Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Latihan Teknik Dasar Bermain Sepak Bola terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Kadar Mioglobin Darah pada Pemain Sepakbola Sekolah Sosial Olahraga (SSO) Real Madrid Foundation Aceh Rahmayanti, Yuni; Saifuddin, Saifuddin; Yazir, Yasmeini
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 1 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.68.1-2018-97

Abstract

Introduction : The practice of basic technique of soccer is one of method in order to increase the strength of leg muscle. The strength of leg muscle is very important to support the achievement of soccer player, but not with cut any side effect. One of the side effects is the damage of muscle that influences the achievement. Myoglobin (Mb) is celluler protein that bind O2 in the muscle cell and heart and for human has function as biomarker of the damage muscle. Mb in a certain condition found in the blood and can found by the assessment of myoglobin serum. The aim of the study is to observe the influence of basic technique practice of soccer to the strength of leg muscle and content of blood myoglobin to the soccer player in the sport social school (SSO) Real Madrid Foundation Aceh. Method : 30 soccer players of sport social school (SSO) Real Madrid Foundation Aceh whose age 10-13 years old involved in the basic technique practice of soccer during 4 weeks in the frequency of 4 times in a week. Four hour before practice inthe first day, all of subject are measured such as the demography data (age, body weight and height of body) and the strength of leg muscle and blood (pre test). After 16 time practice, in the last 4 hours the same subject are measured (post test). Results : The basic technique practice of soccer has a signif icant influence to the increasing of strength of leg muscle (p=0.000), but the basic technique practice of soccer has not significant influence to the increasing of blood myoglobin (p=0.666). Conclusion : The basic technique practice of soccer is effective to increase the strength of leg muscle but did not cause the significant muscle damage.
Prevalensi dan Tren Penyakit Hipertensi Pada Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan Aceh Barat Daya Pada Tahun 2019-2023 Fadhilah, Rahmah; Rahmad; Rahmayanti, Yuni
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.638

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronik yang ditandai dengan tingginya tekanan darah pada saat dilakukan pemeriksaan, dimana tekanan darah sistol mencapai lebih dari atau sama dengan 140/mmHg dan atau tekanan darah diastol lebih dari atau sama dengan 90/mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi dan tren penyakit hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan Aceh Barat Daya Tahun 2019-2023. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, yang dilakukan pada April-Mei 2025 dengan menggunakan data rekam medik (data sekunder) 10 penyakit terbesar tahun 2019-2023. Dari data tersebut di dapatkan prevalensi penyakit hipertensi tertinggi terjadi pada tahun 2022 mencapai angka 6,67% dan prevalensi penyakit hipertensi terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu 2,39%. Prevalensi hipertensi jika dibandingkan dengan PTM lain (diabetes melitus, dyspepsia, epilepsy dan skizofrenia) yang terdapat di data rekam medik 10 penyakit tertinggi di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan Aceh Barat Daya Tahun 2019-2023 menunjukkan angka yang relatif rendah. Prevalensi hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan Aceh Barat Daya Tahun 2019-2023 mengalami kenaikan yang fluktuatif selama periode penelitian. Tren prevalensi hipertensi jika dibandingkan dengan PTM lain di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan Aceh Barat Daya Tahun 2019-2023 cenderung menunjukkan angka yang rendah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Remaja Putri tentang Keputihan Fisiologis dan Patologis di SMA Abulyatama Fitrianti, Desi; Gani, Shela Widya; Rahmayanti, Yuni
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.641

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pemahaman mengenai keputihan fisiologis dan patologis dapat memengaruhi sikap remaja dalam menjaga kesehatan organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang keputihan fisiologis dan patologis di SMA Abulyatama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 siswi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dengan skala Guttman dan kuesioner sikap dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (73,1%) dan sikap netral (50,0%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang keputihan fisiologis dan patologis (p = 0,000), di mana pengetahuan yang baik cenderung berasosiasi dengan sikap yang lebih positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri, semakin positif sikap yang terbentuk terhadap keputihan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah guna membentuk sikap preventif pada remaja putri.