Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : FIKRAH

KRITIK TRADISI ILMIAH BARAT: MENYOROT FUNGSIONALITAS METODE ILMIAH DALAM PEMBANGUNAN MANUSIA SEUTUHNYA Syarif, Fajar
FIKRAH Vol 1 No 1 (2017): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v1i1.20489

Abstract

This research discusses the development of Western Science, which utters a negative impact in the shaping of society and men as human. The prime factor is the understanding of "Free Value" which is known as the Science of Free Value Morality. The result of the development of this science can not be controlled, which impact to crisis of morality, this research proves that reform and development of scientific traditions must begun from cleaning up epistemology and science must be known culturally.
TELAAH INTERDISIPLINER KONSEP KECERDASAN INTELEKTUAL Syarif, Fajar
FIKRAH Vol 3 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i1.20524

Abstract

Berdasarkan fakta sejarah, kecerdasan akal manusia mulai mendapatkan perhatian yang serius pada tahun 1905, melalui tes kecerdasan (IQ) yang pertama kali dilakukan oleh Alfred Binet (Seorang pakar psikologi dari Peran c i s) yang diperuntukkan bagi anak yang berumur 2 sampai 15 tahun. Sedangkan tes yang diperuntukkan bagi orang dewasa disusun oleh Wechsler pada tahun 1939 dengan nama Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Terlebih dengan temuan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligence) yang sudah diteliti oleh Howard Gardner. Namun ironisnya potensi-potensi tersebut belum dimaksimalkan betul oleh para pelajar Indonesia, sehingga mengakibatkan kecerdasan mereka masih sering dipertanyakan. Padahal mulai 14 abad yang lalu al-Qur'an mengingatkan bahwa setiap orang sebetulnya berpotensi untuk menjadi pribadi yang sempurna, yakni sebagai pribadi yang mencegah dari keburukan, pribadi yang berilmu, mempunyai saripati akal, mempunyai pandangan tajam dan mempunyai daya tahan. Tentu kesempurnaan itu akan dirasakan apabila pribadi seseorang mampu memaksimalkan betul potensi akal yang menjadi esensi tunggal yang bertugas untuk berfikir, merenung, menganalisis, menalar, memahami, mengerti, mengingat dan menyebut kekuatan besar (Tuhan) dibalik kekuatan yang diberikan kepadanya (akal).
THE REJUVENATION OF AKHLAK EDUCATION IN ISLAMIC EDUCATION Ridholloh, Ridholloh; Syarif, Fajar
FIKRAH Vol 6 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v6i2.20578

Abstract

This paper is a literature study on akhlak education contained in Islamic education. The discussion focused on the role of religion on akhlaks. Akhlak education really requires the role of religion that has urgency and significance in akhlaks. Therefore, it is necessary to rejuvenate the akhlak education contained in Islamic education, so that akhlak education becomes attractive. This paper finds that akhlak education contained in Islamic education is constructed based on religious relations. Therefore, akhlak education strengthens Islamic education.