindakan pembedahan membutuhkan istirahat lebih banyak dalam proses penyembuhan penyakitnya dibandingkan orang yang sehat. Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan fisik dapat menyebabkan kualitas tidur buruk. Terapi musik instrumental dapat memberikan rasa tenang dan nyaman sehingga membantu untuk memudahkan tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi mayor. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien post operasi mayor di Ruang Bougenville RSUD 45 Kuningan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Analisa data digunakan dengan uji paired sampel t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sesudah diberikan terapi musik instrumental terdapat rata-rata skor kualitas tidur dari skor 14,37 menjadi 4,87 dimana skor ini masuk kedalam kualitas tidur baik. Hasil uji rerata didapatkan bahwa hasil nilai p value 0,000 < 0,05, maka terdapat pengaruh antara sebelum dengan sesudah dilakukan terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi mayor di ruang Bougenville RSUD 45 Kuningan Tahun 2019. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi mayor di ruang Bougenville RSUD 45 Kuningan Tahun 2019. Dianjurkan bagi responden dapat menjadikan terapi musik instrumental sebagai alternatif dalam tindakan non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB NEGERI TRAUNA MANDIRI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Haifa Nurfadhilah; Ronny Suhada; Aditiya Puspanegara
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan sosok terdekat bagi anak retardasi mental untuk dapat mencapai tumbuh kembang secara maksimal dan optimal, dalam mencapai pesonal hygiene membutuhkan peran aktif keluarga maka diperlukan adanya dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental di SLB negeri taruna mandiri kabupaten kuningan. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasinya seluruh anak retardasi mental di SLB Negeri Taruna Mandiri. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total Sampling yaitu sebanyak 106 sampel. Data penelitian diambil melalui kuesioner yang sudah diuji validitas dengan nilai r=0,210. Uji korelasi menggunakan Rank Spearman. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental di SLB Negeri Taruna Mandiri Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental diperoleh dari 56 orang responden yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori mendukung dengan personal hygiene nya baik (100%). Hubungan dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental diperoleh dari 50 orang responden yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori tidak mendukung dengan personal hygiene nya baik (92%) dan personal hygiene nya cukup (8%). Hasil uji korelasi rank spearman nilai r 0,210 dan p value 0,031 < 0,05. Diharapkan agar lebih meningkatkan sikap positif dalam mendidik dan menerapkan dukungan keluarga kepada anak dan pihak sekolah pendidikan dan promosi kesehatan memberikan terkait dengan dukungan keluarga dan personal hygiene.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KINERJA DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT EL-SYIFA KUNINGAN Dias Triasti Sari; Aditiya Puspanegara; Nurwulan Nurwulan
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berdasarkan studi pendahuluan yang penulis laksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan kinerja perawat masih kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, 2) menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat imap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sample random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 65 perawat instalasi rawat imap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran variabel x dan y serta analisis bivariat untuk menganalisis hubungan variabel dengan y. Hasil analisis univariat sebanyak 49 responden atau 75,3% beranggapan gaya kepemimpinan kepala ruang di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan termasuk gaya demokratis. Gambaran kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yaitu sebanyak 52 responden (80%) termasuk kinerja baik. Gambaran kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yaitu sebanyak 54 responden atau 83% beranggapan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan termasuk puas. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rho menunjukan P value = 0,000, maka Hi diterima artinya ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan dengan kekuatan hubungan masuk dalam kategori kuat (0,836). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rho menunjukan P value = 0,000, maka Hi diterima artinya ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan dengan kekuatan hubungan masuk dalam kategori kuat (0,784). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, 2) ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL PERAWAT PELAKSANA DENGAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JUANDA KUNINGAN TAHUN 2023 Puspanegara, Aditiya; Nabila, Nadiatul Syifa; Rusmianingsih, Nining
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.864

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan suatu kepiawaian dalam hal menstimulasi diri, bersikukuh terhadap frustasi, membenahi kondisi hati, berfikir jernih dan berempati sehingga bisa memberikan pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional perawat pelaksana dengan pelayanan asuhan keperawatan pasien di instalasi rawat inap Rumah Sakit Juanda Kuningan tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 64 responden dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden dengan menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan penatalaksanaannya menggunakan uji statistik Rank Spearman.  Hasil univariat diperoleh kecerdasan emosional perawat pelaksana dengan kategori tinggi (27,8%) dan kategori rendah (13%), sedangkan pelayanan asuhan keperawatan pasien dengan kategori baik (31,5%) dan kategori kurang (20,4%). Analisis bivariat menunjukan ada hubungan kecerdasan emosional perawat pelaksana dengan pelayanan asuhan keperawatan pasien dengan didapatkan nilai p 0,007 < 0,05 dan kekuatan korelasi (r) 0,361. Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional perawat pelaksana dengan pelayanan asuhan keperawatan. Disarankan pihak Rumah Sakit meningkatkan mutu pelayanan khususnya pelayanan asuhan keperawatan yang sesuai dengan harapan masyarakat.