Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Simetris

STUDI DINAMIKA ROTOR POMPA PENGISI AIR KETEL (BFWP) 6 TINGKAT MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK Rachmanu, Fatkur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 1 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.476 KB) | DOI: 10.24176/simet.v8i1.934

Abstract

Pompa multi tingkat untuk mengatasi kebutuhan fluida cair agar dapat mengalirkan ke tempat yang elevasinya sangat tinggi atau sangat jauh atau mempunyai perbedaan tekanan terhadap sisi masuk dan keluar pompa yang sangat tinggi. Pompa multi tingkat digunakan sebagai pompa pengisi air ketel (Boiler Feed Water Pump) dengan 6 buah/tingkat baling-baling (impeller) dan di hubungkan dengan kopling menggunakan penggerak mula turbin uap yang mempunyai variasi kecepatan 4000 rpm   hingga 6000 rpm. Dengan daya input pompa sebesar 831.050 Watt. Torsi putar untuk putaran 6000 Rpm adalah1323,33 Nm. Ditopang hydrodynamic bearing di kedua ujung poros. Pada penelitian ini diamati frekuensi pribadi pada poros rotor, menentukan modeshape poros rotor (Critical speed map ), respon takseimbang(Unbalance response) pada bearing station. Menggunakan Software-X berupa perhitungan perangkat lunak dinamika rotor dibandingkan dengan software Solidworksmenggunakan metode elemen hingga. Studi dinamika rotor mempunyai kecepatan kritis sebesar 2750 CPM dengan kekakuan bearing 1x106 lbf/inchi pada mode 1. Pada mode no.7 akan terjadi simpangan amplitudo yang besar.
DESAIN ULANG IMPELER POMPA SENTRIFUGAL KURVA PRESTASI SERTA FENOMENA ALIRAN DENGAN CAD-CFD Rachmanu, Fatkur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 2 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.561 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i2.777

Abstract

Pompa adalah alat untuk memindahkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi. Pengoperasiannya bila lama digunakan akan mengurangi efisiensi dari prestasi pompa tersebut sehingga diperlukan perbaikan dan perawatan. Salah satu perawatannya antara lain dengan memperbaiki komponen utamanya yaitu impeler atau baling-baling. Pada pembuatan impeler tahap pertama adalah desain bentuk impeler dengan memperhatikan beberapa parameter sehingga meningkatan efisiensi pompa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah profil impeler agar efisiensi meningkat dan mendapatkan impeler yang lebih efektif dengan bantuan perangkat lunak CAD dan CFD. CFD adalah metode penghitungan, memprediksi, dan pendekatan aliran fluida secara numerik dengan bantuan komputer. CAD mengubah dari model umum menjadi model berdimensi, lalu pendiskritan model dalam CFD sebagai pendekatan dari aliran fluida air yang terjadi pada impeler. Hasil optimalisasi dengan perangkat lunak efisiensi total kinerja pompa meningkat dari 59 % menjadi 61%. Sudut masuk fluida pada sudut masuk sudu impeler (?1) dan sudut keluar sudu impeler (?2) diusahakan diatas 10o, disamping nilai NPSHR menentukan pelayanan kondisi kerja pompa dalam kewajaran. Sudut incident (i) dapat mengubah kinerja pompa. Sesuai hukum pompa sentrifugal yaitu kecepatan isap spesifik (Nss) yang meningkat akan menurunkan tinggi kenaikan isap positif bersih yang diperlukan (NPSHR). Sehingga didapat model impeler yang lebih optimal. Kata kunci: desain, impeler, pompa, sentrifugal, CAD, CFD.
DESAIN ULANG IMPELER POMPA SENTRIFUGAL KURVA PRESTASI SERTA FENOMENA ALIRAN DENGAN CAD-CFD Rachmanu, Fatkur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 2 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 2 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.561 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i2.777

Abstract

Pompa adalah alat untuk memindahkan cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi. Pengoperasiannya bila lama digunakan akan mengurangi efisiensi dari prestasi pompa tersebut sehingga diperlukan perbaikan dan perawatan. Salah satu perawatannya antara lain dengan memperbaiki komponen utamanya yaitu impeler atau baling-baling. Pada pembuatan impeler tahap pertama adalah desain bentuk impeler dengan memperhatikan beberapa parameter sehingga meningkatan efisiensi pompa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah profil impeler agar efisiensi meningkat dan mendapatkan impeler yang lebih efektif dengan bantuan perangkat lunak CAD dan CFD. CFD adalah metode penghitungan, memprediksi, dan pendekatan aliran fluida secara numerik dengan bantuan komputer. CAD mengubah dari model umum menjadi model berdimensi, lalu pendiskritan model dalam CFD sebagai pendekatan dari aliran fluida air yang terjadi pada impeler. Hasil optimalisasi dengan perangkat lunak efisiensi total kinerja pompa meningkat dari 59 % menjadi 61%. Sudut masuk fluida pada sudut masuk sudu impeler (?1) dan sudut keluar sudu impeler (?2) diusahakan diatas 10o, disamping nilai NPSHR menentukan pelayanan kondisi kerja pompa dalam kewajaran. Sudut incident (i) dapat mengubah kinerja pompa. Sesuai hukum pompa sentrifugal yaitu kecepatan isap spesifik (Nss) yang meningkat akan menurunkan tinggi kenaikan isap positif bersih yang diperlukan (NPSHR). Sehingga didapat model impeler yang lebih optimal. Kata kunci: desain, impeler, pompa, sentrifugal, CAD, CFD.
STUDI DINAMIKA ROTOR POMPA PENGISI AIR KETEL (BFWP) 6 TINGKAT MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK Rachmanu, Fatkur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 8, No 1 (2017): JURNAL SIMETRIS VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v8i1.934

Abstract

Pompa multi tingkat untuk mengatasi kebutuhan fluida cair agar dapat mengalirkan ke tempat yang elevasinya sangat tinggi atau sangat jauh atau mempunyai perbedaan tekanan terhadap sisi masuk dan keluar pompa yang sangat tinggi. Pompa multi tingkat digunakan sebagai pompa pengisi air ketel (Boiler Feed Water Pump) dengan 6 buah/tingkat baling-baling (impeller) dan di hubungkan dengan kopling menggunakan penggerak mula turbin uap yang mempunyai variasi kecepatan 4000 rpm   hingga 6000 rpm. Dengan daya input pompa sebesar 831.050 Watt. Torsi putar untuk putaran 6000 Rpm adalah1323,33 Nm. Ditopang hydrodynamic bearing di kedua ujung poros. Pada penelitian ini diamati frekuensi pribadi pada poros rotor, menentukan modeshape poros rotor (Critical speed map ), respon takseimbang(Unbalance response) pada bearing station. Menggunakan Software-X berupa perhitungan perangkat lunak dinamika rotor dibandingkan dengan software Solidworksmenggunakan metode elemen hingga. Studi dinamika rotor mempunyai kecepatan kritis sebesar 2750 CPM dengan kekakuan bearing 1x106 lbf/inchi pada mode 1. Pada mode no.7 akan terjadi simpangan amplitudo yang besar.
Pemanfaatan Panas Pemanggang Sate sebagai Sumber Energi Listrik Berbasis Termoelektrik Generator Nulhakim, Lukman; Rachmanu, Fatkur; Tauvana, Ade Irvan; Widodo, Widodo; Yusuf, Mirza
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 2 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i2.11391

Abstract

Termoelektrik generator merupakan teknologi pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan efek Seebeck dikarenakan adanya perbedaan temperatur panas dan dingin pada kedua sisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh termoelektrik generator dari proses pembakaran sate dengan menggunakan arang tempurung kelapa. Pembangkit energi listrik menggunakan 7 keping termoelektrik generator tipe TEG SP 1848 dengan sambungan seri ditempelkan pada material aluminium dengan ukuran 280 x 40  x 15 mm dan heatsink. Heatsink sebagai pendingin menggunakan model extrude. Pengujian dimulai arang sudah berwarna merah, dimana tegangan maksimal yang dihasilkan sebesar 25,4 V, dengan waktu 7 menit pada perbedaan temperatur 45 oC, dimana sisi panas dengan temperatur 189 oC dan sisi dingin dengan temperatur sebesar 144 oC.