Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Healthy Living Behavior Counseling to Improve The Quality of Life of the Elderly by Using Booklet Media: Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan Menggunakan Media Booklet Lestari, Annisa Ayu; Sujarwo, Sawi
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1651

Abstract

The phenomenon found that some elderly have health problems. Healthy living behavior counseling is quite appropriate and Strategic that aims to improve the quality of life of the elderly to be better. The method used is counseling method and booklet media. Explanation of the material provided on the understanding and task of elderly development, aspects of healthy living behavior, the benefits of exercise, and quality of life material. During the activity, it was seen that elderly participants were receive and responded well to the material provided. This service activity was attended by 10 participants who have a minimum age of 60 years in Posyandu Lansia Delima, Tegal Rejo RT 09, Lawang Kidul District, Muara Enim Regency. Based on the feedback provided, it was found that there was an increase in understanding of healthy living behavior and the elderly responded well to the counseling carried out. Abstrak Fenomena yang ditemukan bahwa beberapa lansia mengalami masalah kesehatan seperti mengeluh sakit ketika banyak berjalan, mempunyai berat badan berlebih. Penyuluhan perilaku hidup sehat ini cukup tepat dan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar lebih baik. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan media booklet. Penjelasan materi yang diberikan mengenai pengertian lansia, tugas perkembangan lansia, aspek-aspek perilaku hidup sehat, manfaat olahraga, dan materi kualitas hidup. Materi tersebut memiliki peranan penting sebagai media baca untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Selama kegiatan berlangsung terlihat peserta lansia sangat menerima dan merespon dengan baik terhadap materi yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 10 peserta yang memiliki usia minimal 60 tahun di Posyandu Lansia Delima Desa Tegal Rejo RT 09 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan hasil wawancara setelah kegiatan dilaksanakan, didapatkan bahwa adanya peningkatan dalam pemahaman perilaku hidup sehat dan lansia merespon dengan baik terhadap penyuluhan yang dilaksanakan.
Evektivitas Cognitif Behavioral Therapy (CBT) dalam Mengelola Emosi Negatif pada Warga Binaan Perempuan di Lembaga Permasyarakatan Firlia, Nur Akni; Sujarwo, Sawi
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 1 No 3 (2025): Oktober
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v1i3.128

Abstract

Female inmates in correctional institutions often experience severe psychological pressure, particularly in the form of negative emotions such as anxiety, anger, guilt, and despair. If left unaddressed, these conditions can hinder rehabilitation and personal development. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is a therapeutic approach that focuses on restructuring maladaptive thoughts and behaviors. This study explores the effectiveness of CBT in managing negative emotions among female inmates using a qualitative case study approach. Fourteen participants joined group counseling sessions, while three individuals received focused CBT interventions such as emotional journaling, guided discovery, self-affirmation, and cognitive restructuring. The findings indicate significant improvements in emotional expression, reduced self-harming tendencies, and increased awareness of negative automatic thoughts. Supportive activities such as art therapy and reflective discussions strengthened the recovery process. The effectiveness of CBT was enhanced by active participant engagement, spiritual integration, and social support from the correctional environment. CBT has proven to provide a safe space for inmates to reconstruct their self-meaning and develop sustainable emotional regulation skills. Therefore, integrating CBT into rehabilitation programs for female inmates is highly recommended to enhance psychological well-being and social reintegration readiness.
Pengembangan Psikologi Positif dengan Metode PERMA pada Karyawan di Perumda Tirta Musi Palembang Riansyah, Khaidir; Sujarwo, Sawi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1775

Abstract

This community service program aims to develop positive psychology among employees of Perumda Tirta Musi Palembang through the PERMA model approach. The method used in this community service program is descriptive quantitative to describe the positive psychology of employees based on the PERMA method among employees of Perumda Tirta Musi Palembang. The results of this community service show that all PERMA dimensions are in the good to high category. Employees are generally able to feel positive emotions, show high work engagement, establish harmonious interpersonal relationships, find meaning and purpose in their work, and achieve satisfying work accomplishments.
Strategi Peningkatan Regulasi Emosi Peserta Didik melalui Metode Experiential Learning di SD Negeri 20 Tanjung Lago Sujarwo, Sawi; Yuniarsa, Rizka
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1847

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk mengenali, memahami, dan mengelola perasaan agar tidak mengganggu aktivitas belajar maupun interaksi sosial. Pada siswa sekolah dasar, keterampilan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap fokus, kesiapan belajar, serta hubungan dengan teman sebaya dan guru. Observasi awal di SD Negeri 20 Tanjung Lago menunjukkan bahwa sebagian siswa mudah tersulut emosi, sulit menenangkan diri, dan kurang mampu mengekspresikan perasaan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan regulasi emosi melalui metode experiential learning. Metode yang digunakan berupa edukasi berbasis pengalaman dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Aktivitas meliputi penyampaian materi emosi, penayangan video, kegiatan mewarnai, serta permainan bertema emosi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dan VI berusia 10–12 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara tepat, serta menggunakan strategi sederhana untuk menenangkan diri. Kesimpulannya, experiential learning efektif mendukung regulasi emosi sekaligus memperkuat keterampilan sosial dan kesiapan belajar siswa.
Penanganan Gangguan Identitas Diri Melalui Terapi Menulis Ekspresif Pada Narapidana di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang Sujarwo, Sawi; Zakiyah, Syarifah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/mrg26f93

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan terapi menulis ekspresif pada narapidana di lapas perempuan kelas II A palembang. Metode yang digunakan yaitu menggunakan terapi menulis ekspresif, yaitu suatu pendekatan yang memanfaatkan aktivitas menulis untuk membantu narapidana menggali perasaan terdalam, serta memfasilitasi proses penerimaan dan pemaknaan terhadap pengalaman hidup yang telah mereka alami. Hasil Pengabdian Masyarakat diperoleh memberikan dampak yang signifikan terhadap gangguan identitas diri yang dialami oleh narapidana perempuan. Melalui empat pertemuan terapi, subjek dapat mengungkapkan perasaan mereka terkait pengalaman hidup dan trauma yang dialami, khususnya dalam konteks perasaan kehilangan jati diri, kebingungan identitas, dan pandangan negatif terhadap diri mereka.