Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

STRATEGI MEDIA RELATIONS HUMAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA (KB) PADA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) PROVINSI NTT Jim Briand Kolianan; Aloysius Liliweri; Lenny Tamunu
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.526 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v6i1.2072

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Media Relations Humas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif ini membahas secara mendalam untuk lebih mengetahui fenomena-fenomena seperti opini, keinginan, perasaan, dan perilaku relasi media tentang strategi dan kegiatan media relation  yang dijalankan oleh BKKBN. Ruang lingkup dalam penelitian adalah pada Bagian Humas Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT yang memberikan layanan kepada masyarakat. Teknik pengumpulan data yang  digunakan dalam penelitian ini adalahWawancara, observasi dan studi documenter. Sedangkan Teknika analisis data yang digunakan adalah Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.  Hasil Penelitian yang dilakukan yaitu Kualitas pelayanan melalui strategi media relations di Humas BKKBN Provinsi NTT di atas dapat disimpulkan bahwa pelayanan melalui strategi media relations di Humas BKKBN Provinsi NTT sudah berjalan dengan baik karena:  a) adanya ketepatan waktu dalam memberikan informasi; b) memberikan informasi atau berita kepada media massa di dalam menangani permasalahan atau isu-isu yang timbul di masyarakat serta kemauan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat; c) menimbulkan kepercayaan dan keyakinan, yang merupakan kemampuan Humas dalam menciptakan rasa rasa percaya masyarakat kepada BKKBN NTT antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun; d) memberikan informasi lewat media atau publikasi dan melakukan event-event kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengetahuan, kebutuhan masyarakat secara spesifik; dan e) menampilkan fasilitas fisik, peralatan atau teknologi dan penampilan pegawai pada Kantor Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana (BKKBN) NTT. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Strategi Humas, Media Relations
Wawasan Ekonomi Berkelanjutan bagi Masyarakat Pengelolah Pariwisata di Desa Fatumnasi Timor Tengah Selatan Rene, Mariayani Oktafiana; Fallo, Adriana Rodina; Long, Belandina Liliana; Kolianan, Jim Briand; Adam, Cataryn Vlantyna; Ibiruni, William; Neolaka, Grace
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JAMSI - November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1373

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat pengelolah objek wisata akan wawasan ekonomi berkelanjutan dalam pengelolaan pariwisata. Desa Fatumnasi merupakan kawasan konservasi sumber daya alam di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan untuk dapat memberikan edukasi bagi pihak yang membutuhkan khususnya masyarakat pengelolah objek wisata terkait pentingnya wawasan ekonomi berkelanjutan dalam pengelolaan wisata sebagai salah satu bentuk dukungan dan partisipasi dalam mewujudkan ekonomi hijau dalam pembangunan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu; tahap pertama tim Survei kepada mitra dan pengurusan berkas. Tahap kedua berupa workshop wawasan ekonomi berkelanjutan dalam pengelolaan pariwisata oleh tim pengabdian terkait wawasan ekonomi berkelanjutan dalam pengelolaan pariwisata, mulai dari penjelasan terkait apa itu pariwisata, pentingnya pariwisata dalam peningkatan ekonomi desa.  Tahap kegita berupa diskusi bersama masyrakat, dan Tahap terakhir berupa evaluasi, yang mana hasilnya menunjukkan bahwa 85% peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan PkM, 90% peserta memiliki partisipasi yang baik dalam kegiatan dan 80% dari peserta memahami akan materi yang diberikan. Selain itu melalui diskusi para peserta meminta agar kegiatan seperti ini dapat dilaksankan kembali diwaktu berikutnya, dan meminta tim untuk mendampingi Pemerintah Desa Fatumnasi dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan pariwisata Desa Fatumnasi.
EVALUASI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA DALAM MENINGKATKAN ORIENTASI KEBHINEKAAN MAHASISWA UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG Ansiana Gele Wae; Larensius P. Sayrani; Jim Briand Kolianan
Journal Education and Government Wiyata Vol 3 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v3i1.220

Abstract

This research was conducted to analyze and describe the evaluation of the Independent Student Exchange program in increasing the diversity orientation of students at Nusa Cendana University, Kupang. This research uses a descriptive qualitative approach, to provide a precise description and explanation of the conditions or symptoms encountered. In this research, the author uses the evaluation theory proposed by William N. Dunn (2003) in program evaluation using 2 evaluation indicators, namely effectiveness and accuracy. The research results show that the Independent Student Exchange program has shown positive results in increasing the diversity orientation of Nusa Cendana University students. This can be seen from its effectiveness, this program has succeeded in transforming students' understanding from theoretical to based on direct experience, forming characters who are more tolerant of diversity, and providing comprehensive learning through the Nusantara Module activities. In terms of accuracy, the program shows conformity with the Ministry of Education and Culture's guidelines in the selection system and exchange policies between regional clusters, although it faces challenges in the timeliness of implementation and distribution of Living Cost Assistance (BBH). The research results show that the Independent Student Exchange is effective and appropriate in increasing students' diversity orientation, reflected in the transformation of students' understanding and positive behavior towards diversity. The technical challenges encountered can be overcome through increasing coordination and improving the administration system to optimize the program.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Watu Galang Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat Yuliana Devita Jemia; David B.W. Pandie; Jim Briand Kolianan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Maret)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i3.199

Abstract

This study aims to find out the Community Participation in Village Fund Management in Watu Galang Village, Mbeliling District, West Manggarai Regency. This research uses a qualitative method with a type of descriptive approach. This research refers to the theory of Community Participation from Cohen and Uphof (1977) which divides community participation into four stages, namely: Community Participation Planning Stage, Implementation Stage, Results Utilization Stage, and Evaluation Stage. The results of the study show that community participation has not been maximized and tends to vary at each stage. At the planning stage, although participatory principles have been implemented, namely by inviting the community to participate in village development plan deliberations, community involvement in this process is still low. At the implementation stage, it shows more active participation, but unevenly. At the stage of utilizing the results, the community has taken advantage of the results of the village fund program in the field of development and empowerment, but public awareness of program maintenance is still minimal. At the evaluation stage, community involvement is still relatively low due to the lack of understanding of the community and the village government has not maximally provided access to the community to actively participate in the evaluation stage
Pengaruh Penggunaan Tiktok terhadap Partisipasi Pemilih Muda dalam Pemilihan Presiden : (Studi Kasus pada Generasi Z pada Pemilu 2024 Kota Kupang) Juannita Paulo Cicilia Da Cruz; Laurensius P. Sayrani; Jim Briand Kolianan
JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Administrative and Social Science
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jass.v6i1.2116

Abstract

This study aims to examine the influence of TikTok usage on youth voter participation among Generation Z in the 2024 Presidential Election in Kupang City. TikTok, as one of the most popular social media platforms among young people, serves as a medium for spreading political information, forming political identity, and mobilizing political participation. Using a quantitative approach with a survey method involving 396 respondents, the data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that engagement with political content, political identity formation, and political mobilization through TikTok significantly influence youth voter participation. These findings affirm the strategic role of social media in enhancing political awareness and engagement among the younger generation.
KINERJA OMBUDSMAN RI PERWAKILAN NUSA TENGGARA TIMUR DALAM MENANGANI PENGADUAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Selly, Astrid Nikita; Mau, Alfred O. Ena; Kolianan, Jim Briand
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kinerja Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur dalam menangani pengaduan masyarakat di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, juga melalui observasi dan dokumentasi. Jenis dan sumber data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori pengukuran kinerja menurut Agus Dwiyanto (2006) yang meliputi : Produktivitas, Responsivitas, Responsibilitas, Akuntabilitas dan Kualitas Layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal produktivitas belum sepenuhnya Optimal karena adanya variasi waktu dalam penanganan pengaduan dan capaian dari upaya-upaya yang dilakukan oleh Ombudsman yakni pengawasan dan sosialisasi di tingkat pemerintahan dan masyarakat belum dikatakan berhasil karena masih ada masyarakat yang belum mengetahui keberedaan Ombudsman sehingga Ombudsman belum bisa menjangkau seluruh masyarakat khususnya Kota Kupang, untuk responsivitas Ombudsman berupaya dengan baik untuk mendekatkakan diri dengan masyarakat dengan pengembangan program yang sedang dijalankan. Responsibilitas menunjukkan Ombudsman melaksanakan tugas dan fungsi sesuai undang-undang Ombudsman. Namun dalam proses pemberian layanan sesuai SOP masih mengalami kendala dalam penyesuaian di tingkat pusat dan daerah, akuntabilitas menunjukkan Ombudsman dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam laporan tahunan, Kualitas layanan dinilai sudah cukup baik oleh masyarakat dalam hal pemberian layanan dan hasil akhir yang memuaskan. Temuan ini menggarisbawahi Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur dalam melakukan evaluasi dan peningkatan Kinerja yang lebih baik.
Pelatihan Sekolah Mandiri Pangan untuk Mendukung Program Makan Bergizi dan Anti Stunting Meka, Christine Erika; Olviana, Tomycho; Tedju Hinga, Indriati Andolita; Bire Manoe, Lenny Sofia; Kolianan, Jim Brian
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1136

Abstract

This community service program aims to enhance the capacity of primary schools in developing a School-Based Food Independence Model as a local contribution to the Free Nutritious Meal Program and efforts to accelerate stunting reduction. The program was implemented in Wee Pangali Village, Tambolaka District, Southwest Sumba Regency, involving teachers, students, and parents. The implementation methods included nutrition education, training on transforming school yards into productive food gardens, and simulation of integrating harvests into balanced meal programs for students. The activities also covered nutrition literacy sessions and simple entrepreneurship training based on school production outputs. The results indicate increased participants’ understanding of balanced nutrition and healthy diets, the establishment of school food production units through vegetable gardens and catfish ponds, and strengthened school self-reliance in providing nutritious food ingredients. This program demonstrates that the School-Based Food Independence Model is an effective community-based innovation to improve food security, nutrition literacy, and stunting prevention in rural areas.
Suara Dari Perantauan: Narasi Digital Pekerja Migran Perempuan Ntt Dan Jejaring Dukungan Daring Gero, Helga Maria Evarista; Kolianan, Jim Briand
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v6i02.12253

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pekerja migran perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun narasi digital dan jejaring dukungan daring melalui platform Facebook dan Instagram. Berangkat dari pendekatan kajian literatur yang diperkaya dengan wawancara daring terhadap delapan pekerja migran perempuan di Hong Kong, Malaysia, dan Singapura, artikel ini menyoroti bagaimana ruang digital menjadi arena artikulasi identitas, pengalaman, dan resistensi terhadap struktur ketimpangan gender dan ekonomi global. Analisis menggunakan teori kritis (Habermas, Horkheimer) dan poststruktural (Foucault, Butler, Derrida) menunjukkan bahwa praktik komunikasi digital para pekerja migran perempuan tidak sekadar ekspresi pribadi, tetapi juga bentuk produksi pengetahuan dan perlawanan simbolik terhadap relasi kekuasaan patriarkal, negara, dan kapitalisme migrasi. Narasi digital mereka menghadirkan “ruang kesadaran” baru di mana solidaritas, trauma, dan pengalaman ketertindasan diartikulasikan secara kolektif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya membaca media sosial sebagai arena politik emansipasi, bukan hanya medium hiburan atau curahan emosi personal.
Analysis of Occupational Safety Policies in the Manufacturing Industry Related to Compliance and its Impact on Occupational Accidents Christy Gery Buyang; Made Dewi Sariyani; Jim Briand Kolianan
Miracle Journal Get Press Vol 1 No 4 (2024): November, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v1i4.69

Abstract

Occupational safety is a very important aspect in the manufacturing industry, given the high risk of work accidents that can occur in this environment. The manufacturing industry is known for the use of heavy machinery, hazardous chemicals, and complex production processes, which increase the chance of occupational accidents if there is no effective work safety system (Fauzi, 2024). This research uses quantitative and qualitative approaches (mixed methods). The quantitative approach was used to measure the level of compliance with work safety policies and its impact on work accidents. Table 1 shows that the variables of knowledge, motivation and personality have a significant value > 0.05. Table 2 shows that the variables of training and communication do not have a significant relationship with labour compliance in using PPE. Table 3 shows that the PPE availability variable does not have a significant relationship with labour compliance in using PPE. It is important that companies continue to develop and implement comprehensive safety policies, involve workers in the drafting process, and provide ongoing training to create a safer and more productive work environment.
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF (STUDI KASUS KABUPATEN LEMBATA NUSA TENGGARA TIMUR) I Putu Yoga Bumi Pradana; Jim Briand Kolianan; Alfred Omri Ena Mau; Hyasintus Alexandro Da Silva
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.131

Abstract

This research examines the challenges of female representation in legislative elections in Lembata Regency, East Nusa Tenggara, with the aim of understanding the obstacles faced by women in formal political arenas. Despite the implementation of a 30% minimum quota for female representation in the legislature, women in Lembata Regency still face difficulties in achieving elected positions. Using a qualitative case study approach, this study identifies three key dimensions affecting women's representation: macro dimension (political systems and affirmative action policies), meso dimension (the role of political parties), and micro dimension (the individual capacity of female candidates). The findings show that although women meet the administrative quota, structural barriers, patriarchal culture, and unequal political resources still hinder their election. To enhance female representation, more concrete political support and a shift in societal attitudes towards gender inclusivity are needed.