Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Formulasi Sediaan Gel dan Uji Aktivitas Bagian Tanaman Nanas Sebagai Sun Protection Factor Yulinar, Renitha; Rahmawati, Dewi Rahmawati; Yuwanda, Alhara
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excessive sun exposure has a very bad impact on health especially on the face. Therefore, pineapple peel extract is an active ingredient in sunscreen gel formulations. Which contain flavonoid, tannin and saponin compounds which have sunscreen activity. The research method includes identifying pineapple plant samples. Next, a phytochemical screening test to determine the compound content in the extract. Then evaluate the formulation of the pineapple gel preparation which includes organoleptic examination, pH, spread ability and viscosity, test the stability of the pineapple gel preparation for 8 weeks. and measure the SPF value of pineapple peel extract and pineapple gel preparations using a UV-Vis spectrophotometer, as well as irritation testing on pineapple gel preparations using the Draize method. The stability test showed that the pineapple gel preparation remained stable for 8 weeks. SPF measurements show that pineapple peel extract and pineapple gel preparations have quite high SPF values. In conclusion, pineapple peel extract has the potential as an active ingredient in sunscreen gel formulations. The prepared pineapple gel preparation has good characteristics and shows good stability for 8 weeks.
FORMULASI HAND SANITIZER GEL DENGAN EKSTRAK BUAH TERUNG BELANDA (Solanum betaceum Cav) SEBAGAI ANTISEPTIK Tanjung, Vivi Ramadhani; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.10895

Abstract

Buah terung belanda (Solanum Betaceum Cav.) mempunyai kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid yang diketahui senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai senyawa antibakteri (Rahmadina dan Sudiono 2019). Berdasarkan senyawa yang di miliki buah terung belanda dapat di manfaatkan sebeagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas ekstrak buah terung belanda (Solanum betaceum Cav.) sebagai antiseptik dan memformulasikannya dalam bentuk sediaan hand sanitizer. Gel Hand sanitizer ekstrak Buah terung belanda di formulasikan dengan konsentrasi yang berbeda kemudian diuji aktivitasnya menggunakan metode difusi atau Disc diffusion method (Metode Kirby Bauer). Gel Hand sanitizer di uji sifat fisiknya, meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas, uji iritasi dan uji antibakteri. Sediaan gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 15% dengan zona hambat sebesar 4,51 mm.
Evaluasi Kualitas Informasi Obat Pada Brosur Obat Nopratilova; Eksanti Indriani Sabila; Dedi Nugroho; Rizky Farmasita Budiastuti; Alhara Yuwanda; Anugerah Budipratama Adina
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i1.1527

Abstract

The research aims to describe the information in drug brochures. Classification of drug brochures: categorization of drugs based on labeling, name, product origin and therapeutic class. The study also assesses the completeness of information in drug brochures, following Indonesian Ministry of Health regulations (Number: 386/MENKES/SK/IV/1994), Indonesian National Agency of Drug and Food Control (BPOM) regulations (Number 2 of 2021) and WHO Ethical Criteria for Medicinal Drug Promotion in 1988. This descriptive study uses simple random sampling with a sample size of 30 drug brochures. Research findings for drug brochures: Classification of drugs based on labeling shows that 33.3% are over-the-counter drugs, 46.7% are prescription-only drugs and 20.0% are classified as hard drugs. Based on the name, 100.0% are branded drugs. The product origin reveals that 100.0% are domestically manufactured drugs. The most common therapeutic class is Analgesics & Antipyretics is 20.0%. The completeness of information in drug brochures according to the criteria specified in Indonesian Ministry of Health regulations (Number: 386/MENKES/SK/IV/1994) is 50.0%, for BPOM regulations (Number 2 of 2021) is 20.0% and for WHO Ethical Criteria for Medicinal Drug Promotion in 1988 is 20.0%.
Review Artikel: Liposom Sebagai Sistem Penghantar Obat Epilepsi Melalui Jalur Intranasal Alhara Yuwanda
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/gr88kz85

Abstract

Sekitar 80% dari total penderita epilepsi di seluruh dunia ditemukan di negara berkembang. Memodifiksi senyawa obat, upaya yang banyak dilakukan adalah memodifikasi bentuk sediaan dan sistem  penghantaran obat. Upaya ini tidak terlepas dari peran farmasi yang memanfaatkan ilmu sains dan teknologi untuk mengatasi adanya keterbatasan pada beberapa bentuk sediaan dan sistem penghantaran obat. Salah satu sistem penghantaran obat adalah melalui teknologi inhalasi. Teknologi inhalasi dapat dikombinasikan dengan teknologi liposom untuk meningkatkan bioavaibilitas dan waktu onset yang cepat. Liposom adalah teknologi tersusun dari bahan dasar fosfatidilkolin lapisan bilayer dengan ukuran 25nm-2,5µm. Selain itu fosfatidilkolin juga merupakan surfaktan paru yang efektif untuk meningkatkan proses absorbsi obat. Sudah banyak juga review komperhensif mengembangkan liposom untuk teknologi inhalasi. Obat antiepilepsi saat ini memiliki koefesien partisi dan bioavaibilitas yang rendah. Obat anti epilepsi dengan teknologi liposom diharapkan menjadi alternative pengobatan non-invasive melalui jalur inhalasi.
Formulasi Dan Evaluasi Aktivitas Antioksidan Pada Sediaan Krim Wajah dari Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella Asiatica L.) Alhara Yuwanda; Dewi Rahmawati; Fanny Sukma Anjani
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/p02dqz05

Abstract

Antioksidan berperan dalam menghilangkan radikal bebas yang tidak stabil dan dapat merusak sel-sel kulit serta menyebabkan kerutan. Dalam rangkaian penelitian ini, kami mengembangkan formulasi krim wajah dengan memanfaatkan antioksidan berasal dari Ekstrak daun Pegagan (Centella asiatica L.). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dievaluasi menggunakan metode 2,2-Difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Formulasi dievaluasi dalam hal pH, iritasi, daya sebar, dan stabilitas. Tes stabilitas akselerasi dilakukan pada semua formulasi untuk menilai stabilitas pada kondisi penyimpanan yang bervariasi. Semua formulasi menunjukkan daya sebar yang baik, konsistensi yang baik, homogenitas, penampilan, pH sebesar 5,67-6,34 yang sesuai dengan kulit, dan tidak terjadi pemisahan fase. Tidak terjadi iritasi sediaan krim setelah di lakukan pada hewan coba selama 72 jam yang menandakan bahwa krim aman untuk digunakan. Aktivitas antioksidan yang tergantung pada konsentrasi teramati dengan 6% menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 40.8 µg/mL. Hal ini dapat berfungsi untuk melindungi kulit dari spesies oksigen reaktif yang dihasilkan oleh radiasi UV dan toksin lingkungan, sehingga melindungi kulit dari penuaan akibat sinar matahari
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees and T. Nees) Blume): Review tentang Botani, Penggunaan Tradisional, Kandungan Senyawa Kimia, dan Farmakologi Alhara Yuwanda; Anugrah Budipratama Adina; Rizky Farmasita Budiastuti
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/3mk0s904

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Sumatera Barat di Indonesia. Daerah ini telah menjadi pusat ekspor kayu manis sejak abad ke-18, dengan pusat produksi utamanya berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Proses budidaya yang telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama telah menghasilkan variasi yang tinggi dalam adaptasi kayu manis terhadap lingkungan di wilayah budidaya tersebut. Kayu manis telah memberikan kontribusi penting dalam dunia kuliner sebagai rempah-rempah yang memberikan cita rasa khas dan aroma dalam berbagai hidangan makanan. Bidang fitokimia mempelajari senyawa-senyawa kimia dalam tanaman, dan kayu manis memiliki kandungan senyawa-senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa seperti kumarin, eugenol, dan katekin memiliki efek farmakologis seperti antiinflamasi, antidiabetik, dan antimikroba, serta berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dalam bidang farmakologi, kayu manis telah menjadi subjek penelitian yang menarik. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis, terutama kumarin dan eugenol, telah menarik perhatian dalam pengembangan obat-obatan untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit diabetes tipe 2 dan infeksi bakteri. Sementara kayu manis memberikan berbagai manfaat, perlu diperhatikan juga nilai toksikologi dari penggunaannya. Beberapa senyawa dalam kayu manis, seperti kumarin dalam jumlah besar, dapat menjadi beracun bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kesimpulannya, kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) adalah tanaman botani yang memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan tradisional, kuliner, fitokimia, dan farmakologi. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis memberikan beragam manfaat bagi kesehatan, tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi efek toksik dan dosis yang aman untuk penggunaan yang optimal.
Review Artikel: Sintesis dan Isomerisasi Senyawa Kimia pada Obat Alhara Yuwanda
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/p8yxr427

Abstract

Isomerisme pada senyawa obat merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi farmakologi klinis dan farmakoterapi. Diperlukan tinjauan literatur dilakukan untuk beberapa obat kiral yang melibatkan parameter farmakokinetik dan farmakodinamik dari perbedaan senyawa isomer serta penggunaannya dalam kondisi penyakit tertentu. Saat ini, pengetahuan tentang isomerisme telah membantu kita dalam memperkenalkan alternatif obat yang lebih aman dan lebih efektif baik untuk obat-obatan baru maupun yang sudah ada. Banyak obat yang sudah dilakukan modifikasi, seperti dalam bentuk kiral seperti beralih dari campuran rasematik menjadi salah satu isomernya. Resolusi berkaitan dengan pemisahan senyawa rasematik yang menunjukkan keandalan untuk memperoleh sifat-sifat enantiomer yang diinginkan. Dalam artikel ini, kami telah mencoba untuk mengulas konsep dasar dari stereokimia dan kiralitas serta signifikansinya dalam farmakoterapi.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Daun Alpukat (Perseaamericana Mill) Metode Pengeringan Microwave Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Alhara Yuwanda; Dewi Rahmawati; Restiany Arika
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/9cje0e53

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dialami oleh masyarakat terutama usia remaja. Jerawat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan untuk ekstraksi adalah Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan variasi suhu dan waktu ekstraksi. Ekstrak daun alpukat dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 80% kemudian esktrak dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam ekstrak daun alpukat positif mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin. Pengujian aktivitas ekstrak daun alpukat yang diperoleh dibuat dalam sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% kelompok kontrol positif medi-klin gel, kontrol negative aquadest steril dengan metode cakram. Evaluasi gel meliputi uji daya sebar, uji pH, uji viskositas, dan uji organoleptis. Ekstrak daun alpukat menunjukkan aktivitas terhadap Propionibacterium acnes zona hambat tertinggi yang terbentuk pada konsentrasi 15% sebesar 1,43 mm, kontrol negative pada bakteri Propionibacterium acnes sebasar 0 mm, sedangkan kontrol positif medi-klin gel terhadap Propionibacterium acnes 1,69 mm
Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi (OryzaSativa L.) Serta Uji Efektifitasnya Sebagai Material Antiseptik Cinde Puspita; Dewi Rahmawati; Alhara Yuwanda
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/7p24pg51

Abstract

Rice husks are obtained from 20% rice milling and have a silica content of 94-99% of ashed rice husks. Zeolite is a silica-based material and is known as an aluminosilicate compound, because it is formed from two main components, namely tetrahedral AlO4- and SiO4¬-. Synthetic zeolite is obtained by reacting Sodium Silicate (A) with Sodium Aluminate (B) which is then aged at 100oC for 24 hours to produce white synthetic Zeolite powder. Zeolite synthesis will be made with three variations of mixture ratios, namely 30A:70B, 50A:50B, 70A:30B and the characteristics of each will be evaluated. To test the success of this synthetic zeolite as an antiseptic material, its ability to reduce the infectious value of Bacteriuria and Candiduria will be tested, which will be represented by Escherecia coli and Candida albicans. The results obtained from the three variations of synthetic zeolite that were made had the same characteristics and had a ratio of less than two or type A. Synthetic zeolite made at a dose of 600 mg had the ability to act as an antiseptic material against Escherichia coli 104 by reducing the number of colonies to 72-79 %, as well as Candida albicans 103 was able to reduce the number of C. albicans colonies by 74-80%, this value is lower than Attapulgite 600mg in reducing the same number of colonies, namely 90% for bacteriuria and 94.90% for candiduria. To equalize its capabilities with Attapulgite 600 mg, the dosage of the synthetic zeolite obtained in the research was increased to 700 mg
Evaluasi Kedisiplinan Pengambilan Resep Ulang Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Jakarta Utara: Studi Metode Campuran Marintan Simanullang; Benny Efendie; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Nopratilova Nopratilova; Rizky Farmasita
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/bd16jx10

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dikenal sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA). Pengobatan tuberkulosis diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat, dengan jumlah yang cukup dan dosis yang tepat selama 6-8 bulan agar semua bakteri dapat dibunuh. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang disiplin adalah mereka yang rutin mengambil obat setiap bulannya tanpa melewatkan jadwal pengambilan obat. Sebaliknya, ketidakdisiplinan pasien terlihat pada mereka yang tidak rutin mengambil obat setiap bulan. Berdasarkan uji Spearman, disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel kedisiplinan dan kepatuhan. Disiplin dalam pengambilan resep ulang masih rendah, yaitu 31 pasien tidak disiplin dan 26 pasien disiplin. Kepatuhan pasien diukur menggunakan MMAS, dengan hasil rendah pada 47 pasien, sedang pada 9 pasien, dan tinggi hanya pada 1 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa kepatuhan pasien masih sangat minim.