Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Nilai IC50 Sediaan Krim Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Rahmasari, Defika; Yuwanda, Alhara; Rahmawati, Dewi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12623

Abstract

Setiap hari kulit manusia terpapar radiasi matahari yang dapat menyebabkan permasalahan kulit. Artocarpus altilis atau dikenal sebagai daun sukun diketahui mengandung metabolit sekunder senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak daun sukun terhadap radikal bebas DPPH (1,1 -defenil-2-pikrilhidrazil). Penarikan senyawa dilakukan dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dengan optimasi konsentrasi 1000ppm, 500ppm, 125ppm, 80ppm, 60ppm dan 40ppm. Diukur absorbansi pada spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang 517 nm, diamati perbandingannya dengan vitamin C sebagai standar hingga diperoleh nilai IC50. Hasil uji terhadap ekstrak daun sukun didapatkan nilai IC50 ekstrak daun sukun sebesar 45,7 µg/mL, sediaan krim nilai IC50 sebesar 11,4 µg/mL dan pembanding vitamin c didapatkan nilai IC50 sebesar 4,89 µg/mL. Semua formulasi diamati secara fisik melalui penilaian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan jenis krim yang dilanjutkan dengan penilaian stabilitas pada penyimpanan suhu 4°C, 25°C dan 40°C selama 8 minggu.Sehingga dapat disimpulkan ekstrak daun sukun memiliki aktivitas antioksidan yang kuat namun tidak lebih kuat dari vitamin c. Evaluasi krim ekstrak daun sukun memiliki nilai yang ideal sebagai sediaan krim dan memiliki hasil uji stabilitas yang stabil pada suhu 4℃ dan suhu 25℃. Uji iritasi pada kelinci menunjukkan hasil uji tidak mengiritasi.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita untuk Pencegahan Stunting dengan Memanfaatan Nutraseutikal Daun Kelor (Moringa oleifera) Budiastuti, Rizky Farmasita; Sabila, Ahda; Yuwanda, Alhara; Zhafira, Bilqis; Indriani, Melis; Imanda, Radita Cahya; Hermawati, Shakira Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12950

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi buruk berkaitan dengan kekurangan gizi kronis, seperti stunting pada anak-anak yang mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat. Berdasarkan data WHO tahun 2020, sekitar 149 juta (21,3%) anak di seluruh dunia mengalami stunting. Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 27,7%, atau sekitar 9 juta anak di Indonesia mengalami stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting di Kota Depok sebesar 12,6%, sedangkan di Jawa Barat sendiri mencapai 24,5%. Upaya pencegahan dan intervensi, seperti program gizi, pendidikan gizi, dan dukungan pangan, menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan gizi buruk. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu Flamboyan tentang gizi balita dengan memanfaatkan nutrasetikal daun kelor (Moringa olifiera). Kader Posyandu Flamboyan Kelurahan Cipayung Depok diberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pengolahan makanan bergizi dari daun kelor sebagai solusi nutrasetikal pendukung gizi sehat dan diberikan sebagai PMT saat penyelenggaraan posyandu. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan tentang stunting dan pemenuhan gizi balita pada kader posyandu Flamboyan (sig 2-tailed<0,050). Kader Posyandu juga telah mampu membuat produk nutraseutikal daun kelor dan memberikan edukasi gizinya ke ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Flamboyan. Manfaat gizi yang melimpah, ketersediaan lokal, dan kemudahan pertumbuhannya menjadikan PMT nutraseutikal Moringa oleifera sebagai alternatif bahan pangan dalam upaya mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Moringa Oleifera, Posyandu, Kelor, Nutrisi, Stunting, Edukasi  ABSTRACT Malnutrition issues are associated with chronic nutritional deficiencies, such as stunting in children, leading to inhibited growth. According to WHO data in 2020, approximately 149 million (21.3%) children worldwide experience stunting. In Indonesia, based on Riskesdas 2018 data, the prevalence of stunting is 27.7%, with around 9 million Indonesian children affected. According to the 2022 Indonesia Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Depok City is 12.6%, while in West Java, it reaches 24.5%. Prevention and intervention efforts, such as nutrition programs, education, and food support, are key to addressing malnutrition issues. This community service aims to enhance the knowledge and skills of Flamboyan Posyandu cadres regarding toddler nutrition by utilizing moringa (Moringa oleifera) as a nutraceutical. Flamboyan Posyandu cadres in Cipayung, Depok, were educated on stunting and trained in the preparation of nutritious food from moringa leaves as a supportive nutraceutical solution. These products were provided as supplementary feeding during posyandu activities. Conclusion: There is a significant influence of education on the level of knowledge about stunting and nutritional fulfillment for toddlers among Flamboyan Posyandu cadres (sig 2-tailed <0.050). Posyandu cadres have also successfully created moringa nutraceutical products and provided nutritional education to mothers with toddlers at Flamboyan Posyandu. The abundant nutritional benefits, local availability, and ease of cultivation make moringa oleifera nutraceutical supplementary feeding an alternative solution to address stunting issues. Keywords: Moringa oleifera, Posyandu, Moringa Leaves, Nutrition, Stunting, Education
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA TERHADAP OBAT HERBAL DI JAKARTA GLOBAL UNIVERSITY Yuwanda, Alhara; Adina, Anugerah Budipratama; Herli, Amelia; Zulkiefli, Arizal Rachmat; Hermawati, Shakira Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18771

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat-obatan herbal semakin meningkat di kalangan masyarakat, termasuk di antara mahasiswa, karena dianggap lebih alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan obat sintetis. Penelitian ini menganalisis pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) mahasiswa mengenai penggunaan obat herbal. Metode: Studi dilakukan menggunakan kuesioner daring yang ditujukan kepada mahasiswa di Jakarta Global University (JGU). Total 22 pertanyaan digunakan untuk menyelidiki pengetahuan (8), sikap (7), dan praktik (7) mahasiswa. Hasil: Dari 89 responden, mayoritas mahasiswa berusia 18-22 tahun (70,8%) dengan latar belakang pendidikan terbanyak dari jurusan farmasi (57,3%). Pengetahuan mahasiswa mengenai obat herbal cukup baik, namun masih terdapat persepsi yang dapat diedukasi lebih lanjut terkait efek samping obat herbal dibandingkan dengan obat sintetis. Sikap mahasiswa menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap keamanan dan efektivitas obat herbal, dengan 75,3% responden percaya bahwa obat herbal merupakan pilihan pengobatan yang aman. Selain itu, praktik penggunaan obat herbal juga cukup tinggi, dengan 61,8% mahasiswa rutin menggunakannya untuk masalah kesehatan ringan. Hal ini didukung oleh kesadaran yang kuat terkait pentingnya regulasi yang lebih ketat dan pemahaman yang baik mengenai produk yang digunakan. Kesimpulan: Evaluasi KAP mahasiswa JGU terhadap obat herbal sudah cukup baik dan positif, namun masih ada ruang untuk pengembangan, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai efek samping dan memastikan penggunaan yang aman dan efektif. Edukasi lebih lanjut dan evaluasi kritis terhadap informasi obat herbal sangat disarankan untuk ke depannya.
Prevalensi Potensi Interaksi Obat Pada Resep Pasien Pediatri di Apotek X Periode Bulan Juli - Desember 2022 Alfiyatun Hasanah; Rizky Farmasita; Ahda Sabila; Alhara Yuwanda; Nopratilova Nopratilova; Anugerah Budipratama
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33288

Abstract

Interaksi obat terjadi karena adanya kejadian dimana efek suatu obat diubah oleh adanya obat lain. Salah satu penyebab interaksi obat yaitu banyaknya jenis obat yang diterima oleh pasien, terutama pasien pediatri yang memiliki perbedaan fungsi fisiologis sehingga lebih rentan terhadap pemberian beberapa obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat, menganalisa efek dari interaksi obat dan mengetahui hubungan interaksi obat pada pasien pediatri di apotek X Periode bulan juli – desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif analitik dengan pengambilan data secara Retrospektif periode Juli - Desember 2022. Analisis interaksi obat menggunakan aplikasi Lexicomp. Tingkat keparahan interaksi ditentukan berdasarkan tingkat resiko, tingkat keparahan, dan tingkat reliabilitas. Hasil penelitian berjumlah 160 pasien dengan jumlah potensi interaksi obat 313 interaksi. Persentase penggunaan >5 obat sebanyak 53,8%. Berdasarkan tingkat resiko persentase tertinggi pada kategori C sebesar 79,9% sehingga diperlukan pemantauan terapi. Kategori X sebesar 4,2% kategori D sebesar 1,5%. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi obat moderate dengan persentase 84,7% kejadian, interaksi minor 10,3% kejadian, dan interaksi mayor 4,8% kejadian. Berdasarkan tingkat Reliabilitas persentase tertinggi pada kategori Good 59,1%, Fair 39,6%, Excellent 1,3%. Berdasarka uji Chi-Square SPSS ver 29 dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p yaitu 0,001 <0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan interaksi obat pada.
International SDG-SMARTMED Pemeriksaan Tekanan Darah danGlukosa Darah Gratis di Cipayung Depok Nopratilova, Nopratilova; Farmasita Budiastuti, Rizky; Raju, Kaveesha; binti Dasperi, Sazzalina; Yuwanda, Alhara; Budiatama, Anugerah
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/4ja79959

Abstract

Program pemeriksaan kesehatan di Kelurahan Cipayung, Depok, dilakukan oleh Program Studi Farmasi Universitas Global Jakarta (JGU) bekerja sama dengan Program Studi Farmasi Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya skrining kesehatan dan kepatuhan dalam penggunaan obat, sebagai bagian dari dukungan terhadap tujuan The United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 yang menargetkan kesehatan dan kesejahteraan umum. Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes menjadi tantangan serius bagi kesehatan global, dengan posisi tinggi dalam daftar penyakit yang mempengaruhi masyarakat di kota Depok. Dalam program ini, pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah dilakukan secara gratis. Peserta utamanya adalah ibu-ibu pengajian dari Kelurahan Cipayung, dengan rentang usia 30 hingga 70 tahun. Sebanyak 22 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang dilaksanakan oleh 13 tim pelaksana dari kedua universitas. Hasilnya, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap skrining kesehatan dan pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat. Program pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya, mendukung SDGs dengan memastikan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua usia.
Edukasi Mengenai Dampak Buruk Polusi Partikulat Matter (PM) 2,5 Terhadap Gangguan Kognitif pada Siswa Sekolah SMK Kesehatan Bhakti Insani Yuwanda, Alhara; Budipratama Adina, Anugerah; Yusuf, Eddy
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/thm8wf06

Abstract

Partikulat Matter (PM) dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer, yang dikenal sebagai PM 2,5, merupakan salah satu bentuk pencemar udara yang memiliki urgensi besar dalam konteks kesehatan dan lingkungan. PM 2,5 menjadi ancaman utama terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Tingginya tingkat pencemaran udara di berbagai wilayah, terutama di perkotaan yang padat penduduk, meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan, penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan bahkan kematian dini. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada lebih rentan terhadap dampak negatif dari PM 2,5. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi tahap pra kegiatan melibatkan review literatur dan kerjasama dengan pihak sekolah untuk merancang materi edukasi yang relevan. Program melibatkan kegiatan seminar edukasi dan konsultasi interaktif di kelas-kelas, didukung oleh distribusi materi edukasi seperti brosur dan bacaan informatif. Evaluasi dilakukan melalui penggunaan kuisioner sebelum dan setelah program, menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara statistik signifikan. Hasil ini menggambarkan keberhasilan program dalam mencapai tujuannya, menciptakan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya PM 2,5. Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga merangsang kesadaran lingkungan yang lebih tinggi di kalangan siswa, membentuk dasar untuk perubahan perilaku positif terkait isu lingkungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat ini memiliki potensi untuk menciptakan efek jangka panjang dalam membentuk generasi yang lebih peduli terhadap masalah-masalah lingkungan di masa depan.
Edukasi Jamu Sehat Tanaman (JST) Diabetes Melitus di Kelurahan Sukmajaya, Depok Yuwanda, Alhara; Farmasita Budiastuti, Rizky; Sabila, Ahda; Nopratilova, Nopratilova; Herli, Amelia; Rahmawati, Dewi
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/e5p2yv32

Abstract

Kota Depok merupakan salah satu kota yang padat penduduknya di wilayah Jabodetabek. Kepadatan penduduk dapat berkontribusi pada pola makan yang tidak sehat, kurangnya akses ke ruang terbuka untuk aktivitas fisik, dan tingkat stres yang lebih tinggi, semua faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan dalam memahami manfaat bahan-bahan alami dalam mengelola diabetes, serta cara-cara mengolahnya dengan benar untuk menjaga keefektifan dan keamanannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan presentasi tentang pembuatan jamu untuk mengontrol dan membatasi asupan gula. Selain itu adanya kegiatan diskusi peserta pelatihan sebanyak 72 orang berusia 18-70 tahun dan dari latar belakang yang berbeda. Tanaman yang digunakan seledri, pare, dan daun bawang. Metode yang digunakan dalam pembuatan jamu adalah infusa. Metode cara ekstraksi menggunakan pelarut air pada suhu 90°C selama 15 – 20 menit. Hasil data menunjukan lingkar perut diatas 99cm sekitar 66%. Selain itu deketahui penderita diabetes 5,6% dan yang memiliki keturunan diabetes sekitar 16,7%. Kegiatan ini dilakukan pendampingan pengetahuan tentang diabetes, termasuk cara mengelola kondisi ini, memahami peran jamu dalam manajemen diabetes, dan mengidentifikasi bahan-bahan alami yang bermanfaat. Kegiatan ini dapat berguna untuk masyarakat dan aparat desa, sehingga dapat digunakan dan disebarluaskan ke seluruh masyarakat desa dalam membuat racikan jamu dalam meningkatkan imunitas masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Kampung Serab Kelurahan Tirtajaya Melalui Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Rismawan, Diesty; Raina Azka, Vania; Zahra Festiani, Fadhira; Khairunisa Renalda, Friska; Rachmat Zulkiefli, Arizal; Yuwanda, Alhara
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/e88c3v97

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat Kampung Serab melalui konservasi tanaman obat keluarga (TOGA) dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai sumber kesehatan dan potensi ekonomi. TOGA memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional dan industri herbal sederhana, namun pemanfaatannya di Kampung Serab masih terbatas. Program ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan budidaya, teknik pengolahan menjadi simplicia, serta manfaat tiap jenis tanaman untuk kesehatan. Metode kegiatan ini meliputi survei untuk mengidentifikasi jenis TOGA yang dikenal oleh masyarakat dan kondisi lahan yang tersedia, kajian literatur untuk mendalami manfaat TOGA, perizinan ke kelurahan, serta koordinasi penggunaan lahan fasilitas umum sebagai area penanaman. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bersama masyarakat dan penyuluhan mengenai perawatan tanaman dan pengolahan TOGA. Modul "Menanam TOGA di Pekarangan" juga dibagikan sebagai panduan praktis agar masyarakat dapat melanjutkan penanaman secara mandiri di pekarangan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti program ini dan meningkatnya keterampilan mereka dalam mengelola TOGA. Pengetahuan yang diperoleh, ditambah dengan panduan modul, memungkinkan masyarakat Kampung Serab untuk mengelola TOGA sebagai usaha herbal lokal yang berkelanjutan. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan dan membuka peluang ekonomi melalui industri herbal, yang diharapkan dapat berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
Edukasional Interaktif tentang Bahaya MSG Terhadap Siswa-Siswi SDN Sukatani 5 Depok Yusuf, Eddy; Wivia Irianah, Catrin; Prayoga, Pandu; Septika Ramadhan, Firai; Herliana, Levi; Assalam, Dio; Putri Mar’Atus Solikha, Imroh; Yuwanda, Alhara
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/jy2zfz09

Abstract

Penggunaan monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa dalam makanan sudah menjadi kebiasaan yang luas di kalangan masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak. Meskipun MSG telah diakui oleh lembaga kesehatan sebagai bahan yang aman bila dikonsumsi dalam jumlah terbatas, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan, terutama bagi anak-anak. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi sekolah dasar (SD) tentang bahaya konsumsi MSG yang berlebihan dan memberikan informasi mengenai pola makan yang sehat. Kegiatan ini mencakup penyuluhan kepada siswa dan siswi mengenai dampak negatif dari konsumsi MSG berlebihan, seperti gangguan pada sistem saraf, peningkatan risiko obesitas, dan dampak jangka panjang bagi kesehatan. Selain itu, juga dilakukan distribusi materi edukasi yang mudah dipahami serta kegiatan interaktif yang mengajak anak-anak untuk memilih makanan yang lebih sehat. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih bijak dalam memilih makanan dan mengurangi konsumsi MSG berlebih, sehingga mereka dapat mengembangkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini.
Peningkatan Pemahaman Siswa tentang Pentingnya Konsumsi Air Putih melalui Sosialisasi Interaktif di SD Negeri Pitara 1 Depok Farmasita Budiastuti, Rizky; Haafizha Rizkia, Arrayu; Nazira Fonna, Asifa; Ablya Gamawati, Dara; Saputri, Dwi; Nazwa Zulkarnain, Felizha; Ismi Ana Najwa, Siti; Aurel, Tasya; Yuwanda, Alhara
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/cdr8w255

Abstract

Kesehatan adalah elemen penting dalam kemajuan suatu bangsa, dengan konsumsi air putih yang cukup menjadi faktor utama dalam pola hidup sehat. Namun, banyak anak sekolah dasar yang kurang menyadari pentingnya minum air putih, sehingga berisiko mengalami dehidrasi dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 5 SDN Pitara 1, Depok, mengenai pentingnya konsumsi air putih melalui metode sosialisasi interaktif. Metode yang digunakan meliputi pretest untuk mengukur pengetahuan awal, penyampaian materi menggunakan media visual, diskusi, permainan edukatif, dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% siswa mengalami peningkatan pemahaman setelah sosialisasi, sementara 10% lainnya tidak mengalami perubahan yang signifikan, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti gangguan dari acara komite sekolah yang bersamaan. Sosialisasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk manfaat air putih, kebutuhan harian, dampak kekurangan air, serta waktu yang tepat untuk minum. Kesimpulannya, sosialisasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya minum air putih, meskipun faktor lingkungan dan konsentrasi siswa perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan serupa di masa depan.
Co-Authors Ablya Gamawati, Dara Ahda Sabila Ahda Sabila Alfiyatun Hasanah Anjani, Fanny Sukma Anugerah Budiatama A Anugerah Budipratama Anugerah Budipratama Adina Anugrah Budipratama Adina Arika, Restiany Assalam, Dio Aurel, Tasya Benny Efendie binti Dasperi, Sazzalina Budiatama, Anugerah Cinde Puspita Dedi Nugroho Dedi Nugroho DEWI RAHMAWATI Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dwi Priyokusumo Eddy Yusuf, Eddy Efendie, Benny Eksanti Indriani Sabila Endang Hanani Fadhlina Chani Saputri Fanny Sukma Anjani Farmasita Budiastuti, Rizky Farmasita Budiastuti, Rizky Fatta, Chika Apselia Fitri Auliya Almadani Fitria, Elsa Haafizha Rizkia, Arrayu Hanin, Sofia Herli, Amelia Herliana, Levi Hermawati, Shakira Putri Ilham Rifa'ie, Mochamad Imanda, Radita Cahya Indriani, Melis Ismi Ana Najwa, Siti Khairunisa Renalda, Friska Mabruri Hasyim, Ahmad Marintan Simanullang Maulina, Megi Mawazi, Saeid Mezail Moudinia, Aviena Najma Rizqiyah, Hamaliyah Nazira Fonna, Asifa Nazwa Zulkarnain, Felizha Nitza Evita Boari, Jentry Nopratilova Nopratilova Nunung Nurajijah Nurajijah, Nunung Oktavia, Sthefani Pandu Prayoga, Pandu Prasetyo Prasetyo Puspita, Cinde Putri Mar’Atus Solikha, Imroh Rachmat Zulkiefli, Arizal Rahmasari, Defika Rahmawat, Dewi Rahmawati, Dewi Rahmawati Raina Azka, Vania Raju, Kaveesha RAYHAN AKBAR Restiany Arika Ribut Nawang Sari Rismawan, Diesty Rohmah, Umu Nazilatur Sabila, Ahda Saputri, Dwi Septika Ramadhan, Firai Simanullang, Marintan Sofiyanti, Imelda Sri Wahyuni Damanik Sukma Anjani, Fanny Tan, Suk Fei TANJUNG, VIVI RAMADHANI Vivi Ramadhani Tanjung Wahyuni Damanik, Sri Wivia Irianah, Catrin Yulinar, Renitha Zahra Deviyanti, Qolita Zahra Festiani, Fadhira Zega, Ros Sandririan Zhafira, Bilqis Zulkiefli, Arizal Rachmat