Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN MESIN PENGOLAHAN BUAH KELAPA UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI KELOMPOK TANI DI KELURAHAN RAMPAL CELAKET MALANG Sanny Andjar Sari; Prima Vitasari; Candra Dwiratna Wulandari; Anis Artiyani; I Nyoman Sudiasa
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Bersahaja merupakan Urban Farm yang berada di tengah perkotaan,terletak di wilayah RW 01 Kelurahan Rampal Celaket Kota Malang. Kelompok tani yang bergerak di bidang tanaman organik dengan cara memanfaatkan pekarangan di lingkungan rumah tempat tinggal anggota. Selain tanaman organik pada Kelompok Tani Bersahaja juga menghasilkan berbagai macam produk olahan buah kelapa diantaranya berbagai macam kue dari buah kelapa.Kemitraan dan kerjasama dijalin oleh kelompok Bersahaja dengan berbagai kelompok antara lain dengan Kelompok Tani Sengguruh. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan serta kesadaran yang semakin tinggi dari masyarakat akan manfaat tanaman organik khususnya di wilayah Malang raya, telah banyak masyarakat baik secara individu maupun kelompok/organisasi PKK, pemuda, atau kelurahan yang datang untuk belajar budidaya tanaman hortikultura organik. Media yang digunakan adalah campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang, tanpa menggunakan pupuk kimia serta tidak menggunakan pestisidaPada kegiatan pengabdian ini akan dibuat mesin pengolahan buah kelapa yang menggunakan motor listrik untuk menggerakkan motor mesin pengolahan buah kelapa Dengan adanya mesin pengolahan buah kelapa ini diharapkan dapat mempercepat waktu proses pengolahan buah kelapa
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENCETAK BATAKO UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI DI DESA JATIGUWI SUMBERPUCUNG MALANG Erni Junita Sinaga; Mujiono Mujiono; I Nyoman Sudiasa
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengrajin Batako di desa Jatiguwi Sumberpucung Malang, sudah mencapai titik optimal dan sulit untuk bisa ditingkatkan kemampuannya dengan kondisi peralatan dan fasilitas kerja yang ada, pembuatan batako dilakukan secara manual dan sangat sederhana, pengrajin masih menggunakan alat pengepres manual yang terbuat dari besi. Kesulitan yang dihadapi oleh pengrajin adalah jika ada permintaan yang melebihi kapasitas produksi, sehingga biasanya menolak karena kurangnya tenaga. Hal ini dapat diantisipasi dengan memperbaiki system kerja dan fasilitas kerja.Dimungkinkan dapat meningkatkan jumlah produksi dengan adanya perbaikan pada metode kerja dan perbaikan fasilitas kerja yang membuat pengrajin lebih nyaman, tidak cepat lelah khususnya dalam mengepres batako.Pada kegiatan pengabdian ini bertujuan membuat mesin pencetak batako yang menggunakan penggerak mesin diesel untuk menggetarkan cetakan sehingga hasil yang diperoleh lebih homogen dan padat. Mesin pencetak batako ini diharapkan dapat mempercepat proses produksi dengan hasil yang lebih banyak serta lebih berkualitas karena kepadatan semakin homogen serta lebih efisien dan efektif.
Identifikasi Kekeringan Lahan Kabupaten Lamongan Berdasarkan Citra Satelit Alifah Noraini; Martinus Edwin Tjahjadi; I Nyoman Sudiasa
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.709 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.958

Abstract

Kekeringan lahan merupakan salah satu permasalahan masyarakat Indonesia yang terjadi pada musim kemarau. Kekeringan lahan mengakibatkan aktivitas pertanian terganggu karena pasokan air terhambat. Salah satu kabupaten yang mengalami kekeringan lahan adalah Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan lahan di Kabupaten Lamongan agar dampak kekeringan dapat diminimalisir. Metode identifikasi kekeringan lahan yang digunakan berdasarkan pengolahan data penginderaan jauh, yaitu memanfaatkan data citra satelit Landsat 8 saluran 4 (merah), saluran 5 (Near InfraRed/ NIR), dan saluran 6 (Short Wavelength InfraRed/ SWIR). Sebelum proses pengolahan citra, dilakukan proses penggabungan antar scene (mosaicking). Citra Landsat 8 dipotong sesuai batas administrasi wilayah kabupaten dan diolah berdasarkan algoritma NDDI untuk mengidentifikasi kekeringan lahan. Algoritma yang digunakan terdiri dari parameter tingkat kebasahan air dan tingkat kehijauan vegetasi yang menutupi wilayah Kabupaten Lamongan. Tingkat kebasahan diperoleh dari pengolahan citra menggunakan algoritma NDWI, sedangkan tingkat kerapatan vegetasi diperoleh berdasarkan pengolahan citra menggunakan algoritma NDVI. Hasil pengolahan citra satelit Landsat 8 menunjukkan bahwa Kabupaten Lamongan didominasi oleh tingkat kebasahan kelas rendah sebesar 893,236 Km2 dan kerapatan vegetasi kelas sedang sebesar 691,012 Km2. Adapun hasil identifikasi kekeringan lahan di Kabupaten Lamongan didominasi oleh kelas klasifikasi kekeringan berat sebesar 62,14% atau 1.097,087 Km2 dari total luas area.
Kajian Sistem Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Sriliani Surbakti; I Nyoman Sudiasa; Nenny Roostrianawaty
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8883

Abstract

Kabupaten Probolinggo merupakan daerah pesisir pantai yang perlu dijaga kualitas perairannya. Salah satu yang akan dikaji sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Tegalsiwalan, dimana Kecamatan Tegalsiwalan terdiri dari 12 Dusun/Desa, dan berdasarkan hasil survei masyarakat yang terlayani kebutuhan air bersih dari sumber mata air yang dikelola oleh masyarakat sekitar yang disebut juga dengan HIPPAM Tirta Dewi Paras Nun Ayu yang dipompa ke tandon dan di distribusikan ke masyarakat. Dan beberapa desa yaitu di Desa Paras dan Blado Kulon di Kecamatan Tegalsiwalan masih belum terlayani pemenuhan air bersih dikarenakan kurangnya debit air. Hasil analisa diperoleh sampai tahun 2030 penambahan debit air sebesar 3,54 lt/dt, Reservoir yang ada dengan berkapasitas 150 m3 hanya mampu mencukupi kebutuhan jam puncak sampai tahun 2022 sebesar 9,52 l/dt, untuk tahun 2030 dibutuhkan kapasitas reservoir sebesar 200 m3 untuk memenuhi jam puncak sebesar 13,54 l/dt. Oleh sebab itu diperlukan penambahan debit air pada daerah yang belum terlayani kebutuhan air bersih melaui potensi pemanfaatan sumber mata air melalui IPTEK dengan pengolahan kimia yaitu membubuhkan chlorinasi, koagulasi, dan disinfektan agar mata air tersebut layak dikonsumsi sebagai air minum sesuai Permenkes N0. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan Kualitas Air Minum dan dilakukan Pengembangan sistem jaringan distribusi air bersih melalui simulasi program WaterCad V8i dengan alternatif 3 yaitu pipa berdiameter 42 mm, karena memenuhi kontrol tekanan serta harga lebih rendah dibandingkan alternatif 1 pipa berdiameter 60 mm.
Pengembangan Modifikasi Model Pisau Mesin 3in1 Pembuatan Stik Dupa di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Komang Astana Widi; Nyoman Sudiasa; Wayan Sujana; Luh Dina Ekasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung 2020: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SENAM) 2020
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.113 KB)

Abstract

Dari hasil kegiatan pelatihan penggunaan mesin pembuat stik dupa masih menunjukan beberapa kekurangan dari produk yang dihasilkan dimana untuk panjang 20 cm didapatkan prosentase kegagalan produk atau cacat produk mencapai 1,7%. Berdasarkan pengamatan menunjukan bambu tidak terlalu terpeluntir dengan baik. Sedangkan untuk panjang 25 cm didapatkan rataan persentase gagal produk menurun menjadi 2,3% dikarenakan pada ukuran tersebut mulai banyak limbah yang mengganggu proses penyerutan dan bambu terpluntir pada proses penyerutan. Untuk panjang 30 cm didapatkan rataan prosentase gagal produk meningkat menjadi 11,7%. Dikarenakan pada panjang tersebut limbah dari hasil proses penyerutan sangat banyak dan mengganggu proses penyerutan dan berimbas pada momen punter bambu yang cukup besar karena bambu terlalu panjang. Kami menyimpulkan pada alat penyerut lidi 3in1 (three in one) perlu dilakukan modifikasi terhadap alat tersebut dengan mempertimbangkan factor-faktor lain yang telah ditentukan dalam menghasilkan standarisasi produk yang telah ditetapkan UKM. Diantaranya merancang model dan desain pisau potong yang efektif dalam mengurangi kegagalan produk bitting dupa dan menghasilkan limbah serutan kayu yang lebih efisien. Modifikasi ini sangat diperlukan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produk stik dupa terutama konsistensi produknya sehingga bisa diterima pasar. Dengan mengurangi jumlah cacat/reject pada produk stik dupa akan berpengaruh pada proses proses selanjutnya. Dari hasil pelatihan kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan peningkatan produksi dari UKM pembuat stik dupa di kecamatan Wagir Kabupaten Malang.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK IDENTIFIKASI BATUAN KAPUR Alifah Noraini; Jasmani Jasmani; I Nyoman Sudiasa
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain dikenal sebagai Negara Maritim, Indonesia merupakan negara  kaya  tambang  mineral  dan  logam,  salah satunya batuan kapur (limestone). Namun, potensi  tersebut  belum  dimanfaatkan  secara  maksimal  oleh masyarakat  sekitar  pegunungan  kapur, salah satunya di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Untuk mengidentifikasi potensi batu kapur dapat mengaplikasikan ilmu penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kelebihan metode penginderaan jauh adalah efisiensi waktu dan biaya yang digunakan. Dalam kegiatan ini dilakukan metode skoring menggunakan parameter tutupan lahan, indeks vegetasi, suhu permukaan tanah, dan unsur geologi. Data yang digunakan berupa data citra satelit Landsat 9 yang terdiri dari 11 saluran kanal dengan karakteristik, Peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Lamongan skala 1:25.000 dan Peta Geologi skala 1:25.000. Hasil proses perhitungan NDVI dalam studi area, diperoleh nilai indeks vegetasi dengan rentang nilai antara -0,189 hingga 0,568. Nilai indeks vegetasi Kecamatan Babat didominasi oleh kelas sedang dengan rentang 0,15 hingga 0,25. Hasil klasifikasi tutupan lahan menghasilkan 5 (lima) kelas, yaitu kelas daerah bukan pertanian, daerah pertanian, lahan terbuka, permukiman, dan perairan. Kecamatan Babat didominasi oleh kelas tutupan lahan daerah bukan pertanian dengan persentase 53,29%. Hasil skoring dari keempat parameter menunjukkan bahwa Kecamatan Babat didominasi oleh kelas batuan kapur dengan potensi sedang dengan persentase 47,88% dari seluruh luas wilayah. Kata Kunci: Batuan kapur, Landsat 9, Penginderaan jauh, SIG DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.26936
Pengaruh Elastisitas dan Kekerasan Terhadap Konduktivitas Listrik Untuk Aluminium Alloy 2024 Sumanto; Ruwana, Iftitah; Sudiasa, I Nyoman
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.676

Abstract

Aluminium merupakan unsur paling melimpah ketiga (setelah oksigen dan silikon), dan logam yang paling melimpah di kerak bumi sampai dengan sekitar 8% berat bumi. Aluminium relatif lembut, tahan lama, ringan, logam yang ulet, tahan terhadap korosi, memeiliki konduktivitas yang tinggi dan lentur. Paduan aluminium memiliki kekuatan mulai dari 200 MPa sampai dengan 600 MPa. Aluminium memiliki konduktivitas tertinggi keempat (setelah perak, tembaga, dan emas). Dikombinasikan dengan bobot yang ringan itu dan paduan dengan beberapa logam lain untuk membuatnya lebih kuat, aluminium sangat ideal untuk kabel listrik. Sifat nonmagnetik itu memungkinkan untuk tetap bekerja di mana saja (bahkan di badai). Dengan kekuatan ini aluminium dapat dengan mudah diangkut membuat aluminium pilihan terbaik untuk daya tinggi, jarak jauh sebagai kabel listrik. Specimen aluminium alloy 2024 dibentuk silinder dengan ukuran diameter 6 mm dan panjang 20 cm. Specimen dipanaskan dengan suhu yang bervariasi antara 100oC hingga 500oC dengan waktu pemanasan sampai dengan 48 jam dan kemudian dicelupkan ke dalam air dingin. Tujuannya adalah untuk membuat rusak struktur kepadatan bahan. Terdapat hubungan antara kekerasan bahan dengan elastisitas, antara kekarasan dengan konduktivitas listrik dan antara elastisitas bahan dengan konduktivitas listrik. Secara simultan kekerasan bahan dan elastisitas mempengaruhi konduktivitas listrik di mana 94.90% konduktivitas listrik dalam penelitian ini dipengaruhi oleh kekarasan dan elastisitas bahan.
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN PADA AREA PARKIR RSUD dr. MOHAMAD SALEH KOTA PROBOLINGGO Nainggolan, Togi H; Sebayang, Nusa; Nuncio G. De Jesus Henrique; I Nyoman Sudiasa
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4593

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)dr. Mohamad Saleh kota Probolinggo merupakan rumah sakit yang menjadi pilihan bagi warga kota probolinggo untuk tempat berobat, dengan ramainya pengunjung dibutuhkan penyedian fasilitas yang parkir yang memadai agar dapat menampung kendaraan bagi pengunjung dan karyawan rumah sakit. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas ruang parkir di RSUD dr.Moh. Saleh Probolinggo. Metode studi yang digunakan dalam pengumpulan data dengan Studi Cordon Count, dengan cara mencatat plat nomor dan waktu kendaraan yang masuk dan keluar area parkir sebagai data primer. Turnover Parking maksimal untuk mobil sebanyak 17,06 kendaraan/ruang/14jam, Turnover Parking maksimal untuk sepeda motor sebanyak 6,79 kendaraan/ruang/14jam. Indeks parkir maksimum untuk mobil sebesar 178% pada pukul 13.30 s/d 13.45 WIB, untuk sepeda motor sebesar 165% pada pukul 10.10 s/d 10.30 WIB. Durasi parkir untuk mobil tertinggi terjadi selama 15 s/d 30 menit dengan jumlah kendaraan sebanyak 54. Durasi parkir untuk sepeda motor tertinggi terjadi selama 0 s/d 15 menit sebanyak 255 kendaraan. Nilai headway rata-rata tertinggi untuk mobil selama 2,28 menit. Nilai headway rata-rata tertinggi untuk sepeda motor selama 0,48 menit. Kebutuhan Ruang Parkir (KRP) kendaraan roda empat sebesar 800 m2. Sedangkan luas area parkir untuk mobil sebesar 450 m2 artinya masih belum cukup untuk menampung kendaraan yang parkir. Sedangkan untuk kendaraan motor sebesar 1112 m2 masih tidak dapat menampung kendaraan yang parkir. Sedangkan luas area parkirnya hanya 675 m2.
Utilization of Biopori as a Composting Media and Management of Rainwater Flooding in the As Sakinah Mosque Area, Mulyorejo Village, Sukun District, Malang City Artiyani, Anis; Ashari, Mochammad Ibrahim; Sudiasa, I Nyoman; Roostrianawaty, Nenny; Rhofita, Erry Ika; Wadu, Evelyn Darmawulan Djami; Yoseph, Cindy Sandrina; Wijaya, Ida Bagus Prama; Gabriel, Marchello; Sa’diyah, Maia Hana
Indonesian Journal of Advanced Social Works Vol. 2 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/darma.v2i6.7887

Abstract

Biopori is a simple technology that can do a lot. This can be used as water absorption, reducing waterlogging, as a composting container, and of course fertilizing the soil. This program is run through a learning by doing system that uses material modules as teaching media. Based on the existing conditions, the counseling technique was carried out by gathering several local residents and providing direct practical explanations on how to install biopores and explaining the advantages of biopores as a means of storing water absorption as well as a composting medium for organic waste. The aim of this service is to master the technique of making biopores and prove the benefits of biopores in being able to overcome puddles while storing water reserves in the soil and can also be used as a composter for organic waste which can later be used as compost. So that the inconvenience of passing residents, especially those going to the mosque for worship, because there is standing water in the paving area of the mosque and reducing the volume of residents' waste, especially organic waste, can be resolved.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK IDENTIFIKASI BATUAN KAPUR Noraini, Alifah; Jasmani, Jasmani; Sudiasa, I Nyoman
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i1.26936

Abstract

Selain dikenal sebagai Negara Maritim, Indonesia merupakan negara  kaya  tambang  mineral  dan  logam,  salah satunya batuan kapur (limestone). Namun, potensi  tersebut  belum  dimanfaatkan  secara  maksimal  oleh masyarakat  sekitar  pegunungan  kapur, salah satunya di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Untuk mengidentifikasi potensi batu kapur dapat mengaplikasikan ilmu penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kelebihan metode penginderaan jauh adalah efisiensi waktu dan biaya yang digunakan. Dalam kegiatan ini dilakukan metode skoring menggunakan parameter tutupan lahan, indeks vegetasi, suhu permukaan tanah, dan unsur geologi. Data yang digunakan berupa data citra satelit Landsat 9 yang terdiri dari 11 saluran kanal dengan karakteristik, Peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Lamongan skala 1:25.000 dan Peta Geologi skala 1:25.000. Hasil proses perhitungan NDVI dalam studi area, diperoleh nilai indeks vegetasi dengan rentang nilai antara -0,189 hingga 0,568. Nilai indeks vegetasi Kecamatan Babat didominasi oleh kelas sedang dengan rentang 0,15 hingga 0,25. Hasil klasifikasi tutupan lahan menghasilkan 5 (lima) kelas, yaitu kelas daerah bukan pertanian, daerah pertanian, lahan terbuka, permukiman, dan perairan. Kecamatan Babat didominasi oleh kelas tutupan lahan daerah bukan pertanian dengan persentase 53,29%. Hasil skoring dari keempat parameter menunjukkan bahwa Kecamatan Babat didominasi oleh kelas batuan kapur dengan potensi sedang dengan persentase 47,88% dari seluruh luas wilayah. Kata Kunci: Batuan kapur, Landsat 9, Penginderaan jauh, SIG DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.26936