Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENINGKATAN KINERJA PERAWAT MELALUI PELATIHAN SUPERVISI DI RUANG RAWAT INAP RSU FULL BETHESDA Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Bevy Gulo, Adventy Riang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembina dan peningkatan kemampuan pihak yang disupervisi agar dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efesien dan efektif. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tenang supervisi masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi baik supervisi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung pada perawat didapatkan hasil 60%, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan supervisi. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi supervisi pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Full Bethesda. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 85 % perawat paham terkait penjelasan materi tentang supervisi dan 95% perawat dapat mempraktekkan supervisi. Saran bagi manajemen RSU Full Bethesda agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan supervisi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Peningkatan Kinerja Perawat Melalui Pelatihan Ronde Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam Hasibuan, Eva Kartika; Bevy Gulo, Adventy Riang; Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan yang tujuannya untuk mengatasi masalah keperawatan pasien yang dilaksanakan oleh perawat dan melibatkan pasien untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. Pelaksanaan ronde keperawatan dapat mengurangi kesalahan pada perawatan dan meningkatkan hasil kinerja yang lebih baik dalam pemberian asuhan keperawatan. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tentang ronde keperawatan masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi didapatkan hasil 50 persen, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan ronde keperawatan. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi ronde keperawatan pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 90 persen perawat paham terkait penjelasan materi tentang supervisi dan 90 persen perawat dapat mempraktekkan ronde keperawatan. Saran bagi manajemen RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan ronde keperawatan.
Peningkatan Pemahaman Perawat Dalam Mengoptimalkan Kesehatan Dan Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit (K3RS) Bevy Gulo, Adventy Riang; Hasibuan, Eva Kartika; Saragih, Masri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat merupakan produktivitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai wewenang dan tanggung jawab yang dapat diukur secara kualitas dan kuantitas. Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting diterapkan khususnya pada perusahaan yang berhubungan langsung dengan bidang produksi agar karyawannya merasa aman, nyaman, sehat dan selamat dalam melakukan pekerjaan mereka, sehingga produktivitas kerja dapat tercapai secara optimal. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tenang K3RS masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi pada perawat didapatkan hasil 60%, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan K3RS. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi K3RS pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 85 % perawat paham terkait penjelasan materi tentang K3RS dan 95% perawat dapat mempraktekkan K3RS. Saran bagi manajemen RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan K3RS.
Optimalisasi Pemahaman Masyarakat tentang Hipertensi Melalui Edukasi Sebagai Bentuk Antisipasi Komplikasi Lanjut Pada Masyarakat Hasibuan, Eva Kartika; Edriyani Yonlafado Br. Simanjuntak; Sinarsi Meliala
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang banyak ditemukan pada masyarakat adalah masih rendahnya pemahaman tentang kesehatan salah satunya yang terkait dengan keluhan yang dialami atau penyakit yang diderita diantaranya adalah tentang penyakit hipertensi. Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat diantaranya adalah tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan masyarakat tentang hipertensi masing kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi tentang hipertensi sebagai bentuk antisipasi komplikasi lanjut didapatkan hasil 60% melalui angket yang diberikan tim pengabdian, hal ini lah yang menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) terkait hipertensi. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan masyarakat meningkat sehingga dapat mengantisipasi komplikasi lanjut dari hipertensi. Pengabdian ini dilakukan di Desa Karang Anyar Kec. Beringin, Kab. Deli Serdang. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi menunjukkan 90 % masyarakat paham terkait penjelasan hipertensi dalam bentuk antisipasi komplikasi lanjut. Saran bagi desa Karang Anyar agar dapat mengevaluasi para kader untuk tetap continue memberikan sosialisasi terkait hipertensi dan tetap berkoordinasi dengan petugas kesehatan dalam penanganan hipertensi.
Optimalisasi Pemahaman Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 0-6 Bulan Melalui Pendidikan Kesehatan Tentang Susu Formula di Klinik Pratama Paberna Hasibuan, Eva Kartika; Rosetty Rita Sipayung; Christina Roos Etty
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya pengetahuan tentang susu masih belum diketahui oleh masyarakat Indonesia khususnya di daerah pelosok dan di wilayah pesisir pantai. Susu merupakan produk yang dihasilkan asal ternak yang memiliki fungsi sebagai sumber energi untuk metabolisme tubuh karena memiliki gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu susu juga mempunyai zat antibodi yaitu Imunoglobulin yang baik untuk daya tahan tubuh anak yang sedang tumbuh. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan masyarakat tentang hipertensi masing kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang susu formula yang memiliki bayi usia 0-6 bulan didapatkan hasil 60% melalui angket yang diberikan tim pengabdian, hal ini lah yang menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan pendidikan kesehatan (penyampaian materi) terkait susu formula. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan meningkat terkait susu formula. Pengabdian ini dilakukan di Klinik Paberna Tani Asli Keacamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan (penyampaian materi) serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan pendidikan kesehatan menunjukkan 90 % ibu-ibu paham terkait penjelasan susu formula. Saran bagi Ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, meskipun tidak diberikan ASI harus diberikan susu formula dan menjaga kebersihan dan steril dari botol susu yang diberikan kepada bayi.
Pelatihan Manajemen Bangsal Pada Perawat Di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam Saragih, Masri; Eva Kartika Hasibuan; Adventy Riang Bevy Gulo
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Perawatan merupakan inti dari suatu tempat dimana pasien dirawat dengan seluruh upaya pengobatan yang diberikan Rumah Sakit. Sistem pengelolaan bangsal keperawatan di suatu rumah sakit akan berdampak terhadap kualitas pelayanan dan kinerja yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari Program Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan implementasi perawat dalam pengelolaan manajemen bangsal secara professional. Analisis situasi dilakukan dengan metode wawancara dan observasi untuk mengetahui pemasalahan yang dihadapi perawat. Dalam mengembangkan solusi alternative sebagai pemecahan masalah maka perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan implementasi manajemen bangsal dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan simulasi. Setelah diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang implementasi manajeman bangsal melalui ceramah, diskusi dan simulasi, selanjutnya semua peserta mengikuti postest. Nilai pretest paling rendah 56 dan yang paling tinggi 72 sementara Nilai postest paling rendah 75 dan yang paling tinggi 93. Dari hasil pretest dan postest terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang materi yang diajarkan.
Optimalisasi Peran Kepala Ruangan Melalui Edukasi Dalam Peningkatan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Advent Medan Hasibuan, Eva Kartika; Masri Saragih; Adventy Riang Bevy Gulo; Titus Bestari Telaumbanua; Susi Oktaviani Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu strategi untuk mengoptimalkan peran dan fungsi perawat dalam pelayanan keperawatan adalah pembenahan dalam manajemen keperawatan dengan harapan adanya faktor kelola yang optimal sehingga mampu menjadi wahana peningkatan keefektifan pembagian pelayanan keperawatan sekaligus lebih menjamin kepuasan pasien terhadap kinerja pelayanan keperawatan. Kepala ruangan harus mempunyai kemampuan manajemen agar dapat mencapai keberhasilan dalam mengelola pelayanan keperawatan dan asuhan keperawatan yang diberikan perawat pelaksana secara terintegrasi. Perawat merupakan salah satu kelompok sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit yang memiliki jumlah paling banyak yaitu mencapai 60%-70%. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa kinerja perawat kategori cukup, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi terkait kinerja perawat didapatkan hasil 60% melalui angket yang diberikan tim pengabdian, hal ini lah yang menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan edukasi (penyampaian materi) terkait peran kepala ruangan dalam peningkatan kinerja perawat. Tujuan pengabdian ini yaitu melalui edukasi peran kepala ruangan terdapat peningkatan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode edukasi (penyampaian materi) serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan edukasi menunjukkan 90% terjadi peningkatan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Hal ini terbukti dari asuhan keperawatan dan kelengkapan dokumentasi keperawatan yang telah dilaksanakan. Kinerja perawat mengalami peningkatan melalui edukasi terkait peran kepala ruangan dalam pemberian asuhan keperawatan.
GERAKAN PERUT HAPPY CEGAH GASTRITIS PADA SISWA DI SD NEGERI 066652 MEDAN Damanik, Rani Kawati; Eva Kartika Hasibuan; Rosetty Sipayung; Goklas Royani Sitanggang; Meidar Wati Buulolo
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6148

Abstract

Gastritis adalah suatu penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan pada lambung yang disebabkan oleh pola makan serta gaya hidup yang tidak sehat dan tidak teratur. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah pelaksanaan gerakan perut happy cegah gastritis pada siswa SD Negeri 066652 Medan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan langsung siswa-siswi SD Negeri 066652 Medan sebagai mitra dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tahapan, yaitu: (a) tahap persiapan, (b) tahap pelaksanaan, dan (c) tahap evaluasi. Hasil: yang diperoleh bahwa anak mengalami peningkatan pengetahuan dalam pencegahan gastritis. Kesimpulan diperoleh bahwa anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan siswa-siswi dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam pencegahan gastritis melalui menjaga kebersihan diri sehingga terhindar dari kuman penyakit, pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Sehingga disarankan pada orangtua untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak serta kebiasaan mencuci tangan sebelum makan
STOP STIGMA DAN DISKRIMINASI ODHA DI KOTA MEDAN Simanjuntak, Galvani Volta; Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Pardede, Jek Amidos
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) merupakan salah satu hambatan utama dalam pengendalian dan pengobatan HIV/AIDS. Adanya stigma dan diskriminasi membuat ODHA enggan melakukan pengobatan dan kelompok beresiko tinggi enggan untuk melakukan pemeriksaan dini. Ketakutan yang irasional akan penularan HIV dan persepsi masyarakat bahwa orang yang terinfeksi HIV memiliki perilaku yang tidak baik adalah alasan utama masyarakat menstigma dan mendiskriminasi ODHA. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan kegiatan: 1) Pemberian informasi yang benar tentang HIV/AIDS, dan 2) Testimoni ODHA. Tujuan dan target dari kegiatan ini adalah: 1) Masyarakat memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV, 2) Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA berkurang atau hilang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah metode penyuluhan dan interaktif. Hasil dari kegiatan ini, masyarakat tidak takut saat berinteraksi dengan ODHA seperti ngobrol dan bersalaman. Masyarakat juga berkomitmen untuk tidak lagi menstigma dan mendiskriminasikan ODHA.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA DINI DALAM PERAWATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT Amila, Amila; Hasibuan, Eva Kartika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek kesehatan Anak Usia Dini yang perlu diperhatikan salah satunya adalah kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan menggosok gigi adalah kebiasaan sehat yang perlu dilakukan anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Terlebih lagi ketika usia anak semakin bertambah dan anak mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan, diantaranya makanan yang manis seperti jus buah, permen dan coklat. Makanan manis seperti itu dapat merusak kesehatan gigi anak dan bisa menimbulkan masalah gigi berlubang, gigi berwarna hitam keropos dan bau mulut tidak sedap. Permasalahan pada anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Sumatera Utara berdasarkan hasil observasi pada 10 orang anak menunjukkan bahwa anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 mempunyai karies gigi, sehingga sangat perlu dilakukannya tindakan preventif, yaitu penyuluhan dan praktek menggosok gigi. Tujuan kegiatan ini adalah membiasakan anak-anak untuk menyikat gigi dari sedini mungkin dan memberikan pengetahuan tentang cara sikat gigi yang baik dan benar. Pelaksanaan program praktek merawat gigi pada anak meliputi tahapan proses ceramah, tanya jawab, dan praktek. Keberhasilan kegiatan ini dilihat dari diikutinya program praktek merawat gigi pada anak ini oleh seluruh anak TK dan PAUD.