Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELATIHAN PIJAT TUINA TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN SETAN DESA MAGUWOHARJO, KELURAHAN DEPOK, KABUPATEN SLEMAN Ester Ratnaningsih; Harliana Riska; Inez Faradila Azmy
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.796 KB) | DOI: 10.52299/jks.v12i2.87

Abstract

Masa balita merupakan golden period atau masa keemasan proses tumbuh kembang yang berlangsung sangat pesat. Periode ini dapat diwujudkan apabila anak memperoleh asupan gizi yang optimal. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dapat dilakukan dengan cara non farmakologi melalui pijat tui na. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh efektifitas pelatihan pijat tuina terhadap pengetahuan ibu balita. Metode penelitian ini adalah pre-eksperiment dengan desain one group pre test post test design. Pengambilan sample dengan teknik incidental sampling sehingga di dapatkan 23 ibu balita di Dusun Setan di Desa Maguwoharjo, Kelurahan Depok, Kabupaten Sleman. Instrument untuk mengukur pengetahuan ibu balita dalam penelitian ini merupakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pelatihan. Sebelum pelatihan persentase pengetahuan dalam kategori kurang (97%), sedangkan setelah pelatihan persentase pengetahuan meningkat menjadi baik (22%) dan cukup (48%). Kesimpulan hasil uji statistik adalah ada pengaruh pelatihan pijat tuina terhadap pengetahuan ibu melakukan pijat tuina dengan nilai signifikan 0.000<0,05. Dengan demikian bahwa pelatihan pijat tuina mampu meningkatkan pengetahuan ibu balita.
Kualitas Fungsi Seksual Ibu Postpartum Dengan Jahitan Perineum Diukur Menggunakan Female Sexual Function Index Ester Ratnaningsih
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.779 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i2.277

Abstract

Aktivitas seksual wanita berubah pada berbagai tahap kehidupan, salah satunya karena  proses  persalinan. Masalah seksual wanita setelah melahirkan adalah trauma perineum saat melahirkan seperti ruptur perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran indeks fungsi seksual ibu postpartum dengan jahitan perineum di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang tahun 2019. Desain penelitian ini adalah study deskritif, dengan besar sampel 45 orang,  pengambilan sampel dilakukan dengan teknik  aksidental sampling. Disfungsi seksual dinilai dengan kuesioner FSFI.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berumur 20-35 tahun sebanyak 40 responden (88,9%), mayoritas ibu multipara sebanyak 28 responden (62,2%), mayoritas responden berpendidikan SMA sebanyak  30 responden (66,7%), dan mayoritas responden menyusui  sebanyak 41 responden (91,1%) dan mayoritas responden melakukan hubungan seksual 3 bulan setelah bersalin sebanyak 24 responden (53,3%), Skor indeks fungsi seksual ibu postpartum dengan jahitan perineum dengan rentang 4 – 34,2. Kejadian disfungsi seksual pada ibu nifas dengan jahitan perineum sebanyak 86,7%.Kata kunci : disfungsi seksual; postpartum; jahitan perineum  
Inisiasi Kampung Komplementer Untuk Optimalkan Kesehatan Ibu dan Anak Ester Ratnaningsih; Lenna Maydianasari; Rahayu Widaryanti; Muflih Muflih
Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lomas.v2i2.242

Abstract

The majority of mothers who have toddlers in Karangrejo Sub-Village, Karangnongko, Tirtomartani Village, Kalasan Subdistrict come to the baby shaman to massage the baby and provide herbs to increase appetite in her child. The public also does not have knowledge of complementary therapies to address mild health complaints without chemical drugs such as cupping, accupoint and herbal therapy. The purpose of community service is to initiate the formation of complementary villages in Karangrejo Sub-Village . The activities carried out are complementary cadre training, baby healthy food movement, toddler and breastfeeding, healthy toddler movement and healthy living community movement with the use of herbs. Monitoring and evaluation are carried out with assistance to motivate the sustainability of the program. The result achieved is (1) The partner has formed and has a complementary village manager; (2) The partners have complementary cadres (3) The partners have carried out complementary village activities, namely healthy food movements for infants, toddlers and nursing mothers, monitoring growth and healthy community movements with the use of herbal plants
Analisis Kebutuhan Media Promosi Kesehatan Layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) bagi Ibu Hamil Lenna - Maydianasari; Ester - Ratnaningsih
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.61700

Abstract

Latar Belakang: Kasus HIV pada ibu hamil di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 sebanyak 23 kasus dan  meningkat menjadi 75 kasus pada tahun 2019. Setiap ibu hamil sudah diwajibkan untuk dilakukan tes HIV melalui layanan PITC. Namun, media promosi kesehatan tentang layanan PITC belum tersedia, sehingga ibu hamil belum memahami pentingnya layanan tersebut dan pencegahan HIV/AIDS.Tujuan: Untuk menganalisis kebutuhan media promosi kesehatan layanan PITC bagi ibu hamil.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research) dengan pendekatan kuantitatif untuk meneliti karaktersitik responden dan informasi layanan PITC serta pendekatan kualitatif untuk kebutuhan media promosi kesehatan layanan PITC. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis isi (content analysis).Hasil: Mayoritas responden berusia 20-35 tahun, pendidikan menengah, ibu rumah tangga, primigravida dan umur kehamilan trimester III. Media promosi kesehatan layanan PITC diperlukan untuk mempermudah penyampaian informasi bagi ibu hamil dan suaminya (51,7%). Bentuk pesan dan media yaitu audiovisual (87,1%) dan jenis media sosial (75,3%). Kesimpulan: Media promosi kesehatan layanan PITC bagi ibu hamil yang dibutuhkan adalah media audiovisual yang disampaikan melalui media sosial. Media tersebut dapat diintegrasikan dengan strategi promosi serta komunikasi kesehatan efektif untuk pencegahan HIV/AIDS pada kehamilan.
MENGURANGI KECEMASAN PADA CALON AKSEPTOR IUD DENGAN TEHNIK SLOW DEEP BREATHING Rahayu Widaryanti; Istri Yuliani; Herliana Riska; Ester Ratnaningsih
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 7 No. 1 (2020): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v7i1.59

Abstract

Latar belakang: Salah satu kendala penggunaan IUD sebagai metode kontrasepsi adalah tingkat kecemasan prosedur pemasangan. Sebagai upaya menurunkan kecemasan tersebut dapat menggunakan tehnik Slow Deep Breathing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tehnik Slow Deep Breathing terhadap kecemasan calon akseptor KB IUD. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan one group pre test dan post test tanpa menggunakan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah calon akseptor IUD sebanyak 50 orang. Analisis data menggunakan wilcoxon. Hasil: Terdapat penurunan tingkat kecemasan calon akseptor IUD sebelum dan sesudah mendapatkan terapi non farmakologis tehnik relaksasi nafas dalam (slow deep breathing) sebanyak 10.5 point. Berdasarkan hasil perhitungan Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai Z sebesar -6.169 dengan nilai signifikansi < 0.000 (p < 0.05) sehingga terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan setelah mendapatkan terapi non farmakologi berupa intervensi  relaksasi nafas dalam (slow deep breathing). Tingkat kecemasan menyebabkan peningkatan skor nyeri pada akseptor IUD oleh sebab itu penting dilakukan manajemen kecemasan untuk meningkatkan kenyamanan dalam pemasangan IUD sehingga diharapkan dapat meningkatkan cakupan penggunaan kontrasesi IUD.
Perancangan Media Animasi 2 Dimensi untuk Promosi Kesehatan Layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) Ester Ratnaningsih; Lenna Maydianasari; Dyan Avando Meliala
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.525

Abstract

ABSTRAKMinimnya informasi layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) bagi  ibu hamil, menyebabkan kasus HIV/AIDS cenderung meningkat setiap tahun. Media promosi kesehatan layanan  PITC bagi ibu hamil diperlukan dengan tujuan untuk mempermudah penyampaian informasi dan pemahaman ibu hamil. Janis media yang lebih mudah dipahami berbentuk audiovisual yaitu animasi. Media animasi 2 dimensi perlu dirancang sebagai media promosi kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang layanan PITC. Merancang media animasi 2 dimensi untuk promosi kesehatan layanan PITC. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengembangan multimedia terdiri dari tahap pra produksi, produksi dan  pasca produksi. Tahap pra produksi meliputi pembuatan ide, naskah, storyboard, dan disain karakter. Tahap produksi meliputi pembuatan Key Animasi, In Between, Background, Dubbing, dan Music. Tahap pasca produksi meliputi kegiatan compositing, editing, dan rendering. Hasil penelitian didapatkan fakta bahwa kelayakan media berdasarkan penilaian dari ahli materi dengan persentase yaitu 77,5% dengan kategori  layak, ahli media dengan persentase yaitu 96,4% dengan kategori sangat layak dan uji kelayakan pengguna dengan persentase yaitu 86,3 % dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa animasi 2  dimensi promosi kesehatan layanan PITC  dapat dijadikan sebagai media  promosi bagi masyarakat luas. Kata Kunci: animasi; 2 dimensi; promosi; Provider Initiated Testing and Counseling  ABSTRACTThe lack of information about Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) services for pregnant women leads to an increase in HIV/AIDS cases every year. Health promotion media regarding PITC services for pregnant women is required with the aim of facilitating the delivery of information and increasing the understanding of pregnant women. Audiovisual media is found to be better in information delivery, for example in the form of animation. 2-dimensional animation media needs to be designed as a health promotion media in order to increase the knowledge of pregnant women about PITC services. This study was to design 2-dimensional animation media for health promotion of PITC services.  The approach implemented in this research was quantitative with descriptive type. Multimedia development methods consisted of pre-production, production and post-production stages. The pre-production stage involved the creation of ideas, scripts, storyboards, and character designs. The production stage involved the making of Key Animation, In Between, Background, Dubbing, and Music. The post-production stage involved compositing, editing, and rendering activities. It was obtained the fact that the feasibility of the media based on the assessment of material experts was 77,5 % which was involved in feasible category. Furthermore, based on media experts it was 96,4% which was involved in very feasible category. Based on the users, the feasibility was 86,3% which was involved in very feasible category. Based on the results of the study, it can be concluded that the 2-dimensional animation for health promotion of PITC services could be used as a promotional media in a wider community. Keywords: animation; 2 dimensions; promotion; PITC 
PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK BAYI BALITA MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU TENTANG STIMULASI BRAIN GYM Ester Ratnaningsih; Listia Dwi Febriati
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2590

Abstract

Kegiatan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita di Posyandu Dusun Duku, Desa Jampidan, Banguntapan, Kabupaten Bantul sudah berjalan rutin setiap bulan. Hasil pemantauan menunjukkan perkembangan motorik balita 64% sesuai usianya, namun 36% mengalami keterlambatan perkembangan motorik meliputi merangkak, berjalan dengan dibantu dan berjalan sendiri. Keterlambatan perkembangan motorik balita di Dusun Duku disebabkan anggota tubuh yang belum terstimulus dengan baik, kurangnya pengetahuan orang tua dalam mengembangkan kinestetik balita dan penggunaan gadget pada balita. Salah satu aspek perkembangan yang perlu di stimulasi adalah kecerdasan kinestetik yaitu gerakan seluruh anggota tubuh. Upaya meningkatkan kecerdasan kinesteik balita melalui stimulasi brain gym. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan perkembangan balita khususnya kecerdasan kinestetik dengan stimulasi brain gym di wilayah Dusun Duku, Desa Jambidan, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Metode: Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan kader Posyandu tentang stimulasi kecerdasan kinestetik brain gym dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Hasil kegiatan ini tercetaknya Buku Saku Brain Gym pada Bayi dan Balita yang telah memperoleh sertifikat Hak Cipta, Hasil pelatihan kader menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 6,3% pengetahuan baik menjadi 56,3%. Kader telah mampu melakukan stimulasi brain gym pada bayi dan balita
STRATEGI PENCEGAHAN NARKOLEMA DAN PERNIKAHAN DINI DI KALANGAN REMAJA MELALUI INISIASI POSYANDU REMAJA Ester Ratnaningsih; Tutik Astuti; J. Nugrahaningtyas W. Utami
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2418

Abstract

Data Panitera Pengadilan Agama Wonosari Gunung Kidul Tahun 2020 menunjukkan angka pernikahan dini naik 100% dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 108 perkara. Dusun Ngunut Tengah salah satu Dusun di Playen, Gunung kidul 26% pernikahan usia remaja. Hasil wawancara remaja di Dusun Ngunut Tengah sebanyak 83% pernah melihat pornografi. Narkolema merupakan pornografi yang dapat di akses lewat mata. Untuk mencegah bahaya narkolema pada remaja diinisiasi pembentukan Posyandu remaja. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk menurunkan jumlah pernikahan remaja dengan menginisiasi Posyandu Remaja di Dusun Ngunut Tengah RT 08, RW:02 Kapanewon Playen. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan kader posyandu remaja serta pendampingan posyandu remaja. Hasil pengabdian masyarakat berupa inisiasi pembentukan Posyandu Remaja, tercetaknya Buku Saku Bahaya Narkolema dan pencegahannya pada remaja, yang telah memperoleh sertifikat Hak Cipta. Hasil pelatihan kader remaja menunjukkan efektifitas pelatihan kader posyandu remaja dilihat dari peningkatan nilai pretest dan posttest (rata- rata beda mean 40,02). Hasil pendampingan posyandu remaja menunjukkan sebesar 33,3% remaja memiliki IMT ideal, 87,5% remaja tidak mengalami Kurang Energi Kronis (KEK), 75 % memiliki ukuran lingkar perut normal dan 91,6% remaja menunjukkan tekanan darah dalam batas normal.
Implementasi Program Cipta Reproduksi Sehat Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi Tutik Astuti; Ester Ratnaningsih; J Nugrahaningtyas
Kapas: Kumpulan Artikel Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.761 KB) | DOI: 10.30998/ks.v1i2.1323

Abstract

Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan social yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan system reproduksi, fungsi serta prosesnya. Kesehatan reproduksi erat kaitannya dengan pernikahan dini. Terkait pada suatu keadaan yaitu manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksi secara sehat dana aman. Data di Pengadilan Agama Daerah Wonosari Gunungkidul, pernikahan dini masih menjadi pemicu tertinggi terjadinya perceraian, pada tahun 2020 sekitar 200 pengajuan perkara. Angka pernikahan dini di Gunungkidul dari tahun ke tahun semakin meningkat dan tertinggi di wilayah DIY. BPS tahun 2019 ada sekitar 25,71% perempuan menikah diusia kurang dari 18 tahun. Artinya 1 dari 4 perempuan di Indonesia menikah di usia anak.  Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan serta pembentukan PIK R pada siswa SMPN 4 Wonosari Gunungkidul tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja pada tanggal 22 Agustus 2022, yang diikuti sejumlah 30 siswa SMP N 4 Wonosari Gunungkidul. Hasil yang dicapai adalah terbentuknya PIK Remaja di SMPN 4 Wonosari Gunungkidul yang akan dilaksanakan secara rutin dan terpantau oleh guru UKS. Dengan adanya program PIK Remaja di sekolah ini diharapkan akan terlaksanakan secara rutin dan berkesinambungan oleh siswa yang dimonitor guru UKS.
Rancang Bangun Aplikasi “PITC” untuk Meningkatkan Minat Ibu Hamil Melakukan Konseling dan Tes HIV Ester Ratnaningsih; Lenna Maydianasari; Dyan Avando Meliala
Jurnal SMART Kebidanan Vol 10, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v10i1.788

Abstract

ABSTRAKKasus HIV pada ibu hamil di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 ditemukan sebanyak 23 kasus meningkat menjadi 75 kasus pada tahun 2019. Minimnya informasi serta pelayanan kesehatan yang kurang optimal menyebabkan kasus HIV/AIDS meningkat setiap tahun. Media promosi kesehatan diperlukan dengan tujuan untuk mempermudah penyampaian informasi dan pemahaman ibu hamil. Dunia saat ini sudah memasuki era 4.0 dimana terjadinya perkembangan teknologi yang semakin canggih berdampak kepada perkembangan media promosi kesehatan. Salah satunya adalah dengan menggunakan media aplikasi “PITC” berbasis android. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan Aplikasi “PITC” Berbasis Android Sebagai Media Promosi Kesehatan Layanan  Provider  Initiated  Testing And Counseling Bagi Ibu Hamil. Metode penelitian research  and  development dengan  model pengembangan ADDIE dengan tahap analisis kebutuhan, perancangan konsep, dan pengembangan aplikasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan uji kelayakan media berdasarkan penilaian dari 2 ahli praktisi dengan persentase yaitu 86% dengan kategori sangat layak, dan uji kelayakan pengguna dengan persentase yaitu 80,5 % dengan kategori layak. Data Minat  Ibu Hamil melakukan Konseling  dan Tes HIV yang dilakukan pengguna (ibu hamil) sebesar 50%  ibu hamil mempunyai minat tinggi  untuk melakukan konseling dan tes HIV. Kata Kunci: aplikasi; PITC; minat ABSTRACT There were 23 cases of HIV among pregnant women in Sleman Regency in 2018, whic increased to 75 cases in 2019. The lack of information and sub-optimal health services has led to an increase in HIV/AIDS cases every year. Health promotion media are required with the aim of facilitating the delivery of information and understanding of pregnant women. The world has currently entered the industry 4.0 era wherein increasingly sophisticated technological developments have an impact on the development of health promotion media. One example of it is the use of Android-based "PITC" application.This study was intended to develop an Android-based "PITC" application as a health promotion medium for Provider Initiated Testing and Counseling service for pregnant women. The study was research and development method with the ADDIE development model with the stages of needs analysis, concept design, and application development. The data were analyzed using descriptive analysis technique. The results of the study based on the assessment of 2 expert practitioners, the media feasibility rate was 86% which can be involved in the very feasible category. Furthermore, the user feasibility rate was 80.5% which can be involved in the feasible category. Data regarding the Interest of Pregnant Women as users in HIV Counseling and Testing revealed that 50% of pregnant women had a high interest in HIV counseling and testing.Keywords: aplication; PITC; interest