Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KOMUNIKASI PERSUASIF GURU DALAM MEMBANGUN GERAKAN LITERASI SUDUT BACA ANAK SISWA MIS NURUL HIDAYAH MEDAN Luthfi, Muhammad; Nasution, Asrindah; Lubis, Muya Syaroh Iwanda
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8297

Abstract

Salah satu dari enam keterampilan dasar yang harus kita kuasai adalah membaca dan menulis. Membaca dan menulis adalah keterampilan literasi paling awal yang diketahui dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya ditugaskan untuk literasi fungsional dan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan membaca dan menulis memungkinkan orang untuk menjalani kualitas hidup yang lebih baik. Apalagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Membaca adalah kunci untuk menguasai semua pengetahuan, termasuk informasi dan instruksi sehari-hari yang berdampak besar pada kehidupan. Pemahaman bacaan yang baik tidak hanya membaca dengan lancar, tetapi juga memahami isi teks yang Anda baca. Teks lisan tidak hanya terdiri dari kata-kata, tetapi juga simbol, angka, atau grafik. Komunikasi Persuasif dibutuhkan dalam menjalankan Gerakan yang tujuan untuk mengajak anak agar gemar membaca. Maka dari itu, peran penting komunikasi persuasif dibutuhkan dalam hal ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana komunikasi persuasif dalam membangun gerakan literasi sudut baca anak pesisir. Metode Penelitian menggunakan metode penelitian kualitaif, terdapat model Community Based Research (CBR) dalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi persuasif guru memiliki peran penting dalam keberhasilan Gerakan Literasi Sudut Baca dan berkontribusi positif terhadap peningkatan budaya literasi siswa di lingkungan sekolah. 
Peran Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Dalam Mengatasi Bencana Longsor Di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Situmorang, Winda Monalisas; Batoebara, Maria Ulfa; Lubis, Muya Syaroh Iwanda
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.8306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Mengatasi Bencana Longsor di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berlokasi di Jl, Jln.Letjend Djamin Ginting No.62, Kec. Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara 2221 tepatnya di Kantor BPBD Kabupaten Karo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis komponen analisis data model Miles dan Huberman.Hasil penelitian ini adalah Agar proses penanggulangan bencana longsor dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa tugas, yaitu melakukan standarisasi dan kebutuhan dalam penyelenggaraan mitigasi bencana tanah longsor, kemudian Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mitigasi bencana tanah longsor di Kecamatan Berastagi perlu adanya kewajiban yang perlu dipenuhi melalui beberapa indikator yaitu, merumuskan dan menjalankan program dan monitoring atau pengawasan, serta Komunikasi yang jelas dan tepat waktu antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat dapat membantu dalam penyebaran informasi mengenai risiko, peringatan dini, dan langkah-langkah mitigasi yang harus diambil.
Digital Da'wah through YouTube Podcasts: Shaping Social Awareness among Adolescents in Deli Serdang, North Sumatera Batoebara, Maria Ulfa; Lubis, Muya Syaroh Iwanda; Dimas Dwi Nugroho
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 9 No. 1 (2026): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v9i1.10059

Abstract

Podcasts have emerged as a flexible audio-visual medium that surpasses conventional radio through their play-on-demand feature, allowing audiences—particularly the Millennial and Gen Z cohorts—to consume content according to their own preferences and pace. Among adolescent communities such as those in Paya Geli Village, this flexibility is especially significant, as teenagers are known for their short attention spans and constant pursuit of novel forms of entertainment and information. Despite the proliferation of studies on social media's influence on adolescent behavior, limited scholarly attention has been paid to how personal narrative-based YouTube podcasts—such as the Gritte Agatha Podcast, which addresses themes of resilience, family relationships, and everyday social struggles—function as a medium for cultivating adolescent self-awareness. This gap is particularly notable given the podcast's popularity and its potential pedagogical value in shaping character and social consciousness among youth, an area that remains underexplored in Indonesian communication studies. This study addresses that gap by examining the role of the Gritte Agatha YouTube podcast in enhancing adolescent awareness in Paya Geli Village, investigating both the extent to which the podcast contributes to increasing adolescent awareness and the level of adolescent interest in and engagement with its content. Employing a qualitative descriptive method, this research aims to provide an in-depth account of these phenomena, identifying patterns and developments that allow for meaningful comparison and evaluation. The findings reveal that the Gritte Agatha podcast exerts a substantial influence on adolescent audiences, offering insights and vicarious experiences that viewers actively internalize and apply in their daily lives. These results underscore the novelty of positioning digital podcasting as an informal yet impactful medium of adolescent moral and social education—an area meriting further empirical attention in dakwah and communication research.