Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Dampak Model Rumpon Terhadap Produktivitas Penangkapan Nelayan Di Kecamatan Mesjid Raya Isbah, Faliqul; Indra, Indra; Muhammdar, Muhammadar; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Hamidi, Hamidi; Insani, Sri Ayu
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i1.5510

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sebahagian besar wilayahnya terdiri dari lautan yang tersebar luas dari Sabang sampai Marauke, dalam hal ini seharusnya dapat mensejahterakan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan dikarenakan kekayaan akan potensi yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan informasi berapa besar nilai pendapatan yang diperoleh nelayan apabila menggunakan rumpon. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan kuisioner dengan pendekatan kualitatif dan dianalisis menggunakan metode Paired Sample T Test. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh nelayan tanpa adanya rumpon adalah sebesar Rp. 388.000, sementara pendapatan rata-rata yang diterima oleh para nelayan dengan adanya rumpon adalah sebesar Rp. 592.000 per sekali aktivitas penangkapan ikan. Keberadaan rumpon yang diletakkan di dasar perairan, dapat meningkatnya pendapatan nelayan. Harapannya masyarakat setempat dapat mengelolanya dengan baik dan benar agar kesejahteraan para nelayan dapat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan yaitu pendapatan nelayan tanpa dan dengan rumpon adalah sangat memiliki perbedaan yang signifikan dan diharapkan dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat nelayan tidak lagi hidup dalam kemiskinan
Quality Characteristics of Salted Layur Fish (Trichiurus sp.) Case Study: Johan Pahlawan, West Aceh Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Misbah, Iyan Al; Nafsiyah, Ikromatun
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.13166

Abstract

Layur fish (Trichiurus sp.) is an important fishery commodity widely utilized as salted fish. However, traditional processing methods are susceptible to microbial and physical contamination, often failing to meet Indonesian National Standard (SNI) quality criteria.1 This study aimed to determine the quality characteristics of salted Layur fish produced in Johan Pahlawan District, West Aceh, based on SNI parameters, including salt content, moisture content, ash content, acid-insoluble ash content, and total plate count (TPC).1 An observational research method was employed, involving sampling from two salted fish vendors (Vendor A and Vendor B), followed by laboratory testing, and descriptive quantitative data analysis. The research results indicated that the salt content of salted Layur fish (Vendor A: 11.91%; Vendor B: 10.25%) and moisture content (Vendor A: 12.69%; Vendor B: 25.63%) met the requirements of SNI 8273:2016 (salt content 12.0–20.0%; moisture content max. 40.0%).1 TPC values (Vendor A: 0.00 CFU/g; Vendor B: 6.16 CFU/g) were also below the SNI 8273:2016 threshold (max. 1x10^5 CFU/g).1 However, the acid-insoluble ash content (Vendor A: 1.40%; Vendor B: 1.75%) significantly exceeded the maximum limit of SNI 2354-1:2010 (0.3%).1 The quality of salted Layur fish from Johan Pahlawan met SNI standards for salt content, moisture content, and TPC, but failed to meet the standard for acid-insoluble ash, indicating physical contamination that requires further attention
Pelatihan Pengolahan Amplang Ikan sebagai Upaya Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Gampong Ujong Drien, Aceh Barat Ukhty, Nabila; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Rahayu, Rosi; Rahmawati, Rahmawati; Yasrizal, Yasrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10784

Abstract

Fish cracker production training in Ujong Drien Village, West Aceh Regency, was chosen because the location of the village is along the coast of West Aceh. The absence of small industries or MSMEs in the fish processing sector is proof of the need for this training program. By utilizing the potential of local natural resources, this activity can contribute to the community's economic growth. The aim of this training activity is to equip local communities with knowledge, skills, and motivation, thereby enabling them to develop fish cracker production as a sustainable source of livelihood. This is expected to have a positive impact on the economic welfare of the village. The training process consists of four stages, namely community situation analysis, problem identification, recipe testing, and field implementation. The main results of this program are that participants are able to prepare raw materials and process them according to hygienic standards, participants are able to produce fish crackers according to the correct procedures, and participants are able to produce fish crackers that are tasty and have a crunchy texture.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PENGOLAHAN PRODUK IKAN ASIN BERBASIS PENGENDALIAN MUTU DI UMKM DESA LANGKAK, KECAMATAN KUALA PESISIR, KABUPATEN NAGAN RAYA Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Ayu Insani, Sri; Khairi, Ikhsanul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.429-433

Abstract

Kecamatan Kuala Pesisir merupakan wilayah barat selatan Provinsi Aceh yang mempunyai keragaman hayati (bio-diversity) potensi ikan hasil tangkapan sangat tinggi (KKP Aceh 2015). Ikan-ikan demersal yang telah mulai di lakukan pengolahan ikan asin antara lain ikan kembung, ikan kambing-kambing, ikan kakap. Selain itu pada penelitian Riski et al. (2017) melaporkan bahwa pada sentral pengolahan ikan asin daerah Leupung Aceh Besar sebanyak 50% sampel yang diuji melebihi ambang batas SNI 8273:2016. Maka dari itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat terutama pada pelaku UMKM pengoalahan ikan asin guna untuk memberi pelatihan sehingga harapannya dengan adanya pengabdian ini bisa menambah pengetahuan lebih baik dalam proses pengolahan ikan. Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni, melakukan sosialisasi Sosialisasi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan Pembuatan Para-para, Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi dan Pelatihan Penggaraman Ikan Asin Lumi-lumi. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa, adanya peningkatan ketrampilan pelaku UMKM Ikan Asin terkait dengan teknik pembuatan para-para sebagai media penjemuran ikan asin. Adanya peningkatan pengetahuan teknik penggaraman dan pembuatan ikan asin lumi-lumi. Adanya antusias pelaku UMKM dan masyarakat Desa Langkak untuk melanjukan pembuatan ikan asin lumi-lumi.
Kelayakan dasar UMKM pengolahan ikan di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil: The prerequisite program in fish processing MSME Banyak Island District, Aceh Singkil Hasanah, Uswatun; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Rozi, Anhar; Insani, Sri Ayu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46013

Abstract

Kualitas produk menjadi syarat penting bagi industri yang bergerak di bidang pangan, termasuk industri pada taraf usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk UMKM yang bermutu dapat meningkatkan kemampuan berkompetisi di pasar, seperti peningkatan jangkauan pemasaran. Penerapan mutu yang baik, diawali dengan penerapan kelayakan dasar (prasyarat program) yang meliputi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Jenis penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian kualitatif melalui kegiatan observasi dan penelitian eksperimen melalui pengujian di laboratorium. Tahapan penelitian terdiri dari evaluasi penerapan kelayakan dasar, tahapan kedua pengambilan sampel produk UMKM, dan tahapan ketiga, yaitu pengujian cemaran mikroorganisme. Hasil evaluasi penerapan kelayakan dasar menunjukkan UMKM 1, 2 dan 3 memperoleh tingkat penerapan C yang terdiri dari jumlah penyimpangan mayor 6, serius 3 dan kritis nihil pada UMKM 1 dan 2 serta penyimpangan mayor 6, serius 4 dan kritis nihil pada UMKM 3. UMKM 4 memperoleh tingkat penerapan D dengan jumlah penyimpangan mayor 7, serius 2 dan kritis 1. Hasil analisis cemaran mikroba parameter ALT sebanyak <2.500 koloni/g, parameter E. coli dan Salmonella negatif (-) pada keempat produk UMKM. UMKM 1, 2, 3, dan 4 memenuhi persyaratan SNI 7388:2009 pada parameter cemaran mikroba. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan keempat UMKM belum menerapkan kelayakan dengan baik, namun cemaran mikroba pada produk yang dihasilkan di bawah ambang batas SNI.
KAMPANYE GEMAR MAKAN IKAN (GEMARIKAN) DAN PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN BERBASIS LOKAL DALAM UPAYA PENURUNAN PRAVELENSI STUNTING DI DESA TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL Sri Andriani, Dedek; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1333-1337

Abstract

 Stunting merupakan salah satu permasalahan yang terjadi didunia dan di Indonesia. Menurut KementrianKesehatan (Kemenkes) stunting adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD/ (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted) dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar buku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006 (3). Kondisi stunting disebabkan karena kurangnya asupan protein dan energi dalam jangka waktu yang panjang, dimulai dari masa kehamilan. Asupan protein yang cukup selama golden periode (bayi hingga usia 2 tahun) menjadi hal yang penting dalam pencegahan stunting (Qonita et al 2020). Salah satu sumber protein yang gampang diserap oleh tubuh dan mudah ditemui bersumber dari ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu untuk kegiatan Kegaitan kampanye gemar makan ikan dilaksanakan di SD Negeri 1 Tanah Barah pada tanggal 20 November 2021, dan kegiatan pembuatan produk perikanan dilaksanakan di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 1 Desember 2021. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahapan kegiatan yaitu persiapan, penyajian materi, permainan edukasi terkait tema, melakuka sosialisasi mencoba produk olahan ikan bersama. Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik hingga dapat mencegah stunting.
Formulation of Food Bar Based on Tilapia (Oreochromis niloticus) and Seaweed (Eucheuma cottoni) Flours as Nutritional Food Rahmi, Rahmi; Khairi, Ikhsanul; Insani, Sri Ayu; Ukhty, Nabila; Hasanah, Uswatun; Zuraidah, Syarifah; Manullang, Benny; Rozi, Anhar; Akbardiansyah, Akbardiansyah
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v9i2.11201

Abstract

Food bars are compact, bar-shaped food products with high nutritional value and potential to meet human nutritional needs. The development of food bars represents an effort to create functional food products that contribute to human health. This study aimed to determine the optimal food bar formulation based on hedonic evaluation and to investigate the sensory, physical, and chemical characteristics of the resulting products. Three formulations were prepared: F1 (15 g tilapia fish flour and 10 g seaweed flour), F2 (12.5 g tilapia fish flour and 12.5 g seaweed flour), and F3 (10 g tilapia fish flour and 15 g seaweed flour). The quality evaluation of the food bars included hedonic testing, bulk density analysis, and proximate analysis. The hedonic test results indicated that formulation F1 obtained scores of 3 for texture, 3 for color, 2 for taste, and 3 for aroma; formulation F2 obtained scores of 3 for texture, 3 for color, 2 for taste, and 3 for aroma; whereas formulation F3 obtained scores of 3 for texture, 4 for color, 3 for taste, and 3 for aroma. The bulk density values were 0.54 g/mL for F1, 0.54 g/mL for F2, and 0.53 g/mL for F3. Proximate analysis showed that formulation F1 contained 33.67% moisture, 54.67% ash, 29.67% protein, 32.00% fat, and 22.67% carbohydrates. Formulation F2 contained 41.67% moisture, 54.67% ash, 29.33% protein, 34.33% fat, and 37.00% carbohydrates, while formulation F3 contained 37.67% moisture, 53.67% ash, 29.33% protein, 34.00% fat, and 44.00% carbohydrates. Based on the hedonic evaluation, formulation F3 (10 g tilapia fish flour and 15 g seaweed flour) was identified as the best formulation. Panelists’ acceptance of texture, taste, and aroma was categorized as slightly disliked, while color was categorized as liked.