Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Rehabilitation Program Through Counseling with CBT Approach to Support Client Psychological Recovery at Pratama Clinic BNNP South Sumatra Riswanda, Athiyah Zalfa; Sujarwo, Sawi
International Journal Scientific and Professional Vol. 4 No. 3 (2025): June-August 2025
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56988/chiprof.v4i3.114

Abstract

Background: Cases of violence against children and women, especially sexual violence, are still a serious problem. The psychological impact of cases like this cannot be considered trivial. Victims can experience excessive anxiety, depression, guilt, and loss of self-confidence. Early Psychological Support (DPA) or Psychological First Aid (PFA) is an initial approach to help individuals experiencing crisis, trauma, or emotional distress. Methods: The approach used in this report is a descriptive qualitative approach to understand the outpatient rehabilitation process in depth. This research was conducted at the Department of Women's Empowerment and Child Protection of South Sumatra City. The intervention used in this case study was Cognitive Behavior Therapy (CBT) intervention on sexual violence victims. Data collection was carried out in three ways: Participatory Observation, Case Study, and Documentation. The analysed data were in the form of documents resulting from CBT interventions. Result: Early Psychological Support (EPS) intervention conducted by DPPPA showed that the subject experienced significant positive changes. After receiving the intervention, the subject began to dare to open up and share his feelings with his closest friends. He also took a firm step by deleting his old Instagram account, which was previously associated with a traumatic experience. This behavioural change demonstrates the effectiveness of EPS in facilitating the subject's psychological recovery process. Conclusion: Early Psychological Support (DPA) provided by the Palembang City DPPPA has proven effective in helping recovery process. A collaborative approach between the school and the DPPPA was a key factor in the successful handling of this case.
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN ADIKSI INTERNET PADA REMAJA Marlina, Neni; Sujarwo, Sawi
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.16696

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kesepian dengan Adiksi Internet pada remaja di desa Gajah Mati. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala kesepian menggunakan UCLA Loneliness Scale Versi 3 dan skala Adiksi Internet menggunakan Internet Addiction Test (IAT). Sebanyak 142 remaja awal sampai dengan remaja akhir yang menjadi sampel dalam penelitian ini, penetapan sampel dilakukan pada remaja dikarenakan remaja menggunakan internet dalam kehidupan sehari-harinya yang berkaitan dengan ciri-ciri dari adiksi internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kesepian dengan Adiksi Internet Pada Remaja di Desa Gajah Mati. Temuan ini menunjukkan bahwa kesepian dapat menyebabkan seseorang menggunakan internet secara berlebihan, penting untuk meningkatkan kesadaran bagi remaja untuk membatasi penggunaan internet yang berlebihan dengan mencari aktivitas yang membangun dan bermanfaat. Kata Kunci: Adiksi Internet, Kesepian dan Remaja AbstractThis study aims to determine the relationship between Loneliness and Internet Addiction in adolescents in Gajah Mati Village. The data collection method uses two scales, namely the loneliness scale using the UCLA Loneliness Scale Version 3 and the Internet Addiction scale using the Internet Addiction Test (IAT). A total of 142 early to late adolescents were the samples in this study, the determination of the sample was carried out on adolescents because adolescents use the internet in their daily lives which are related to the characteristics of internet addiction. The result of this study indicate that the hypothesis is accepted, namely that there is a positive and significant relationship between Loneliness and Internet Addiction in Adolescents in Gajah Mati Village. These findings indicate that loneliness can cause someone to use the internet excessively, it is important to increase awareness for adolescents to limit excessive internet use by looking for constructive and useful activities. Keywords: Internet Addiction, Loneliness and Adolescents
Penggunaan Metode Bermain Sambil Belajar dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Berhitung pada Anak SD di Desa Limbang Jaya II Rahmayani, Dhea Fitri; Sujarwo, Sawi
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v4i2.6206

Abstract

Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam membentuk fondasi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Pada jenjang sekolah dasar, keterampilan membaca dan berhitung merupakan kemampuan mendasar yang menjadi prasyarat bagi penguasaan berbagai disiplin ilmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Metode yang digunakan yaitu bermain sambil belajar dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat mendapatkan bahwasannya metode bermain sambil belajar terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca dan berhitung pada anak-anak sekolah dasar. Peningkatan keterampilan membaca ditunjukkan melalui kemampuan anak-anak membaca dengan lancar, memahami teks sederhana, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam membaca. Sementara itu, peningkatan keterampilan berhitung terlihat dari kemampuan anak-anak memahami konsep angka, operasi matematika sederhana, serta penyelesaian soal dengan pendekatan yang kreatif. Selain itu, metode ini juga berhasil meningkatkan motivasi belajar anak-anak, yang terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif mereka selama program berlangsung.
Peran Konseling Berpusat Pada Klien Terhadap Kecemasan Pada Klien Rehabilitasi Narkoba Di Lapas Perempuan Palembang Sujarwo, Sawi; Safitri, Dwi Syawalani
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1370

Abstract

Konseling di Lembaga permasyarakatan adalah bentuk bantuan untuk seorang individu oleh tenaga profesional seperti konselor atau ahli sejenisnya, terhadap para penghuni lapas sebagai proses rehabilitasi mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan sesudah keluar/bebas dari lapas. dengan metode konseling, konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara hasil pengabdian masyarakat Rehabilitasi Narkoba dapat membantuu dalam mengurangi kecemasan pada Klien Rehabilitasi Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas ll A Palembang. Klien yang sebelumnya merasakan kecemasan karna takut ketika kumpul dengan keluarga besar akan di sindir/di olok karna ia mantan narpidana,dan ia juga memiliki kecemasan dan ketakutan ketika hendak bebas apakah dia akan mendapatkan pekerjaan atau tidak.Sekarang Klien lebih merasa legah dan tenang dan juga melewati hari-hari nya dengan lebih produktif lagi dengan kegiatan-kegiatan yang ia ikuti berdasarkan saran saat konseling dan juga karna adanya konseling ini ia merasa lebih memiliki tujuan dan terhindar dari rasa cemas berlebihan yang sebenernya belum tentu terjadi.
Peran Konseling Individual Untuk Korban Penyalagunaan Narkoba Di Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan Sujarwo, Sawi; Khoirunnisa, Kholifa
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1372

Abstract

Maraknya narkoba yang ada dimasyarakat menimbulkan keresahan bagi yang terkena dampaknya, karena narkoba sudah menjangkiti berbagai kalangan mulai dari remaja, dewasa bahkan ibu hamil yang menjadi pecandu narkoba akan membawa zat kimia itu pada janinnya yang akhirnya melahirkan anak pengidap narkoba meskipun belum pernah mengkonsumsi narkoba. metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode konseling dengan teknik motivational interviewing. hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tahapan rehabilitasi dan pasca rehabilitasi, dukungan berkelanjutan dan intervensi yang tepat sangat penting untuk menjaga kemajuan yang telah dicapai dan mencegah kambuh. Melalui dukungan konseling, kelompok pendukung, dan pelatihan keterampilan hidup, individu dapat mengembangkan, mengelola emosi dan menghadapi situasi tanpa kembali menggunakan narkoba dan membangun kehidupan yang produktif dan memuaskan.
Penerapan Konseling dengan Model KKJ (Kesalehan Keberislaman, Kecerdasan Finansial, dan Jiwa Sosial) dalam Meningkatkan Konsep Diri pada Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang Prabandari, Restri Ayu; Sujarwo, Sawi
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v4i2.319

Abstract

This study examines the effectiveness of counseling interventions using the KKJ model (Islamic Piety, Financial Intelligence, and Social Spirit) to improve the self-concept of adolescents at Palembang Class I Special Child Development Institution (LPKA). Adolescents in correctional facilities often experience negative self-concept due to dysfunctional family backgrounds, weak economic conditions, and unsupportive social environments. A descriptive qualitative approach was employed with four male subjects aged 16-19 years from different legal backgrounds, including theft, child protection violations, narcotics abuse, and homicide. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation over two months. The results revealed significant improvements across three dimensions of self-concept: self-knowledge, future expectations, and self-assessment. Subjects experienced positive behavioral transformations, including increased self-confidence, enhanced social skills, emotional stability, and spiritual awareness. The KKJ model proved effective in forming healthier, more psychologically and spiritually adaptive self-concepts among adolescent detainees. This integrated approach addresses cognitive, communicative, and spiritual domains simultaneously, providing a holistic rehabilitation framework. The findings suggest that value-based counseling can successfully transform adolescents from psychologically vulnerable individuals into resilient persons ready for social reintegration
Restorasi Harapan: Peran Konseling dalam Meningkatkan Orientasi Masa Depan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang Nurhandini, Nadia; Sujarwo, Sawi
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v4i2.327

Abstract

This study aims to examine the role of counseling in enhancing the future orientation of child detainees involved in child protection cases at LPKA Class I Palembang. Utilizing a descriptive qualitative approach, the research involved four subjects with diverse backgrounds. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Interventions were conducted through individual counseling and group counseling (Focus Group Discussion) to strengthen motivation, cognitive representation, and behavior. The results showed an increase in intrinsic motivation, more realistic future planning, and active participation in development activities. Counseling proved to help the subjects recognize their potential, boost self-confidence, and establish clear life goals. These findings emphasize the importance of counseling as a continuous program to support the success of child development efforts at LPKA.  
Psychological and Social Dynamics of Cyberbullying Victims: An Analysis of the Impact on Middle School Students Wulandari, Tri Putri; Sujarwo, Sawi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Volume 12, Issue 4, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i4.14487

Abstract

The advancement of communication technology has facilitated social interactions but has also opened the door to bullying behaviors that are harder to detect. Cyberbullying differs from conventional bullying as perpetrators can launch attacks through various social media platforms, forums, and messaging applications. This research aimed to analyze and understand the psychological and social dynamics experienced by victims of cyberbullying among middle school students, and to identify the impacts of these experiences on their emotional well-being, social interactions, and psychological development. A qualitative approach was used, allowing the researcher to grasp the dynamics experienced by the subjects. Victims of cyberbullying were found to experience similar negative effects, starting from disturbances at school that extended to social media. These negative impacts included feelings of deep hurt, loss of self-confidence, social rejection, and a desire for revenge. However, a positive impact was also identified, in the form of increased motivation to surpass the bully. The implications of this study highlight the need for more comprehensive school policies and proactive measures to effectively address cyberbullying.Perkembangan teknologi komunikasi semakin memudahkan interaksi sosial, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi perilaku bullying yang lebih sulit terdeteksi. Cyberbullying berbeda dari bentuk bullying konvensional karena pelaku dapat melancarkan serangan melalui berbagai platform media sosial, forum, dan aplikasi pesan singkat. untuk menganalisis dan memahami dinamika psikologis dan sosial yang dialami oleh korban cyberbullying di kalangan peserta didik Sekolah Menengah Pertama, serta mengidentifikasi dampak yang timbul dari pengalaman tersebut terhadap kesejahteraan emosional, interaksi sosial, dan perkembangan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang memungkinkan peneliti memahami gambaran dinamika subjek. korban cyberbullying mengalami dampak yang serupa dengan gangguan yang dimulai di lingkungan sekolah dan kemudian meluas ke media sosial. Dampak negatif yang dirasakan termasuk perasaan sakit hati, hilangnya kepercayaan diri, penolakan sosial, dan keinginan untuk membalas dendam. Namun, dampak positif berupa peningkatan motivasi untuk menjadi lebih baik dari pelaku juga ditemukan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya kebijakan dan tindakan yang lebih komprehensif dari pihak sekolah dalam menangani cyberbullying secara proaktif.
Hubungan Experiental Learning dan Self-Perceived Employability Pada Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Di Universitas Bina Darma Palembang Utami, Tri Melani; Sujarwo, Sawi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan experiental learning dengan self-perceived employability pada mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program MBKM merupakan salah satu program yang di gagas oleh Kemendikbud yang memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa untuk mengasah keahlian dan kemampuannya guna mempersiapkan diri menjadi profesional dalam suatu bidang, serta memberdayakan setiap mahasiswa untuk belajar maupun praktik kerja selama 1 semester hingga 2 semester diluar pembelajaran universitasnya. Konsep utama MBKM adalah experiental learning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek 110 mahasiswa yang telah mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Meerdeka. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu skala Experiental Learning dan skala self-perceived employability yang telah dibuat sendiri oleh peneliti. Reliabilitas pada skala self-perceived employability   sebesar 0,979 dan 0,980 untuk skala experiental learning. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan positif antara experiental learning dengan self-perceived employability pada mahasiswa MBKM di Universitas Bina Darma Palembang (r=0,903; p=0,000).
Transformasi Religius Pada Anggota Polisi Di Palembang Syah, Pirman; Sujarwo, Sawi
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 2 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i2.249

Abstract

Manusia pada dasarnya memiliki potensi kebaikan dan secara genetis membutuhkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahkan secara bawaan atau secara fitrah manusia memiliki keinginan untuk mencari Tuhannya. Oleh karena itu dengan berbagai latar belakang kehidupan yang dialami oleh kelima subjek dalam penelitian ini secara umum terlihat bahwa saat hati telah tersentuh dengan petunjuk atau hidayah melalui Amalan Agama , kemudian diteruskan dengan serangkaian pembelajaran secara bertahap maka tercapailah perubahan-perubahan yang dramatis sehingga merubah kehidupannya bahkan sampai bertolak belakang dengan kehidupan sebelumnya. Inilah diantara bentuk transformasi religius yang terjadi pada subjek-subjek yang telah aktif dalam Amalan Agama  pada penelitian ini. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeskplorasi pengalaman dan dinamika psikologis transformasi religius pada anggota polisi yang aktif mengikuti Amalan Agama. Menurut Subandi (2009) bahwa transformasi religius merupakan perubahan orientasi beragama dari tata cara kehidupan beragama yang dilakukan kebanyakan orang, dari awam keberagamaan menjadi individu yang semakin yakin dan semakin taat dalam keberagamaan. Transformasi religius mencakup pengalaman beragama yang lebih luas, mulai dari meningkatnya komitmen terhadap agama yang dianut, transformasi kesadaran (transformation of consciousness)  dan transformasi diri (transformation of the sense of self). Dalam mengeksplorasi pengalaman-pengalaman subjek maka penelitian ini menggunakan metode fenomenologi terhadap 2 orang anggota polisi di Satuan pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Adapun hasil penelitian ini adalah subjek mengalami transformasi religius melalui serangkaian program dalam Amalan Agama , sehingga subjek mengalami perubahan-perubahan yang dramatis dan lebih matang dalam berperilaku. Perubahan-perubahan tersebut dapat meningkatkan hubungan interaksi yang semakin harmonis terhadap lingkungan sekitarnya, yang meliputi keluarga, teman dan masyarakat sekitarnya, serta meningkatkan motivasi dan prestasi kerjanya.