Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Diversifikasi Pangan Lokal dalam Penanganan Stunting pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju di Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah Olviana, Tomycho; Nendissa, Doppy R.; Chamdra, Santhy; Kono, Maria Adella; Kami, Arlindo J.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6822

Abstract

Stunting di Indonesia merupakan isu kritis yang membutuhkan pendekatan multi-sektoral dan menjadi permasalahan kekurangan gizi utama balita Indonesia saat ini. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai penyumbang tertinggi anak stunting di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting Provinsi NTT pada tahun 2023 sebesar 37%. Jumlah Kasus Stunting di Kabupaten Malaka berdasarkan BPS Nusa Tenggara Timur tahun 2024 yakni sebesar 16%. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sumber gizi yang terdapat pada pangan lokal dan keterampilan untuk melakukan pengolahan lanjutan dengan kombinasi beberapa produk pertanian dan perikanan (singkong, kelor dan ikan) menjadi makanan yang memiliki nilai gizi tinggi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Suka Maju di Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Minimnya pengetahuan sumber gizi yang terkandung dalam komoditi pangan lokal dan ketrampilan kombinasi dalam pengolahan pangan lokal menyebabkan hasil pertanian komoditi lokal di olah secara tradisional dan langsung dikonsumsi. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik tentang kandungan gizi yang terdapat pada komoditi pangan lokal yang dihasilkan oleh masayarakat dalam hal ini KWT Suka Maju, sehingga dapat melakukan kombinasi dalam pengolahan pangan lokal dan menjadi menjadi makanan dengan sumber gizi tinggi bagi anggota keluarga terutama anak-anak berusia 1-5 tahun, Ibu Hamil, Ibu Menyusui. Dengan demikian akan membantu program pemerintah dalam penurunan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Malaka.
Pemanfaatan Social Media Marketing dalam Meningkatkan Penjualan Keripik Pisang di Umkm Ayofficial Tarus Kabupaten Kupang: Perspektif Produsen dan Konsumen Seingo, Kresensia Ivoni Stevani; Olviana, Tomycho; Siubelan, Yacobus; Mahendra, Bayu; Chamdra, Santhy
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4804

Abstract

This study analyzes the influence of social media marketing on the sales of banana chips produced by the MSME AYOfficial in Kupang Regency, and identifies the most effective platform. Using a quantitative approach with SmartPLS analysis on 100 respondents, the results show that TikTok, Instagram, and WhatsApp have a significant impact on sales, while Facebook does not have a significant effect. The R-square value of 0.713 indicates that social media can explain 71.3% of the variation in sales. TikTok and WhatsApp are recommended as the primary focus for the MSME's marketing strategy. TikTok Marketing (X1) exerted the most influence with a t-statistic of 2.178, a p-value of 0.029, and a Beta coefficient value (β) of 0.588. WhatsApp Marketing (X3) also had a significant effect with a t-statistic of 2.142, a p-value of 0.032, and a Beta coefficient (β) of 0.572. Instagram Marketing (X2) showed significant but smaller influence, with a t-statistic of 1.998, a p-value of 0.046, and a Beta coefficient (β) of 0.149. In contrast, Facebook Marketing (X4) had no significant effect on sales (t-statistic 1.187; p-value 0.235), (2) Overall, TikTok was the most effective social media in increasing sales, followed by WhatsApp and Instagram. The marketing strategy on TikTok as the main medium is proven to be the most influential on sales, by optimizing creative content, trends, and influencer collaborations. TikTok and WhatsApp are suggested as the main focus of marketing MSME products.
PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA BAGI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) NEKMESE DI KELURAHAN UMANEN KECAMATAN ATAMBUA BARAT KABUPATEN BELU Olviana, Tomycho; Nendissa, Doppy R.; Chamdra, Santhy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.27596

Abstract

Dalam melakukan kegiatan usaha baik perorangan maupun badan usaha sebaiknya membuat pencatatan keuangan. Pencatatan keuangan dapat membantu pelaku usaha untuk bisa membuat laporan keuangan yang akan menjadi bahan informasi bagi pemilik maupun pihak-pihak yang membutuhkannya. Pencatatan keuangan merupakan suatu indikator suksesnya suatu kegiatan usaha yang dilakoninya. Minimnya pengetahuan dalam pencatatan keuangan dan kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan pada masyarakat tani atau kelompok petani sehingga mereka tidak tahu apakah usaha mereka layak atau tidak dikembangkan kedepan. Maka dari itu diperlukan pemahaman yang baik tentang pentingnya pencatatan keuangan untuk meningkatkan hasil usaha yang ditekuninya Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai manajemen keuangan usaha dan mampu membuat pembukuan sendiri dengan baik melalui pencatatan keuangan, sehingga dapat mengukur pengeluaran, pendapatan, aliran kas, biaya dan penentuan harga jual bagi Kelomok Wanita Tani (KWT) Nekmese di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu. Hasil dari kegiatan ini kelompok mengetahui manfaat dan pentingnya melakukan pencatatan keuangan dengan baik dan sangat antusias untuk melakukan pencatatan keuangan dalam usaha kelompok maupun usaha individu.
NILAI EKONOMI TAMAN WISATA ALAM 17 PULAU, KECAMATAN RIUNG, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Tey Ngoe, Maria L; Adar, Damianus; Olviana, Tomycho
Wana Lestari Vol 2 No 1 (2020): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v2i01.2594

Abstract

Taman Wisata Alam 17 Pulau merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Pulau Flores. Penilaian terhadap Taman Wisata Alam 17 Pulau sangat penting untuk dilakukan mengingat TWA ini adalah salah satu objek wisata yangsedang dikembangkan dan belum diketahui nilai ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) mengetahui pengaruh dari biaya perjalanan, pendapatan, pendidikan, umur, jenis kelamin, jarak, jumlah rombongan, lama waktu berkunjung dan sarana yang tersedia terhadap jumlah kunjungan di Taman Wisata Alam 17 Pulau, dan 2.) mengukur nilai ekonomi yang diperoleh Taman Wisata Alam 17 Pulau dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019 dengan menggunakan metode survey terhadap 50 responden yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method). Hasil penelitian menunjukan bahwa: biaya perjalanan, pendapatan, pendidikan, jenis kelamin dan jarak berpengaruh tidak signifikan dan negatif (berbanding terbalik) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau, umur serta sarana berpengaruh tidak signifikan dan positif (berbanding lurus) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau, jumlah rombongan berpengaruh signifikan dan negatif (berbanding terbalik) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau, dan lama waktu berkunjung berpengaruh signifikan dan positif (berbanding lurus) terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Alam 17 Pulau. Nilai ekonomi Taman Wisata Alam 17 Pulau dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost method) dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2014-2018 adalah sebesar Rp 23.065.275.124,00
DIVERSIFIKASI PRODUK, PENGEMBANGAN KEMASAN DAN BRAND PRODUK GULA LEMPENG PADA HOME INDUSTRI UNTUK MENUNJANG PARIWISATA PANTAI LASIANA-NTT Nampa, I Wayan; Olviana, Tomycho
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21690

Abstract

Abstrak: Gula merah berbahan baku nira lontar merupakan salah satu produk khas lahan kering kepualaun seperti di NTT, NTB dan Maluku bagian Selatan. Gula merah merupakan gula yang diproduksi dengan kearifan lokal yang diproduki oleh UMKM. Produk gula merah sangat potensial dikembangkan sebagai produk cindramata untuk menunjang aktivitas pariwisata. Diperlukan inovasi produk baik ukuran produk dan juga kemasan agar memenuhi selera konsumen pariwisata. Pada aspek produk, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan disain produk, kemasan dan brand produk. Sedangakn pada aspek SDM, kemampuan mitra dapat meningkat, khususnya dalam aspek inovasi produk, teknik produksi dan membangun citra produk. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metoda ceramah, diskusi pemecahan masalah dan workshop. Mitra kegiatan adalah dua kelompok pelaku UMKM yang berlokasi di kawasan pariwisata Panati Lasiana, Kota Kupang. Jumlah Peserta yang mengikuti kegaitan ini sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil pengembangan produk menggunakan panel test terhadap kelompok konsumen, sedangkan peningkatan skill peserta dilakukan penyebaran angket dan dianalisis secara deskriptif kualtitaif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah mengalami peningkatan skill khususnya dalam memproduksi gula merah dengan disain yang lebih fungsional, penggunaan kemasan dan menjaga higienitas produk. Hasil analisis uji panel test menunjukkan bahwa konsumen respons positif terhadap produk yang dikembangkan, bahkan bersedia membeli dengan harga 30% lebih tinggi. 78,5% Peserta dapat memahami materi yang disampaikan, tetapi memiliki tingkat kesediaan menerapkan teknologi yang masih sedang (60,5%). Namun demikian, 85,5% responden akan menerapkan teknologi apabila mendapatkan insentif pendapatan.Abstract: Brown sugar is a typical product produced from archipelagic dry land agriculture, such as in NTT, NTB and southern Maluku. Brown sugar is produced with local wisdom and is produced by MSMEs. Brown sugar products have great potential to be developed as souvenir products to support tourism activities. Product innovation is needed in both product size and packaging to meet the tastes of tourism consumers. In the product aspect, this service activity aims to develop product design, packaging and product branding. Meanwhile, in the human resource aspect, partners' abilities can increase, especially in the aspects of product innovation, production techniques and building product image. Service activities are carried out using lecture methods, problem solving discussions and workshops. The activity partners are two groups of MSMEs located in the tourism destinations of the Panati Lasiana, Kupang City. The number of participants who took part in this activity was 20 people. Evaluation of product development results uses panel tests on consumer groups, while improving participants' skills is carried out by distributing questionnaires and explained qualitatively. The results of the activity showed that participants had improved their skills, especially in producing brown sugar with a more functional design, using packaging and maintaining product hygiene. The results of the panel test analysis show that consumers responded positively to the product being developed, and were even willing to buy at a 30% higher price. 78.5% of participants were able to understand the material presented, but had a moderate level of willingness to apply technology (60.5%). However, 85.5% of respondents will implement technology after receiving income incentives.