Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penegakan Hukum Tindak Pidana Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Bawah Umur berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Bahri, Syaiful; Nasir, Muh
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 10 No. 6 (2023)
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i6.42410

Abstract

Sexual abuse, particularly against kids, is a grave issue due to its profound physical and psychological repercussions. Despite the existence of legislative frameworks like the Criminal Code and the Child Protection Law, implementation and enforcement encounter obstacles include insufficient proof and societal stigma. The case study of Case Number 1091/Pid.Sus/2023/PN.Jkt.Utr exemplifies endeavors to uphold the law against offenders of child sexual exploitation, highlighting the necessity to enhance legislation and public awareness for more effective and equitable management of sexual abuse. The judge's ruling indicated that the defendant, Muhammad Fatih Mujahid, was conclusively found guilty of engaging in the economic and/or sexual exploitation of children. The defendant received a term of 7 years and 6 months in prison, along with a fine of 100 million rupiah. If the fine remains unpaid, it will be substituted by a three-month prison sentence. The government must enhance initiatives to fortify legislation and policies that are more efficacious in preventing and addressing instances of child sexual abuse. This entails informing the public of children's rights and the legal ramifications of maltreatment.Keywords: Sexual Abuse; Children; Criminal Acts AbstrakPelecehan seksual, khususnya terhadap anak-anak, merupakan masalah serius karena dampak fisik dan psikologisnya yang mendalam. Meskipun telah ada kerangka legislatif seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Perlindungan Anak, implementasi dan penegakannya menghadapi kendala termasuk bukti yang tidak memadai dan stigma masyarakat. Studi kasus Nomor 1091/Pid.Sus/2023/PN.Jkt.Utr merupakan contoh upaya untuk menegakkan hukum terhadap pelaku eksploitasi seksual anak, yang menyoroti perlunya peningkatan legislasi dan kesadaran publik untuk pengelolaan pelecehan seksual yang lebih efektif dan adil. Putusan hakim menyatakan bahwa terdakwa, Muhammad Fatih Mujahid, secara meyakinkan dinyatakan bersalah melakukan eksploitasi ekonomi dan/atau seksual terhadap anak-anak. Terdakwa dijatuhi hukuman 7 tahun 6 bulan penjara, beserta denda 100 juta rupiah. Jika denda tetap tidak dibayar, akan diganti dengan hukuman penjara tiga bulan. Pemerintah harus meningkatkan inisiatif untuk memperkuat undang-undang dan kebijakan yang lebih efektif dalam mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual anak. Hal ini mencakup pemberian informasi kepada masyarakat tentang hak-hak anak dan konsekuensi hukum dari penganiayaan.Kata Kunci : Pelecehan Seksual; Anak; Tindak Pidana.
Legal Analysis of Divorce Due to Domestic Disputes and Quarrels in Religious Court Decision Number 1426/Pdt.G/2024/PA.Krs Nasir, Muh; Aji, Aji
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v11i4.45682

Abstract

Marriage is the implementation of the constitutional rights of every citizen guaranteed by Article 28B Paragraph (1) of the 1945 Constitution concerning the right to form a family and continue the lineage through a legal marriage. In addition, Article 28D Paragraph (1) affirms the right of every individual to obtain recognition, guarantees, protection, and fair legal certainty and equal treatment before the law. In this context, marriage is regulated by Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which affirms that marriage aims to form a happy and eternal family based on the Almighty God. However, in practice, not all marriages run harmoniously and many end in divorce due to prolonged disputes and quarrels.This study aims to analyze the legal aspects of divorce due to disputes and quarrels in the household based on the Decision of the Religious Court Number 1426/Pdt.G/2024/PA.Krs. The research method used is normative juridical, with a statutory approach and analysis of court decisions to understand the legal basis, trial process, and judges' considerations in deciding divorce cases.The results of the study indicate that the divorce in this case was caused by household disharmony that continued since April 2016 until its peak in January 2017, which culminated in a divorce petition by the plaintiff. The court decided the divorce by granting iddah, mut'ah, and child support to the entitled party. This case emphasizes the importance of strengthening the mediation mechanism in the divorce process so that dispute resolution can be achieved peacefully before entering the court realm. Keywords: Dispute, Divorce, Quarrel.
A Criminological Review of Individuals Involved in Collective Crimes of Handling Nasir, Muh; Aminah, Sitti
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v11i2.45684

Abstract

The crime of receiving money, especially when committed collectively, has a profound impact on the economic and social stability of society. This crime includes receiving, purchasing, or concealing the proceeds of a crime and often involves multiple individuals with various roles in the collective action. In the context of law enforcement, proving the involvement of individuals in the crime of receiving money is a significant challenge, so a coordinated strategy is necessary among the police, prosecutors, and courts to ensure that justice is upheld effectively.This study aims to examine the enforcement of criminal law against individuals involved in the crime of receiving stolen money and to analyse effective strategies for handling such cases. The research method employed is a normative legal approach, studying the application of criminal law norms in cases involving the receipt of money and the role of law enforcement agencies in the investigation and prosecution process.The results of the study indicate that law enforcement against the crime of receiving money requires solid and integrated coordination between law enforcement agencies. Strengthening the capacity of law enforcement officers, utilising information technology, and reforming legal policies are important steps in increasing the effectiveness of handling cases of money laundering. Additionally, increasing public legal awareness and protecting crime victims are integral components of this crime prevention strategy.Keywords: Handling, Law Enforcement, Crime.
Analisis Penerapan Kurikulum 2013 Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Masa Pandemik Covid-19 di SMAN 3 Kota Bima Amiruddin, Amiruddin; Rubianti, Irma; Azmin, Nikman; Nasir, Muh; Sandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran masa pandemik Covid-19 di SMAN 3 Kota Bima. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui analisis perencanaan dan pelaksanaan kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan dan peningkatan pembelajaran pada masa pandemic covid-19 di SMAN 3 Kota Bima. Hasil Penelitian menunjukan bahwa  penerapan Kurikulum 2013 masa  pandemi Covid-19 di SMAN 3 Kota Bima tidak maksimal hanya berjalan 50 persen, hal ini disebabkan oleh situasi pandemik Covid-19 yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia, yang mana hal itu merusak seluruh sektor termasuk pendidikan. Penerapan Kurikulum 2013 di masa pandemi Covid-19 ini sangat sulit untuk  diterapkan, selain karena susahnya belajar melalui komunikasi jarak jauh juga tidak semua siswa dapat mengikutinya dikarenakan masalah waktu, tempat, dan biaya bagi  orang tua. Hal ini berdampak besar bagi perkembangan kemampuan siswa di sekolah. Guru tidak bisa secara maksimal melihat perkembangan siswa, akibatnya siswa tidak dapat mencapai target kurikulum nasional dan kurikulum sekolah.
Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar Syaifullah, Syaifullah; Amin, Nur Syariful; Azmin, Nikman; Nasir, Muh; Bakhtiar, Bakhtiar
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2399

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaanalisis dampak terhadap proses pembelajaran dan kesiapan guru Sekolah Dasar (SD) Dalam menghadapi pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Subjek penelitian 75 orang guru Sekolah Dasar di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data angket dan wawancara. Dalam penelitian ini, pengumpulan data diperoleh dari berita dan artikel-artikel pada jurnal online. Peneliti melakukan penelusuran artikel dengan menggunakan kata kunci Dampak Covid-19 dan Pembelajaran Daring. Teknik penelitian yang dilakukan dengan dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, makalah atau artikel, jurnal dan berita. Dalam uji validitas peneliti menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dialami oleh murid, guru dan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar online yaitu penguasaan teknologi masih kurang; penambahan biaya kuota internet; adanya pekerjaan tambahan bagi orang tua dalam mendampingi anak belajar; komunikasi dan sosialisasi antar siswa, guru dan orang tua menjadi berkurang; dan jam kerja yang menjadi tidak terbatas bagi guru karena harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua, guru lain, dan kepala sekolah.