Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI (KESPRO) REMAJA PADA KADER POSYANDU REMAJA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS I MEDAN Bancin, Dewi; Sitorus, Friska; Anita*, Surya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The definition of adolescents according to WHO is the population in the age range of 10-19 years, while according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 25 of 2014 adolescents are residents in the age range of 10-18 years. The Population and Family Planning Agency (BKKBN) has its own definition of youth, according to the BKKBN, adolescents are defined as residents in the age range 10-24 and unmarried (Infodatin Ministry of Health RI, 2014). Health education is one of the methods used to increase a person's knowledge and abilities through practical learning techniques or instructions with the aim of changing or influencing human behavior individually, in groups, or in society to be more independent in achieving the goals of healthy living. The role of the material provider in this counseling is to deliver material related to adolescent reproductive health and the practice of preventing premenstrual complaints (Maryam, 2015). Based on the initial survey conducted at the Medan Class 1 Special Development Institute, data on the number of occupants were 115 people with various types of problems 39% theft, 11% drugs, 7% sexual abuse and 43% child protection, and after being interviewed with 5 teenagers in private apparently they never knew about reproductive health
Edukasi Tentang Gizi Pada Balita Di Kecamatan Secanggang Langkat Sitorus, Friska; R Bancin, Dewi; Anita, Surya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, namun kelompok ini merupakan kelompok tersering yang menderita kekurangan gizi. Bila gizi buruk terjadi pada balita, maka perkembangan otaknya pun kurang sehingga akan berpengaruh pada kehidupannya khususnya aktifitas fisiknya (Proverawati & Asfuah, 2015). Saat ini permasalahan yang dihadapi dunia adalah masalah gizi ganda. Masalah gizi ganda (MGG) merupakan kondisi hadirnya masalah gizi kurang bersamaan dengan gizi lebih dan obesitas di sepanjang kehidupan. Masalah gizi ganda ini, yaitu gizi kurang maupun gizi lebih, akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya risiko terjadinya penyakit tidak menular (Kemkes, 2020). Pengabdian masyarakat ini dilaksnakan di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Yang merupakan salah satu tempat praktik mahasiswa Profesi Bidan USM-Indonesia, Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa S1 Kebidanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen dari program studi S1 Kebidanan USM-Indonesia, Friska Sitorus, Dewi R Bancin dan Surya Anita serta melibatkan mahasiswa S1 kebidanan. Terlaksananya kegiatan edukasi ini selama 2 hari diharapkan mitra dapat memahami informasi tentang pentingnya status gizi pada balita sehimgga tidak terjadi gizi kurang dan gizi lebih.