Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Tinjauan Kecepatan Aliran Disekitar Pier Jembatan (Studi Kasus: Jembatan Ruas Noling-Padang Tujuh Kecamatan Bua Ponrang Kabupaten Luwu) Yuniar, Sucifa Thita; Syaifullah, Syaifullah; Indrajaya, Indrajaya; Waluyo, Waluyo; Sulistiono, Sulistiono
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan aliran disekitar pier jembatan Ruas Noling-Padang Tujuh Kecamatan Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakstabilan aliran. Hal ini ditandai dengan perubahan kecepatan aliran yang naik dan turun secara tidak teratur dalam waktu pengamatan yang singkat. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan aliran maksimum di bagian hulu sungai sebesar 1,7 m/s, kecepatan aliran maksimum di sekitar pier jembatan sebesar 2,3 m/s dan kecepatan aliran maksimum di bagian hilir sungai sebesar 1,6 m/s. Pola ini menunjukkan bahwa kondisi aliran tidak mencapai kestabilan hidraulik, sehingga kemungkinan besar terjadi transisi antara aliran laminar dan turbulen. The purpose of this study was to determine the flow velocity around the pier of the Noling-Padang Tujuh Bridge in Bua Ponrang District, Luwu Regency. The results showed flow instability. This was characterized by irregular changes in flow velocity that rose and fell within a short observation period. The results showed that the maximum flow velocity in the upstream part of the river was 1.7 m/s, the maximum flow velocity around the bridge pier was 2.3 m/s, and the maximum flow velocity in the downstream part of the river was 1.6 m/s. This pattern indicates that the flow conditions did not reach hydraulic stability, so that a transition between laminar and turbulent flow was likely to occur.
Tinjauan Prasarana Dasar Kawasan Permukiman Perkotaan Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo Indrajaya, Indrajaya; Natsir, Rakhmawati; Rusida, Rusida
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6710

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait ketersediaan prasarana dasar kawasan permukiman perkotaan Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif sedangkan metode penelitian yang digunakan melalui survey lapangan, wawancara dan dokumentasi. Persepsi masyarakat terkait tingkat ketersediaan prrasarana dasar di kawasan permukiman perkotaan Kelurahan Tangkoli kurang memadai sebagai kawasan permukiman perkotaan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa prasarana dasar yang kurang memadai seperti prasarana jalan dan prasarana sanitasi. Meskipun begitu terdapat prasarana yang sudah dikatakan baik seperti prasarana drainase dengan persentase 53,1%. Prasarana persampahan dengan persentase 57,9% dan prasarana air bersih dengan persentase 63,2%. The purpose of this study is to determine public perceptions regarding the availability of basic infrastructure in the urban residential area of Tangkoli Village, Maniangpajo District, Wajo Regency. The type of research is descriptive quantitative, while the research methods used include field surveys, interviews, and documentation. Public perceptions regarding the level of availability of basic infrastructure in the urban residential area of Tangkoli Village are inadequate as an urban residential area. This is due to the inadequate availability of several basic infrastructures such as road infrastructure and sanitation infrastructure. However, there are infrastructures that are considered good, such as drainage infrastructure with a percentage of 53.1%. Waste infrastructure with a percentage of 57.9% and clean water infrastructure with a percentage of 63.2%.
Model Survey Dan Analisis Penanganan Presevasi Jembatan Sungai Sampeang Kecamatan Bajo Barat Gafur, Abdul; Indrajaya, Indrajaya; Sudirman, Sudirman; Arnol, Irwan; Muarif, Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6712

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kondisi pada jembatan dan menentukan indikasi penaganan preervasi yang akan di lakukan pada jembatan Sungai Sampeang. Adapun jenis penelitian yang di lakukan adalah kuantitatif dengan metode Brigh Manajemen Sistem (BMS), yaitu motode survey yang di gunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data informasi tentang populasi yang besar menggunakan sample yang relatif lebih kecil, atau metode dengan observasi lapangan dengan mengamati kondisi fisik jembatan, melakukan koesioner dan identifikasi kepada komponen jembatan dan analisi kondisi padan elemen maupun komponen utama jembatan. Adapun milai kondisi pada jembatan sungai sanpeang yang berada di Desa Sampeang Kecamatan Bajo Barat yakni nilai kondisi 3. Adapun indikasi penanganan yang di lakukan yakni Rehabilitasi. The purpose of this study is to determine the condition value of the bridge and determine the indications for preservation handling that will be carried out on the Sampang River Bridge. The type of research conducted is quantitative with the Bridge Management System (BMS) method, namely the survey method used to obtain or collect information data about a large population using a relatively smaller sample, or a method with field observation by observing the physical condition of the bridge, conducting questionnaires and identification of bridge components and analysis of the condition of the elements and main components of the bridge. The condition value of the Sampeang River Bridge in Sampeang Village, West Bajo District is 3. The indication for handling is rehabilitation.
Penegakan Hukum Perdata dalam Penyelesaian Peredaran Rokok Ilegal Indrajaya, Indrajaya
Wajah Hukum Vol 9, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v9i2.1951

Abstract

The circulation of illegal cigarettes is a serious problem, impacting not only health but also state revenue from the tax sector and creating unfair business competition. In practice, the resolution of illegal cigarette circulation is not only carried out through a criminal approach but also uses administrative and civil law instruments related to dispute resolution for parties harmed by the circulation of illegal cigarettes. The problem in this paper is how the civil settlement mechanism for illegal cigarette dealers in practice. The type of research method used in writing this journal is normative juridical research using the statute approach and the case approach. From the results of the discussion, it can be concluded that the civil settlement mechanism for illegal cigarette dealers is to pay compensation to the state, either through the courts or customs officers, a maximum of 7 times the price of the illegal cigarettes.
Proses Pelaksanaan Pemberian Hak Restitusi Bagi Anak yang Menjadi Korban Tindak Pidana pada Tahap Penyidikan, Penuntutan dan Putusan Pengadilan Novrianto, M.; Indrajaya, Indrajaya
Wajah Hukum Vol 7, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v7i2.1299

Abstract

The form of protection given to children is not optimal, where the law only provides protection in the form of imposing prison sanctions on perpetrators of crimes, while the fundamental rights of children who are victims of crime have not been taken seriously. The form of protection in question is a form of protection after the occurrence of a crime that has a direct effect on the victim, one of which is the granting of the right of restitution. The granting of the right of restitution is a form of compensation for children who are victims of a crime. qualitative in nature to obtain descriptive results.
Kedudukan Keterangan Ahli di Sidang Pengadilan dalam Pembuktian Perkara Korupsi Novrianto, M.; Indrajaya, Indrajaya
Wajah Hukum Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v8i1.1425

Abstract

Corruption is an extraordinary crime that has an impact on the nation's economy. In general, corruption is carried out by educated people who have wide networks in society. When examining corruption cases in court, the presence of experts can assist the judge in proving the defendant's guilt. Expert testimony as evidence has important power in making clear a criminal act. The judge decides that a person has indeed committed a criminal act determined by at least two valid pieces of evidence and he is convinced that a crime has indeed occurred. This research is to find out the position of expert testimony in proving criminal acts of corruption, the research method used is normative research.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE INDEX CARD MATCH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS DI MAN 1 MATARAM Indrajaya, Indrajaya
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i2.1831

Abstract

Kurangnya respon siswa dalam belajar matematika disebabkan pasifnya siswa dalam proses pembelajaran berlangsung sehingga siswa menganggap mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipahami. Adapun penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus, selanjutnya adapun  tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan cooperative learning tipe index card match dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok fungsi komposisi dan fungsi invers di MAN 1 Mataram. Sedangkan hasil analisis dalam penelitian menunjukan bahwa terdapat pada siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 78,79%  dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 69,78 dan nilai rata-rata respon belajar siswa  dengan kategori Cukup, selanjutnya pada siklus II menunjukan bahwa ketuntasan klasikal 87,89%  dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 78,94 dan nilai rata-rata respon belajar siswa dengan kategori Baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Cooperative Learning Tipe Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok fungsi komposisi dan fungsi invers.
Analisis Nilai Kondisi Jembatan Bua I Kabupaten Luwu Amelia, Dinda; Indrajaya, Indrajaya; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7964

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai kondisi Jembatan Bua I Kabupaten Luwu berdasarkan pemeriksaan lapangan dengan mengacu pada Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan Bridge Management System (BMS). Penelitian ini menggunakan metode survei visual lapangan, dokumentasi kerusakan komponen utama jembatan, dan analisis nilai kondisi setiap elemen sesuai skema penilaian BMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jembatan Bua I memiliki Nilai Kondisi 2 yang termasuk kategori rusak ringan, dengan beberapa elemen memerlukan pemantauan dan pemeliharaan berkala agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih berat. Tindakan yang dibutuhkan meliputi pemeliharaan rutin, perbaikan lokal pada elemen yang rusak, serta pengelolaan drainase dan aliran air di sekitar jembatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi instansi terkait dalam menyusun prioritas program pemeliharaan jembatan di Kabupaten Luwu dan sekitarnya. This study aims to analyze the condition rating of the Bua I Bridge in Luwu Regency based on field inspections using the Bridge Management System (BMS) Condition Assessment Guidelines. The research applies a field visual survey, documentation of damage to the main bridge components, and analysis of element condition ratings according to the BMS scoring scheme. The results show that Bua I Bridge has a Condition Value (NK) of 2, which is classified as minor damage, with several elements requiring monitoring and periodic maintenance to prevent further deterioration. Required actions include routine maintenance, local repairs on damaged elements, and improved management of drainage and river flow around the bridge. The findings provide practical input for responsible agencies in planning and prioritizing bridge maintenance programs in Luwu Regency and the surrounding area.
Evaluasi Kebutuhan Air Pada Saluran Sekunder Irigasi di Desa Pangi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu Wahyuddin, Tesya Rahmatia; Indrajaya, Indrajaya; Tenri, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air pada Saluran Sekunder Irigasi Pengkaro yang terletak di Desa Pangi, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Latar belakang penelitian didasari oleh kondisi saluran yang mengalami kerusakan struktural, rembesan, serta penumpukan sedimen yang menyebabkan berkurangnya efisiensi penyaluran air. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer berupa pengukuran debit, dimensi saluran, serta kecepatan aliran, sedangkan data sekunder mencakup curah hujan, skema jaringan irigasi, dan literatur pendukung. Analisis dilakukan untuk menghitung efisiensi saluran, kehilangan air, evapotranspirasi, curah hujan efektif, hingga kebutuhan air bersih (Net Field Requirement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi Saluran Sekunder Irigasi Pengkaro hanya sebesar 58,48%, dengan total kehilangan air mencapai 41,52%. Adapun kebutuhan air irigasi tercatat sebesar 0,617 m³/s, sedangkan berdasarkan skema jaringan hanya tersedia 0,397 m³/s. Hal ini menandakan adanya selisih debit sebesar 0,220 m³/s, yang berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan air bagi lahan sawah terutama pada periode puncak kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan struktur saluran serta pemeliharaan rutin agar distribusi air dapat lebih optimal dan kebutuhan irigasi pertanian di Desa Pangi dapat terpenuhi secara berkelanjutan. This research aims to evaluate the water requirements of the Pengkaro Secondary Irrigation Canal located in Pangi Village, Bajo District, Luwu Regency. The study was motivated by the poor condition of the canal, which showed structural damage, seepage, and sediment buildup, leading to reduced efficiency of water distribution. The research method involved collecting primary data, including discharge measurements, canal dimensions, and flow velocity, as well as secondary data such as rainfall, irrigation network schemes, and supporting literature. The analysis included calculations of canal efficiency, water losses, evapotranspiration, effective rainfall, and net field water requirements (NFR). The results showed that the efficiency of the Pengkaro Secondary Canal was only 58.48%, with total water loss reaching 41.52%. The irrigation water requirement was 0.617 m³/s, while the available discharge from the network was only 0.397 m³/s. This indicates a deficit of 0.220 m³/s, which may cause water shortages for rice fields, especially during peak demand periods. Therefore, structural improvements and regular maintenance are required to optimize water distribution and ensure sustainable irrigation in Pangi Village.
Pengaruh Limbah Nikel (Slag) Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Fc’ 20 Mpa Cendrasari, Andi Utin; Sudirman, Sudirman; Indrajaya, Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah nikel (slag) sebagai bahan pengganti agregat halus pada kuat tekan beton. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Eksperimen yang dilakukan adalah penggunaan limbah nikel (slag) sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm yang diuji pada umur 7 dan 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian, nilai kuat tekan beton tanpa slag nikel (beton normal) pada umur 7 hari sebesar 20,16 Mpa, sedangkan kuat tekan beton menggunakan slag nikel dengan umur yang sama sebesar 20,36 Mpa. Adapun pada umur 28 hari, nilai kuat tekan beton tanpa slag nikel (beton normal) sebesar 20,25 Mpa sedangkan nilai kuat tekan beton menggunakan slag nikel sebesar 20,78 Mpa. Berdasarkan hasil uji kuat tekan ini, terjadi peningkatan kuat tekan dari beton tanpa slag nikel (beton normal) ke beton yang menggunakan slag nikel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa slag nikel dapat dijadikan alternatif sebagai bahan pengganti agregat halus untuk meningkatkan kuat tekan beton. This study aims to determine the effect of nickel waste (slag) as a substitute for fine aggregate on the compressive strength of concrete. The research method used was quantitative, using experimental methods. The experiment involved the use of nickel waste (slag) as a substitute for fine aggregate in concrete mixes. This study used cylindrical specimens with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm, tested at 7 and 28 days. The results showed that the compressive strength of concrete without nickel slag (normal concrete) at 7 days was 20.16 MPa, while the compressive strength of concrete using nickel slag at the same age was 20.36 MPa. At 28 days, the compressive strength of concrete without nickel slag (normal concrete) was 20.25 MPa, while the compressive strength of concrete using nickel slag was 20.78 MPa. The results of this compressive strength test indicate an increase in compressive strength from concrete without nickel slag (normal concrete) to concrete using nickel slag. Therefore, it can be concluded that nickel slag can be used as an alternative material to replace fine aggregate to increase the compressive strength of concrete.