Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kualitas Ekosistem Wilayah Pesisir dan Laut Desa Way Lubuk Kecamatan Kalianda Provinsi Lampung Lahay, Almira Fardani; Delis, Putu Cinthia; Caesario, Rachmad
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.7090

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang memiliki hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, sesama makhluk hidup yang berada di wilayah pesisir. 70 % atau 136.000 hutan mangrove di Lampung dikategorikan rusak parah dan hutan mangrove yang tersisa sekitar 1.700 ha pun dalam kondisi kritis. Perlindungan hutan mangrove, pemberdayaan dan pelibatan masyarakat pesisir, rehabilitasi hutan mangrove dapat menjadi strategi dalam upaya penanganan dan pencegahan kerusakan di wilayah ekosistem mangrove. Desa Way Lubuk Selatan memiliki kondisi pesisir yang mirip dengan pesisir Desa Merak Belantung dimana Desa Merak Belantung merupakan desa dengan potensi wisata besar sebagai ekowisata pantai atau ekosistem mangrove (Saputra & Setiawan, 2014), yang dalam pelaksanaannya perlu didukung dengan kelestarian ekosistem mangrove, salah satu upayanya adalah dengan kegiatan penanaman atau rehabilitasi mangrove di pesisir Desa Merak Belantung. Tingkat kesuksesan pertumbuhan rehabilitasi mangrove mencapai 50% dari bibit awal yang ditanam.
Teknik Evakuasi, Resusitasi Jantung Paru dan Oksigen Administrasi Sebagai Upaya Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Bencana pada Kelompok Pembudidaya Ikan di Pantai Sari Ringgung Caesario, Rachmad; Yuliana, Darma; Delis, Putu Cinthia; Susanti, Okotra
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7977

Abstract

Ketika terjadi suatu kecelakaan, evakuasi korban adalah salah satu tahapan dalam pertolongan pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yang aman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Kecepatan evakuasi merupakan salah satu tujuan penting dalam pertolongan gawat darurat. Di Pesawaran, Pantai Sari Ringgung menjadi salah satu destinasi wisata dan juga kegiatan budidaya ikan air laut. Aktifitas yang di lakukan di daerah ini tidak luput dari kecelakaan yang dapat memakan korban. tenaga kerja di KJA juga menghadapi bahaya yang sama antara lain ombak, lantai licin, duri ikan, terjepit, bahan bakar mesin kompresor, selang api korosif, tekanan udara pada tabung mesin kompresor, tuas terlepas, karang, gigitan biota laut, selang tertekuk, terputus, atau bocor dan tubuh yang tersangkut baling-baling kapal. Lokasi KJA yang berada di tengah peairan yang dalam terutama yang berada di tengah laut dan sulit terjangkaunya akses fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit perlu menjadi perhatian pembudidaya KJA sehingga tersedianya alat keselamatan/APD (Alat Perlindungan Diri) serta peralatan P3K sangat penting keberadaanya. Selain sarana prasarana yang memadai, tenaga kerja yang terlibat di KJA juga perlu untuk memahami dasar-dasar keselamatan kerja untuk meminimalisir resiko kecelakaan. Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan. Pada kegiatan pengabdian ini kelompok pembudidaya ikan akan diberikan pelatihan dalam melakukan evakuasi korban, pernapasan buatan/ resusitasi jantung paru (RJP), serta pengoperasian oksigen darurat. Berdasarkan hasil evaluasi, melalui kegiatan pelatihan maka pemahaman mitra mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan meningkat hingga 100%, serta terdapat 66,7% mitra dapat malaksanakan RJP dengan baik.
APLIKASI TEKNOLOGI FLOATING RAFT AQUAPONIC SYSTEM PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN DI KECAMATAN PRINGSEWU, LAMPUNG Susanti, Oktora Susanti,; Yuliana, Darma; Fidyandini, Hilma Putri; Caesario, Rachmad; Elisdiana, Yeni; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.9244

Abstract

Kegiatan akuakultur harus dapat meminimalisir limbah, agar tercipta lingkungan budidaya yang nyaman. Akuaponik merupakan solusi untuk meminimalisir limbah budidaya dan dapat meningkatkan hasil produksi.Mitra dari kegiatan ini adalah Kelompok Pembudidaya ikan Mina Rumpun Cahaya, yang memiliki permasalahan dalam pengelolaan air budidaya. Tujuan dari program ini yaitu; (1) meningkatkan keterampilan mitra, (2) meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan dengan pengelolaan air yang baik dan ramah lingkungan, (3) model pengembangan lahan produktif di Kecamatan Pringsewu, (4)membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara perguruan tinggi dengan kelompok-kelompok masyarakat di Keamatan Pringsewu. Metode yang digunakan yaitu survei, sosialisasi, pelatihan pembuatan instalasi akuaponik, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah; (1)peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam penerapan teknologi akuaponik hingga 76,47%, (2) peningkatan hasil panen kelompok mitra yang sebelumnya hanya berupa ikan, meningkat dengan ditambah dari hasil panen berupa sayuran organik.(3)terbentuknya landscape akuaponik floating raft, dan (4) terciptanya kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi dengan kelompok mitra Mina Rumpun Cahaya di Kecamatan Pringsewu, Lampung.
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Rajabasa Jaya Melalui Usaha Budidaya Ikan Nila Monoseks Santoso, Limin; Supono, Supono; Efendi, Eko; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10451

Abstract

Bertambahnya populasi penduduk di Kota Bandar Lampung mengakibatkan permintaan pasar terhadap ikan air tawar terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang bagi masyarakat di Rajabasa Jaya untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar, khususnya ikan nila. Ikan nila mulai diminati karena mudah dibudidayakan. Namun, rendahnya kualitas genetik ikan nila menyebabkan banyak ikan yang mati akibat rentan terhadap penyakit, sehingga hasil panen menjadi sedikit. Tim dari Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian UNILA melaksanakan proyek percontohan berupa usaha pembesaran ikan nila monoseks. Ikan nila monoseks dipilih karena memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap penyakit, pertumbuhan yang cepat, waktu pembesaran yang relatif singkat, dan prospek pemasaran yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kelurahan Rajabasa Jaya dalam budidaya ikan nila monoseks gesit. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dengan pendekatan berbagi pengetahuan, pelatihan, dan simulasi teknologi budidaya ikan nila monoseks. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Rajabasa Jaya. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi implementasi teknologi budidaya ikan nila monoseks dan publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan dan pelatihan budidaya ikan nila monoseks. Warga Rajabasa Jaya menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan warga mengenai budidaya ikan nila monoseks. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan warga tentang cara budidaya ikan nila monoseks telah meningkat dengan baik.
The Growth Pattern and Condition Factors of Swanggi (Pracanthus tayenus Richardson, 1846) Landed at Coastal Fishing Port of Lempasing Putri, Septi Malidda Eka; Putriani, Rizha Bery; Delis, Putu Cinthia; Kartini, Nidya
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6316

Abstract

Lempasing Coastal Fishery Port is one of the fishing ports in Lampung Province with one of the catches is Swanggi (Priacanthus tayenus) or local people call it king fish gantang. The purpose of this study was to determine the growth pattern and condition factors of Swanggi (Priacanthus tayenus) landed at the Lempasing Coastal Fishery Port as an effort to manage sustainable fishery resources. This research was conducted in May-August 2023. The method used in this research is the survey method. Sampling was done 8 times with an intensity of 2 weeks. Swanggi samples used are the result of fishermen's catch at PPP Lempasing. The results showed that male and female Swanggi had a negative allometric growth pattern. The condition factor value of male Swanggi in May-August 2023 is 1.0437; 0.9414; 1.01; 1.0057, respectively, while the female Swanggi obtained the average condition factor value is 1.4502; 0.9937; 0.9937; 1.0057. 
Population characteristic of torpedo scad (Megalaspis cordyla Linnaeus, 1758) in the Lampung Bay: Size structure, growth type, and condition factor Julian, David; Caesario, Rachmad; Kartini, Nidya; Yudha, Indra Gumay; Delis, Putu Cinthia; Hasani, Qadar; Yulianto, Herman
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 2 (August, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i2.14735

Abstract

Megalaspis cordyla, locally known as ikan bekre, stands as a crucial economic species commonly consumed by the people of Lampung. The escalating demand for this fish has significant implications for increased fishing activities, potentially impacting its population. This research aimed to explore the biological characteristics of M. cordyla landed at the Lempasing Fishing Port, Bandar Lampung, providing fundamental insights for fisheries resource management in the waters of Lampung Bay. Using a quantitative descriptive method, the sampled fish has been analyzed to get size structure, growth type, and fish condition factors based on length and weight data collected from M. cordyla landed weekly. Between April and June 2022, a total of 300 samples were collected, with length ranging from 230 to 430 mm TL, with the largest count (77 individuals) in the 314-334 mm interval. M. cordyla has an allometric negative growth pattern in Lampung Bay, with a growth coefficient (b) value of 2.47. Fish condition factor values ranged from 0.71 to 1.33, with June having the highest average value of 1.03. This information contributes greatly to a better understanding and long-term planning for the management of this fish population.Keywords: Allometric; Condition Factor; Length-Weight Relationship; Pelagic Fish; Aquatic Resources Management
DISEMINASI IKAN DAN SAYUR ORGANIK MELALUI TEKNOLOGI AKUAPONIK PADA KELOMPOK MANDIRI SENTOSA DI KECAMATAN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i1.271

Abstract

Penggunaan air yang cukup tinggi untuk kegiatan budidaya menghasilkan limbah bahan organik. Jika limbah tersebut tidak diolah dapat menimbulkan permasalahan perairan budidaya. Masalah yang muncul diantaranya penyakit yang menyerang ikan budidaya, peningkatan amoniak dan pencemaran air bersih di wilayah tersebut. Guna menanggulangi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan upaya pengelolaan air limbah budidaya ikan agar dapat dimanfaatkan fungsinya secara maksimal. Air sisa budidaya ikan mengandung bahan organik tinggi yang secara alami dapat dimanfaatkan langsung oleh tumbuhan. Solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra program adalah pengenalan dan penerapan teknologi akuaponik bagi petani ikan di Kecamatan Jati Agung. Rangkaian kegiatan ini dapat meningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra pembudidaya ikan di Kecamatan Jati Agung dalam penerapan teknologi akuaponik. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi limbah kegiatan budidaya dan meningkatkan hasil panen serta mendapatkan hasil panen tambahan berupa sayuran, dengan demikian keuntungan yang akan didapatkan menjadi lebih besar. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah persiapan (survey dan sosialisasi) serta pelaksanaan (persiapan instalasi, penyemaian tanaman dan penebaran ikan, pemeliharaan, pemanenan, pengemasan, dan pemasaran). Rencana tahapan berikutnya yang akan dilaksanakan dalam program pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan pendampingan dan evaluasi yang meliputi pendampingan dalam teknik pengemasan dan manajemen pemasaran.
DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN ORGANIK DENGAN "FLOATING RAFT AQUAPONIC SYSTEM" PADA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN DI KECAMATAN JATI AGUNG, LAMPUNG SELATAN Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i1.322

Abstract

Akuaponik merupakan sistem budidaya yang memadukan sub sistem akuakultur dengan sub sistem hidroponik.Sasaran dari program ini adalah mitra kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Mandiri Sentosa di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Permasalahan prioritas yang terjadi adalah pengelolaan air budidaya yang belum baik sehingga akan mengurangi ketersediaan air bersih. Program ini memiliki tujuan; (1) meningkatkan keterampilan kelompok mitra, (2) meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan (tidak terserang penyakit (3) membangun kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi dengan kelompok, (4) mengembangkan pola pemberdayaan kolaboratif. Metode yang digunakan survei, pelatihan, denplot teknologi akuaponik, pendampingan, dan evaluasi keberhasilan program. Kegiatan pengabdian memperoleh hasil sebagai berikut : (1) Adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam penerapan teknologi akuaponik hingga 95%, (2) Adanya peningkatan kualitas ikan budidaya, ditunjukkan dengan kondisi ikan yang sehat dan kualitas air budidaya yang baik. (3) Peningkatan hasil produksi kelompok mitra yang sebelumnya hanya berasal dari panen ikan, meningkat dengan ditambah dari hasil panen sayur organik. (4) Terciptanya kemitraan dan kerjasama yang efektif antara Perguruan Tinggi dengan kelompok masyarakat di Kecamatan Jati Agung, khususnya kelompok mitra Mandiri Sentosa. Diharapakan kegiatan ini dapat terus dilanjutkan oleh kelompok mitra dan diterapkan di lingkungan masyarakat sekitar.
THE POPULATION BIOLOGY OF BLUE SWIMMING CRAB Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758) DURING OVERFISHING CONDITIONS IN EAST LAMPUNG WATERS Yudha, Indra Gumay; Andriani, Nadya; Yulianto, Herman; Caesario, Rachmat; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.2009

Abstract

Blue swimming crab (BSC) is one of Lampung's main export fisheries commodities. The catch of BSC by fishermen in East Lampung waters is becoming more intensive and increasing from year to year, so it is a concern that it will threaten the sustainability of the stock. This research aimed to analyze the biology of several populations of BSC in East Lampung waters during overfishing conditions. Population biology data on BSC analyzed included growth rate, size at first caught, recruitment patterns, sex ratio, fishing mortality, exploitation level, and a potential spawning ratio. The analyzed data originated from BSC caught by crab net fishermen in East Lampung landed at TPI Kuala Penet and TPI Muara Gading Mas for 1 year (August 2019-June 2020), totaling 35,322 samples consisting of 20,586 males and 14,736 females. The research showed that the level of crab utilization had an E value of 0.71 per year. In these overfishing conditions, it was known that the growth of crabs in these waters was following the equation of CWt= 191,6x[1-e-130(t-(-0,073))]. The carapace width of BSC caught for the first time (Lc) was 119 mm (male) and 123 mm (female) with a sex ratio (M: F) that varied every month between 1:1 and 2:1. Recruitment occurred throughout the year. The SPR was slightly under 20% indicating that overfished conditions had caused the potential for the crab to spawn in an unsustainable condition.
Determination of water quality status of Way Kuala River, Bandar Lampung City Sheptiane, Ivena Putri; Delis, Putu Cinthia; Diantari, Rara
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.24366

Abstract

Way Kuala River is one of the rivers located in urban areas and utilized by various activities around it. Waste from the activities of the surrounding community that was discharged directly into the river will cause a decrease in river water quality. A decrease in water quality can be indicated by changes in physical, chemical, and biological parameters. The purpose of this research is to analyze water quality conditions and determine the water quality status of Way Kuala River, Bandar Lampung City. This research was conducted in November 2024-January 2025 in Way Kuala River, Bandar Lampung City. Sampling was conducted at 3 stations along the Way Kuala River using a direct survey method. Samples were then analyzed in situ, namely direct analysis in the field and ex situ with analysis at the BSPJI Bandar Lampung Laboratory. The data analysis used is STORET, pollution index (IP), and canadian council of ministers of the environment (CCME WQI). The results showed that the condition of Way Kuala River was categorized as polluted. The water quality status of Way Kuala River with STORET tends to be heavily polluted. The water quality status of Way Kuala River with IP tends to be lightly polluted. The water quality status of Way Kuala River with CCME WQI tends to be less polluted. Keywords: CCME WQI; Pollution Index; STORET; Water Quality Status; Way Kuala River