Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Bioprospeksi ekstrak jahe gajah sebagai anti-crd: kajian aktivitas antibakteri terhadap Mycoplasma galliseptikum dan e. coli in vitro Min Rahminiwati; Aulia Andi Mustika P.; Siti Saadah; . Andriyanto; . Soeripto; Unang P.
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 15 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.752 KB)

Abstract

CRD is chronic respiratory disease in chicken caused by infection of Mycoplasma gallisepticum (M gallisepticum) and E. coli. Rio-prospective of jahe for controlling the disease was investigated through the study of antibacterial activity against M. gallisepticum of fresh ginger juice extract and fraction of hexan, ethyl acetate, methanol and water against M. gallisepticum and E. coli. The results showed that the juice of fresh ginger inhibited the growth of M. gallisepticum with the minimum inhibitory concentration that could inhibit the growth was 10 °/o. The fractions that effectively inhibited the growth of M. gal/isepticum are hexan fraction and water fraction with the smallest inhibition zone was found at concentration of at least 8 % and 10 % respectivelly.TLC examination results of hexan fraction showed a purple spot with Rf value of 0.9 and a dark blue spot with Rf value of 0.36. Based on Rf values and color reference, the first spot was suggested zingiberen and the second spot was gingerol. All fractions that were examined, did not show any inhibitory activity against thegrowth of E coli. Thus the extract of fresh ginger was only to be used to control the respiratory disease causedby M. gallisepticum but not coli.
Aktivitas Larvasida Biji Bengkuang sebagai Insektisida Nabati terhadap Larva Lalat Crysomya bezziana Aulia Andi Mustika; Upik Kesumawati Hadi; April Hari Wardhana; Min Rahminiwati; Ietje Wientarsih
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 4 No. 2 (2016): Juli 2016
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.789 KB) | DOI: 10.29244/avi.4.2.68-73

Abstract

Bengkuang merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas biji bengkuang sebagai insektisida nabati terhadap larva lalat Crysomya bezziana (C. bezziana) agen penyebab miasis secara in vitro. Penelitian ini terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Masing-masing sebanyak 20 Larva instar 1 (L1), Larva instar 2 (L2), dan Larva instar 3 (L3) C.bezziana digunakan untuk pengujian in vitro menggunakan pot plastik yang berisi media larva dan ekstrak ethanol biji bengkuang dengan konsentrasi bertingkat 0,06, 0,12, dan 0,25%. Coumaphos 0,06% dan akuades steril digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,25% mampu menyebabkan 100% kematian larva dan 100% pupa tidak menetas. Pengujian L3 menunjukkan bahwa ekstrak ethanol biji bengkuang mampu menyebabkan penurunan daya tetas pada semua konsentrasi. Pengujiaan L1 dan L2 untuk mengindikasikan efektifi tas ekstrak sebagai racun perut, sedangkan pengujian pada L3 sebagai indikasi racun kontak. Biji bengkuang memiliki daya larvasida terhadap beberapa jenis larva serangga C. bezziana.
Pengamatan Profil Darah Domba Terinfestasi Larva Chrysomya Bezziana dan Diberi Terapi Krim Herbal Sus Derthi Widhyari; Aulia Andi Mustika; Ietje Wientarsih; Lina Noviyanti Sutardi; Arief Purwo Mihardi; Esti Dhamayanti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 6 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.616 KB) | DOI: 10.29244/avi.6.2.8-15

Abstract

Larva Chrysomya bezzianamerupakan penyebab kejadian miasispada hewan ternak, dan merupakan masalah cukup serius karena dapat merugikan secara ekonomi.Pengobatan secara kimiawi dapat beresiko terhadap residu yang ditimbulkan, oleh karena itu perlu dicari obat alternatif berupa obat herbal yang aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan melalui pemeriksaan gambaran darah pada domba garut yang diinfestasi larva Chrysomya bezziana dan diberi terapi krim herbal sirih merah. Semua kelompok perlakuan dilakukan infestasi larva kecuali kelompok kontrol (K0). Pembuatan luka insisi dan diinfestasi 50 larva pada setiap lubang. Penelitian ini terdiri dari 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (K0), kelompok dengan terapi krim sirih merah 2% (P1), kelompok dengan terapi krim sirih merah 4% (P2), kelompok dengan terapi krim asuntol (KP), dankelompok tanpa terapi (KN).Pengambilan darah dilakukan pada awal pengamatan (pre terapi) dan akhir pengamatanyaitu hari ke-7 setelah terapi diberikan (post terapi). Parameter yang diamati berupa jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit.Infestasi larva Chrysomya bezzianadan pemberian krim herbal sirih merah tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit, nilai hematokrit, dan kadar hemoglobin.Hasil penelitian menunjukkan pemberian krim sirih merah 4% memberikan profil darah yang paling baik. Krim sirih merah memiliki kemampuan dalam penyembuhan luka
Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica val.) dan Mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai Antidiare Lina Noviyanti Sutardi; Aulia Andi Mustika; Andriyanto; Rendi Pratama Mukti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.1.80-86

Abstract

Kunyit dan mengkudu sudah digunakan sebagai pengobatan tradisional penyakit. Tanaman ini secara empiris digunakan untuk pengobatan diare. Akan tetapi, sejauh ini belum ada studi farmakologi aktivitas antidiare kombinasi ekstrak kunyit dan mengkudu. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi secara ilmiah pengaruh kombinasi ekstrak kunyit dan mengkudu terhadap diare yang diinduksi minyak jarak pada mencit. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (Tween 80 1%), kelompok kontrol positif (Loperamid HCl) dan kelompok perlakuan kombinasi ekstrak kunyit dan mengkudu (perbandingan 1:1) dosis 20 mg/kg BB, 40 mg/kg BB dan 80 mg/kg BB. Perlakuan dilakukan secara peroral. Parameter yang digunakan adalah proteksi intestinal (frekuensi defekasi mencit setiap 30 menit selama empat jam) dan transit intestinal (persentase lintasan penanda usus mencit). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak kunyit dan mengkudu dosis 20 mg/kg BB, 40 mg/kg BB dan 80 mg/kg BB memiliki efek antidiare dalam menurunkan frekuensi defekasi mencit dan menurunkan persentase lintasan penanda usus mencit, dengan dosis terbaik 80 mg/kg BB. Hasil penelitian ini memberikan informasi ilmiah terhadap penggunaan kombinasi ekstrak kunyit dan mengkudu untuk pengobatan diare.
Use of Herb Combination (Jamu Atoke) Before Mating to Improve Rat Pup Health Andriyanto Andriyanto; Leliana Nugrahaning Widi; Hamdika Yendri; Kharisma Mardathilah; Diky Yuliansah; Firda Agustin; Aulia Andi Mustika; Wasmen Manalu
Majalah Kedokteran Bandung Vol 54, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v52n4.2629

Abstract

Mortality and health disturbances in children often correlate with maternal health and fertility. Avocado, mung bean sprouts, and holy basil have been traditionally used to improve maternal health, before and during pregnancy. This study was aimed to assess the efficacy of herbal combination of avocado, mung bean sprouts, and holy basil (Jamu ATOKE) in optimizing reproductive health. Eighteen female Sprague Dawley rats (9–10 weeks old, BW: 180–250 g) were randomly divided into 3 treatment groups (n=6 rats for each group) of control, group I and II. ATOKE were added into rats drinking water and consumed for 30 days before pregnancy. After the rats were pregnant and gave birth, pup per parent ratio, pup mortality, and pup health performance (body weight gain, feed and drink consumption, motor activity, pup speed in finding light and feed, red blood cell (RBC) count, white blood cell (WBC) count and differential, SGPT, SGOT, blood urea nitrogen (BUN), creatinine, and proinflammatory mediators (TNF-α and IL-6) were analyzed. Pups born to in group I had a generally better health performance compared to the control group. There was a 100% mortality in the litter of group II due to the excessive aggressive behavior of the dams as a sign of toxicity. Administration of 2.5% Jamu ATOKE showed the best effects on the health and intelligence of the rat pup.
Improving the Quality of Oocytes of Old and Productive Ages White Rats (Rattus norvegicus) Using Pregnant Mare Serum Gonadotrophin Sultania A Suleman; Andriyanto Andriyanto; Aulia Andi Mustika; Wasmen Manalu
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 3 No. 1, JANUARY 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v3i1.5627

Abstract

Abstract This study was conducted to improve the quality of oocytes in old-female rats by using pregnant mare serum gonadotrophin (PMSG). Female rats at productive age were used as a control.  The experimental rats were injected with 4 doses of PMSG i.e., 0, 2.5, 5.0, and 10 IU PMSG. After 2 weeks of acclimation to the experimantal condition, the experimental rats were injected with PGF2α at a dose of 25µg/g BW two times with 2 days interval to synchronize estrous cycle. PMSG injections were conducted at the same time with the second PGF2α injection.  After PMSG injection, the experimental rats were divided into two groups rats, i.e., rats without mating for masurement of oocyte qualities and rats mated for measurement of offspring qualities.  Therefore, 16 experimental rats from each age group were sacrifized for maeasurement of oocyte qualities.  The other 16 experimental rats for each age group were mated for measurement of offspring qualities. Parameters measured were hematological profile, uterine and ovarian weights, the qualities of oocytes, the qualities of the offsspring born by using swimming test and rat maze test. The collected data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan test with a 95% confidence level. The data were analyzed using SSPS. The results showed that the improvement in the quality of oocytes in old female rats using the PMSG hormone in this study showed an increase in the quality of oocytes in old and productive age rats. The highest number of oocyte quality was found in rats of productive age (3.25) and significantly different (P< 0.05) from the other oocyte qualities. The quality of offspring born to old age and productive age rats injected with PMSG were improved.  It was concluded that the improvement of oocyte quality by using PMSG also improves offspring qualities.
Pola resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari burung lovebird terhadap beberapa antibiotik Anggia Murni Wijiati; Usamah Afiff; Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.1.15-16

Abstract

Informasi dan pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai antibiotik burung hias dapat menimbulkan penyalahgunaan dan resistensi antibiotik. Staphylococcus koagulase positif merupakan salah satu bakteri Gram positif yang bersifat patogen dan dapat menginfeksi burung lovebird. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari swab kloaka burung lovebird terhadap beberapa antibiotik yang berbeda. Isolat bakteri yang digunakan sebanyak empat buah dan diuji terhadap antibiotik gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer. Interpretasi hasil dan penentuan sifat kepekaan mengacu pada Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI 2018). Hasil uji resistensi yang didapatkan bervariasi. Sifat resistensi hanya didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 4. Intermediet didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 1, serta terhadap eritromisin dan siprofloksasin pada isolat 4. Isolat 2 dan 3 menunjukkan kepekaan sensitif terhadap gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin.
Uji kepekaan Staphylococcus koagulase negatif (CoNS) dari swab kloaka burung hantu asal Depok Michella Hoseana Wijaya; Usamah Afiff; Aulia Andi Mustika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.2.33-34

Abstract

Burung hantu merupakan burung pemangsa nokturnal yang saat ini banyak dijadikan hewan peliharaan di Indonesia. Namun informasi terkait penyakit dan pengobatan burung hantu masih sangat terbatas. Pengawasan penggunaan antibiotik di Indonesia juga masih lemah sehingga dapat terjadi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepekaan bakteri Staphylococcus Koagulase Negatif (CoNS) dari swab kloaka satu ekor Javan owlet (Glaucidium castanopterum) dan dua ekor buffy fish owl (Ketupa ketupu) yang berasal dari penangkaran burung hantu di Depok terhadap lima jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bakteri CoNS dari swab kloaka satu ekor javan Owlet dan satu ekor buffy fish owl resisten terhadap eritromisin, namun kedua isolat ini masih sensitif terhadap gentamisin, siprofloksasin, doksisiklin dan tetrasiklin. Untuk isolat ketiga yang berasal dari satu ekor buffy fish owl masih sensitif terhadap kelima antibiotik yang diujikan
Aktivitas Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit dan Gel Gamat Terhadap Penyembuhan Luka Lina Noviyanti Sutardi; Aulia Andi Mustika; Andriyanto; Rahmawati Januar; Aisyah Nurfitria Ayumi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.2.193-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat dari gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat sebagai obat untuk mempercepat proses penyembuhan luka sayatan yang mudah diaplikasikan, praktis, dan efektif pada tikus putih galur Sprague-Dawley berdasarkan pengamatan patologi anatomi. Sebanyak 30 tikus yang digunakan dibagi ke dalam rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan. Kulit tikus dilukai pada sebagian sisi perut kiri atau kanan sepanjang 3 cm. Setiap luka kemudian diobati dengan perlakuan yang berbeda. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol negatif (gel plasebo), gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat dengan berbagai konsentrasi (0,5%, 1%, 2%), dan kontrol positif (salep komersil yang mengandung Centella asiatica 15%). Pengamatan patologi anatomi dilakukan setiap hari selama 21 hari. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan perubahan yang terjadi secara deskriptif selama proses penyembuhan luka. Parameter yang diamati adalah ukuran luka, kedalaman luka, tepi luka, jenis eksudat, warna kulit, dan keberadaan rambut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan gel kombinasi dan kontrol positif memberi pengaruh lebih baik terhadap percepatan penyembuhan luka dibandingkan dengan kontrol negatif yang hanya diberikan gel placebo. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyembuhan luka dipercepat dengan pemberian gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat. Kelompok konsentrasi 2% memberikan hasil penyembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok konsentrasi 0,5% dan 1%.
Efikasi Pemberian Maserasi Kemangi sebagai Antifertilitas terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina Andriyanto; Rindy Fazni Nengsih; Leliana Widi; Hamdika Yendri; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Aulia Andi Mustika; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.270-274

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi khasiat fitofarmaka lokal Indonesia yaitu kemangi sebagai antifertilitas dalam meningkatkan kesehatan dan keamanan tikus betina. Sebanyak 15 ekor tikus betina galur Sprague-Dawley (umur 8 minggu, bobot badan 220-230 g) dibagi acak ke dalam 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: kontrol (K0); kemangi 1% (K1); dan kemangi 5% (K5) dalam bentuk maserasi yang ditambahkan ke dalam air minum. Pemberian jamu dilakukan selama 20 hari dimulai pada fase diestrus. Parameter profil darah yang diamati adalah gambaran darah merah (jumlah butir darah merah, hematokrit, dan hemoglobin) dan diferensial darah putih (limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, basofil). Parameter keamanan diamati dengan melihat fungsi organ hati (SGPT, SGOT) dan ginjal (ureum, kreatinin). Hasil menunjukkan bahwa profil darah dan pengamatan fungsi hati dan ginjal pada kelompok tikus betina yang diberi kemangi tidak terdapat perbedaan nyata (P>0.05) dengan kelompok kontrol. Pemberian kemangi tidak memengaruhi kondisi fisiologis tikus betina dan tidak toksik sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan tikus betina.
Co-Authors . andriyanto . Soeripto Adi Winarto Afiff , Usamah Aisyah Nurfitria Ayumi Alifiana Fitrianingrum Alifin Wisnu Ananta Alpayet, Rahmat Amaq Fadholly Amperanoto, Agus Amrozi Andriyanto Andriyanto . Andriyanto . Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto, Andriyanto Andriyanto Anggia Murni Wijiati Anggraeni, Henny Endah Anggraini, Lutvi Anisa Rahma, Anisa April Hari Wardhana April Hari Wardhana April Hari Wardhana Arief Sabdo Yuwono Aurelia, Sharon Bambang Pontjo Priosoeryanto Bondan Achmadi Budi Purwanto Diah Nugrahani Pristihadi Diky Yuliansah Diky Yuliansah Dodi Darmakusuma Dodi Darmakusumah Edwin Ligia Sastra Ekowati Handharyani Elpita Tarigan Elpita Tarigan Erli Chandra Esti Dhamayanti Fadiela Salima Putri Febrita, Joana Fedik Abdul Rantam Fifi Gus Dwiyanti Firda Agustin Firda Agustin Firda Agustin, Firda Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Putra Hudaya, Aang IBNUL QAYIM IETJE WIENTARSIH IPB, BPKB Irarang, Yusa Jusuf, Elena Adjani Kharisma Mardathilah Kharisma Mardathilah Khonsa Khonsa Kusdiantoro Muhamad Lailan Safina Nasution Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Widi Leo Sapelani Soinbala Lina Novianti Sutardi Lina Novianti Sutardi, Lina Novianti Lina Noviyanti Sutardi M. Agung Zaim Adzkiya Madyastuti, Rini Mardathilah, Kharisma Meilisa Lidya Margarita Meti Ekayani Michella Hoseana Wijaya Mohammad Miftahurrohman Muhammad Bintang Nababan, Ratna Kristiani Nabilah, Avida Shahnaz Ni Made Ria Isriyanthi Purohita, Adwisto Saktika Putra, Hamdika Yendri Putra, Heriansyah Putri, Fadiela Salima Rahmawati Januar Rahminiwati, Min Rai Sita Rendi Pratama Mukti Ridi Arif Rifnadhi, Bayu Rina Mardiana Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Risna Anggraeni Rukmana, Adi Safitri, Nadiya Santosa, Alfian Sari, Windi Mayang Silmy Kamila Widyanti Siti Saadah SM Leluala Subangkit, Mawar Sultania A Suleman Sus Derthi Widhyari Trioso Purnawarman Unang P. Upik Kesumawati Hadi Utami, Annisa Dwi Wasmen Manalu Widi, Leliana Nugrahaning Yayuk Sri Rahayu Yendri, Hamdika Yuliansah, Diky Yusa Irarang Zaenal Abidin