Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kejahatan di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2011-2018 (Pendekatan Hukum & Ekonomi) Arizal, Hendriko; Wahyudi, Wenny Widya; Chandra, Helmi
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v8i2.417

Abstract

Kejahatan merupakan problematika yang belum dapat ditemukan formulasinya sampai dengan hari ini. Meskipun banyaknya penelitian, konverensi internasional yang membahas tentang kejahatan namun belum dapat menghilangkan kejahatan itu sendiri. Provinsi Sumatera Barat mempunyai angka kejahatan yang cukup tinggi tercatat pada tahun 2018 terjadi 13.655 kasus kejahatan. Tingginya angka kejahatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, pengangguran, PDRB dan pendapatan per kapita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kejahatan di provinsi Sumatera Barat Tahun 2011-2018 melalui pendekatan hukum dan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara analisis regresi linier berganda dan deskriptif analitis. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda keempat variabel pendidikan, pengangguran, PDRB dan pendapatan perkapita mampu menjelaskankan tingkat kriminalitas sebesar 68,6% dan sisanya 31,4% adalah variabel lain yang belum dijadikan variabel penelitian ini. Penyebab terjadinya kejahatan di Sumatera Barat pada tahun 2011-2018 adalah pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan untuk hidup, degradasi moral dan penyalahgunaan narkoba.
ECONOMIC DEVELOPMENT PATTERNS AND REGIONAL INEQUALITY IN DISTRICTS AND CITIES OF WEST SUMATERA PROVINCE Wahyudi, Wenny; Triana, Era; Yusri, Nori; Ariani, Vivi
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uneven regional development may lead to disparities in economic performance across regions. West Sumatra Province, which consists of seven cities and twelve regencies, exhibits diverse economic, demographic, and natural resource characteristics that contribute to variations in regional development. This study aims to analyze patterns of economic development and the level of regional inequality among districts and cities in West Sumatra Province during the period 2011–2019. The analysis employs the Klassen typology to classify regional economic growth patterns and the Williamson Index to measure the degree of regional inequality. Secondary data on Gross Regional Domestic Product (GRDP) and GRDP per capita were obtained from the Central Bureau of Statistics. The results of the Klassen typology analysis indicate that most cities in West Sumatra Province fall into the category of advanced and rapidly growing regions, while several regencies are classified as developed but depressed, fast-growing, or relatively lagging regions. Furthermore, the Williamson Index results show that regional inequality in West Sumatra Province during the study period remains at a low level and tends to approach zero, suggesting that economic growth and development across regions are relatively even.
Analisis Penentuan Hierarki Pusat Pelayanan Perkotaan Kota Bukittinggi Eriawan, Tomi; Wahyudi, Wenny Widya
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7577

Abstract

Hierarki perkotaan sangat penting dalam perencanaan wilayah dan kota, karena akan menentukan fungsi yang ingin dipenuhi oleh setiap kota. Dalam konteks perkembangan Kota Bukittinggi yang terus berkembang, sangatlah penting untuk menilai ketersediaan fasilitas umum di seluruh wilayah kota. Jumlah fasilitas yang dibutuhkan di setiap kota harus disesuaikan dengan pengaruh kota, penggunaan lahan, dan perkiraan jumlah penduduk yang akan menggunakan fasilitas tersebut.  Pertambahan penduduk dan persebaran aktivitas di berbagai wilayah Kota Bukittinggi dapat menyebabkan kebutuhan akan prasarana dan sarana pelayanan semakin meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pembentukan hierarki pusat pelayanan perkotaan di Kota Bukittinggi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas. Hasil analisis Skalogram Kota Bukittinggi mengklasifikasikan wilayah menjadi tiga hierarki. Kecamatan dengan tingkat ketersediaan fasilitas tertinggi, Kecamatan Guguk Panjang, diidentifikasi sebagai hierarki pertama. Selain itu, analisis Indeks Sentralitas menunjukkan bahwa Kecamatan Guguak Panjang dan Mandiangin Koto Selayan menempati urutan/hierarki pertama. Sedangkan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh ditempatkan pada urutan/hierarki ketiga. Kata Kunci: hirarki, pusat pelayanan, kota