Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Influence of Language in Forming Political Identity in Indonesia Hoerudin, Cecep Wahyu
ENDLESS: INTERNATIONAL JOURNAL OF FUTURE STUDIES Vol. 7 No. 2 (2024): ENDLESS: International Journal of Future Studies
Publisher : Global Writing Academica Researching & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language plays a significant role in shaping political identity in Indonesia from the colonial period to the reform era. The use of language in politics, campaigns, and social media shows how language shapes political narratives and mobilizes support. Language policy faces challenges in managing linguistic diversity while maintaining social and political stability. This study aims to analyze the role of language in Indonesian politics and its impact on political identity and social cohesion. This study uses a qualitative approach by collecting data from various relevant sources, such as previous research results. The collected data is then processed through qualitative analysis to find research results. The results of this study found that language plays a significant role in building political identity and mobilizing support in Indonesia. The use of Indonesian and regional languages ​​creates a balance between national unity and local identity. Social media and political campaigns use language to influence public opinion and strengthen political narratives. Language policies that are inclusive and responsive to linguistic diversity can support social cohesion and equitable national development. This study provides insight into the importance of language in the dynamics of Indonesian politics and offers recommendations for more inclusive policies.
Bentuk-bentuk Penolakan Warganet dalam Merespons Tesis Imaduddin Al-Bantani tentang Polemik Nasab Ba’alawi sebagai Keturunan Nabi Muhammad dalam Platform YouTube Bustomi, Bustomi; Kosim, Abdul; Heryati, Yeti; Rahman, Ahmad Syaeful; Gunawan, Heri; Sophia, Ratna; Hoerudin, Cecep Wahyu
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i2.8207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa penolakan warganet terhadap tesis Imaduddin Utsman al-Bantani yang membatalkan nasab Ba’alawi sebagai zuriah Nabi Muhammad Saw. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough dengan menelaah tiga dimensi, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data dikumpulkan dari 14 unggahan video YouTube Bisikan Rhoma dan komentar pengguna terkait perdebatan seputar nasab Ba’alawi dan dianalisis secara kualitatif untuk mengungkap struktur linguistik beserta muatan ideologisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk penolakan warganet sangat bervariasi, meliputi penolakan langsung, sarkasme, tuduhan, olok-olok, peringatan bernuansa religius, pembenaran berbasis keyakinan, dan delegitimasi terhadap tokoh dan institusi. Bentuk-bentuk tersebut mencerminkan ekspresi ketidaksetujuan terhadap isi tesis dengan mengonstruksi identitas kolektif, memperkuat solidaritas kelompok, dan mereproduksi kuasa simbolik berbasis nasab dalam ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesantunan berbahasa dan pendekatan reflektif dalam menyikapi perdebatan keagamaan yang sensitif di media sosial.