Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

SOCIAL MEDIA LITERACY FOR RURAL POPULATIONS AS AN INFORMATION SOURCE Tayo, Yanti; Nursanti, Siti
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2285

Abstract

Sindangmukti Village, located in Karawang Regency, is home to a sizable population, although their only occupations are farming, labouring, and being female employees. As a result, Singaperbangsa University Karawang's community service program, Literacy about Digital Marketing, aims to improve residents' skills, particularly those of moms, kids, and teens. The ability of a person or organization to comprehend, make use of, and apply digital technology in marketing endeavours is known as digital marketing literacy. This includes being aware of social media, data analysis, and digital marketing strategies. To effectively sell their goods or services in the current digital world, individuals or companies need to be literate in digital marketing. Developing suitable digital marketing strategies, consulting, and training are a few instances of initiatives aimed at raising digital marketing literacy. Gaining proficiency in digital marketing in Indonesia can be very advantageous for people or businesses. Increasing the likelihood of business success through the use of organized digital marketing based on verified knowledge is one of the activities' pressing needs.
Self-disclosure pada Game Online Mobile Legends dalam Komunikasi Interpersonal untuk Mendapat Pasangan Virtual Penggunanya Azizah, Aulia Nur; Nursanti, Siti; Nurkinan, Nurkinan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10464685

Abstract

Semakin majunya teknologi maka akan semakin banyak pula pengguna smartphone, dari kalangan muda hingga lansia. Banyak orang menggunakan berbagai aplikasi atau program yang tersedia di ponselnya untuk menyalurkan hobinya, salah satunya adalah aplikasi Mobile Legends. Remaja dan orang dewasa mencari kesenangan melalui Mobile Legends yang merupakan aplikasi game mobile berbasis online . Selain itu, game online ini dimanfaatkan oleh para penggunanya untuk bertemu dengan kenalan baru atau relasi, bahkan hingga pasangan, dimana mereka harus bisa menjelaskan diri mereka sendiri agar dapat meyakinkan lawan jenis, yang dikenal dengan proses self-disclosure. Pengenalan diri pada aplikasi Mobile Legends akan menunjukkan pertumbuhan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya. Alhasil, keterbukaan diri melalui aplikasi Mobile Legends menjadi hal yang penting untuk saling mengenal. Menurut Jourard, self-disclosure yang memiliki tiga dimensi: keluasan, kedalaman, dan target. Ketiga dimensi tersebut akan dijadikan acuan dalam penelitian ini. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, menggunakan metode netnografi, yang mengadopsi metodologi penelitian etnografi untuk mengkaji budaya dan komunitas yang ada melalui komunikasi yang dimediasi komputer (CMC) melalui media baru. Temuan studi menunjukkan bahwa pengguna aplikasi game online Mobile Legends secara bertahap mengungkapkan diri mereka kepada orang lain, dengan luas dan dalamnya pengungkapan diri meningkat dengan kedekatan koneksi dan intensitas waktu bermain.
Efektivitas Pola Komunikasi Guru Dan Siswa Tunarungu Di Slb Negeri 1 Karawang Barat Sari, Nabila Novinka; Nursanti, Siti; Santoso, Made Panji Teguh
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11180247

Abstract

This research is motivated by deaf students, each of whom has different deficiencies and communication abilities in the teaching and learning process. Interpersonal communication patterns have an important role in the teaching and learning process to help teachers and deaf students to communicate during learning. Interpersonal communication patterns are applied so that the teaching and learning process can run effectively and learning objectives are achieved. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The aim of this research is to find out the obstacles and solutions to interpersonal communication patterns between teachers and deaf students in the teaching and learning process at SLB Negeri 1 West Krawang. The theory used in this research is the SOR (Stimulus, Organism, Response) theory by Hovland in 1953. The results of the research show that teachers' interpersonal communication patterns with deaf students in the teaching and learning process occur in one direction (linear), two directions (interactive), in many directions (transactional) with the help of learning methods, namely lecture, question and answer and media methods. The six informants agreed that the application of interpersonal communication methods and patterns can help the communication process during teaching and learning to be effective and in line with expectations. The obstacle is that deaf students have minimal knowledge of vocabulary and master different languages ​​for each child, and to overcome this is by using media methods such as pictures, videos, writing, and so on.
Eksplorasi Pengalaman Crossdressing di Komunitas Cosplayer Jakarta Anastasya Putri; Nursanti, Siti; Flori Mardiani Lubis
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 4 No. 1 (2024): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v4i1.1357

Abstract

Crossdresser, or known as cross-dresser, is an act where someone wears clothing, adopts appearances, and exhibits behavior aligned with a gender different from their own biological sex, usually influenced by specific cultural norms. This research aims to delve into and uncover the experiences of individuals involved in crossdressing practices within the cosplay community in Jakarta. Through a phenomenological approach, this study explores the motives, pleasurable experiences, and challenges in the lives of crossdressers within the cosplay group in Jakarta. In this research, the researcher employs a qualitative approach. The theories used in this study are phenomenology and social identity theory. The research findings indicate that crossdressers face quite complex dynamics in their journeys. Each crossdresser has different experiences. Comfort, entertainment, and a means of self-expression are the primary motives expressed by crossdressers. The cosplay group also plays a role in the development of the social identity of crossdressers, helping them better understand themselves and others.
REPRESENTASI GAYA HIDUP HEDONISME DALAM VIDEO KLIP LAGU ( ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM VIDEO KLIP LAGU ED SHEERAN DAN KHALID BERJUDUL “BEAUTIFUL PEOPLE” ) Agung Prasetia, Reza; Nursanti, Siti; Tayo, Yanti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i7.2022.2603-2607

Abstract

Hedonisme adalah  pandangan hidup yang beranggapan bahwa seseorang akan bahagia dengan mencari kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan sebisa mungkin menghindari perasaan yang menyakitkan. Hedonisme adalah ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah tujuan hidup dan tindakan manusia. Pandangan hidup ini hanya ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dan hanya didasarkan pada keuntungan materi. Hedonisme yang terdapat Video Klip Lagu Ed Sheeran dan Khalid berjudul “Beautiful People” adalah sebuah representasi gaya hidup yang menonjolkan sisi glamor dan kemewahan oleh budaya barat.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah semiotika dan Teori Semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data didapatkan dengan cara Observasi , sumber pustaka dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah secara interaktif dan terus menerus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui , menjelaskan dan mengeksplorasi representasi gaya hidup hedonisme yang terdapat di dalam video klip lagu tersebut. Penelitian ini berusaha mengungkap penggambaran dalam video klip lagu Ed Sheeran dan Khalid berjudul “Beautiful People”.
KONTRADIKSI LIRIK DAN MUSIK VIDEO "SUPER LADY" DARI GIRLBAND (G)I-DLE (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDER PEIRCE) Kartika, Kartika; Nursanti, Siti; Widya Budhiharti, Tri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1303-1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontradiksi antara lirik dan representasi visual dalam video musik Super Lady yang dibawakan oleh girlband (G)I-DLE. Meskipun lirik lagu tersebut mengangkat tema pemberdayaan perempuan dan kemandirian, visual dalam video musik tampaknya menampilkan simbol-simbol yang bertentangan dengan pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengidentifikasi tanda-tanda dalam video musik dan membandingkannya dengan makna yang terkandung dalam lirik. Data dikumpulkan melalui analisis lirik dan tayangan video musik yang kemudian dianalisis dengan mengkaji elemen-elemen seperti representamen, objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara lirik yang berfokus pada kekuatan mental feminin yang lebih abstrak dengan visual yang memperlihatkan dominasi sensual. Kontradiksi muncul ketika visual menggambarkan sensualitas dan dominasi fisik, sedangkan lirik berbicara tentang kekuatan batin dan identitas yang bebas dari penilaian berdasarkan penampilan.