Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JUMLAH HELAI BENANG TERHADAP NILAI ESTETIKA DAN MUTU SULAMAN TERAWANG HARDANGER PADA SARUNG BANTAL SOFA Yuliarma; Refi Norita
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v19i2.16443

Abstract

Hardanger embroidery is embroidery done on plain weave fabrics. The results of the embroidery are in the form of geometric holes. The background of this research is that hardanger embroidery appears with aesthetics an poor quality. The aim of the research was to improvw the aesthetics and quality of hardanger embroidery including a.) to determine the effect of using 1 thread on the aesthetic value and quality of hardanger embroidery b.) to determinne th effek of use 2 thread on the aesthetic value and quality of hardanger embroidery c.) to determine the effek of use 3 thread on th aesthetic value and quality of hardanger embroidery. This research was experimental research. The statistical test result with SPSS obtained significant aesthetic value of hardanger embroidery was 0.97, 0.60 and 0.61 with p<0.05 so that H0 is accepted. There is no significant effect on the aesthetics of embroidery using a different number of threads. The significant value of embroidery quality is 0.000 with p>0.05 so H0 is rejected. There is a significant effect on the quality of embroidery using a different number of thread strans. Keywords: Terawang; Aesthetic, Quality
Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Pembuatan Kerah dengan Teknik Kait pada Mata Kuliah Cipta Busana Yuliarma, Yuliarma; Ihsania, Nadia
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.353 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1156

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran video tutorial pembuatan kerah dengan teknik kait pada mata kuliah cipta busana di Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga UNP. Maksud pengembangan ini untuk membantu kesulitan mahasiswa dalam pembuatan dan pengaplikasian teknik kait pada kerah busana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan validasi dan praktikalitas dari media pembelajaran ini. Metode yang digunakan adalah pengembangan (Research and Development). Hasil validasi pengembangan media ini adalah: persentase skor ahli media 1 sebesar 91,53%, persentase skor ahli media 2 sebesar 83,07%, pesentase ahli materi 1 sebesar 86,67%, dan persentase skor ahli materi 2 sebesar 88,33%. Sedangkan hasil persentase praktikalitas pengembangan media ini 87,12%. Jadi dapat disimpulkan media ini layak untuk digunakan dan dikembangkan.
Philosophical Meaning of Pariangan Batik Motifs as an Effort to Preserve Minangkabau Culture Yuliarma yuliarma
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v7i2.49639

Abstract

Batik Pariangan is a batik cloth originating from Nagari Tuo Pariangan, Tanah Datar Regency. Pariangan batik motifs come from the ancient texts of Nagari Pariangan, which in each motif has a philosophical meaning and Minangkabau cultural values. This study was conducted with the aim of describing the philosophical meaning contained in Pariangan batik motifs as an effort to preserve Minangkabau culture. This research uses a qualitative method. This method collects research data in the form of observation, interviews, documents. Data analysis is done by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that each sample of Pariangan batik has a philosophical meaning that contains Minangkabau cultural values. These include the Nagari Pariangan motif, Bintang Batabua motif, Minangkabau Kingdom motif, Rumah Gadang motif, and Kopi Kawa motif. That every meaning it contains should be strived to continue to be learned and is still relevant to be applied in life.
PENGARUH JUMLAH HELAI BENANG TERHADAP NILAI ESTETIKA DAN MUTU SULAMAN TERAWANG HARDANGER PADA SARUNG BANTAL SOFA Yuliarma; Refi Norita
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v19i2.16443

Abstract

Hardanger embroidery is embroidery done on plain weave fabrics. The results of the embroidery are in the form of geometric holes. The background of this research is that hardanger embroidery appears with aesthetics an poor quality. The aim of the research was to improvw the aesthetics and quality of hardanger embroidery including a.) to determine the effect of using 1 thread on the aesthetic value and quality of hardanger embroidery b.) to determinne th effek of use 2 thread on the aesthetic value and quality of hardanger embroidery c.) to determine the effek of use 3 thread on th aesthetic value and quality of hardanger embroidery. This research was experimental research. The statistical test result with SPSS obtained significant aesthetic value of hardanger embroidery was 0.97, 0.60 and 0.61 with p<0.05 so that H0 is accepted. There is no significant effect on the aesthetics of embroidery using a different number of threads. The significant value of embroidery quality is 0.000 with p>0.05 so H0 is rejected. There is a significant effect on the quality of embroidery using a different number of thread strans. Keywords: Terawang; Aesthetic, Quality
Kajian Nilai Estetis Desain Motif Sulaman Benang Emas dan Nilai Fungsi Banta Gadang pada Pelaminan Minangkabau yuliarma, Yuliarma; Sari, Yesi Novita
JURNAL RUPA Vol 8 No 1 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i1.5383

Abstract

Gold thread embroidery is one of the techniques in decoratng fabrics using gold threads with motfs and ornamental varietes adapted to the area where the embroidery is made, one of which is in the West Sumatra region. Decoratve products with gold thread embroidery functon as decoraton, one of which is on the aisle in Minangkabau, namely on the aisle pillow called bantagadang. The purpose of this study aims to describe 1) aesthetc value, 2) motf design and 3) functonal value of banta gadang in Minangkabau aisle. this research method uses qualitatve descriptve method. Data were collected through observaton, interviews and documentaton. The results of this study found 1) the aesthetc value of the design of gold thread embroidery motfs on banta gadang illustrates community relatons and agility in living life. 2) the design of the motfs contained in the gold thread embroidery on banta gadang are aka cino, saik galamai, managun squirrel and sunfower motfs. 3) the value of the banta gadang functon in the aisle used to functon as a place to put traditonal clothes located on the side of the groom.
PERUBAHAN DESAIN KEBAYA PENGANTIN PEREMPUAN TRADISIONAL MINANGKABAU PADA UPACARA ADAT MENIKAH DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Sahira, Yara; Yuliarma, Yuliarma
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan desain busana kebaya pengantin perempuan tradisional Minangkabau pada upacara adat menikah di Kota Padang Sumatera Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data utama diperoleh melalui observasi serta wawancara dan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi serta kajian teori. Informan dalam penelitian ini yaitu ketua bundo kandung kelurahan Parupuk Tabing dan bundo kandung kerapatan adat nagari di Kota Padang. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Bentuk dasar baju yaitu kebaya dalam berubah menjadi bentuk dasar gaun modern, meliputi: ukuran baju dan lengan dari longgar berubah menjadi suai, pada sisi baju dari memakai kikik dan sibar berubah menjadi tidak memakai kikik dan sibar, bentuk leher dari memakai gir berubah menjadi kerah shanghai, panjang baju dari sampai lutut berubah menjadi menutup sampai kaki, bahan dari satin berubah menjadi tille borkat, warna baju dari warna merah berubah menjadi warna-warni seperti putih, emas dan merah muda. Kain yang digunakan songket balapak penuh pandai sikek motif sayik galamai dan bungo manggih berubah menjadi songket pandai sikek dengan motif sayik galamai, bungo manggih, balah katupek, bada mudiak dan pucuak rabuang. (2) Bentuk pelengkap dari salendang bajaik bersulam benang emas berubah menjadi selendang yang terbuat dari bahan tille, dari selop kolom bahan satin warna merah bersulam benang emas berubah menjadi selop tertutup bahan borkat dihias dengan teknik hias payet. (3) Bentuk aksesoris dari suntiang randah, kaluang cakiak, kaluang pinyaram dan galang gadang berubah menjadi mahkota, suntiang randah dan laca kening.
Kajian Bentuk dan Makna Busana Pengantin Wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar Ayu, Putri; Yuliarma, Yuliarma
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14645

Abstract

Busana pengantin wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar merupakan busana wajib yang digunakan oleh pengantin saat upacara resepsi pernikahan. Busana ini memiliki bentuk yang unik dan makna filosofis yang erat kaitannya dengan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna busana pengantin wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Bentuk baju atasan yaitu baju kurung basiba yang disebut baju lembayung berwarna hitam dengan tenunan benang emas, dipasangkan dengan kain bawahan beludru berwarna hitam dengan sulaman benang perak pada bagian bawahnya. Busana pelengkap yaitu selendang dari kain songket balapak dan kain lanjan yang dipakai di luar rok. Aksesoris yang digunakan berupa suntiang ambiang-ambiang khas Nagari Padang Magek, galang maniak panjang, galang gadang, anting, dukuah pinyaram dan dukuah cakiak. Baju dan sunting yang digunakan  menjadi ciri khas dari busana pengantin wanita Padang Magek. Setiap bagian busana ini mengandung makna yang melambangkan perpaduan dari padangan hidup suku bangsa Minangkabau yaitu adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Kajian Pakaian Pengantin Wanita Malam Basandiang Duo dalam Prosesi Adat Perkawinan di Nagari Air Bangis Melfiana, Melfiana; Yuliarma, Yuliarma
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14620

Abstract

Malam basandiang duo merupakan salah satu rangkaian acara dalam prosesi adat perkawinan minangkabau di Nagari Air Bangis. Acara ini memiliki keunikan pada perlengkapan adat seperti pelaminan serta pakaian pengantin merupakan pakaian khusus yang berbeda untuk acara resepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pakaian pengantin wanita pada malam basandiang duo dalam prosesi adat perkawinan di Nagari Air Bangis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bentuk baju kebaya panjang dipasangkan dengan kain songket,salendang balapak,suntiang gadang dan tanpa alas kaki.  Aksesorisnya menggunakan dukuah cakiak dan dukuah pinyaram, golang lokok dan lamin koniang. Keunikan pakaian dapat dilihat dari aksesoris khusus yang terbuat dari kain beludru yaitu golang lokok dan lamin koniang yang berbeda dengan pakaian pengantin wanita pada umumnya di Minangkabau. Pakaian pengantin pada acara malam basandiang duo memiliki makna sebagai penghargaan terhadap kedua mempelai yang telah berhasil melewati proses menuju perkawinan yang benar di mata adat.
SENI KERAJINAN TENUNAN SONGKET MELAYU DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU Afifa, Sukma; Yuliarma
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.5805

Abstract

Tenunan songket melayu saat ini tidak hanya terdapat di Pekanbaru, namun telah berkembang hampir ke semua daerah di riau termasuk kabupaten indragiri hulu. Kain songket melayu merupakan warisan leluhur yang digunakan pada kegiatan tertentu seperti upacara pernikahan, sebagai busana adat dan juga diberbagai kepentingan luar kegiatan adat. Namun sangat disayangkan tenunan songket melayu di kabupaten indragiri hulu ini masih kurang dikenal oleh masyarakat setempat dan juga masyarakat diluar. Tenunan songket melayu juga mengalami perkembangan, dimana pengrajin dituntut untuk bisa menciptakan motif serta warna yang lebih beragam agar tetap bisa bersaing dengan tenunan songket lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan bentuk motif, penempatan motif dan warna songket melayu di kecamatan lirik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teori desain motif, dan warna. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, serta dokumentasi.
A Study on the Colors of Traditional Blongket Weaving Fabric at Griya Kain Tuan Kentang, Palembang City Febiola, Natasya Anggia; Yuliarma, Yuliarma
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v26i2.4853

Abstract

Each woven product from various regions has its own uniqueness, because it comes from a different source of ideas. One example is Blongket weaving, which has unique characteristics. The most prominent feature in this study is the type of color and color combination in the Blongket woven fabric which is processed with a limar technique that makes a variety of colors. Until now, the uniqueness of the type of color and the combination of colors with the process of being smeared has not been widely known by the public in general. This study aims to study the types of colors and color combinations in Blongket weaving in Griya Kain Tuan Kentang. This research method uses a qualitative research method that requires informants, with data collection techniques namely interviews, observations, and documentation. The results of this study found 1) The types of colors in model 1 fabric were found in 5 colors including purple, white, green, gold, and brown. On the model 2 fabric, 5 colors were found including blue, pink, yellow, dark blue, and green. On the model 3 fabric, 6 colors were found including green, brown, dark blue, blue, purple, and white. 2) Color combinations in this study found tetrad color combinations