Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PERAN MENTORING KEPALA RUANGAN TERHADAP PELAKSANAAN KOMUNIKASI EFEKTIF SBAR PADA PROSES TIMBANG TERIMA Oxyandi, Miming; Khoirin, Khoirin
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.769

Abstract

Latar Belakang: MetodeSituation, Background, Assesement And Recommendation(SBAR)sangat efektif untukmeningkatkan efektifitas proses timbang terima antara shift atau antara staf di daerah klinis yang sama atauberbeda. Dengan metode SBAR digunakan pada saat perawat melakukan timbang terima (handover), pindahruang perawatan maupun dalam melaporkan kondisi pasien kepada dokter. Salah satu faktor yang mempengaruhipelaksanan komunikasi efektif SBAR peran mentoring kepala ruangan sangat diperlukan sebagaibentukbimbingan pembelajaran, berbagi pengalaman, pemberian motivasi serta konseling. Tujuan: Mengetahuipengaruh peran mentoring kepala ruangan terhadap pelaksanaan komunikasi efektif sbar pada proses timbangterima. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan metode Pre ExsperimenalEkspeimensedangkan rancangan penelitian One Grub Design pre intervensi - postintervensi. Penelitian inidilakukan disalah satu rumah sakit swastakota Palembangdari bulan Februari s.d November 2020.Uji normalitasdata dilakukan dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov, sedangkan analisa bivariatnya mengunakan uji statistiknon parametrik yaitu uji wilxocom. Hasil: Hasilpenelitianpada pelaksanaan komunikasi efektif SBARmenunjukkan hasil sebelum Intervensi sebanyak 100,0% berkatagori kurang, sedangkan setelah dilakukanperlakukan Intervensi sebanyak 60.0% berkatagori sempurna.Berdasarkan uji statistik wilcoxon signed rankdidapatkan nilai Z -3.411 dan nilai asymp sig. (2-tailed) 0.001 lebih kecil dari tingkat alfa 5% (0,05) sehinggamenolak Ho terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan sebelum dan setelah dilaksanakan mentoring kepalaruangan pada pelaksanaan komunikasi efektif SBAR. Saran: Diharapkan meningkatkan pelaksanaankomunikasiefektif SBAR padasaat timbang terima yang lebih optimal khususnya diruang dengancararesosialisasi SPO, optimalisasi peran mentoring kepala ruangan dan berkesinambungan mengikuti pelatihankhususnya tentang komuikasi Efektif SBAR.Kata Kunci: Komunikasi Efektif SBAR, Timbang Terima, Peran Mentoring
PENERAPAN TERAPI MURROTAL AL-QUR’AN DALAM MENGURANGI GANGGUAN RASA NYAMAN: NYERI PADA PASIEN KRITIS Fathia, Neng Annis; Khoirin, Khoirin; Sunarmi, Sunarmi; Putri, Rizki Kurnialah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1306

Abstract

Latar Belakang: Mayoritas pasien kritis di ICU mengalami nyeri selama proses perawatan, baik saat tindakan maupun selama observasi. Terapi Murottal merupakan pendekatan nonfarmakologis yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien kritis dengan masalah keperawatan serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi murottal Al-Qur’an dalam mengurangi rasa nyeri pada pasien kritis di ICU. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah dua pasien yang memenuhi kriteria inklusi, pasien sadar atau tidak sadar dengan GCS 3-15, berusia 20-80 tahun, dirawat di ICU, beragama Islam, tanpa riwayat gangguan pendengaran, dan keluarga pasien bersedia menandatangani informed consent. Penelitian berlangsung di ICU Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan membandingkan teori dan hasil pengamatan pada pasien. Hasil: Penerapan terapi murottal Al-Qur’an dilakukan selama tiga hari dan menunjukan perubahan skala nyeri yang signifikan pada hari ke tiga. Pada pasien pertama, nyeri berkurang dari skala 7 (berat) menjadi 1 (ringan). Pada pasien kedua, skala nyeri turun dari 5 (sedang) menjadi 2 (ringan). Saran: Terapi murottal Al-Qur’an agar dapat menjadi salah salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk mengurangi gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien kritis di ICU. Kata kunci: Terapi Murottal Al-Qur’an, Nyeri, Pasien Kritis
ANALISIS TINGKAT STRES MAHASISWA DALAM MENGHADAPI PROSES PEMBELAJARAN DI TENGAH WABAH CORONA VIRUS-19 Rosita, Meri; Khoirin, Khoirin; Pradila, Yolanda
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.793

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 (Coronavirus disease-19) menjadi salah satu krisis kesehatan bagi setiap individu dari semua bangsa, benua, ras dan kelompok sosial ekonomi. Semakin meningkatnya jumlah Covid-19 mengharuskan sekolah melakukan during dalam perkuliahan, hal ini membuat beberapa mahasiswa menghadapi kendala dalam proses belajar mengajar. Pihak STIKES   ‘Aisyiyah   Palembang   harus   berbenah   dan   meningkatkan  proses  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Tujuan: Untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang analisis tingkat stres mahasiswa dalam menghadapi proses pembelajaran di tengah wabah Covid-19 di STIKES ‘Aisyiyah  Palembang  Tahun  2020. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi partisipan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2021 di STIKES ‘Aisyiyah Palembang dengan menggunakan lima orang sebagai partisipan dalam penelitian ini. Hasil: Semua informan yang dilakukan wawancara mengalami stres, namun tingkat stresnya  berbeda-beda hal ini didapatkan sesuai gejala dan keluhan yang didapat dari informan pada saat wawancara, dimana mereka stres karena sinyal kurang mendukung selama proses kuliahan; tugas yang menumpuk; mata terasa lelah karena sering membuka Hp dan laptop sehingga kepala terasa pusing; dosen yang mengajar tidak pada waktunya sehingga terlambat ikut kuliah; kuota yang cepat habis; dan informan juga merasa kalau ilmu yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran. Saran: Sebaiknya dosen STIKES ‘Aisyiyah Palembang memberikan pembelajaran melalui daring dengan desain pembuatan slide yang mudah di mengerti mahasiswa dan penjelasan yang cepat dipahami sehingga materi mudah dipahami oleh mahasiswa. Kata Kunci: Covid-19. Tingkat Stres, Proses Pembelajaran
PENERAPAN PURSED LIP BREATHING PADA PASIEN ASMA DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF Nopianti, Nopianti; Delina, Susanti; Arisandy, Widya; Khoirin, Khoirin
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1418

Abstract

Latar Belakang: Asma masalah kesehatan banyak ditemukan di masyarakat dan memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Faktor penyebab asma dikarenakan alergi terhadap udara dingin, panas, asap, debu, bulu, atau karena gangguan psikis, alergi ini biasanya bersifat menurun atau faktor gen. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan pursed lip breathing untuk mengatasi pola nafas tidak efektif pada pasien asma. Metode: Jenis penelitian deskriptik analitik studi kasus mengekplorasi penerapan pursed lip breathing menurunkan sesak napas pasien asma. Penelitian Pasien pertama 05 Juni 2024, Pasien kedua 07 Juni 2024, dilakukan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah palembang Tahun 2024. Analisa data observasi, dokumentasi, diinterprestasikan dan dibandingkan teori ada. Pengolahan data wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, impelementasi tindakan keperawatan, kepustakaan serta studi dokumentasi. Etika penelitian ini menjaga kerahasian objek yang diteliti setiap informasi yang didapat. Hasil: Setelah dilakukan penelitian 1x pertemuan intervensi terjadi penurunan sesak napas setelah dilakukan terapi Pursed Lip Breathing. Pada pasien I sesak napas berkurang dari 28x/ menit menjadi 22x/ menit. Sedangkan pada pasien II sesak napas 26x/ menit menjadi 22x/ menit. Saran: Diharapkan penerapan pursed lip breathing dapat digunakan dalam metode menurunkan sesak napas pada pasien Asma di Rumah Sakit oleh tenaga kesehatan khususnya perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat sebagai therapy non farmakologi. Kata Kunci: Pursed Lip Breathing, Pola Nafas Tidak Efektif, Asma
PENGARUH INTEGRASI SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN INTERNET OF THINGS (IoT) TERHADAP KEPUASAN TENAGA MEDIS Pauziah, Arpa; Purbayanti, Aditya; Khoirin, Khoirin; Nurhasanah, Innayah; Larasati, Larasati Susilawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1413

Abstract

Latar Belakang: Integrasi sistem rekam medis elektronik (Electronic Medical Record/EMR) dengan teknologi Internet of Things (IoT) diyakini mampu meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, namun evaluasi kuantitatif terhadap efektivitasnya masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak integrasi EMR-IoT terhadap kepuasan tenaga medis, waktu respon dokter, dan tingkat kesalahan pencatatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 50 tenaga medis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil: Hasil uji t menunjukkan bahwa integrasi EMR-IoT meningkatkan kepuasan tenaga medis (mean meningkat dari 6.5 menjadi 8.3; t = 5.21; p < 0.001), menurunkan waktu respon dokter (dari 12.4 menjadi 7.8 menit; t = -7.35; p < 0.001), serta menurunkan kesalahan pencatatan (dari 15.2 menjadi 5.6; t = -8.45; p < 0.001). Hasil regresi menunjukkan implementasi EMR-IoT memiliki pengaruh signifikan terhadap ketiga variabel tersebut (p < 0.001). Kesimpulan: Integrasi EMR dengan IoT terbukti efektif secara statistik dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Internet of Things, Monitoring Kesehatan, Rekam Medis Elektronik, Kesehatan Digital