Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ultrasonografi Obstetri Dalam Prespektif Medis, Kaidah Bioetika Dan Islam Mappaware, Nasrudin A; Syahril, Erlin; Latief, Shofiyah; Irsandi, Feby; Mursyid, Muhammad; Utami, Dian Fahmi; Ananda, Fadli
Wal'afiat Hospital Journal Vol 1 No 1 (2020): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.126 KB) | DOI: 10.33096/whj.v1i1.2

Abstract

Latar belakang: USG (ultrasonografi) sangat populer digunakan untuk memantau kondisi janin, perkembangan kehamilan, persiapan persalinan, dan masalah-masalah lain. Ultrasonografi adalah alat pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound (gelombang suara) yang dipancarkan oleh transduser. Objektif: Perempuan umur 39 tahun G4P3A0 gravid 22 minggu 2 hari datang untuk kontrol kehamilan. Keluhan saat ini tidak ada. Dan dilakukan pemeriksaan USG oleh dokter spesialis laki-laki. Metode: Laporan kasus. Results: Secara medis pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan yang tepat dalam menunjang diagnosis kehamilan dengan berbagai keuntungannya secara efektif dan efisien. Berdasarkan kaidah bioetika, semua prinsip kaidah dasar bioetika telah dilaksanakan sesuai prinsip autonomy, beneficence, non-maleficence dan justice. Berdasarkan “four boxes” prinsip medical indication, patient prefferences, quality of life dan contextual features dijalankan sebagaimana mestinya. Dan berdasarkan kaidah islam, dokter yang dikenal dengan kebaikannya serta dengan takwa kepada Allah SWT telah menjalankan tugasnya sesuai syarat dan ketentuan dalam islam. Kesimpulan: Perspektif medis, bioetika dan islam adalah metode untuk menyelesaikan berbagai dilema etik.
Faktor Risiko Penderita Kanker Ovarium di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar St.Fatimah, St.Fatimah; Latief, Shofiyah; Syahruddin, Febie Irsandy; Nulanda, Mona; Mokhtar, Shulhana
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 1 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i1.101

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data International Agency of Research on Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020, tumor ganas atau kanker ovarium memiliki jumlah kasus baru sejumlah 313.959 orang kasus di dunia dengan angka mortalitas sejumlah 207.252 orang. Di Indonesia kasus keganasan ovarium menempati urutan ke 10 sebagai kanker paling umum terjadi dengan kasus baru sebesar 14.979 orang dengan angka mortalitas sebesar 9.581 orang. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kejadian kanker ovarium di antaranya yakni: usia, usia menarche, paritas, riwayat keluarga, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan riwayat kontrasepsi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko penderita kanker ovarium di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif study dengan menggunakan desain cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Hasil Penelitian: Didapatkan distribusi usia terbanyak adalah kelompok usia lebih dari 40 tahun sebanyak 44 pasien (62%), distribusi usia menarche terbanyak adalah lebih dari 12 tahun sebanyak 45 pasien (63,4%), distribusi jumlah paritas terbanyak adalah dengan kriteria ≤2 sebanyak 51 orang (71,8%), distribusi riwayat keluarga terbanyak adalah tidak memiliki riwayat keluarga sebanyak 67 pasien (94,4%), distribusi indeks massa tubuh (IMT) terbanyak adalah kategori normal sebanyak 32 pasien (45,1%), dan distribusi riwayat kontrasepsi terbanyak adalah tidak memiliki riwayat menggunakan kontrasepsi sebanyak 57 pasien (80,3%). Kesimpulan: Faktor risiko kanker ovarium terbanyak ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun, usia menarche lebih dari 12 tahun, jumlah paritas ≤2, tidak memiliki riwayat keluarga, indeks massa tubuh (IMT) dalam kategori normal, dan tidak memiliki riwayat kontrasepsi.
Laporan Kasus: Analisis Kasus Hipoalbuminemia Pada Congestive Heart Failure (CHF) Dalam Perspektif Medis, Bioetik Dan Islam Palo, Nurul Aisyah; Rachmat, Rizqah Aulyna; Mappaware, Nasrudin Andi; Royani, Ida; Mokhtar, Shulhana; Makmun, Armanto; Syamsu, Rachmat Faisal; Latief, Shofiyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13827

Abstract

Albumin merupakan protein utama yang memiliki beberapa peran fisiologis. Hipoalbuminemia adalah kadar albumin darah yang kurang dari normal yaitu kurang dari 3,5 g/dl. Dalam kaidah dasar bioetik diketahui terdapat 4 aspek, yaitu: Beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice. Dalam perspektif islam yaitu surah Al- Rum ayat 41, surah Al-Isra ayat 82, H.R Bukhari dan H.R Muslim. Laporan kasus ini adalah perempuan 48 tahun, datang ke Poli Interna RSUD Tenriawaru Bone dengan keluhan keluhan bengkak diseluruh badan sejak > 6 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran composmentis, tanda tanda vital didapatkan tekanan darah 184/84 mmHg dan suhu 37,5oC. Status generalis konjungtiva anemis (+/+),  bibir pucat (+), bunyi napas tambahan rhonki -/+, pada abdomen tampak cembung, timpani (+), pada ekstremitas edema (+) ekstremitas atas dan bawah (tangan dan kaki). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kolesterol total 364mg/dL, glukosa sewaktu 364 mg/dL, albumin 2.2g/dL, natrium 133 mmol/l, kalsium 108 mmol/l dan pH urin 5.0. Untuk itu pasien di diagnosis hipoalbuminemia. Untuk tatalaksana pada pasien, dilakukan tindakan cairan dan farmakologi. Dalam perspektif kaidah dasar bioetik autonomy  dan beneficence. Kesimpulan dari kasus ini bahwa seorang perempuan dengan hipoalbuminemia, dilakukan tindakan sesuai indikasi medis, memenuhi kaidah dasar bioetik dan etika klinik
Limfadenopati Pada Ibu Hamil: Laporan Kasus Budiman, Nabila Fajrin; Latief, Shofiyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15796

Abstract

Limfadenopati yang terjadi pada ibu hamil sering kali merupakan salah satu tanda pertama dari infeksi toksoplasmosis, sehingga penting untuk segera melakukan diagnosis dan penanganan yang tepat. Deteksi dini limfadenopati pada ibu hamil menjadi sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan tambahan, seperti serologi dan ultrasonografi (USG), diperlukan untuk mengetahui penyebab limfadenopati dan memantau perkembangan janin. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui bahwa. Seorang wanita hamil 23 minggu berusia 33 tahun dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak, dengan keluhan nyeri pada ketiak kanan sejak 10 minggu yang lalu disertai benjolan. Pasien memiliki riwayat penyakit sebelumnya kanker payudara jinak bilateral dan riwayat keluarga kanker payudara pada nenek dari pihak ibu pada usia 40 tahun. Pemeriksaan klinis payudara kiri dan aksila normal. Payudara kanan menunjukkan area jaringan menebal tak tentu pada posisi jam dua dengan terkait limfadenopati aksila kanan tak tentu. Tidak ada limfadenopati lain yang teraba. USG payudaranya menunjukkan stroma payudara echogenic konsisten dengan kehamilan tetapi tidak ada kelainan fokal. Ultrasonografi aksila kanan mengungkapkan setidaknya dua kelenjar getah bening yang tampak abnormal dengan hila yang menebal hingga 5,8 mm (dinilai tidak pasti hingga mencurigakan keganasan U3/4. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa Limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening merupakan salah satu gejala yang dapat terjadi pada ibu hamil yang terinfeksi toksoplasmosis. USG memungkinkan visualisasi struktur dan ukuran kelenjar getah bening yang membesar, membantu mengonfirmasi keberadaan limfadenopati dan membedakannya dari kondisi lain yang mungkin menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.