Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Sebaran PM10 menggunakan Model AERMOD View pada Jalan Raya Gunung Putri, Kabupaten Bogor Adli, Muhammad Tiyono Dzul; Febrita, Joana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.167-178

Abstract

Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi akibat dari emisi atau zat buang yang dihasilkan pada proses pembakarannya. Parameter pencemar udara ambien yang dihasilkan oleh aktivitas sektor transportasi salah satunya yaitu Particulate Matter 10 (PM10). PM10 pada jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Banyaknya pabrik-pabrik dan transportasi yang beraktivitas di Kecamatan Gunung Putri dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut. Oleh karena itu, analisis pola sebaran konsentrasi PM10 di Jalan Raya Gunung Putri dengan pemodelan AERMOD perlu dilakukan. Hasil pengukuran langsung di lapangan diperoleh besarnya konsentrasi PM10 pada hari kerja berkisar antara 72,80 - 135,39 µg/m3 sedangkan pada hari libur berkisar antara 50,68 - 82,52 µg/m3. Sumber pencemar PM10 yang bergerak berasal dari kendaraan seperti motor, mobil, bus, dan truk. Jumlah kendaraan yang melintas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya nilai konsentrasi PM10, semakin banyak kendaraan yang melintas konsentrasi PM10 juga akan meningkat. Pola sebaran konsentrasi PM10 dengan AERMOD View pada hari kerja berkisar antara 33,78 – 238,49 µg/m3 sedangkan pada hari libur berkisar antara 17,20 – 110,90 µg/m3 dengan arah angin bergerak dominan ke arah Tenggara. Konsentrasi PM10 di beberapa segmen jalan seperti segmen 1, segmen 2, dan segmen 6 tidak memenuhi baku mutu, yaitu lebih besar dari 75 µg/m3.
Potential Composting Paper and Food Waste using Cow Rumen Bioactivator at IPB University Dramaga Campus Yulianti, Alda Hesti; Febrita, Joana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 1: April 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.1.149-158

Abstract

Educational institutions including IPB University Dramaga is generating paper and food waste. Waste paper reaching 679.84 kg per day and food waste reached 379.55 kg/ day. Both is collected at Taman Semangat located in Cikabayan IPB Dramaga and has the potential to pollute the environment if not treated further. On the other hand, IPB has the potential of cattle rumen that has not been effectively utilized. One of the waste treatments that can be done is composting. This study aims to analyze the characteristics and quality of compost, determine the best compost variation, and analyze the potential of composting in reducing paper and food waste at IPB Dramaga Campus. Composting was done by mixing waste paper and food waste using cow rumen bioactivator. Composting was carried out for 8 weeks aerobically with two composting methods, namely open windrow and aerated static pile (ASP). The results showed that compost characteristics including color, volume, temperature, moisture content, pH, C-Organic, N-Total and C/N ratio were in accordance with SNI 19-7030-2004. Compost that is in accordance with the standard is found in variations A3 and B3 in four weeks. In this variation, the weight ratio of waste paper to food waste and cow rumen is 1.75: 5: 3,25. This composting variation is able to reduce waste paper and food waste based on variations A3 and B3 by 67% and 13%.
Design and Performance Evaluation of Conventional and Modified Aerobic Composters for Food and Agricultural Waste Management Loppies, Rasendriya Arkananta Bhanu; Febrita, Joana; Arif, Chusnul
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.2.327-336

Abstract

The management of organic waste, such as food scraps and straw, remains a challenge, particularly in residential areas that produce large amounts of waste but lack effective waste management systems. This study aimed to design and evaluate the performance of two types of aerobic composters: a conventional method and a modified method using a passive aeration system with perforated pipes. Six compost material variations were tested based on different ratios of food waste to straw and observed over an eight-week period using key parameters such as temperature, height, pH, moisture content, organic carbon, nitrogen content, and C/N ratio. The results showed that All compost variations met the compost quality standards of SNI 7763:2024. No significant difference was found between the conventional and modified methods based on ANOVA test results for the C/N ratio and pH. This study concluded that variation B6 was the most favorable, as it produced a C/N ratio closest to the standard value, met the quality standard criteria during the composting process, and reached acceptable pH and carbon levels more quickly than the other variations. Therefore, the compost quality of variation A2 and A3 was superior and reached maturity in a shorter time compared to the other treatments.
Efektivitas Penyerapan Amonia dalam Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation Febrita, Joana; Natasyarini, Nanda Purwita; Putra, Heriansyah
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.380112

Abstract

Penggunaan metode soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP) untuk perbaikan tanah menghasilkan produk sampingan berupa amonia, yang jika nilainya tinggi dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan. Penelitian ini menggunakan zeolite, arang aktif, dan karang sebagai bahan penyerap amonia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahan yang paling efektif dalam penyerapan amonia dan pengaruhnya saat diaplikasikan pada tanah. Pengujian dilakukan menggunakan dua konsentrasi dan tiga waktu pengadukan untuk semua bahan penyerap. Hasil pengujian menunjukkan penyerapan amonia terbesar terjadi pada arang aktif dengan konsentrasi 0,1 g/ml dan waktu pengadukan 20 menit, dengan nilai penyerapan 62%. Arang aktif disimpulkan memiliki efektivitas penyerapan amonia terbaik dibandingkan dengan zeolite dan karang. Penyiraman larutan aquades sebanyak 5 PV pada sampel dengan arang aktif menghasilkan nilai konsentrasi amonia terkecil sebesar 0,00001500 g/ml yang belum memenuhi baku mutu. Efektivitas penyerapan total yang terukur setelah dilakukan penyiraman pada tanah adalah sebesar 99% dari konsentrasi amonia kontrol. Penggunaan arang aktif terbukti efektif untuk mengurangi konsentrasi amonia saat larutan SCU-CP diaplikasikan pada tanah, meskipun nilainya belum memenuhi baku mutu.