Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sistem Monitoring Kualitas Air Boiler pada Pabrik Kelapa Sawit Saziati, Ochih; Hadary, Ferry; Bach, Dean Irvin Sebastian
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.86658

Abstract

Boiler adalah mesin yang berfungsi untuk mengkonversi air menjadi uap dengan cara dipanaskan. Satu diantara faktor yang mempengaruhi lifetime boiler adalah air umpan. Air umpan boiler yang digunakan harus dapat dipastikan memenuhi persyaratan sebagai sumber uap dan dapat menghindari terjadinya korosi pada pipa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat monitoring kualitas air di pabrik kelapa sawit berdasarkan indikator Dissolved Oxygen (DO) yakni maksimal 4 mg/L, pH antara 7,5 hingga 9,5 dan TDS (Total Dissolved Solids) maksimal 70 ppm. Penelitian ini menerapkan sistem Internet of Things (IoT) dalam proses monitoring. Sistem pada alat dibagi menjadi dua yaitu transmitter dan receiver. Transmitter berisikan sensor DO, sensor pH, sensor TDS, dan sensor suhu yang kemudian akan diletakkan di sumber air yang akan diukur untuk mengukur kualitas sumber air. Data tersebut kemudian akan dikirimkan ke receiver menggunakan LoRa (Long Range) yang menggunakan frekuensi radio sebagai transmisi sinyal antara perangkat transmitter dan receiver. Kemudian data tersebut akan dikirim ke aplikasi Blynk dengan penerapan IoT pada alat sehingga pembacaan data dapat dilihat menggunakan smartphone. Perancangan alat ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengukuran kualitas air yang masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang relatif lama dengan sistem monitoring kualitas air yang real time, otomatis dan efisien.
Smart Home and Smart Farming Prototype Making Training Based on Internet of Things (IOT) at SMA Negeri 3 Pontianak Hadary, Ferry; Saziati, Ochih; Desmaiani, Herda
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i1.6303

Abstract

This Community Service Program (PkM) was carried out at SMA Negeri 3 Pontianak with the aim of providing training to students related to the implementation of Internet of Things (IoT) technology in smart home and smart farming systems. This activity was chosen because most of the Indonesian population does not have an understanding and knowledge of the IoT concept, especially the younger generation of school age. The implementation method includes socialization, training and direct simulation of making IoT-based smart home and smart farming prototypes using ESP8266 sensors as microcontrollers. The PkM activities succeeded in increasing the participants knowledge about IoT.  The results of this questionnaire prove the increased understanding of participants from the delivery of material and increased ability to use and develop IoT and increased learning motivation to apply IoT technology in everyday life. This proves the positive impact of the facilitator's involvement on partners, with this training it is hoped that new ideas or ideas will emerge from the younger generation to face the digital era and be able to identify and solve problems around them by utilizing Internet of Things technology. Keywords: Internet of Things (IoT), Smart Home, Smart Farming, SMA Negeri 3 Pontianak
Peat water electrocoagulator design with aluminium electrodes in household scale for cleaning water supply Hadary, Ferry; Rezeki, Sri; Hansen; Dewi, Sri Utari Shinta; Alana, Darul Giring; Anindito, Adith; Yulianto, Supi; Gumilar, Desisius; Putri, Lisa Astridni
Communications in Science and Technology Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21924/cst.10.1.2025.1694

Abstract

The peat water studied contained colour, turbidity, organic substances, and iron that were sufficient to be analysed for the use of electrocoagulation. The aluminium electrodes were contacted with peat water by varying electrode plates, sedimentation time, electrolyte concentration, stirring speed, and contact time to produce clean water. The results showed that the electrocoagulator with the 3 pairs of electrode plates, 60-minute sedimentation time, 75 g NaCl electrolyte concentration, stirring speed at 75 rpm, and 60-minute electrocoagulation time was the most optimal variation. The results showed that the electrocoagulation method was able to reduce the pollutant levels in peat water. The results of this treatment also met the standards of the Ministry of Health and based on the calculation of cost incurred by the electrocoagulation method, i.e. $ 0.154/day, $ 4.641/month and $ 55.693/year.
PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM KENDALI ROTARY INVERTED PENDULUM BERBASIS MIKROKONTROLER STM32 Muhammad, Rafidal; Hadary, Ferry; Wibowo Sanjaya, Bomo
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3S1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3S1.7745

Abstract

Rotary Inverted Pendulum (RIP) merupakan sistem dinamis yang bersifat tidak stabil, nonlinear, dan underactuated, sehingga sering digunakan sebagai studi kasus dalam penelitian sistem kendali. Penelitian ini membahas implementasi Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk stabilisasi RIP berbasis mikrokontroler STM32, tanpa mencakup proses swing-up. Model linear diperoleh dari hasil linearisasi persamaan gerak di sekitar titik keseimbangan tegak menggunakan metode Lagrange. Parameter sistem diukur langsung dari perangkat fisik untuk meningkatkan akurasi model. Matriks state-feedback gain LQR dihitung menggunakan perangkat lunak MATLAB dan diimplementasikan secara real-time pada STM32F411CEU6. Pengujian dilakukan dengan memposisikan pendulum dekat titik keseimbangan dan mengamati respon sudut lengan serta sudut pendulum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengendali LQR mampu menstabilkan pendulum dalam waktu kurang dari 2 detik dengan overshoot minimal, dan respon yang dihasilkan sesuai dengan hasil simulasi. Perbedaan kecil pada fase transien disebabkan oleh gesekan tak terukur, keterbatasan aktuator, dan ketidakakuratan sensor. Implementasi mengaplikasikan sistem kendali LQR secara efektif pada sistem RIP skala laboratorium dengan biaya rendah dan performa yang andal.
Pre-Symptom Detector of Root Disease Palm Oil (Ganoderma) Trunk Based on LoRa and IoT Hadary, Ferry; Saziati, Ochih; Muhaimin, Ahmad Dzakiyuddin
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v20i2.35120

Abstract

The stem rot disease caused by the Ganoderma boninense is a type of disease that is deadly to oil palm plants and can cause a significant reduction in oil palm productivity. Difficulty in detecting disease infected oil palm plants is cause of the high risk of plan death due to the condition and risk of oil palm plants being affected by disease as early as possible. The system used is Long Range (LoRa) technology which utilizes radio frequencies as signal transmission between transmitter and receiver devices. The transmitter device is equipped with TGS 2611, MQ-138, MS1100 and TGS822 sensors as a tool for detecting ganoderma disease and is also equipped with a GPS sensor which functions to map trees affected by the disease. Meanwhile, the receiver as the recipient of the data that has been sent by the transmitter via LoRa will be forwarded to BIynk Apps via the internet network, thus forming an IoT (Internet of Things) system. This technology helps monitor oil palm plantations more efficiently because it can be monitored in real time on a smartphone application. The research results show that the four sensors can detect levels of volatile organic compounds (VOC) from ganoderma fungi with three classification; healthy, moderate and sick.
Rancang Bangun Smart Greenhouse Untuk Tanaman Jahe Berbasis Internet of Things (IoT) Aziis, Irmadhani Nevi; Hadary, Ferry; Ashari, Asri Mulya
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i7.2609

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi smart green house berbasis IoT untuk mengoptimalkan fungsi green house. Sistem ini mengontrol dan memantau suhu ruangan, kelembapan ruangan, kelembapan tanah, dan pH tanah di green house melalui smartphone. ESP32 digunakan sebagai mikrokontroler, dengan Blynk App sebagai platform IoT untuk memantau dan mengontrol lingkungan sesuai kondisi optimal bagi tanaman jahe. Penelitian menggunakan jahe merah dan putih berumur ± 3 bulan. Pengujian dilakukan pada dua kondisi: tanah tanpa tanaman dan tanah dengan tanaman jahe. Hasil menunjukkan bahwa sensor dapat mengukur pH tanah, suhu, kelembapan udara, dan kelembapan tanah dengan nilai error: pH 2%, kelembapan tanah 11% (jahe merah) dan 7% (jahe putih). Error sensor suhu ruangan dan kelembapan ruangan untuk kedua jenis tanaman adalah 3% dan 5%. Rata-rata kenaikan tinggi jahe merah 3,8 cm dan jahe putih 2,4 cm dalam 2 minggu, serta peningkatan jumlah daun masing-masing 3 helai (jahe merah) dan 4 helai (jahe putih).
Interactive Learning untuk Pengendali PID Berbasis Website Fernandez, Patricia; Hadary, Ferry; Panjaitan, Seno Darmawan
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2025.17.2.6

Abstract

Conventional learning methods for PID control systems demonstrate weaknesses in concept comprehension effectiveness due to lack of real-time visualization and theory-practice integration. This study aims to develop a web-based interactive learning platform integrating digital simulation with physical experiments using ESP-32. The research method employs Research and Development approach with ADDIE model including literature study, system design, platform implementation, and evaluation through beta testing with 23 Electrical Engineering students. The platform utilizes ESP-32, DC motor, rotary encoder, BTS 7960 driver, and web interface using HTML, Tailwind CSS, and JavaScript for real-time PID parameter control via WebSocket protocol. Evaluation results show average pre-test and post-test score improvement of 34.7% with paired t-test analysis p < 0.01. The platform achieves ±2% measurement accuracy, 45ms communication latency, and 99.2% WebSocket stability. Quality assessment yields feasibility score 4.2/5.0, practicality 4.0/5.0, and effectiveness 4.3/5.0. The platform significantly improves PID control concept understanding compared to conventional methods.
Motorcycle Accident Detection Using Gyroscope, Pulse Sensor, and Global Positioning System Based on Internet of Things with WhatsApp Application Muhammad, Rafidal; Jonatan, Mario; Cindy Capella, Ayumi; Kurnia, Fajar; Hadary, Ferry
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 25, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/emitor.v25i3.12579

Abstract

Traffic accidents are one of the leading causes of death in Indonesia. In 2022, there were 94,617 traffic accident cases recorded across the country, resulting in 28,131 fatalities. Motorcycles were involved in 73% of these cases. To reduce the number of motor vehicle accident fatalities, a detection system is needed that can provide real-time accident alerts, location data, and victim health information from distances. The design of this system includes an accident detection device placed on the vehicle and a heart rate detection device in the form of gloves. The accident detection system uses an ESP32 microcontroller, a Gyro MPU6050 sensor, and a GPS NEO6MV2 sensor. It detects accidents based on tilt data and sudden braking. Accident information is sent via WhatsApp chatbot, including the accident location coordinates. Tests showed an average tilt reading difference of 1.34°, an accelerometer reading of 1.89 m/s², and GPS coordinates with an 8.2-meter range. The heart rate detection system uses an ESP32 microcontroller and a MAX30102 heart rate sensor. It sends alerts via WhatsApp chatbot when the user’s heart rate is abnormal. Tests showed an average heart rate reading difference of 11.75 bpm
Kolaborasi Sosial untuk Ketahanan Komunitas Pesisir Rawan Bencana: Penguatan Usaha Olahan Perkebunan dan KIE Kesehatan Selviana, Selviana; Suwarni, Linda; Sarwono, Eko; Hadary, Ferry; Prawatya, Yopa Eka; Sujana, Ivan
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i2.664

Abstract

Desa Sengkubang, Kabupaten Mempawah, merupakan wilayah pesisir rawan kebakaran hutan dan banjir yang berdampak pada kestabilan ekonomi rumah tangga dan kerentanan terhadap masalah kesehatan. Program pengabdian ini memiliki pembeda dari PkM sejenis karena mengintegrasikan penguatan rantai nilai produk olahan berbasis komoditas lokal dengan penguatan kapasitas Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan dalam satu desain intervensi terpadu, melibatkan dua mitra dengan peran berbeda: kelompok PEKKA dan PKK. Mitra PEKKA menghadapi kendala pada konsistensi produksi, mutu, dan pemasaran, sedangkan mitra PKK mengalami keterbatasan manajemen kegiatan serta kemampuan menyusun dan menyampaikan KIE kesehatan yang terstruktur.Kegiatan bertujuan meningkatkan (1) kapasitas manajemen produksi, standardisasi mutu, dan pemasaran produk olahan komoditas perkebunan pada PEKKA serta (2) kapasitas manajemen program dan keterampilan penyusunan–penyampaian KIE kesehatan pada PKK, sebagai fondasi transformasi ekonomi dan penguatan promosi kesehatan di wilayah rawan bencana. Metode dilaksanakan Agustus–Oktober 2025 melalui pendekatan pelatihan-partisipatif dan pendampingan: pemetaan kebutuhan, pelatihan manajemen produksi–pemasaran, penerapan teknologi tepat guna untuk memperbaiki efisiensi proses dan mutu, serta penguatan perencanaan KIE (pesan, media, dan simulasi penyampaian) yang diintegrasikan dengan agenda desa. Evaluasi menggunakan pretest–posttest pengetahuan, penilaian keterampilan berbasis observasi (checklist proses produksi dan praktik KIE), serta pemantauan luaran produksi dan implementasi kegiatan. Sebanyak 20 peserta aktif mengikuti program. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar  71,4% berdasarkan perbandingan nilai pretest–posttest pada materi produksi–pemasaran dan KIE kesehatan, disertai peningkatan keterampilan pengolahan (termasuk minyak kelapa dan VCO), perbaikan mutu proses (kebersihan dan pengemasan), peningkatan kapasitas produksi, serta tersusunnya perangkat KIE dan pelaksanaan simulasi/penyuluhan oleh PKK. Keberlanjutan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa untuk integrasi agenda dan dukungan jejaring.
Pelatihan Implementasi Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pengajar Pancasila (P5) rekayasa teknologi di tingkat satuan pendidikan melalui Kegiatan IHT (In House Training) SMP Negeri 19 Kota Pontianak Hadary, Ferry; Saziati, Ochih; Putri, Lisa Astridni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35481

Abstract

Abstrak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Satu diantara tema yang dapat diterapkan  untuk mendukung pembelajaran adalah rekayasa dan teknologi. Rekayasa teknologi menawarkan kemudahan untuk membantu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mengenalkan dan mengembangkan rekayasa teknologi di lingkungan masyarakat adalah dengan melaksanakan pelatihan dasar In House Training (IHT) di tingkat sekolah. Kegiatan pelatihan IHT merupakan bentuk dari usaha untuk mengenalkan rekayasa teknologi dengan memberikan pemahaman secara teori, demonstrasi alat, pembuatan prototipe, dan uji coba alat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang rekayasa teknologi, terbukti dari hasil presentase kuisioner yang dibagikan diperoleh rata-rata pada kategori sangat setuju mencapai 47% dan setuju mencapai 53%. Hal kuisioner ini membuktikan peningkatan pemahaman peserta dari penyajian materi dan meningkatkan penggunaan dan pengembangan rekayasa teknologi serta meningkatkan motivasi belajar untuk mengaplikasikan rekayasa teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memiliki dampak sangat positif bagi mitra untuk menghadapi era digital dengan ide dan gagasan baru terkait rekayasa teknologi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar. Kata kunci: in house training; P5; rekayasa teknologi; SMP Negeri 19 Pontianak. Abstract The Strengthening Pancasila Student Profile Project (P5) represents a strategic initiative to cultivate the competencies and character traits outlined in the Pancasila Student Profile, as mandated by the Graduate Competency Standards (SKL). As a project-based co-curricular activity, P5 integrates thematic learning to reinforce holistic education. One such theme—engineering and technology—offers practical innovations that enhance effectiveness and efficiency in daily tasks. To introduce and promote technological engineering within school communities, basic-level In-House Training (IHT) programs have been implemented. These training sessions aim to build foundational understanding through theoretical instruction, equipment demonstrations, prototype development, and tool testing. This approach not only fosters technical literacy but also supports the broader goal of character and competency development in line with Pancasila values. This program successfully increased participant knowledge of engineering technology, as evidenced by the results of the questionnaire distributed, which showed an average of 47% strongly agreed and 53% agreed. This questionnaire proves the increase in participants understanding of the material presented and increases the use and development of engineering technology as well as increasing motivation to learn to apply engineering technology in everyday life. This program activity has a very positive impacton partners in facing the digital era with new ideas and concepts related to engineering technology to solve existing problems. Keywords: in-house training; P5; technological engineering; SMP Negeri 19 Pontianak