Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Edukasi Stunting sebagai Upaya Pencegahan Dini di SMA IT Imam Syafi'i (IMSYA) Kota Pekanbaru Darmadi, Darmadi; Herlina, Sara; Rizal, Yose; Ayuningtias, Ratih
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.894

Abstract

Stunting is a growth disorder characterized by a toddler's height being shorter than that of children his age due to chronic malnutrition. Several factors that cause stunting include the family's economic status, nutritional intake of pregnant women, and lack of providing appropriate food to toddlers. The aim of this service is to measure students' understanding regarding stunting and the factors that cause it. The method used is counseling using lecture methods, question and answer discussions and pre-test and post-test questionnaires. Based on the results of a questionnaire to 45 respondents before being given counseling, it showed that the majority of students did not have adequate knowledge about stunting. After being given education, for 60 minutes by means of counseling, the understanding of IMSYA IT High School students and girls increased as shown by the results before the pre-test and after the post-test. This education succeeded in increasing students' awareness of the importance of preventing stunting through improving nutrition from an early age. Apart from that, Hb examination also provides an overview of students' health status related to anemia which can be one of the causes of stunting. Based on the counseling that has been given, it is hoped that school teachers in particular will be given detailed education, so that this program can run smoothly and can be implemented more widely in order to reduce the number of stunting incidents in the future.ABSTRAKStunting adalah gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan balita yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya akibat kekurangan gizi kronis. Beberapa faktor sebagai penyebab stunting diantaranya status ekonomi keluarga, asupan gizi ibu hamil, dan kurangnya pemberian makanan yang tepat pada balita. Tujuan pengabdian ini untuk mengukur pemahaman siswa terkait stunting dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab dan kuesioner pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 45 responden sebelum diberi penyuluhan menunjukkan sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang stunting. Setelah diberikan edukasi, selama 60 menit dengan cara penyuluhan, pemahaman siswa dan siswi SMA IT IMSYA meningkat yang ditunjukkan dari hasil sebelum pretes dan setelah postes. Edukasi ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui perbaikan gizi sejak dini. Selain itu, pemeriksaan Hb juga memberikan gambaran status kesehatan siswa terkait anemia yang dapat menjadi salah satu penyebab stunting. Berdasarkan penyuluhan yang telah diberikan diharapkan kepada khususnya guru sekolah diberi edukasi secara detail, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat diimplementasikan lebih luas guna menekan angka kejadian stunting di masa mendatang.
TEMAN SEBAYA BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID 19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5626

Abstract

Background: The prevalence of overweight status in the adolescent age group continues to experience a sharp increase every year. Basic Health Research Data (Riskesdas) in 2013 showed the national prevalence of adolescents aged 13-15 years with excess body weight was 10.8%, of which 8.3% consisted of overweight and 2.5% obesity. While the prevalence of obesity based on place of residence shows as much as 10.4% occurs in urban areas and 8.1% occurs in rural areas. Objective: to find out the effect of the role of the tau people on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: The research method used in this study was an analytical survey research method with a cross-sectional design. Methods The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique is using Random Sampling where the sample is taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. Data processing procedures with Editing, Coding, Processing, Cleaning. Data analysis with univariate and bivariate with squahre test. The results: It is known that the majority of peer roles affect adolescent nutrition 127 people with (37.9%.) and the role of peers has no effect 208 with (62.01%) , P value 0.000.Conclusion: There is an Influence of the Role of Peers on Over Nutrition in Adolescents in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Suggestion The role of peers shows an influence on the incidence of overnutrition, especially for adolescents. Therefore, maintain a healthy diet with balanced nutrition  Keywords: The Role of Peers, Over Nutrition, Adolescents                ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja terus mengalami peningkatan yang tajam pada tiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi nasional remaja usia 13 – 15 tahun dengan berat badan berlebih sebesar 10,8%, yang mana 8,3% terdiri dari gizi lebih dan 2,5% obesitas. Sedangkan prevalensi kegemukan berdasarkan tempat tinggal menunjukkan sebanyak 10,4% terjadi di perkotaan dan 8,1% terjadi di pedesaan. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh peran orang tau terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19.   Metode: Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja. Tehnik pengambilan sampel  dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Prosedur pengolaan datadengan Editing, Coding, Processing,Cleaning. Analisis data dengan univariat dan bivariat dengan uji squahre. Hasil penelitian: Menunjukkan diketahui bahwa Mayoritas Peran Teman Sebaya berpengaruh  terhadap gizi Remaja127  orang dengan (37,9%.) dan Peran teman sebaya  tidak berpengaruh 208 dengan (62,01%) , P value 0,000. Simpulan:  Terdapat Pengaruh Peran teman sebaya Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Saran Peran teman sebaya menunjukkan adanya pengaruh terhadap kejadian gizi lebih Khususnya untuk remaja. Oleh karena itu menjaga pola makan dengan makanan yang lebih sehat dengan gizi seimbang  Kata kunci: Peran Teman Sebaya, Gizi Lebih, Remaja
Deteksi Dini Anemia Pada Remaja Dengan Pemeriksaan Hemoglobin Sekolah Alam Cefa Islamic School Qomariah, Siti; Herlina, Sara; Sartika, Wiwi; Wulandini, Putri; Darmadi, Darmadi
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i2.226

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan.
Pelatihan Akupresure Untuk Mengurangi Batuk Pilek Pada Anak Di Panti Asuahan Rahmat Nur Hidayah Pekanbaru Herlina, Sara; Siti Qomariah; Wiwi Sartika; Putri Wulandini. S; Ari Diansyah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i1.450

Abstract

Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai bayi dan anak. Bayi yang masih sangat muda akan sangat mudah tertular, penularan masih tetap terjadi karena seseorang yang pilek akan sering memegang hidungnya karena rasa gatal atau membuang ingusnya. Prevalensi batuk pilek di Indonesia sekitar 25% dan hanya 13,8% kasus yang telah terdiagnosis pasti oleh dokter. Prevalensi tertinggi terjadi pada balita yaitu sebesar 25,8% dan bayi 22%. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan anak-anak panti dalam mengurangi batuk pilek melalui akupresure. Tapan kegiatan ini dimulai dari Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya tentang batuk pilek dan akupresur , Tahap II Demonstrasi tentang Akupresure dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Akupresure Batuk Pilek pada Anak di Panti Asuhan Rahmat Nur Hidayah Pekanbaru. Hasil kegiatan ini adalah mengalami peningkatan pengetahuan sebelum edukasi melalui demonstrasi, mayoritas yaitu 68,7% memiliki ketrampilan kurang. Setelah dilakukan edukasi melalui demonstrasi, kemampuan anak-anak dalam melakukan akupresur untuk mengatasi batuk pilek 62,5% memiliki ketrampilan baik dan 12,5% memiliki ketrampilan sangat baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MANFAAT KOLOSTRUM TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GARUDA PEKANBARU Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i1.5091

Abstract

Stunting is a public health problem that is associated with an increased risk of morbidity, death, and barriers to motor and mental growth (Rahmadhita, 2020). The incidence of stunting has increased from year to year. Global data shows that the incidence of stunting in 2018 is estimated at 21.9% or 149 million children under 5 years of age, while in Southeast Asia there are 14.4 million children under 5 years of age experiencing stunting. The aim of this research is to find out the relationship between knowledge about colostrum and the incidence of stunting at the Garuda Pekanbaru health center. This research is an analytical observational study with a cross-sectional design. The research population was all mothers who brought their toddlers to the Garuda Health Center, with a sampling technique using the accidental sampling method of 225 samples. This research was carried out at the Garuda Community Health Center from June to December 2023. The instruments used were a questionnaire and height measurement. Data collection techniques involve approaching respondents to obtain their consent as research objects. Data was collected through a questionnaire regarding demographic data and history of breastfeeding, followed by observation of the child's height adjusted for age using a z-score table. Based on the chi-square statistical test, a value of p=0.000 was obtained, which shows that there is a relationship between knowledge about the benefits of colostrum and the incidence of stunting in toddlers. It is recommended that mothers exclusively breastfeed according to the child's nutritional needs to prevent stunting. Key words: Toddlers, Colostrum, Stunting
Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Risiko Keterlambatan Bicara Pada Anak Pra Sekolah Di Puskesmas Payung Sekaki Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Sartika, Wiwi
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i2.5834

Abstract

Pendahuluan Anak adalah aset berharga bangsa karena mereka adalah generasi penerus yang harus berkualitas untuk memastikan masa depan yang cerah. Masa lima tahun pertama kehidupan adalah fase yang sensitif terhadap lingkungan. Menurut data dari World Health Organization Keterlambatan bicara dan bahasa di Indonesia tahun 2014 cukup tinggi, sebesar 9,54% dari seluruh populasi. Data penelitian di Amerika Serikat melaporkan bahwa jumlah keterlambatan bicara dan bahasa anak umur 4,5 tahun antara 5-8%. Menurut Kemenkes (2015) Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak prasekolah 5-10%. Jumlah total balita di Indonesia adalah 24.006, sekitar 68% mengalami keterlambatan dalam bicara dan bahasa Tujuan Untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di puskesmas payung sekaki. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Populasi dari penelitian adalah semua anak yang berkunjung dipuskesmas payung sekaki Pekanbaru. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accedental sampling. Hasil terdapat pengaruh penggunaan smartphone terhadap risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di puskesmas payung sekaki, dengan hasil signifikan atau ρ-value 00.0 dimana (p>0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang segnifikan antara pengaruh penggunaan smartphone terhadap risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di puskesmas payung sekaki Kata kunci: smart phone,keterlambatan bicara, anak
Pengaruh Uang Saku Terhadap Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1999

Abstract

Latar Belakang: Gizi   lebih   menjadi   permasalahan   yang   sangat  penting  terkait  pada  kesehatan  masa  yang  akan  datang.    Permasalahan     ini     menjadi    evaluasi  terhadap  diri  sendiri  dan  juga  kepada  pemangku  kebijakan   dalam   menanggulangi   kejadian   gizi  lebih   di   Indonesia. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh Uang Saku terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19. Metode: Penelitain ini menggunakan   survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil penelitian:Menunjukkan bahwa Mayoritas Uang Saku terhadap gizi Remaja adalah baik sebanyak 83  dengan (54,24%) dan Orang tua yang tidak berperan Terhadap Gizi Remaja sebanyak 70 orang dengan (45,75%.), P value 0,000. Simpulan: Terdapat Pengaruh Uang Saku Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Kata kunci : Uang Saku, Gizi Lebih, RemajaBackground: Nutrition is becoming a very important issue related to health in the future. This problem becomes an evaluation for themselves and also for policy makers in tackling the incidence of overnutrition in Indonesia. Objective: to determine the effect of pocket money on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: This study uses an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique used was random sampling where the sample was taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. The results: Shows that the majority of pocket money on adolescent nutrition is good as many as 83 with (54.24%) and parents who do not play a role in adolescent nutrition as many as 70 people with (45.75%.), P value 0.000. Conclusion: There is an Influence of Pocket Money on Over Nutrition in Teenagers in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Keywords: Pocket Money, Over Nutrition, Teenagers
ANALISIS HUBUNGAN BODY IMAGE DAN PENGETAHUAN TERHADAP STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMAN 2 TAMBANG Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Sartika, Wiwi
Colostrum Jurnal Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang paling sering terjadi pada remaja adalah kurangnya asupan gizi yang mengakibatkan kurang gizi yaitu terlalu kurus dan dapat terkena anemia karena kekurangan zat besi. Selain itu masalah gizi yang sering muncul adalah kelebihan asupan gizi yang dapat menyebabkan obesitas. Status gizi remaja dipengaruhi oleh body imege dan pengetahuan, disamping oleh faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan pengetahuan terhadap status gizi remaja putri. Penelitian menggunakan desain penelitian Analitik-korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 orang dengan teknik pengambilan sampel simpel random sampling. Hasil analisa univariat mayoritas responden memiliki boby image positif sebanyak 42 orang (59,2%) dan memiliki pengetahuan baik sebanyak 43 orang (60,6%). Hasil analisa bivariat diperoleh hasil penelitian ada hubungan signifikan antara body image (p-value: 0,013) dengan status gizi remaja putri dan ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value: 0,000) dengan status gizi remaja putri. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara body image dan pengetahuan terhadap status gizi remaja. Bagi pihak sekolah, yaitu melakukan kerjasama antara para guru dengan pihak puskesmas untuk mengadakan penyuluhan dan edukasi gizi mengenai berat badan dan tinggi badan normal serta makanan yang baik untuk dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan remaja.
The Effect Of Mosaic Technique On Fine Motor Development In Preschool Children Aged 5-6 Years In TK Negeri Pembina 3 Herlina, Sara; Sakinah, Sri Dewi; Hotmauli, Hotmauli
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7732

Abstract

Background: Preschool age is the most important and fundamental early period throughout the growth and development span of human life. According to data from the WHO (World Health Organization), 5–25% of preschool-aged children suffer from minor brain dysfunctions, and 16% of children under five years old in Indonesia are found to have mild to severe neurological and brain development problems. Objective: To determine the effect of the mosaic technique on fine motor development in children aged 5–6 years at TK Negeri Pembina 3 in the year 2025. Method: This is a quantitative study using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The study was conducted in June 2025 at TK Negeri Pembina 3. The population of the study consisted of 23 children, and the sample consisted of 23 preschool-aged children (aged 5–6 years), selected using a total sampling technique. Data sources included both primary and secondary data. The research instruments used were SOPs and the Denver II Sheet. Data analysis techniques included univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test. Prior to the bivariate test, a normality test was conducted as a prerequisite. Results: The pretest results showed that the majority of 18 respondents or (78.3%) were in the delayed category. After the mosaic technique intervention, the posttest results showed that the majority of 16 respondents or (69.6%) were in the normal category. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an effect of the mosaic technique on the fine motor development of preschool children aged 5–6 years at TK Negeri Pembina 3.