Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Potensi Teknologi Bersih Produk Perikanan sebagai Peningkatan Daya Saing Produk Mendukung Penanganan Stunting di Desa Teluk Pambang Sumarto; Diharmi, Andarini; Suparmi; Sukmiwati, Mery; Sidauruk, Santhy W; Siregar, Rizky Febriansyah; Sari Sirait, Putriana; Sandria, Nofri; Fikri, Muhammad Zakiyul
Bahasa Indonesia Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.213.5

Abstract

This community empowerment activity aimed to enhance the competitiveness of local fishery products through clean production (zero waste) initiatives, producing food products to support the stunting prevention program in Teluk Pambang Village, Bantan Subdistrict, Bengkalis Regency, Riau Province. The community empowerment methods included socialization, counseling, training, and mentoring for village community groups (Posyandu cadres, PKK, and KURNIA MSMEs industry partners). Clean production was applied to various types of marine fish (mackerel, biang, and lomek), resulting in a range of food products that could be used to support the stunting prevention program. The implementation of the community empowerment activity, involving 35 participants, showed significant results in enhancing knowledge and skills in applying the clean production concept by creating various products such as fish cookies, fish amplang, fish skin crackers, fish nuggets, and fish balls. Continuous production was carried out by KURNIA MSMEs industry partners to support the stunting prevention program in Teluk Pambang Village, targeting children aged 3–8 years. The food products for the stunting prevention program included fish cookies, fish amplang, fish nuggets, and fish balls. The fishery products from this community empowerment activity were distributed to 15 children aged 3–8 years. The activity was conducted over eight weeks to monitor the growth in height, weight, and health changes in children through their appetite levels. The community service program's implementation, through the daily provision of various fishery products (fish cookies, fish amplang, fish nuggets, and fish balls), yielded very positive results, with significant improvements in height, weight, and increased appetite among the children. The fishery products from this community empowerment activity have the potential to be developed into added-value products and economic benefits for the community while also contributing to public health, particularly in supporting the stunting prevention program at the village, regional, and national levels.     Abstrak Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan masyarakat melalui kegiatan produksi bersih (zero waste)  menghasilkan produk pangan untuk mendukung program penanganan stunting di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Riau. Metode kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui aktivitas sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan serta pembinaan kepada kelompok masyarakat desa (kader posyandu, PKK, mitra industri UMKM KURNIA). Penerapan produksi bersih dilakukan terhadap jenis ikan laut (ikan tenggiri, biang dan lomek) menjadi beranekaragam produk pangan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung program penanganan stunting. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan jumlah peserta 35 orang menunjukkan hasil yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan konsep produksi bersih dengan membuat aneka ragam produk antara lain cookies ikan, amplang ikan, kerupuk kulit ikan, nugget ikan dan bola-bola ikan. Produksi secara kontinyu dilakukan oleh mitra industri UMKM KURNIA untuk dimanfaatkan dalam mendukung program penanganan stunting di Desa Teluk Pambang terhadap target sasaran penerapan pada anak-anak usia 3-8 tahun. Jenis produk pangan untuk penerapan penanganan stunting yang diberikan mencakup cookies ikan, amplang ikan, nugget ikan dan bola-bola ikan. Pemberian produk perikanan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat terhadap anak-anak usia 3-8 tahun sebanyak 15 orang, kegiatan dilakukan selama 8 minggu untuk mengetahui perkembangan tinggi badan, berat badan dan perubahan kesehatan anak melalui tingkat selera makan anak-anak. Hasil kegiatan penerapan pengabdian masyarakat melalui pemberian paket produk perikanan setiap hari dengan jenis beragam (cookies, amplang, nugget, bola-bola ikan) memberikan hasil sangat baik terhadap hasil pengukuran kenaikan tinggi badan, berat badan dan tingkat selera makan anak-anak semakin tinggi. Produk perikanan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan menjadi nilai tambah produk dan nilai ekonomi masyarakat serta bermanfaat dalam menunjang kesehatan masyarakat diantaranya untuk mendukung program penanganan stunting bagi masyarakat desa, daerah dan nasional.
Pengembangan Usaha Mitra Binaan Melalui Diversifikasi Makanan Jajanan Berbasis Ikan Dewita, Dewita; Suparmi, Suparmi; Irasari, N.; Diharmi, Andarini; Sidauruk, Santhy W.; Siregar, Rizky Febriansyah; Sukendi, Sukendi; Syahada, Melania
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.1.71-77

Abstract

Saat ini produk makanan jajanan berbasis ikan telah diminati berbagai lapisan masyarakat. Hal ini didasarkan bahwa ikan tidak kalah pupuler dengan dagingsapi dan ayam, karena ikan memiliki berbagai keunggulan, seperti kaya protein tinggi, harga relatif terjangkau dan tersedia sepanjang tahun. Maka dari itu membuka usaha makanan jajanan berbasis ikan memiliki prospek seperti halnya mitra binaan UD Kasih Bunda di desa Sungai Paku Kabupaten Kampar, Riau. Mitra binaan telah mulai usahanya sejak tahun 2018 sampai saat ini. yang memproduksi makanan jajanan seperti mi sagu ikan, fish ball (bola ikan), risoles dan kerupuk kulit ikan. Pangsa utama produk tersebut adalah anak sekolah dan masyarakat tempatan. Seiring dengan peningkatan permintaan dan konsumsi ikan di masyarakat serta mendukung program nasional, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Sarapan pagi (makan gratis), maka usaha mitra binaan perlu dikembangkan melalui penambahan varian produk selain peningkatan mutu produk seperti produk din sum dan nuget kaki naga, agar nantinya banyak pilihan bagi anak sekolah dan kalangan masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka strategi dan kreativitas sangat diperlukan dalam pengembangan usaha, agar memiliki daya saing dan diversivikasi produk. Dengan demikian diversifikasi makanan olahan ikan harus dilakukan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan di masyarakat dan kemampuan dalam menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien, Setelah dilakukan kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan mitra tentang diversivikasi produk olahan berbasis ikan (nuget kaki naga dan din sum) dengan kemasan menarik, sehingga dapat meningkatkan daya jual dan jangkauan daerah pemasaran.
Pengembangan Usaha Mitra Binaan Melalui Diversifikasi Makanan Jajanan Berbasis Ikan Dewita, Dewita; Suparmi, Suparmi; Irasari, N.; Diharmi, Andarini; Sidauruk, Santhy W.; Siregar, Rizky Febriansyah; Sukendi, Sukendi; Syahada, Melania
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Saat ini produk makanan jajanan berbasis ikan telah diminati berbagai lapisan masyarakat. Hal ini didasarkan bahwa ikan tidak kalah pupuler dengan dagingsapi dan ayam, karena ikan memiliki berbagai keunggulan, seperti kaya protein tinggi, harga relatif terjangkau dan tersedia sepanjang tahun. Maka dari itu membuka usaha makanan jajanan berbasis ikan memiliki prospek seperti halnya mitra binaan UD Kasih Bunda di desa Sungai Paku Kabupaten Kampar, Riau. Mitra binaan telah mulai usahanya sejak tahun 2018 sampai saat ini. yang memproduksi makanan jajanan seperti mi sagu ikan, fish ball (bola ikan), risoles dan kerupuk kulit ikan. Pangsa utama produk tersebut adalah anak sekolah dan masyarakat tempatan. Seiring dengan peningkatan permintaan dan konsumsi ikan di masyarakat serta mendukung program nasional, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Sarapan pagi (makan gratis), maka usaha mitra binaan perlu dikembangkan melalui penambahan varian produk selain peningkatan mutu produk seperti produk din sum dan nuget kaki naga, agar nantinya banyak pilihan bagi anak sekolah dan kalangan masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka strategi dan kreativitas sangat diperlukan dalam pengembangan usaha, agar memiliki daya saing dan diversivikasi produk. Dengan demikian diversifikasi makanan olahan ikan harus dilakukan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan di masyarakat dan kemampuan dalam menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien, Setelah dilakukan kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan mitra tentang diversivikasi produk olahan berbasis ikan (nuget kaki naga dan din sum) dengan kemasan menarik, sehingga dapat meningkatkan daya jual dan jangkauan daerah pemasaran.
Produksi Aneka Produk Perikanan untuk Daya Saing Ekonomi Kreatif Mendukung Program Pencegahan Stunting pada Masyarakat Pesisir Sumarto, Sumarto; Diharmi, Andarini; Suparmi, Suparmi; Sukmiwati, Mery; Sidauruk, Santhy Wisuda; Siregar, Rizky Febriansyah; Sandria, Nofri; Fikri, Muhammad Zakiyul
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.141-150

Abstract

Komoditas perikanan memiliki potensi untuk menghasilkan produk yang bergizi tinggi dan sangat baik untuk meningkatkan gizi masyarakat pesisir dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan berbagai produk berbahan dasar ikan yang digunakan untuk mencegah stunting pada masyarakat pesisir di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Melalui penyuluhan dan pelatihan pada masyarakat pesisir, kegiatan dilakukan dengan membuat aneka produk perikanan, antara lain cookies ikan, nugget ikan, dan bakso ikan. Kemudian, aneka produk perikanan tersebut digunakan untuk mencegah stunting pada balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan masyarakat dalam memproduksi aneka produk olahan (cookies, nugget, dan bakso ikan) sangat baik dilihat dari aspek sensoris (tampilan, rasa, aroma, dan tekstur produk), kegiatan produksi berlangsung secara berkelanjutan oleh masyarakat melalui kelompok UMKM Kurnia Desa Teluk Pambang. Hasil pemberian produk perikanan (cookies, nugget, bakso ikan) kepada balita usia 3-5 tahun sebanyak 10 orang selama dua bulan, hasil kegiatan memberikan dampak positif terhadap pengaruh peningkatan berat badan dan tinggi badan balita selama pengukuran selama dua bulan.
The The spawning aplication of Koi (Cyprinus carpio) using semi-natural method in Desa Perbarakan, Deli Serdang Regency Desrita; Manurung, Vindy Rilani; Siregar, Rizky Febriansyah; Leidonald, Rusdi; Fadhilah, Amanatul; Dewinta, Astrid Fauzia
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.609 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i2.4922

Abstract

Based on statistical analysis from Dinas Kelautan Perikanan, Deli Serdang Regency in 2018, The capacity for freshwater aquaculture output was recorded at 1328.9 tons / year with a land area of 65.9 ha , which is a problem for the aquaculture community with the decreasing quantity of seed production, limited infrastructure and development management which is still conventional in Desa Perbarakan, Deli Serdang Regency, therefore it is important to implement the required application of science and technology, namely the implementation of semi-natural methods of spawning techniques of koi fish (Cyprinus carpio). Counseling, seminars and practices are the methods of tasks carried out. Extension activities were carried out by illustrating the conceptual awareness of the development of koi fish spawning strategies, the distribution of leaflets, the application of recognition technology, as well as tools and resources, including the dose of gonadotropin hormone (GnH) in broodfish and fish anaesthetic techniques. For female fish, the injected hormone level is 0.5 ml / kg and 0.1 ml / kg for male fish. The weight of the female fish is 1 kg tancho sanke doitsu, 0.5 ml/gr, and the weight of the male fish is 1 kg. At a dose of 0.1 ml / gr and 900 g of shiro, kohaku at a level of 0.09 ml / gr. The result is that the number of eggs is estimated at 10,000, and then the eggs hatch within 2-4 days. Boiled egg yolks are fed to the eggs which hatch into the larvae, then the larvae are transferred to the nursery pon after 10 days of age.
Aquascape Techniques as an Alternative Livelihood During the COVID-19 Pandemic in Percut Sei Tuan Village Hasibuan, Julia Syahriani; Rizky Febriansyah Siregar; Khairunnisa; Astrid Fauzia Dewinta; Vindy Rilani Manurung
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i2.7680

Abstract

Percut Village is one of the villages located on the East Coast of North Sumatra which is directly opposite the waters of the Malacca Strait so that the main livelihood of the villagers is as fishermen. During pandemic, the government has implemented a Large Scale Social Restriction policy which has an impact on the social status of the community, such as limited fishing activities which have resulted in a decrease in the selling price of caught fish. In addition, the silting of sedimentation in 2020 resulted in the tides and coastline becoming unclear so that fishermen could not go to sea optimally. Based on these considerations, knowledge dissemination and training on techniques for creating aquascapes have been carried out for groups of young fishermen in July – September 2021 in Percut Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, North Sumatra Province. The results of this activity have a positive impact on the community to increase creativity and enrich soft skills by applying the knowledge gained to start becoming an entrepreneur as an alternative livelihood for fishermen youth groups so that they are able to compete in the midst of society and can create jobs.
Education of Fish Detection Tools (Fish Finder) to Fishermen in Dusun XI Percut Sei Tuan Village, Deli Serdang Regency Manurung, Vindy Rilani; Khairunnisa; Siregar, Rizky Febriansyah; Dewinta, Astrid Fauziah; Hasibuan, Julia Syahriani
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.379 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i1.7684

Abstract

Traditional fishermen in Dusun XI, Percut Village, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, using rawai fishing gear, nets, and hand line instead of other technological gear. Sea tides also influence fisherman's ability to get out of sea; when the river mouth reaches high tides, fishermen will go to sea; when the river mouth recedes, fishermen can not go to sea. Fishermen are frequently returned to sea with little results, especially in the absence of technological application. Education is important, and advances in fish finder technology can help fishermen catch more fish by making it easier to use. The implementation method is theoretical and practical, with the formation of an actually trying to implement committee team occurrence through educational methods with theoretical media attention, as well as practical activities such as fisherman group discussions and joint operation demonstration activities in the field. Fishermen in Dusun XI, Percut Village, Deli Serdang Regency benefit significantly from using a fishfinder tool and helping in increasing fish catches, according to data monitoring and assessment.
PEMANFAATAN PANGAN LOKAL UPAYA PENCEGAHAN STUNTING GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI BADUTA DENGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN Kawihing, Alifia Salwa; Siregar, Rizky Febriansyah; Putri Hidayatullah; Lidia Hanum; Arditra, Vivia Vanesha; Nurul Jannah Ul Haq; Permana, Tio Dwiyan; Dea Fitri Anggraini; Naufal Arif Adira; Khosyi Rafi Pratama
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosial Humaniora Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/abdimasekodiksosiora.v4i1.5939

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program pendidikan tinggi yang menggabungkan teori dengan praktik, bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Program KKN ini terletak di Desa Cinta Damai, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Fokus dari program ini adalah untuk meningkatkan gizi seimbang bagi baduta melalui distribusi makanan tambahan. Tujuan dari program ini adalah mendukung pencegahan stunting di Desa Cinta Damai. Kegiatan ini menggunakan metode perencanaan, observasi, dan pelaksanaan. Hasil dari program ini telah membantu mengurangi angka stunting di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Pelatihan Pengembangan Program Kewirausahaan Berbasis Teknologi Diversifikasi Ikan Patin Sebagai Produk Hilirisasi Menuju Komersialisasi Pada Kelompok Kewirausahan Fisheries Product Club Suparmi Suparmi; Sumarto Sumarto; Windarti Windarti; Mery Sukmiwati; Lapeti Sari; Rizky Febriansyah Siregar; Nofri Sandria; Ranika Paramita
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v5i2.69

Abstract

The Science and Technology-Based Entrepreneurship Development Program (PPKBI) plays a crucial role as a form of downstream research translation towards commercialization. This community engagement initiative is expected to enhance collaboration with partners, in this case, a student entrepreneurship group known as the Fisheries Product Club (FPC). The downstream products have already been granted simple patents, namely Ubikan Fish Nugget (Patent No. IDS000004954) and Anekarasa Catfish Macaroni (Patent No. IDS000005784). The objective of this program is to provide opportunities to accelerate the development of a culture of utilizing university research outputs for the benefit of the community, as well as to foster cooperation with partners, including industry and marketing sectors. The implementation method employed the Participatory Action Learning System (PALS), which is fundamentally based on engaging students in an active and naturally participatory learning process within the entrepreneurship program through training. This approach forms an interactive, participatory learning system, both at the individual and group levels. A total of 20 participants, all members of the FPC, took part in the program. The training yielded positive responses and motivated participants to embark on entrepreneurial activities. The products, Anekarasa catfish macaroni and Ubikan fish nuggets, hold strong potential to be developed as viable business opportunities for emerging entrepreneurs