Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Enhancing Self-Confidence in Low-Income Adolescents Through Person-Centered Therapy: A Qualitative Case Study Purba, Novia; Kastanya, Lidia; Sherly, Sherly; Monika, Monika; Christabel, Valencia
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v7i1.3995

Abstract

Self-confidence is essential in adolescent development, particularly for social interactions, public speaking, and decision-making. Adolescents with low self-confidence often withdraw, feel anxious in social situations, and struggle with decisions. Previous research has linked self-confidence to both academic and social success. However, studies on effective psychological interventions to improve self-confidence in adolescents from low socioeconomic backgrounds remain scarce. This study focuses on a 19-year-old adolescent from an economically disadvantaged family. Despite academic potential and personal strengths, the subject experiences self-doubt and fear of self-expression. Person-centered therapy (PCT) was chosen as an appropriate intervention to enhance self-confidence. This research evaluates the effectiveness of PCT in promoting self-acceptance, positive self-perception, and confidence in social settings. Qualitative methods were employed to evaluate the effectiveness of the intervention. The findings indicate that PCT effectively boosts self-confidence, particularly through techniques such as unconditional positive regard. This supports the effectiveness of PCT in enhancing adolescent self-confidence and psychological well-being.
PEMANFAATAN MEDIA AJAR “TODAY’S FEELING” UNTUK MENGENALKAN JENIS-JENIS EMOSI PADA SISWA SD NEGERI X Meidy, Jessisca; Monika, Monika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.763

Abstract

Humans' ability since middle childhood to identify and regulate their emotions is called emotional intelligence. Emotional intelligence has proven helpful for school-aged kids to study and socialize with other people. However, several cases in Indonesia show students’ low ability to identify and regulate their emotions. Therefore, this problem must be solved from the basics, by introducing several emotions to students. The writer made a teaching tool called “Today’s Feeling” with the hope that this tool could be an effective medium to solve students’ identifying and regulating emotional problems. Currently, no study uses board teaching tools to help elementary school students identify their emotions. The writer has to go through five steps to use this tool: pre-preparation, preparation, implementation, evaluation, and reporting. This tool was used by SD X students for three months and evaluated by 27 fifth-grade SD X students using a questionnaire made by the writer. Out of 27 fifth-grade students that evaluated this tool, 16 students feel “Today’s Feeling” is very helpful and 11 students feel “Today’s Feeling” is quite helpful. “Today’s Feeling” is considered adequate in helping students to understand their feelings, differentiate emotions that they feel, know how to regulate their emotions, and change their behavior in regulating the students’ emotions. Accordingly, the purpose of the teaching tool “Today’s Feeling” has been achieved. Therefore, the writer hopes SD X will continue to use the teaching tool “Today’s Feeling”.ABSTRAKKemampuan seseorang dalam mengenal dan meregulasi emosi sejak masa kanak-kanak tengah (middle childhood) disebut sebagai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional terbukti mampu membantu anak-anak usia sekolah dalam belajar dan bersosialisasi. Sayangnya, berbagai fenomena di Indonesia telah menunjukan bahwa siswa di Indonesia belum mampu mengenal dan meregulasi emosinya. Hal ini menjadi permasalahan yang serius. Maka dari itu, permasalahan ini perlu ditangani dari dasarnya, yaitu mengenalkan berbagai jenis emosi kepada siswa. Penulis membuat media ajar “Today’s Feeling” dengan harapan dapat menjadi media yang efektif dalam mengatasi permasalahan pengenalan emosi dan regulasi emosi siswa SD. Saat ini, belum terdapat penelitian PKM yang menggunakan media ajar papan untuk mengenalkan emosi, terutama pada siswa SD. Pemanfaatan media ini melalui lima tahapan: pra-persiapan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Media ini digunakan pada siswa SD X selama 3 bulan dan dievaluasi oleh 27 siswa kelas 5 SD X menggunakan kuesioner yang dibuat penulis. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh siswa SD X, “Today’s Feeling” dianggap sangat bermanfaat oleh 16 siswa dan dianggap cukup bermanfaat oleh 11 siswa karena mampu membantu siswa memahami perasaannya, membedakan berbagai emosi yang dirasakan, mengetahui cara meregulasi emosi, serta memberikan perubahan terhadap perilaku regulasi emosi siswa. Dengan demikian, tujuan pembuatan media ajar “Today’s Feeling” telah tercapai. Maka dari itu, penulis berharap pemanfaatan media ajar “Today’s Feeling” dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA SMP DI JAKARTA Abraham, Gabriel; Monika, Monika
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69408

Abstract

Siswa baru di SMP dituntut memiliki penyesuaian diri yang baik di lingkungan baru. Pentingnya penyesuaian diri berkaitan dengan terciptanya kesimbangan antara diri dengan berbagai tuntutan yang ada pada lingkungan baru. Kemampuan penyesuaian diri dipengaruhi oleh asertivitas, dukungan sosial, culture shock, strategi coping, efikasi diri akademik, motivasi, kepribadian, harga diri, dan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian diri pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII semester pertama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII semester pertama di SMA X Jakarta. Sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sebanyak 311 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Peneliti melakukan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji beda item sebelum skala konsep diri dan penyesuaian diri digunakan untuk mengambil data penelitian. Analisis data penelitian yang digunakan oleh peneliti, yakni, Pertama uji asumsi yang terdiri dari dua jenis, yakni uji normalitas dengan menggunakan teknik kolmogorov-smirnov dan uji linearitas dengan teknik deviation from linearity. Kedua adalah uji hipotesis dengan melakukan uji korelasi product moment. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25 for windows.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI Ganda murni Zebua; Sipra Barutu; Monika, Monika
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 3 No. 02 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), 2025
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/abdimassean.v3i02.767

Abstract

Latar belakang kegiatan ini adalah menurunnya cakupan imunisasi pada bayi dan balita akibat kekhawatiran orang tua terhadap risiko penularan penyakit dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya imunisasi. Berdasarkan hasil survei, dari 42 bayi dan balita di wilayah tersebut, hanya 26 anak yang telah mendapatkan imunisasi lengkap, sedangkan 16 anak belum diimunisasi sama sekali. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita, mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit menular dan perlindungan terhadap kesehatan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab, dengan dukungan media poster, leaflet, dan video edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang manfaat imunisasi, jenis vaksin, jadwal imunisasi, serta cara perawatan anak setelah imunisasi. Peserta juga menjadi lebih yakin untuk melaksanakan imunisasi bagi anak-anak mereka di posyandu atau puskesmas terdekat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, disambut antusias oleh peserta, dan berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap keamanan dan pentingnya imunisasi. Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif dalam peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi anak. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperluas cakupan imunisasi dan menurunkan risiko penyakit menular pada anak-anak di wilayah pedesaan.
Penguatan Pemahaman Anti-Bullying Pada Siswa SD X Di Jakarta Valencia, Valencia; Febriyanti, Anjeli; Ocberta, Natalie; Monika, Monika
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1772

Abstract

Fenomena bullying atau perundungan tengah menjadi masalah yang semakin marak dan membutuhkan perhatian serius dari khalayak umum. Bullying dapat terjadi di tempat dan waktu manapun, terutama dalam lingkungan sekolah. Para siswa harus memahami bullying dan dampak yang ditimbulkan dari tindakan tersebut. Pendidikan mengenai bullying penting dalam membangun kesadaran para siswa di sekolah mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tingkat pemahaman yang dapat dicapai para siswa mengenai bullying setelah dan sebelum menerima intervensi berupa psikoedukasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test dan post-test. Dari data yang sudah terkumpul, dilakukan uji normalitas Saphiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji Wilcoxon. Sampel pada penelitian ini menggunakan 77 partisipan SD X yang diambil dengan teknik simple random sampling kemudian data diolah menggunakan program IBM SPSS 26. Hasil pengujian normalitas Saphiro-Wilk menunjukkan bahwa sebaran data hasil pre dan post-test tidak terdistribusi normal (< 0.05). Data pada penelitian ini bersifat homogen dan mempunyai varians yang sama (> 0.05), yaitu pada pre-test sebesar 0.723 dan post-test sebesar 0.864 dengan pengujian Levene. Pengujian Wilcoxon menunjukan terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap bullying (< 0.05) sebelum dan setelah diberikan materi psikoedukasi anti-bullying. Disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan teknik analisis data yang lebih bervariasi seperti repeated measures ANOVA, yang dapat menganalisis perbedaan rata-rata di antara tiga atau lebih kelompok dengan variabel tertentu.
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap Menceritakan Kembali Hikayat Pada Fase E SMA N 16 Padang Monika, Monika; Mana, Lira Hayu Afdetis; Dwinitia, Suci
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14747

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali hikayat peserta didik dengan menggunakan model Reciprocal Teaching fase E SMA N 16Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Design Pre Experimental. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Pre Experimental dalam bentuk Posttest Only Contol Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik Kelas X SMA Negeri 16 Padang.yang terdaftar pada tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah Pengaruh Model Reciprocal Teaching, sedangkan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Menceritakan Kembali Hikayat fase E SMA N 16 Padang. data penelitian ini berjumlah dua yaitu: pertama skor dari hasil tes menceritakan kembali hikayat tanpa menggunakan model Reciprocal Teaching peserta didik fase E SMA N 16 Padang. Kedua skor dari hasil tes menceritakan kembali hikayat dengan menggunakan model Reciprocal Teaching peserta didik fase E SMA N 16 Padang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes menceritakan kembali hikayat tanpa dan dengan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching.Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikan penggunaan model Reciprocal Teaching terhadap kemampuan menceritakan kembali hikayat pada fase E SMA N 16 Padang. Jadi , thitung>ttabel yaitu 3,26>1,68 maka H1 diterima dan H0 ditolak.
Pengaruh Self-Regulation terhadap Tingkat Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal Runtu, Victoria Elizabeth Zefanya; Monika, Monika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quarter life crisis adalah fenomena psikologis yang sering dialami individu berusia 18–29 tahun, yang ditandai dengan perasaan cemas, bingung, dan tertekan ketika menghadapi tantangan transisi menuju kedewasaan. Masa ini mencakup tekanan sosial, ketidakpastian karier, dan pencarian identitas diri. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan individu dalam mengatasi quarter life crisis adalah self-regulation, yaitu kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku dalam mencapai tujuan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-regulation terhadap tingkat quarter life crisis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sebanyak 360 partisipan dewasa awal (berusia 18–29 tahun) dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-regulation dan quarter life crisis (p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat self-regulation yang tinggi cenderung lebih rentan mengalami quarter life crisis. Sebaliknya, individu dengan kemampuan self-regulation yang rendah lebih sering mengalami kesulitan dalam mengelola tekanan eksternal. Analisis juga menunjukkan bahwa self-regulation hanya berkontribusi sebesar 5,9% terhadap tingkat quarter life crisis, sementara 94,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain, seperti tekanan sosial, kondisi ekonomi, dan dukungan keluarga. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa self-regulation memiliki pengaruh signifikan terhadap quarter life crisis, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Pengaruh Model TGT Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn di Kelas IV SD Monika, Monika; Indrawati, Tin; Reinita, Reinita
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2014): (Agustus-Desember) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v6i1.3009

Abstract

This research was supported by the problems found in the field that the students' learning outcomes in Civic Education were less satisfactory and the learning process was still dominated by the teachers as a source of information. The cooperative model of Teams Games Tournament  is one of the alternative models that can be applied in Civic Education class to overcome the problems. Thus, this research was undertaken as an attempt to assess the effect of cooperative learning model of Teams Games Tournament  on the fourth grade students’ learning outcomes in Civic Education at SDN 33 Rawang Barat Padang. This research adopted a quasi-experimental research design with quantitative approach. The instrument for data collection was the written test. The result of the research revealed that the average score of the experimental class which applied cooperative learning model of teams games tournament compared to the control class  showed better achievement. The result obtained from the data showed that there is more positive effect of using Cooperative Learning Model of Teams Games Tournament  toward fourth grade students’ learning outcomes in Civic Education at SDN 33 Rawang Barat Padang. Key words: Cooperative Model Teams Games Tournament , Learning outcomes
Analisis velositas uang di Indonesia: pendekatan fungsi kuantitas irving fisher Monika, Monika; Michael, Michael
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v8i2.10352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar velositas di Indonesia. Motode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fungsi kuantitas Irving Fisher menggunakan data Jumlah Uang Beredar dan data PDB dari tahun 2010 sampai tahun 2019.Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan velositas uang di Indonesia yang diukur melalui rasio antara Jumlah Uang Beredar dengan Produk Domestik Bruto atas harga berlaku dan harga konstan menunjukan trend yang berfluktuatif yang mengikuti perkembangan Produk Domestik Bruto dan Jumlah Uang Beredar. 
Pengaruh Model TGT Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn di Kelas IV SD Monika, Monika; Indrawati, Tin; Reinita, Reinita
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2014): (Agustus-Desember) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v6i1.3009

Abstract

This research was supported by the problems found in the field that the students' learning outcomes in Civic Education were less satisfactory and the learning process was still dominated by the teachers as a source of information. The cooperative model of Teams Games Tournament  is one of the alternative models that can be applied in Civic Education class to overcome the problems. Thus, this research was undertaken as an attempt to assess the effect of cooperative learning model of Teams Games Tournament  on the fourth grade students’ learning outcomes in Civic Education at SDN 33 Rawang Barat Padang. This research adopted a quasi-experimental research design with quantitative approach. The instrument for data collection was the written test. The result of the research revealed that the average score of the experimental class which applied cooperative learning model of teams games tournament compared to the control class  showed better achievement. The result obtained from the data showed that there is more positive effect of using Cooperative Learning Model of Teams Games Tournament  toward fourth grade students’ learning outcomes in Civic Education at SDN 33 Rawang Barat Padang. Key words: Cooperative Model Teams Games Tournament , Learning outcomes