Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROSCOPY (AAS) Yula, Hesty Rodlotu; Bahri, Syaiful; Ambarwati, Yuli; Idris, Iswadi; Andhulangi, Ganjar
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 01 April (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v6i1.2021.p83-91

Abstract

Tingkat bahaya dari logam berat merkuri (Hg) yang ter-bioakumulasi pada cumi-cumi (Loligo sp.) tidak hanya memberikan implikasi bagi lingkungan, namun juga terhadap kesehatan manusia.  Hal inilah yang menjadi dasar penelitian dikarenakan cumi-cumi memiliki kemampuan mengabsorpsi logam melalui jaringan otot dan didukung dengan tingginya produksi cumi-cumi di Indonesia yang mencapai 216 ribu ton per tahun 2018 berdasarkan data KKP RI yang sejalan dengan tingkat konsumsi.  Selain itu, relevansi kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dengan penandatanganan Konvensi Minamata tentang bahaya merkuri yang telah ditetapkan sebagai permasalahan global, peraturan BPOM No.5/2018, dan SNI 7387-2009 tentang batasan maksimum cemaran logam berat dalam pangan olahan menjadi acuan pendukung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar logam berat merkuri (Hg) yang terakumulasi dalam daging cumi-cumi.  Kadar logam berat Hg pada cumi-cumi dianalisis menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) melalui sampel jaringan otot daging.  Secara keseluruhan, data analisis menunjukkan bahwa kandungan logam berat merkuri (Hg) pada daging cumi-cumi adalah 0,038 μg/g (uji#1) dan 0,035 μg/g (uji#2) dimana lebih rendah dari standar baku mutu PerBPOM dan SNI 7387-2009 tersebut yaitu 0,5 mg/kg dan 1,0 mg/kg, masing-masing.  Oleh karena itu, hasil tersebut mengindikasikan bahwa cumi-cumi tersebut aman untuk dikonsumsi.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i1.2021.p83-91 
Review : Fitoremidiasi Limbah Logam Berat dengan Tumbuhan Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L) Ambarwati, Yuli; Bahri, Syaiful
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 02 October (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v3i2.2018.p

Abstract

Fitoremediasi adalah teknologi pembersihan, penghilangan atau penguranganpolutan berbahaya, seperti logam berat, pestisida, dan senyawa organik beracundalam tanah atau air dengan menggunakan bantuan tanaman (hiperaccumulatorplant). Tanaman akar wangi atau vetiver merupakan tanaman dari famili Gramineae(rumput-rumputan) yang masih satu famili dengan serai wangi (citronella) dan seraidapur (lemon grass). Kelebihan tanaman ini adalah kemampuannya untukmenyerap bahan bahan racun berbahaya (B3) dan logam berat yang mungkinterbawa dalam sampah dan meresap ke dalam tanah. Disamping itu akar daritanaman ini memberikan bau aroma khas yang juga dapat dimanfaatkan untuk bahanbaku industri aromaterapi (Kastaman dkk, 2007). Vetiver pun memilikikemampuan untuk mengolah polutan dan pencemar air, misalnya limbah dari pabrik,lindi atau air dari pembuangan sampah, maupun air dari bisnis pencucian mobil yangbanyak mengandung zat-zat kimia. Penggunaan akar wangi sebagai fitoremidiasiterhadap logam cadmium (Cd) telah berhasil dilakukan oleh Patandungan dkk.,(2012). Data ini membuka peluang untuk fitoremidiasi logam berat yang lain seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn), Kromium (Cr) dan logam berat lain.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i2.2018.p139-147
Pengolahan Rumput Laut (Euchema sp) Menjadi Produk Pengharum Ruangan Aromaterapi di Desa Legundi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Ambarwati, Yuli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.154

Abstract

Desa Legundi merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Sebagian dari nelayan tersebut mendapat penghasilan dari budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidayakan adalah jenis Euchema sp baik varitas spilosom maupun katonii. Harga rumput laut yang fluktuatif membuat para nelayan sering kurang bergairah dalam membudidayakan rumput laut. Salah satu sebabnya karena selama ini para nelayan menjual produk mereka sebatas sebagai rumput laut saja. Mereka belum melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dari rumput laut itu sendiri. Untuk itu tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Kimia, dimana personilnya merupakan gabungan dari jurusan Matematika dan Teknik Elektro telah melaksanakan kegiatan pengabdian dengan tema “Pengolahan Rumput Laut (Euchema sp. Menjadi Produk Pengharum Ruangan Aromaterapi”. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pengharum ruangan aromaterapi yang berbahan dasar rumput laut. Dengan pelatihan ini diharapkan para nelayan dapat membuat produk aromaterapi dari bahan dasar rumput laut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan masyarakat sebanyak 60% dari semua komponen TIK yang diukur. Namun demikian, besarnya peningkatan persentase pengetahuan belum sebanding dengan kenyataan di lapangan yang menunjukkan masih sedikitnya masyarakat yang berpartisipasi dalam pengolahan rumput laut menjadi produk aromaterapi secara mandiri. Karena itu ke depannya masih diperlukan usaha yang terus menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi pengolahan rumput laut menjadi produk aromaterapi secara mandiri.
INOVASI SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK CAIR DI KOMPLEKS POLRI HAJIMENA Ambarwati, Yuli; Bahri, Syaiful; Waluyo, Sri; Mulyani, Yessi; Ayumi, Eksa; Syahwa Rahman, Putri
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3434

Abstract

The increasing volume of household waste in the Hajimena Police Complex, South Lampung, Indonesia, which exceeds local processing capacity, has led to waste accumulation at final disposal sites (TPA) and poses a serious environmental challenge. This situation necessitates sustainable management efforts to prevent negative impacts on public health. An environmentally friendly approach that transforms waste into economically valuable products offers a promising solution. This community service program aimed to process household organic waste into liquid fertilizer using a simple solid-liquid (SL) technique that can be easily applied by residents. Organic waste such as food scraps, vegetables, and fruits was collected from households and processed using the SL method. The program also included socialization and hands-on training to enable residents to independently produce liquid fertilizer. The activity successfully improved community awareness and skills in managing organic waste. A total of 30 participants joined the training, which combined theoretical and practical sessions. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ understanding, with average scores increasing from 56.8% (pre-test) to 85.5% (post-test). Participants demonstrated strong enthusiasm to apply the technique independently. In conclusion, this community service program effectively enhanced the community’s knowledge and awareness of sustainable organic waste management in the Hajimena Police Complex.
Experimental Synthesis and In Vivo Assessment of the Antidiabetic Activity of an Iron(III)-Glycine Complex Valencia, Pinkan; Ambarwati, Yuli; Nurhasanah, Nurhasanah; Widiarto, Sonny; Setiawan, Andi; Pandiangan, Kamisah Delilawati
Jurnal Kartika Kimia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v8i2.953

Abstract

Indonesia is one of the countries with a growing number of diabetes mellitus cases each year. This disease can cause damage to vital organs such as the liver, pancreas, kidneys, and heart. Type 1 diabetes is generally treated with insulin, while type 2 diabetes is commonly managed with oral medications. Recently, metal complexes have emerged as promising alternatives for antidiabetic therapy. Among these, iron(III) complexes are of interest, although research on Fe(III) complexes remains limited. This study aims to synthesize and evaluate the in vivo antidiabetic activity of an iron(III)-glycine complex. The synthesized complex appeared as an orange-brown solid with a yield of 95.02% and a sample mass of 0.267 g. UV-Vis spectrophotometric analysis showed absorption peaks at 210, 224, and 305 nm, indicating the presence of the Fe(III)-glycine complex. FTIR analysis revealed characteristic absorption bands corresponding to Fe–O at 523 cm⁻¹ and Fe–N at 823 cm⁻¹. In vivo tests were conducted on mice induced with alloxan. Body weight of the mice decreased after induction but stabilized after treatment during the third and fourth weeks. The highest reduction in blood glucose levels was observed at a dose of 200 μg/kg body weight, with a 68% decrease. These results suggest that the Fe(III)-glycine complex exhibits potential as an antidiabetic agent.