Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dampak Model Rumpon Terhadap Produktivitas Penangkapan Nelayan Di Kecamatan Mesjid Raya Isbah, Faliqul; Indra, Indra; Muhammdar, Muhammadar; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Fuadi, Afdhal; Hamidi, Hamidi; Insani, Sri Ayu
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i1.5510

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sebahagian besar wilayahnya terdiri dari lautan yang tersebar luas dari Sabang sampai Marauke, dalam hal ini seharusnya dapat mensejahterakan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan dikarenakan kekayaan akan potensi yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan informasi berapa besar nilai pendapatan yang diperoleh nelayan apabila menggunakan rumpon. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan kuisioner dengan pendekatan kualitatif dan dianalisis menggunakan metode Paired Sample T Test. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh nelayan tanpa adanya rumpon adalah sebesar Rp. 388.000, sementara pendapatan rata-rata yang diterima oleh para nelayan dengan adanya rumpon adalah sebesar Rp. 592.000 per sekali aktivitas penangkapan ikan. Keberadaan rumpon yang diletakkan di dasar perairan, dapat meningkatnya pendapatan nelayan. Harapannya masyarakat setempat dapat mengelolanya dengan baik dan benar agar kesejahteraan para nelayan dapat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan yaitu pendapatan nelayan tanpa dan dengan rumpon adalah sangat memiliki perbedaan yang signifikan dan diharapkan dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat nelayan tidak lagi hidup dalam kemiskinan
Quality Characteristics of Salted Layur Fish (Trichiurus sp.) Case Study: Johan Pahlawan, West Aceh Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Misbah, Iyan Al; Nafsiyah, Ikromatun
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.13166

Abstract

Layur fish (Trichiurus sp.) is an important fishery commodity widely utilized as salted fish. However, traditional processing methods are susceptible to microbial and physical contamination, often failing to meet Indonesian National Standard (SNI) quality criteria.1 This study aimed to determine the quality characteristics of salted Layur fish produced in Johan Pahlawan District, West Aceh, based on SNI parameters, including salt content, moisture content, ash content, acid-insoluble ash content, and total plate count (TPC).1 An observational research method was employed, involving sampling from two salted fish vendors (Vendor A and Vendor B), followed by laboratory testing, and descriptive quantitative data analysis. The research results indicated that the salt content of salted Layur fish (Vendor A: 11.91%; Vendor B: 10.25%) and moisture content (Vendor A: 12.69%; Vendor B: 25.63%) met the requirements of SNI 8273:2016 (salt content 12.0–20.0%; moisture content max. 40.0%).1 TPC values (Vendor A: 0.00 CFU/g; Vendor B: 6.16 CFU/g) were also below the SNI 8273:2016 threshold (max. 1x10^5 CFU/g).1 However, the acid-insoluble ash content (Vendor A: 1.40%; Vendor B: 1.75%) significantly exceeded the maximum limit of SNI 2354-1:2010 (0.3%).1 The quality of salted Layur fish from Johan Pahlawan met SNI standards for salt content, moisture content, and TPC, but failed to meet the standard for acid-insoluble ash, indicating physical contamination that requires further attention
Kelayakan dasar UMKM pengolahan ikan di Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil: The prerequisite program in fish processing MSME Banyak Island District, Aceh Singkil Hasanah, Uswatun; Khairi, Ikhsanul; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Ukhty, Nabila; Rozi, Anhar; Insani, Sri Ayu
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46013

Abstract

Kualitas produk menjadi syarat penting bagi industri yang bergerak di bidang pangan, termasuk industri pada taraf usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk UMKM yang bermutu dapat meningkatkan kemampuan berkompetisi di pasar, seperti peningkatan jangkauan pemasaran. Penerapan mutu yang baik, diawali dengan penerapan kelayakan dasar (prasyarat program) yang meliputi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Jenis penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian kualitatif melalui kegiatan observasi dan penelitian eksperimen melalui pengujian di laboratorium. Tahapan penelitian terdiri dari evaluasi penerapan kelayakan dasar, tahapan kedua pengambilan sampel produk UMKM, dan tahapan ketiga, yaitu pengujian cemaran mikroorganisme. Hasil evaluasi penerapan kelayakan dasar menunjukkan UMKM 1, 2 dan 3 memperoleh tingkat penerapan C yang terdiri dari jumlah penyimpangan mayor 6, serius 3 dan kritis nihil pada UMKM 1 dan 2 serta penyimpangan mayor 6, serius 4 dan kritis nihil pada UMKM 3. UMKM 4 memperoleh tingkat penerapan D dengan jumlah penyimpangan mayor 7, serius 2 dan kritis 1. Hasil analisis cemaran mikroba parameter ALT sebanyak <2.500 koloni/g, parameter E. coli dan Salmonella negatif (-) pada keempat produk UMKM. UMKM 1, 2, 3, dan 4 memenuhi persyaratan SNI 7388:2009 pada parameter cemaran mikroba. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan keempat UMKM belum menerapkan kelayakan dengan baik, namun cemaran mikroba pada produk yang dihasilkan di bawah ambang batas SNI.
EDUKASI PENERAPAN TEKNOLOGI COLD CHAIN BERBASIS INOVASI ICE GEL UNTUK MENINGKATKAN MUTU HASIL TANGKAPAN NELAYAN LHOK KUALA BUBON KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Arif, Muhammad; Rahmawati, Rahmawati; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Masrura, Delfian; Rifki, Aminul; Mujiburrahman, Mujiburrahman
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.67684

Abstract

The cold chain plays a crucial role in maintaining the quality and freshness of fishery products from the harvesting process through to final distribution. In the coastal area of Lhok Kuala Bubon, West Aceh Regency, most small-scale fishers still rely on conventional ice blocks as their primary cooling medium. However, the rapid melting of ice reduces cooling efficiency, ultimately leading to a decline in fish quality. This community service program aimed to enhance the knowledge and practical skills of fishers through education on the application of cold chain technology using innovative ice gel as a more efficient, cost-effective, and environmentally friendly cooling alternative. The program was implemented through a series of activities, including socialization, technology demonstrations, and hands-on training in the preparation and application of ice gel. The evaluation results showed that participants' knowledge improvement achieved a satisfaction score of 4.56, which falls within the very good category. Furthermore, the implementation of ice gel reduced fishing operational costs by approximately IDR 220,000 per fishing trip compared with the use of conventional ice. These findings indicate that education based on simple, appropriate, and practical technology can serve as an effective strategy for improving the quality of fish catches while simultaneously supporting the economic sustainability of coastal communities.Rantai dingin (cold chain) memiliki peran krusial dalam mempertahankan mutu dan kesegaran produk perikanan sejak proses penangkapan hingga tahap distribusi akhir. Kawasan pesisir Lhok Kuala Bubon, Kabupaten Aceh Barat, sebagian besar nelayan tradisional masih mengandalkan penggunaan es batu konvensional sebagai media pendingin. Namun, karakteristik es batu yang mudah mencair menyebabkan penurunan efektivitas pendinginan, yang pada akhirnya berdampak terhadap penurunan kualitas ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan nelayan melalui edukasi penerapan teknologi rantai dingin berbasis inovasi ice gel sebagai alternatif pendingin yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Pendekatan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi teknologi, serta pelatihan pembuatan dan aplikasi ice gel di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi kepuasan peningkatan pengetahuan nelayan sebesar 4.56 dengan kategori sangat baik. Selain itu, penerapan ice gel terbukti mampu menurunkan biaya melaut sehingga Rp 220.000/trip dibandingkan dengan penggunaan es batu konvensional. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa edukasi berbasis teknologi tepat guna yang sederhana namun aplikatif dapat menjadi strategi efektif dalam peningkatan mutu hasil tangkapan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.