Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Salep Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Alhara Yuwanda; Dewi Rahmawati; Nunung Nurajijah
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/ky4kf511

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Buah jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) mempunyai banyak nutrisi yang bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan. Komponen utama penyusun minyak atsiri pada kulit buah jeruk bali yaitu senyawa limonen, mircen, β-asarone, germacren D, dan α-pinen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan salep dari minyak atsiri kulit buah jeruk bali berdasarkan kombinasi basis PEG 4000 dan PEG 400 dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes setelah diformulasikan menjadi sediaan salep. Metodologi: Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang menunjukan besarnya zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada sekitar cakram disk. Hasil: Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam simplisia segar kulit buah jeruk bali positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan triterfenoid. Pengujian aktivitas antibakteri  sediaan salep minyak atsiri kulit buah jeruk bali dibuat dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25%, kelompok kontrol positif clindamicin gel dan kontrol negatif aquadest steril. Hasil uji aktivitas salep menunjukkan adanya aktivitas terhadap Propionibacterium acnes. Respon hambat pertumbuhan yang terbentuk pada konsentrasi 15%, 20%, 25%  dan kontrol positif adalah kuat yaitu diameter zona hambat lebih dari 6 mm, sedangkan kontrol negatif  tidak memiliki respon hambat pertumbuhan. Kesimpulan: Formulasi sediaan salep minyak atsiri kulit buah jeruk bali basis larut air dengan variasi konsentrasi perbandingan PEG 400 dan PEG 4000 tidak mempengaruhi pelepasan zat aktif minyak atsiri kulit buah jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) dan pada semua konsentrasi sediaan salep memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona bening di sekeliling kertas cakram.
Formulation and SPF Value Determination of Spray Preparations From Depok Starfruit Extracts (Averrhoa Carambola L.) Rohmah, Umu Nazilatur; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.7695

Abstract

Sunscreen digunakan untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai sunscreen adalah ekstrak belimbing depok(Averrhoa carambola L.) yang mengandung senyawa flavonoid. Belimbing depok yang berasal dari Depok, Indonesia, diekstraksi dengan larutan air dan diuapkan menggunakan rotary evaporator untuk memperoleh hasil yang kental. Telah dilakukan skrining fitokimia ekstrak bersamaan dengan kromatografi lapis tipis. Formulasi sunscreen dibuat terlebih dahulu dengan melarutkan bahan ke dalam masing-masing fase air dan minyak, dilanjutkan dengan mencampurkan kedua fase tersebut dengan ekstrak. Tiga formulasi dibuat dengan konsentrasi ekstrak berbeda yaitu 2, 4, 6% b/v. Seluruh formulasi diamati secara fisik melalui penilaian organoleptik, homogenitas, pH, pola penyemprotan, daya sebar lekat dan dilanjutkan dengan penilaian stabilitas pada suhu penyimpanan 4o & 40oC selama 24 jam. Ekstrak dan seluruh formulasi dievaluasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dalam rentang panjang gelombang 290-320 nm pada interval 5 nm untuk penentuan nilai SPF. Semua pengukuran diulang tiga kali. Hasil ekstrak menunjukkan kandungan flavonoidnya. Ketiga formulasi menunjukkan karakteristik fisik dan stabilitas penyimpanan yang baik. Formulasi semprot yang mengandung ekstrak belimbing wuluh konsentrasi 2% memberikan perlindungan maksimal (SPF 14.09). Formulasi dengan ekstrak 4% menawarkan perlindungan ultra (SPF 16.66), sedangkan formulasi dengan ekstrak 6% memberikan perlindungan ultraviolet yang lebih tinggi (SPF 18.33). Di antara seluruh konsentrasi yang diuji, formulasi dengan konsentrasi ekstrak 6% menunjukkan nilai SPF tertinggi, yaitu 18,33, menawarkan perlindungan ultra terhadap sinar matahari. Penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi semprotan dengan ekstrak belimbing wuluh sebagai bahan sunscreen alami mempunyai kemampuan dalam menyerap sinar ultraviolet tingkat tinggi.
FORMULASI HAND SANITIZER GEL DENGAN EKSTRAK BUAH LABU KUNING (Cucurbita Moschata) SEBAGAI ANTISEPTIK Zega, Ros Sandririan; Rahmawat, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10897

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam upaya untuk menjaga agar tubuh terhindar dari penyakit, khususnya infeksi yang di sebabkan oleh mikroorganisme atau virus. Kondisi pandemi covid19 saat ini membuat pemakaian antiseptik tangan meningkat, bahan alam perlu dikembangkan karena relatif lebih murah, aman, efektif, dan mudah didapat. Labu kuning merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung berbagai zat aktif yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi untuk kulit yaitu saponin, flavonoid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode maserasi. formulasi sediaan hand sanitizer di buat menjadi 6 formula, yang menggunakan zak aktif labu kuning (cucurbita moschata). Formula 5%, formula 8%. Formula 12%, formula 15% dan 20% hand sanitizer gel. Evaluasi yag dilakukan dalam penelitian pada gel yaitu uji organoleptis, uji homogenitas,iritasi, dan uji pH. Hasil dan penelitian yang didapatkan dari hand sanitizer gel labu kuning (cucurbita moschata). Kosentrasi penghambat bakteri terbaik terdapat pada konsentrasi 20%. Homogenitas, Stabil pada suhu ruang, memenuhi standar ph kulit serta tidak mengiritasi
OPTIMASI DAN FORMULASI SEDIAAN KRIM WAJAH EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Anjani, Fanny Sukma; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.565

Abstract

Pegagan diketahui mengandung antioksidan yang berguna untuk menjaga kecantikan wanita. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui optimasi dan formulasi krim dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dan menguji aktivitas antioksidannya. Penelitian ini dilakukan secara experimental dengan metode DPPH, menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis untuk melihat aktivitas antioksidan dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dan sediaan krim wajah ekstrak daun pegagan. Krim dibuat dengan konsentrasi zat aktif 2%, 4% dan 6%. Hasil uji organoleptik terdapat perbedaan warna dari setiap formula. Pengujian homogenitas krim ekstrak pegagan pada hari ke-0 dan ke 21 pada F1, F2, F3 adalah homogen. Hasil pengukuran pH pada ketiga formula sesuai dengan pH fisiologis kulit karena tidak lebih dari 6.5. Dari hasil pengamatan didapat bahwa nilai viskositas dari ketiga formulasi mengalami kenaikan setelah hari ke-21. Pengamatan daya sebar dilakukan pada hari ke-0 hingga ke-21, dimana nilainya tidak mengalami perubahan. Pada uji stabilitas, ketiga formula stabil hingga hari ke-21. Dari uji aktivitas antioksidan krim ekstrak pegagan diperoleh krim dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki persen inhibisi 51.12%, konsentrasi 4% memiliki persen inhibisi 48.24%, dan konsentrasi 6% memiliki persen inhibisi 47.60%. Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada kelinci setelah 72 jam menunjukan tidak adanya eritema maupun edema.
FORMULASI HAND SANITIZER GEL DENGAN EKSTRAK BUAH LABU KUNING (Cucurbita Moschata) SEBAGAI ANTISEPTIK Zega, Ros Sandririan; Rahmawat, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10897

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam upaya untuk menjaga agar tubuh terhindar dari penyakit, khususnya infeksi yang di sebabkan oleh mikroorganisme atau virus. Kondisi pandemi covid19 saat ini membuat pemakaian antiseptik tangan meningkat, bahan alam perlu dikembangkan karena relatif lebih murah, aman, efektif, dan mudah didapat. Labu kuning merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung berbagai zat aktif yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi untuk kulit yaitu saponin, flavonoid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode maserasi. formulasi sediaan hand sanitizer di buat menjadi 6 formula, yang menggunakan zak aktif labu kuning (cucurbita moschata). Formula 5%, formula 8%. Formula 12%, formula 15% dan 20% hand sanitizer gel. Evaluasi yag dilakukan dalam penelitian pada gel yaitu uji organoleptis, uji homogenitas,iritasi, dan uji pH. Hasil dan penelitian yang didapatkan dari hand sanitizer gel labu kuning (cucurbita moschata). Kosentrasi penghambat bakteri terbaik terdapat pada konsentrasi 20%. Homogenitas, Stabil pada suhu ruang, memenuhi standar ph kulit serta tidak mengiritasi
Formulasi Masker Wajah Gel Peel Off Dengan Ekstrak Etanol Belimbing Depok (Averrhoa Carambola L.) Sebagai Perawatan Wajah Alami Mabruri Hasyim, Ahmad; Yusuf, Eddy; Yuwanda, Alhara; Nopratilova, Nopratilova; Rahmawati, Dewi
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i1.13

Abstract

Pemanfaatan ekstrak etanol buah belimbing manis Depok Averrhoa carambola L. sebagai alternatif bahan kosmetik belum maksimal, karena itu pengembangan terbaru dengan kandungan Antosianin 1.39 mg/100g dan Katekin 0.09% dapat berfungsi sebagai antioksidan pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling optimal untuk sediaan gel dan stabilitas fisik sediaan masker gel peel off . Sampel yang di ambil dari petani daerah rumah tahanan militer Depok dengan penghasil belimbing varietas Dewa. Variasi konsentrasi ekstrak (1%, 3%, 5%), (variasi konsentrasi PVA 5%,10%,15%) serta variasi konsentrasi HPMC (2%,45,6%). Hasil formulasi B paling optimal dengan bentuk warna bening dan bentuk lebih baik serta pH yang stabil pada temperatur penyimpanan 4 ± 2ºC, 30 ± 2ºC, dan 40 ± 2ºC. Penambahan ekstrak dengan konsentrasi lebih tinggi akan menyebabkan warna gel lebih coklat tua dan tidak bening. Dan penambahan HPMC lebih tinggi membuat tekstur gel lebih kasar dan bergranul. Pembentukan selaput pada formula B lebih bagus dan terkelupas dengan baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental formulasi yaitu untuk menemukan formula masker gel pell off Belimbing manis Depok Averrhoa carambola L. dengan teknik purposive sampling Sehingga disimpulkan formula B lebih baik.
EDUKASI TENTANG PENTINGNYA MENGENAL DAMPAK DAN EFEK SAMPING METFORMIN HCL PADA MAHASISWA Yuwanda, Alhara; Maulina, Megi; Nopratilova, Nopratilova; Sabila, Ahda; Akbar, Rayhan
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2680

Abstract

Metformin HCl is an antidiabetic drug widely used in the management of type 2 diabetes mellitus. Although its effectiveness has been proven, understanding of the impacts and side effects of Metformin HCl remains limited among students, especially those from non-health-related backgrounds. This lack of knowledge can potentially lead to misuse or careless use of the medication. Therefore, this community service activity was carried out with the aim of increasing students' understanding of the risks, side effects, and proper use of Metformin HCl as part of preventive health education. The method used involved educational outreach through simple and engaging posters, along with evaluations conducted via pre-tests and post-tests. The activity involved 20 students from various study programs at Universitas Global Jakarta. The pre-test results showed that 80% of students lacked sufficient understanding of Metformin HCl, including its function, side effects, and usage. This indicates a low level of health literacy among students, particularly those from non-health disciplines, regarding this commonly used antidiabetic medication. Following the educational session, there was a significant increase in participants’ level of understanding. The post-test results showed that 100% of students reported understanding the material presented. This improvement indicates the effectiveness of the educational method used in this community service activity. Thus, education has proven to be a strategic step in raising awareness and understanding of rational drug use among students. In conclusion, an interactive educational approach using simple visual media has been proven effective in improving student literacy regarding drug use—specifically Metformin HCl—and in fostering awareness of the importance of managing sugar intake and understanding drug side effects wisely.
A Pre-Post Survey Analysis on Pharmacy Students' Perceptions of Pharmacist Roles in the Pharmaceutical Industry Adina, Anugerah Budipratama; Yuwanda, Alhara; Budiastuti, Rizky Farmasita; Nopratilova, Nopratilova; Yusuf, Eddy; Tan, Suk Fei; Mawazi, Saeid Mezail; Herli, Amelia
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 3 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i3.6791

Abstract

The pharmaceutical industry is undergoing rapid evolution, characterized by a complex regulatory landscape and the need for diverse skill sets. This study aimed to assess pharmacy students’ perceptions of the pharmaceutical industry and the impact of a dedicated seminar on their career aspirations and knowledge. A pre-post online survey was administered to 55 undergraduate pharmacy students at the National Pharmacy Seminar 2024, hosted by Jakarta Global University. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon signed-rank test (p ≤0.05). Results indicate a strong preference for careers in state-owned pharmaceutical companies (63.6%) and research and development departments (34%). The seminar significantly enhanced participants’ understanding of pharmacists’ roles, industry complexities, drug development challenges, and regulatory requirements. Notably, 93% of participants reported that the seminar met their expectations and provided valuable insights for future career exploration. These findings underscore the importance of educational interventions in shaping pharmacy students’ career trajectories and aligning their knowledge with the dynamic pharmaceutical industry.
Formulasi dan Nilai IC50 Sediaan Krim Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Rahmasari, Defika; Yuwanda, Alhara; Rahmawati, Dewi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12623

Abstract

Setiap hari kulit manusia terpapar radiasi matahari yang dapat menyebabkan permasalahan kulit. Artocarpus altilis atau dikenal sebagai daun sukun diketahui mengandung metabolit sekunder senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak daun sukun terhadap radikal bebas DPPH (1,1 -defenil-2-pikrilhidrazil). Penarikan senyawa dilakukan dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dengan optimasi konsentrasi 1000ppm, 500ppm, 125ppm, 80ppm, 60ppm dan 40ppm. Diukur absorbansi pada spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang 517 nm, diamati perbandingannya dengan vitamin C sebagai standar hingga diperoleh nilai IC50. Hasil uji terhadap ekstrak daun sukun didapatkan nilai IC50 ekstrak daun sukun sebesar 45,7 µg/mL, sediaan krim nilai IC50 sebesar 11,4 µg/mL dan pembanding vitamin c didapatkan nilai IC50 sebesar 4,89 µg/mL. Semua formulasi diamati secara fisik melalui penilaian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan jenis krim yang dilanjutkan dengan penilaian stabilitas pada penyimpanan suhu 4°C, 25°C dan 40°C selama 8 minggu.Sehingga dapat disimpulkan ekstrak daun sukun memiliki aktivitas antioksidan yang kuat namun tidak lebih kuat dari vitamin c. Evaluasi krim ekstrak daun sukun memiliki nilai yang ideal sebagai sediaan krim dan memiliki hasil uji stabilitas yang stabil pada suhu 4℃ dan suhu 25℃. Uji iritasi pada kelinci menunjukkan hasil uji tidak mengiritasi.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita untuk Pencegahan Stunting dengan Memanfaatan Nutraseutikal Daun Kelor (Moringa oleifera) Budiastuti, Rizky Farmasita; Sabila, Ahda; Yuwanda, Alhara; Zhafira, Bilqis; Indriani, Melis; Imanda, Radita Cahya; Hermawati, Shakira Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12950

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi buruk berkaitan dengan kekurangan gizi kronis, seperti stunting pada anak-anak yang mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat. Berdasarkan data WHO tahun 2020, sekitar 149 juta (21,3%) anak di seluruh dunia mengalami stunting. Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 27,7%, atau sekitar 9 juta anak di Indonesia mengalami stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting di Kota Depok sebesar 12,6%, sedangkan di Jawa Barat sendiri mencapai 24,5%. Upaya pencegahan dan intervensi, seperti program gizi, pendidikan gizi, dan dukungan pangan, menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan gizi buruk. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu Flamboyan tentang gizi balita dengan memanfaatkan nutrasetikal daun kelor (Moringa olifiera). Kader Posyandu Flamboyan Kelurahan Cipayung Depok diberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pengolahan makanan bergizi dari daun kelor sebagai solusi nutrasetikal pendukung gizi sehat dan diberikan sebagai PMT saat penyelenggaraan posyandu. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan tentang stunting dan pemenuhan gizi balita pada kader posyandu Flamboyan (sig 2-tailed<0,050). Kader Posyandu juga telah mampu membuat produk nutraseutikal daun kelor dan memberikan edukasi gizinya ke ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Flamboyan. Manfaat gizi yang melimpah, ketersediaan lokal, dan kemudahan pertumbuhannya menjadikan PMT nutraseutikal Moringa oleifera sebagai alternatif bahan pangan dalam upaya mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Moringa Oleifera, Posyandu, Kelor, Nutrisi, Stunting, Edukasi  ABSTRACT Malnutrition issues are associated with chronic nutritional deficiencies, such as stunting in children, leading to inhibited growth. According to WHO data in 2020, approximately 149 million (21.3%) children worldwide experience stunting. In Indonesia, based on Riskesdas 2018 data, the prevalence of stunting is 27.7%, with around 9 million Indonesian children affected. According to the 2022 Indonesia Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Depok City is 12.6%, while in West Java, it reaches 24.5%. Prevention and intervention efforts, such as nutrition programs, education, and food support, are key to addressing malnutrition issues. This community service aims to enhance the knowledge and skills of Flamboyan Posyandu cadres regarding toddler nutrition by utilizing moringa (Moringa oleifera) as a nutraceutical. Flamboyan Posyandu cadres in Cipayung, Depok, were educated on stunting and trained in the preparation of nutritious food from moringa leaves as a supportive nutraceutical solution. These products were provided as supplementary feeding during posyandu activities. Conclusion: There is a significant influence of education on the level of knowledge about stunting and nutritional fulfillment for toddlers among Flamboyan Posyandu cadres (sig 2-tailed <0.050). Posyandu cadres have also successfully created moringa nutraceutical products and provided nutritional education to mothers with toddlers at Flamboyan Posyandu. The abundant nutritional benefits, local availability, and ease of cultivation make moringa oleifera nutraceutical supplementary feeding an alternative solution to address stunting issues. Keywords: Moringa oleifera, Posyandu, Moringa Leaves, Nutrition, Stunting, Education
Co-Authors Ablya Gamawati, Dara Ahda Sabila Ahda Sabila Alfiyatun Hasanah Anjani, Fanny Sukma Anugerah Budiatama A Anugerah Budipratama Anugerah Budipratama Adina Anugrah Budipratama Adina Arika, Restiany Assalam, Dio Aurel, Tasya Benny Efendie binti Dasperi, Sazzalina Budiatama, Anugerah Cinde Puspita Dedi Nugroho Dedi Nugroho DEWI RAHMAWATI Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dwi Priyokusumo Eddy Yusuf, Eddy Efendie, Benny Eksanti Indriani Sabila Endang Hanani Fadhlina Chani Saputri Fanny Sukma Anjani Farmasita Budiastuti, Rizky Farmasita Budiastuti, Rizky Fatta, Chika Apselia Fitri Auliya Almadani Fitria, Elsa Haafizha Rizkia, Arrayu Hanin, Sofia Herli, Amelia Herliana, Levi Hermawati, Shakira Putri Ilham Rifa'ie, Mochamad Imanda, Radita Cahya Indriani, Melis Ismi Ana Najwa, Siti Khairunisa Renalda, Friska Mabruri Hasyim, Ahmad Marintan Simanullang Maulina, Megi Mawazi, Saeid Mezail Moudinia, Aviena Najma Rizqiyah, Hamaliyah Nazira Fonna, Asifa Nazwa Zulkarnain, Felizha Nitza Evita Boari, Jentry Nopratilova Nopratilova Nunung Nurajijah Nurajijah, Nunung Oktavia, Sthefani Pandu Prayoga, Pandu Prasetyo Prasetyo Puspita, Cinde Putri Mar’Atus Solikha, Imroh Rachmat Zulkiefli, Arizal Rahmasari, Defika Rahmawat, Dewi Rahmawati, Dewi Rahmawati Raina Azka, Vania Raju, Kaveesha RAYHAN AKBAR Restiany Arika Ribut Nawang Sari Rismawan, Diesty Rohmah, Umu Nazilatur Sabila, Ahda Saputri, Dwi Septika Ramadhan, Firai Simanullang, Marintan Sofiyanti, Imelda Sri Wahyuni Damanik Sukma Anjani, Fanny Tan, Suk Fei TANJUNG, VIVI RAMADHANI Vivi Ramadhani Tanjung Wahyuni Damanik, Sri Wivia Irianah, Catrin Yulinar, Renitha Zahra Deviyanti, Qolita Zahra Festiani, Fadhira Zega, Ros Sandririan Zhafira, Bilqis Zulkiefli, Arizal Rachmat