Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Akupresure Untuk Mengurangi Batuk Pilek Pada Anak Di Panti Asuahan Rahmat Nur Hidayah Pekanbaru Herlina, Sara; Siti Qomariah; Wiwi Sartika; Putri Wulandini. S; Ari Diansyah
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i1.450

Abstract

Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai bayi dan anak. Bayi yang masih sangat muda akan sangat mudah tertular, penularan masih tetap terjadi karena seseorang yang pilek akan sering memegang hidungnya karena rasa gatal atau membuang ingusnya. Prevalensi batuk pilek di Indonesia sekitar 25% dan hanya 13,8% kasus yang telah terdiagnosis pasti oleh dokter. Prevalensi tertinggi terjadi pada balita yaitu sebesar 25,8% dan bayi 22%. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan anak-anak panti dalam mengurangi batuk pilek melalui akupresure. Tapan kegiatan ini dimulai dari Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya tentang batuk pilek dan akupresur , Tahap II Demonstrasi tentang Akupresure dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Akupresure Batuk Pilek pada Anak di Panti Asuhan Rahmat Nur Hidayah Pekanbaru. Hasil kegiatan ini adalah mengalami peningkatan pengetahuan sebelum edukasi melalui demonstrasi, mayoritas yaitu 68,7% memiliki ketrampilan kurang. Setelah dilakukan edukasi melalui demonstrasi, kemampuan anak-anak dalam melakukan akupresur untuk mengatasi batuk pilek 62,5% memiliki ketrampilan baik dan 12,5% memiliki ketrampilan sangat baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MANFAAT KOLOSTRUM TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GARUDA PEKANBARU Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i1.5091

Abstract

Stunting is a public health problem that is associated with an increased risk of morbidity, death, and barriers to motor and mental growth (Rahmadhita, 2020). The incidence of stunting has increased from year to year. Global data shows that the incidence of stunting in 2018 is estimated at 21.9% or 149 million children under 5 years of age, while in Southeast Asia there are 14.4 million children under 5 years of age experiencing stunting. The aim of this research is to find out the relationship between knowledge about colostrum and the incidence of stunting at the Garuda Pekanbaru health center. This research is an analytical observational study with a cross-sectional design. The research population was all mothers who brought their toddlers to the Garuda Health Center, with a sampling technique using the accidental sampling method of 225 samples. This research was carried out at the Garuda Community Health Center from June to December 2023. The instruments used were a questionnaire and height measurement. Data collection techniques involve approaching respondents to obtain their consent as research objects. Data was collected through a questionnaire regarding demographic data and history of breastfeeding, followed by observation of the child's height adjusted for age using a z-score table. Based on the chi-square statistical test, a value of p=0.000 was obtained, which shows that there is a relationship between knowledge about the benefits of colostrum and the incidence of stunting in toddlers. It is recommended that mothers exclusively breastfeed according to the child's nutritional needs to prevent stunting. Key words: Toddlers, Colostrum, Stunting
Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Risiko Keterlambatan Bicara Pada Anak Pra Sekolah Di Puskesmas Payung Sekaki Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Sartika, Wiwi
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i2.5834

Abstract

Pendahuluan Anak adalah aset berharga bangsa karena mereka adalah generasi penerus yang harus berkualitas untuk memastikan masa depan yang cerah. Masa lima tahun pertama kehidupan adalah fase yang sensitif terhadap lingkungan. Menurut data dari World Health Organization Keterlambatan bicara dan bahasa di Indonesia tahun 2014 cukup tinggi, sebesar 9,54% dari seluruh populasi. Data penelitian di Amerika Serikat melaporkan bahwa jumlah keterlambatan bicara dan bahasa anak umur 4,5 tahun antara 5-8%. Menurut Kemenkes (2015) Keterlambatan bicara dan bahasa pada anak prasekolah 5-10%. Jumlah total balita di Indonesia adalah 24.006, sekitar 68% mengalami keterlambatan dalam bicara dan bahasa Tujuan Untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di puskesmas payung sekaki. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Populasi dari penelitian adalah semua anak yang berkunjung dipuskesmas payung sekaki Pekanbaru. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accedental sampling. Hasil terdapat pengaruh penggunaan smartphone terhadap risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di puskesmas payung sekaki, dengan hasil signifikan atau ρ-value 00.0 dimana (p>0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang segnifikan antara pengaruh penggunaan smartphone terhadap risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah di puskesmas payung sekaki Kata kunci: smart phone,keterlambatan bicara, anak
Pengaruh Uang Saku Terhadap Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1999

Abstract

Latar Belakang: Gizi   lebih   menjadi   permasalahan   yang   sangat  penting  terkait  pada  kesehatan  masa  yang  akan  datang.    Permasalahan     ini     menjadi    evaluasi  terhadap  diri  sendiri  dan  juga  kepada  pemangku  kebijakan   dalam   menanggulangi   kejadian   gizi  lebih   di   Indonesia. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh Uang Saku terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19. Metode: Penelitain ini menggunakan   survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil penelitian:Menunjukkan bahwa Mayoritas Uang Saku terhadap gizi Remaja adalah baik sebanyak 83  dengan (54,24%) dan Orang tua yang tidak berperan Terhadap Gizi Remaja sebanyak 70 orang dengan (45,75%.), P value 0,000. Simpulan: Terdapat Pengaruh Uang Saku Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Kata kunci : Uang Saku, Gizi Lebih, RemajaBackground: Nutrition is becoming a very important issue related to health in the future. This problem becomes an evaluation for themselves and also for policy makers in tackling the incidence of overnutrition in Indonesia. Objective: to determine the effect of pocket money on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: This study uses an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique used was random sampling where the sample was taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. The results: Shows that the majority of pocket money on adolescent nutrition is good as many as 83 with (54.24%) and parents who do not play a role in adolescent nutrition as many as 70 people with (45.75%.), P value 0.000. Conclusion: There is an Influence of Pocket Money on Over Nutrition in Teenagers in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Keywords: Pocket Money, Over Nutrition, Teenagers
ANALISIS HUBUNGAN BODY IMAGE DAN PENGETAHUAN TERHADAP STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMAN 2 TAMBANG Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Sartika, Wiwi
Colostrum Jurnal Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang paling sering terjadi pada remaja adalah kurangnya asupan gizi yang mengakibatkan kurang gizi yaitu terlalu kurus dan dapat terkena anemia karena kekurangan zat besi. Selain itu masalah gizi yang sering muncul adalah kelebihan asupan gizi yang dapat menyebabkan obesitas. Status gizi remaja dipengaruhi oleh body imege dan pengetahuan, disamping oleh faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan pengetahuan terhadap status gizi remaja putri. Penelitian menggunakan desain penelitian Analitik-korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 71 orang dengan teknik pengambilan sampel simpel random sampling. Hasil analisa univariat mayoritas responden memiliki boby image positif sebanyak 42 orang (59,2%) dan memiliki pengetahuan baik sebanyak 43 orang (60,6%). Hasil analisa bivariat diperoleh hasil penelitian ada hubungan signifikan antara body image (p-value: 0,013) dengan status gizi remaja putri dan ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value: 0,000) dengan status gizi remaja putri. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara body image dan pengetahuan terhadap status gizi remaja. Bagi pihak sekolah, yaitu melakukan kerjasama antara para guru dengan pihak puskesmas untuk mengadakan penyuluhan dan edukasi gizi mengenai berat badan dan tinggi badan normal serta makanan yang baik untuk dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan remaja.
The Effect Of Mosaic Technique On Fine Motor Development In Preschool Children Aged 5-6 Years In TK Negeri Pembina 3 Herlina, Sara; Sakinah, Sri Dewi; Hotmauli, Hotmauli
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7732

Abstract

Background: Preschool age is the most important and fundamental early period throughout the growth and development span of human life. According to data from the WHO (World Health Organization), 5–25% of preschool-aged children suffer from minor brain dysfunctions, and 16% of children under five years old in Indonesia are found to have mild to severe neurological and brain development problems. Objective: To determine the effect of the mosaic technique on fine motor development in children aged 5–6 years at TK Negeri Pembina 3 in the year 2025. Method: This is a quantitative study using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The study was conducted in June 2025 at TK Negeri Pembina 3. The population of the study consisted of 23 children, and the sample consisted of 23 preschool-aged children (aged 5–6 years), selected using a total sampling technique. Data sources included both primary and secondary data. The research instruments used were SOPs and the Denver II Sheet. Data analysis techniques included univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test. Prior to the bivariate test, a normality test was conducted as a prerequisite. Results: The pretest results showed that the majority of 18 respondents or (78.3%) were in the delayed category. After the mosaic technique intervention, the posttest results showed that the majority of 16 respondents or (69.6%) were in the normal category. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an effect of the mosaic technique on the fine motor development of preschool children aged 5–6 years at TK Negeri Pembina 3.
Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Ikan dan Pengemasan Untuk Hilirisasi Hasil Tangkap Ikau Laut di Desa Labuhan Tangga Hilir Setiawan, Debi; Putri, Ramalia Noratama; Syamsuadi, Amir; Herlina, Sara; Margi Sidoretno, Wahyu; Islami, Deri; Jaelani, Ahmad; Widaningsih, Neni; Lestiyani, Nurul
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3572

Abstract

Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar karena negara ini terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan memiliki garis pantai yang panjang. Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, termasuk ikan, udang, kerang, dan banyak spesies laut lainnya. Sektor perikanan adalah salah satu sektor ekonomi utama di Indonesia dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan orang. Secara geografis Desa Labuhan Tangga Hilir terletak di bagian paling utara dari Propinsi Riau , yang juga merupakan wilayah pesisir timur Pulau Sumatera. Sehingga Desa Labuhan Tangga Hilir memiliki Potensi Sumberdaya perikanan dan kelautan. Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan terdiri dari potensi perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya dan pengolahan. Permasalahan yang terdapat pada wilayah Desa Labuhan Tangga Hilir yaitu hilirisasi produk hasil tangkap ikan laut masih belum ada. Mitra sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelompok Perikanan Nelayan Bintang Mulia dan BUMKep Edelweis. Kelompok Perikanan Nelayan Bintang Mulia dan BUMKep Edelweis belum memiliki belum memiliki pengetahuan terhadap pengelolaan Pengolahan Hasil Laut.  Ikan laut segar dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti fillet, steak ikan, ikan asap, ikan kalengan, produk olahan berbasis ikan, dan sebagainya. Solusi permasalahan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan produk hilirisasi hasil tangkapan ikan laut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan Kelompok Perikanan Nelayan Bintang Mulia dan BUMKep Edelweis untuk mengolah produk hasil tangkap ikan laut. Metodologi pada kegiatan ini yaitu menggunakan Teknik pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan mitra kegiatan pelatihan dan pendampingan menjadi perbaikan dalam berbagai sektor bisnis dan nelayan dengan sendirinya dapat memelihara ekosistem laut dengan mengambil ikan ke laut secukupnya, yang dengan sendirinya penangkapan ikan secara berlebihan akan berkurang dan kebijakan tangkap ikan laut akan terlahir dengan sendirinya dari kesadaran masyarakat menjaga ekosistem ikan dilaut.
Pengaruh Frekuensi Makan Terhadap Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di Era Pandemi Covid-19 di Pekanbaru Qomariah, Siti; Herlina, Sara; Sartika, Wiwi; Juwita, Sellia
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.211

Abstract

Latar Belakang: Status Gizi merupakan gambaran ekspresi dari keadaan keseimbangan zat gizi sebagai akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dikonsumsi. Menurut hasil laporan Global Health Observatory (GHO), paling sedikit 2,8 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat memiliki status gizi overweight maupun obesitas. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh frekuensi makan terhadap gizi lebih pada Remaja di masa Pandemi COVID-19. Metode: Penelitain ini menggunakan survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling yang mana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil: Mayoritas frekuensi makan >3 kali 67 dengan (43,79%) dan minoritas frekuensi makan 3 kali sebanyak 86 orang dengan (56,20%.). Mayoritas kontrol gizi lebih sebanyak 57 (31,31%) dan minoritas kasus gizi lebih sebanyak 125 (68,68%). Ada pengaruh peran orang tua terhadap gizi lebih pada remaja dengan nilai p value 0,000. Simpulan: Terdapat pengaruh frekuensi makan terhadap gizi lebih pada remaja di era pandemi COVID-19 di Pekanbaru.
Kue Bangkit Khas Melayu Riau Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Makanan Fungsional Balita Gizi Kurang Sonia, Selvi; Fitri, Imelda; Herlina, Sara
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 7 No 2 (2023): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v7i2.296

Abstract

Latar belakang: Gizi kurang menjadi masalah tertinggi selama 5 tahun terakhir. Akibat masalah gizi tersebut, seperti gagal tumbuh kembang fisik, kurang optimalnya pertumbuhan dan kecerdasan, bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian kue bangkit dari tepung ubi jalar ungu terhadap perbedaan berat badan sebelum dan sesudah intervensi dan mengetahui status gizi pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022-Juli 2023 di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita gizi kurang usia 12-59 bulan sebanyak 18 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari timbangan, meteran, lembar status standar gizi balita. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Dependen dan uji Wilcoxon pada SPSS 25. Hasil: Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan berat badan sebelum intervensi adalah 10.05 kg dan berat badan setelah intervensi adalah 10.93 dengan nilai p= 0,005 dan perubahan status gizi balita setelah pemberian kue bangkit ubi jalar ungu sebesar -1,67 SD dengan p value = 0,020. Kesimpulan: Kue bangkit khas Melayu Riau dari ubi jalar ungu dapat dijadikan makanan fungsional pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.