Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peningkatan Literasi Visual pada Generasi Muda di Kota Gorontalo melalui Bedah Film Pendek ‘Panggoba’ Bau, Rahmat Taufik R.L; A, Hermila; Juniarti, Gita; Nasiru, La Ode Gusman; Rumambie, Wira Pratama; Thomas, Abdul Wahab
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v14i2.33529

Abstract

Upaya pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi visual dan pemahaman sinematografi di kalangan generasi muda di Kota Gorontalo dengan fokus pada praktik bedah film. Berlatarbelakang paparan konten visual yang masif di era digital dan kurangnya kemampuan analisis kritis terhadap konten tersebut, bedah film ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang sinematografi sebagai fondasi visual cerita. Metodologi pelaksanaan pengabdian melibatkan identifikasi prinsip-prinsip belajar aktif dan relevansi langsung, dimulai dengan tahap pra-pelaksanaan untuk menentukan tujuan dan sasaran, yaitu meningkatkan literasi film dan melatih analisis kritis bagi generasi muda yang tertarik pada sinematografi. Film yang dibedah adalah short movie berjudul "‘Panggoba’" karena film ini memiliki potensi memicu generasi muda untuk berdiskusi tentang budaya Gorontalo. Kegiatan bedah film ini dilaksanakan pada 9 Mei 2025, di Justmie X Justcoffee Gorontalo. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan budaya ‘Panggoba’ dan bagaimana mengemas budaya tersebut di dalam sebuah film pendek. Adapun feedback peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang budaya ‘Panggoba’ dan sinematografi, serta minat untuk praktik pembuatan film secara langsung, mengindikasikan dampak positif dan berkelanjutan dari kegiatan ini. Hasilnya adalah 68 generasi muda yang terlibat dalam program ini memiliki peningkatan pengetahuan dan minat di bidang sinematografi. Program ini direkomendasikan untuk berlanjut dengan pelatihan praktis, mendorong generasi muda untuk menghasilkan film bertema budaya Gorontalo.
Problem tafsir semiotika dalam kajian media dan komunikasi: Sebuah tinjauan kritis Talani, Noval Sufriyanto; Kamuli, Sukarman; Juniarti, Gita
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v9i1.3407

Abstract

Tradisi semiotika adalah salah satu tradisi penting dalam kajian media dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaplikasian teori-teori semiotika dalam kajian media dan komunikasi guna menemukan aspek-aspek problematis di dalamnya. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menganalisis dua belas artikel yang menggunakan metode analisis semiotika. Kedua belas artikel yang dipilih telah diterbitkan oleh jurnal-jurnal ilmu komunikasi yang terindeks Sinta 2. Hasil menunjukkan bahwa iklan, film, majalah, gambar buku anak, teks pidato, dan simbol-simbol dalam ritual adat telah dijadikan objek penelitian dan masing-masing dianalisis berdasarkan teori semiotika Greimas, Barthes, Peirce, dan Lotman. Problem mendasar yang ditemukan adalah kerancuan bentuk penafsiran khususnya pada penelitian-penelitian terdahulu yang menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Umumnya kerancuan itu terjadi ketika tafsir di tingkatan denotatif dicampuradukkan dengan tafsir di tingkat konotatif. Dalam konteks semiotika Peirce, kecenderungan analisisnya terfokus pada bagian Objek (O) dan mengabaikan bagian Representamen (R) dan Interpretan (I). Padahal dalam basis teori Peirce, objek, representamen, dan interpretan adalah satu kesatuan unit analisis yang tidak terpisahkan dan brsifat parsial. Kekeliruan, kerancuan, atau ketidaktepatan analisis bisa menjadi persoalan mendasar dari tafsir semiotika..
Exploring Perspective of Local Tourists About City Branding: Study on Gorontalo As Serambi Madinah and Manokwari As Kota Injil Juniarti, Gita; Sulistijowati, Rieny; Thomas, Abdul Wahab; Rosidi, Moh. Imron
Jurnal Bina Praja Vol 15 No 1 (2023): City Branding
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.15.2023.29-42

Abstract

City branding is an object contested by various cities and regencies in Indonesia. The goal was to introduce their identity of them, so strong branding could be the basis for marketing tourism from the city. Therefore, the purpose of this study was to examine the perspectives of domestic tourists about city branding that use religion as the basis for their branding. This study analyzes the perspectives of tourists who visit Gorontalo City and Manokwari Regency. Gorontalo has the branding Serambi Madinah, and Manokwari is famous with Kota Injil as its branding. This study uses a qualitative approach and descriptive analysis based on Tourism Consumption Behavior (TCB) and critical questions for developing a city brand strategy. This study was conducted in 19 days, from 1 February to 20 February 2023, by interviewing tourists who visited Gorontalo City and Manokwari Regency. Literature studies also support the discussion in this study. The results showed that Gorontalo City, which has Serambi Madinah branding, has not attracted tourists' attention to sites, mosques, and religious festivals held in Gorontalo City. Tourists prefer to travel to the coast of Tomini Bay, such as Pulo Cinta and Botubarani Whale Sharks. Meanwhile, tourists visiting Manokwari have a more perspective that Manokwari is Kota Injil, where the bible first entered Papua through Manokwari. Several factors can also influence city branding: local history, culture, natural resources, and religion. Local wisdom is also essential to support the city's branding.
Hierarchy Needs of Investigation Journalist in Spotlight Movie: The Semiotics Study Juniarti, Gita; Prathama, Nikolaus Ageng
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.7410

Abstract

Spotlight movie explains about investigation journalist activities on The Boston Globe office. Editor in chief of The Boston Globe interests in the case of childhood sexual abuse in the US. While the team investigates it, they encounter many obstacles on the field. They get the threat and intimidate from any parts. The key sources do not want to talk about the incident. They do not provide important data about this case. In the end, Spotlight team managed to uncover the truth. Their investigation was successful and also get a Pulitzer award. This research use hierarchy of needs theory to analyze the motivations of investigative journalist. The hierarchy of needs illustrates the level of a person’s needs, start from psychological needs; safety needs; love and belonging needs; self-esteem; and self-actualization. This research also uses Ferdinand de Saussure theory to analyze signs, signifiers and signified that indicate about fulfillment needed of humans. The findings of this study show that Spotlight journalist has reached the highest human needs, namely self-actualization. Investigation journalists have big motivation to occur the optimal work as a social warrior to reveal facts and uphold justice. 
PENGARUH MOTIF MENONTON VLOG “MAUDY AYUNDA’S BOOKLIST” TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA MEMPEROLEH INFORMASI Juniarti, Gita
Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/virtu.v3i1.32553

Abstract

Technological developments have led to video bloggers, also known as vlogs. Vlogs are not only used to convey information about entertainment, but vlogs also function as educational forums. One of the vlogs with hundreds of thousands of subscribers and millions of viewers is Maudy Ayunda's Booklist vlog. The vlog tells about interesting things from non-fiction books read by Indonesian actress Maudy Ayunda. This study uses the uses and gratifications theory. Based on this theory, this study analyzes gratifications obtained as student motives for watching vlogs towards gratifications sought, namely student satisfaction after watching the vlog. The purpose of this study is not only to analyze the influence of student motives on satisfaction in watching vlogs but also to analyze the magnitude of the influence of these motives on viewing satisfaction. The findings from this study indicate that students' motives for watching vlogs influence viewing satisfaction. This study uses a quantitative approach and analyzes using simple regression. Questionnaires were distributed to 400 students in 10 faculties at Gorontalo State University. The effect is 49.4%, while other variables influence 50.6%. Recommendations are given to future researchers in Communication Studies to analyze vlogs further, starting from entertainment and educational vlogs to other interesting vlogs.
Sijamuwangi: A Utilization of Virtual Treasures as A Resource for Learning History Rosidi, Moh Imron; Fitroh, Ismaul; Juniarti, Gita
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5261

Abstract

The purpose of this study is to know the historical heritage collection at the Blambangan Museum, Banyuwangi Regency through Sijamuwangi application media and its utilization for a history learning source. While the problems studied in this study are: (1) what items from the collection of historical heritage in the Blambangan Museum are available to be accessed by using Sijamuwangi application? (2) how to use Sijamuwangi application as a source of history learning?. The research method applied in this study is literature method where the research material/research data needed are obtained from the library source in forms of books, documents, journals, encyclopaedias, articles and other source related to this study. According to the research results, the Blambangan Museum that integrated to the Sijamuwangi application collects a large amount of historical relics which can be utilized as a source of historical learning to learn about development of the social life, government, and culture during the period of Hindu-Buddha kingdoms in Indonesia.
SOSIALISASI MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA DI SMP NEGERI 2 GORONTALO Fitroh, Ismaul; Rosidi, Moh. Imron; Juniarti, Gita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25453

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan upaya sosialisasi meningkatkan literasi membaca siswa di SMP Negeri 2 Gorontalo. Sosialisasi ini merupakan bentuk edukasi dan penyuluhan tentang literasi membaca kepada siswa dengan tujuan agar mereka memiliki kemampuan literasi yang tinggi sehingga dapat berpikir kritis dan memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyampaian materi melalui ceramah, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah pemahaman siswa tentang definisi literasi, jenis-jenis literasi, faktor penyebabnya rendahnya literasi, dampak yang ditimbulkan jika memiliki literasi yang rendah, serta upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca. Kegiatan ini juga membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mampu berkomunikasi dengan baik serta berkolaborasi bersama siswa yang lain tanpa terjadi perpecahan.
Pelatihan Penulisan Jurnalisme Sastrawi Pada Klub Jurnalistik di SMA Negeri 1 Telaga Biru: Pengabdian Ode Gusman Nasiru, La; Salam; Sartika, Eka; Juniarti, Gita; Bumbungan, Apriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3168

Abstract

Penulisan jurnalisme sastrawi tentu saja bukan hal yang baru dalam standar penulisan berita di media massa. Pun demikian, hal ini tetap menjadi barang asing bagi segenap siswa SMA 1 Telaga Biru yang tergabung dalam klub jurnalistik sekolah. Pelatihan kepenulisan yang diadakan oleh tim pengabdi menjawab kurangnya informasi demikian yang diterima para siswa. Hal ini penting untuk memberikan dimensi yang lebih beragam mengenai cara membuat berita agar lebih bernas dan berwarna. Metode yang digunakan ialah dengan tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim pengabdian akan melakukan persiapan outline pelatihan yang berisi durasi pelatihan, tujuan pelatihan, dan topik yang dibahas. Selanjutnya, tim pengabdian menyiapkan materi presentasi. Materi itu berupa slide presentasi (PowerPoint/Google Slides) yang menarik dan mudah dipahami, serta karya visual yang relevan untuk mendukung proses pembahasan tersebut. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan setelah pelatihan diadakan.
Indonesia’s public vulnerability to ethnic and religious information Nikolaus Prathama; Lenny Bernadeta; Gita Juniarti; Yowan Tamu; Retno Irianto
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2025): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v10i2.1648

Abstract

This study aims to determine the extent to which ethnic and religious information is believed to be fake news or facts and is spread to people close to them. This type of research is qualitative using a phenomenological approach, namely collecting experience data and testing individual assessments through an experimental stage from a sample of 30 non-expert millennials and gen z in the city of Semarang, Indonesia. The findings of this study reveal several attitudes formed by participants. First, participants believe that fake news still exists and is spread predominantly online. Second, participants believe that they will not be trapped by fake news and have credibility. Third, respondents discuss suspicious information with reference groups. Fourth, dissonance is still prominent in the assessment of information status (fake or fact) and the culture of collectivism appears prominent in this study. 
Pembuatan Film Semi Dokumenter untuk Mencegah Pernikahan Dini pada Remaja di Provinsi Gorontalo : Making a Semi-documentary Film to Prevent Early Marriage among Teenagers in Gorontalo Province Juniarti, Gita; A, Hermila; Nasiru, La Ode Gusman
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.64050

Abstract

This service produces a final product in the form of a semi-documentary film to prevent early marriage. The target audience is teenagers in Ayula Selatan Village, and even teenagers in Gorontalo Province. Gorontalo was chosen as the target object because this province is in the top three provinces with the highest marriage rate in Indonesia. By presenting a semi-documentary film about the disadvantages of early marriage, it is hoped that the targeted teenagers can understand the values conveyed in the semi-documentary film. To make the film, the steps taken by the community partnership service team were to take pictures of the four main speakers first, followed by the illustrations shown in the semi-documentary film. After that, the community partnership service team designed the scenario, then made illustrations in accordance with the results of interviews from the four main speakers. The results show that the semi-documentary film has undergone a sequence of production stages until the end of the implementation stage in the field and the film is ready for public consumption. ABSTRAK Pengabdian ini menghasilkan produk akhir berupa film semi-dokumenter untuk mencegah pernikahan dini. Sasaran yang dituju adalah remaja di Desa Ayula Selatan, bahkan remaja-remaja di Provinsi Gorontalo. Gorontalo terpilih sebagai objek sasaran karena provinsi ini masuk di dalam tiga besar provinsi dengan angka perkawinan tertinggi di Indonesia. Dengan menghadirkan film semi-dokumenter mengenai kerugian dalam melakukan pernikahan dini, diharapkan para remaja yang menajdi sasaran dapat memahami nilai-nilai yang disampaikan di dalam film semi-dokumenter tersebut. Untuk membuat film tersebut, langkah-langkah yang dilakukan oleh tim pengabdian kemitraan masyarakat ini adalah mengambil gambar dari empat narasumber utama terlebih dulu, kemudian disusul oleh ilustrasi yang ditampilkan di dalam film semi-dokumenter tersebut. Setelah itu, tim pengabdian kemitraan masyarakat melakukan perancangan skenario, lantas membuat ilustrasi yang sesuai dengan hasil wawancara dari empat narasumber utama. Hasil menunjukkan bahwa film semi-dokumenter telah menjalani urutan tahapan produksi hingga akhir dari tahap pelaksanaan di lapangan dan film tersebut siap dikonsumsi oleh publik.