Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI PENGERING DAN PEMANGGANG BERBASIS HYBRID DALAM MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI OLAHAN KELOR DAN JAHE MERAH PADA KELOMPOK USAHA KUSIBUK DI DESA KAMPUNG DURIAN ACEH TAMIANG Al Fajar, Beni; Nadya, Yusri; Arif Adlie, Taufan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3589-3594

Abstract

Industri rumah tangga banyak dijalankan oleh masyarakat khususnya kelompok ibu –ibu karena dapat dilakukan dengan modal relatif kecil. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah industri rumah tangga dengan nama kelompok KUSIBUK (Kelompok Usaha Kreasi Ibu-Ibu Kreatif) yang berdomisili di Desa Kampung Durian, Kecamatan Rantau, kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Mitra khusus mengolah produk berbahan dasar daun Kelor (Moringa oleifera) dan Jahe Merah (Zingiber Officinale). Bentuk kendala yang dihadapi mitra saat ini adalah penggunaan teknik pengeringan dan alat pemanggangan yang masih bersifat konvensional Serangkaian kendala tersebut tentunya berdampak buruk pada jumlah produksi. Oleh karena itu program pengabdian kepada  Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk mengganti dengan alat pengering hybrid dan oven pemanggang hybrid guna meningkatkan hasil produksi. Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan persiapan dan praktik lapangan. Berdasarkan hasil sosialisasi dan diskusi yang telah dilakukan dengan mitra, menunjukkan bahwa kelompok tertarik mengenai teknologi pengeringan daun kelor dan pemanggang dengan system hybrid. Dalam kegiatan pelatihan, mitra dilibatkan langsung secara penuh agar setelah pendampingan mitra dapat menggunakan alat secara mandiri. dengan adanya program PKM pada mitra di harapkan dapat membantu mempercepat proses pengolahan dan produksi sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.   
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK DALAM PEMBUATAN PRODUK PENGENDALIAN LALAT RUMAH DENGAN TEKNIK ISOLASI (Z)-9-TRICOSENE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA MEURANDEH Putri, Kartika Aprilia; Al Fajar, Beni; Hasby, Hasby
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i2.308-316

Abstract

Today many farms have to be closed due to a large amount of air pollution (odor) and house fly attacks (Musca domestica), which fly in residential areas. There have been many attempts by the breeder to overcome the house fly attack, one of which is by giving insecticides. However, the use of pesticides that are not following the principle of integrated pest control. The purpose of this activity is to provide training the manufacture of home fly control products with isolation techniques (z)-9-tricosene as an effort to improve the economy of the society's economy in  meurandeh village. The method used in this activity is the method of approach directly, lectures, and practices. The way of procedure is carried out by listing the problems faced by society, especially a group of cattle Suka jadi and a group of cattle Mekar Jaya about the pest problem house flies and the marketing of products resulting from training activities. The lecture method carries out by providing information to the public about the advantages and benefits of trapping products and house fly traps as controlling population fluctuations of the pest house flies. The practical method carries out by providing extraction technique training (Z)-9-tricosene, which acts as a pheromone compound attracting male house flies.
Transformasi Limbah Kulit Nanas menjadi Tepache: Pelatihan Produksi Minuman Probiotik untuk Kesehatan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Gustia Wibowo, Sara; Ilman Navia, Zidni; Bejo Suwardi, Adi; Fitriani, Fitriani; Lestari, Ratna; Al Fajar, Beni; Rahmawati, Rahmawati; Faizah, Siti; Mubarak, Albian; Safrida Sari, Mulia
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i1.4848

Abstract

Public awareness of healthy lifestyles and the benefits of natural products, including fermented beverages, has been increasing. However, fermented beverages remain relatively unfamiliar to the community, while the utilization of natural waste materials for functional products has become a major concern. One potential waste material in Telaga Meuku II Village is pineapple peel, which can be processed into a diversified functional food product known as tepache, a probiotic-rich fermented beverage with health benefits. This Community Service Program (PKM) was conducted in partnership with PKK team and residents of Telaga Meuku II Village. The partners faced several challenges, including limited education regarding the benefits of fermented beverages, inadequate skills in the fermentation process, and insufficient understanding of tepache production, packaging, and marketing.This PKM aimed to address these challenges through a series of activities carried out over four months using a participatory approach. The program stages included preparation and coordination with partners, socialization and education on probiotic beverages, hands-on training in tepache production, operational assistance, packaging guidance, as well as program monitoring and evaluation. Evaluation results based on survey analysis indicated a very good level of partner/participant satisfaction, with an average score of 3.69. In addition to increasing community awareness of the benefits of probiotic beverages, this program also created business opportunities that have the potential to improve the local community’s economy.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER (HANZER) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN HALBAN (Vitex pinnata linn) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI DESA KOTALINTANG KABUPATEN ACEH TAMIANG Fajri, Rahmatul; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Al Fajar, Beni; Jofrishal, Jofrishal
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.152-158

Abstract

Desa Kota Lintang merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Kota Kuala Simpang kabupaten Aceh Tamiang dengan jumlah penduduk mencapai 7054 jiwa. Desa Kota Lintang adalah salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara, sehingga menjadi jalur utama keluar masuknya perdagangan. Oleh karena itu Desa Kota Lintang berpotensi menjadi jalur utama penyebaran virus Covid-19 di Aceh. Kemunculan penyakit virus corona atau Covid-19 selama enam bulan belakangan ini membuat masyarakat panik, dan menyebabkan sebagian besar masyarakat memborong cairan antiseptik yang dianggap dapat membunuh kuman ataupun virus. Hal tersebut menjadikan cairan antiseptik menjadi langka di pasaran. Salah satu bentuk cairan antiseptik yang beredar di pasaran adalah hand sanitizer. Kelangkaannya di pasaran memicu tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudra melakukan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbasis bahan alami untuk menghambat dan mencegah infeksi virus corona bagi warga desa Kota Lintang kabupaten Aceh Tamiang. Bahan alami yang digunakan adalah ekstrak daun halban (Vitex pinnata Linn) dan lidah buaya (Aloe vera) yang terdapat di sekitar desa sebagai antimikroba dan pelembut dalam hand sanitizer. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan hasil kegiatan untuk keberlanjutan program PKM di desa tersebut. Hasil kegiatan PKM ini adalah mitra sasaran memiliki keterampilan dalam membuat hand sanitizer sendiri. Melalui kegiatan edukasi ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan tangan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara membuat hand sanitizer dengan bahan-bahan alami.   Â