Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis Ikan pada Musim Penghujan dan Kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat Soetignya, Widadi Padmarsari; Utami, Pratita Budi; Wahyudi, Dede
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5039

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau lindung yang termasuk jenis danau oxbow dan menjadi sumber perikanan tawar di Kabupaten Sintang. Sebagai danau berjenis oxbow, ketika pada musim penghujan terdapat konektivitas antara Danau Liut dan Sungai Ketungau, dan ketika musim kemarau konektivitas tersebut akan terputus. Penelitian tentang perbandingan komunitas ikan pada musim penghujan dan musim kemarau belum pernah dilakukan di Danau Liut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman ikan pada musim penghujan dan musim kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel ikan dan faktor lingkungan dilakukan pada 2 tahap yaitu musim penghujan pada Januari-Februari 2024 dan musim kemarau pada Agustus-September 2024. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, jala tebar dan pancing. Faktor lingkungan yang diamati terdiri dari suhu perairan, kandungan oksigen terlarut, pH perairan, kedalaman, TSS, kadar nitrat, kadar fosfat dan Biochemical Oxyogen Demand (BOD). Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keragaman Shannon Wiener, Indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah species yang tertangkap selama penelitian di Danau Liut adalah sebanyak 22 spesies yang termasuk dalam 9 famili. Pada musim penghujan tertangkap ikan lebih sedikit yaitu 17 species yang termasuk dalam 8 familia sedangkan pada musim kemarau tertangkap sebanyak 21 spesies yang termasuk dalam 9 familia. Analisis keanekeragaman pada musim penghujan, musim kemarau dan sepanjang musim menunjukkan komunitas berada pada kategori sedang, indeks keseragaman berada pada tingkat tinggi dan indeks dominansi berada pada level rendah.  Pengukuran indeks similaritas antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan similaritas rendah yaitu 0,44 atau 44%.
Bioekologi Ikan Tilan (Mastacembelus unicolor) Di Sungai Sangah, Desa Banying, Kabupaten Landak Lestari, Ayu; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91413

Abstract

 Fish are one of the important components in the aquatic ecosystem, therefore we need important information, one of which is through a bioecological approach, one of which is the bioecology of black tilan. Black spiny eel fish (Mastacembelus unicolor) living in the Sangah River, Banying Village, Landak Regency has never been researched on bioecology. The purpose of this study is to analyze longitudinal distribution, feeding habits, population structure and its relationship with aquatic habitat. The research was conducted March to May 2024 at 3 sampling station, namely Station I, Station II, and Station III. Sampling was carried out using trawlers, arrows and fishing rods. Water quality measurements are carried out in-situ at the time of fish sampling. The number of black spiny eel obtained was 32.   The results of the study show that the distribution is spread across the three stations with different abundances. food habits are classified as carnivores with the RGL of station I of 0,286, station II of 0,284, station III of 0,302. The main food consisted of the food group of platyhelmintes with a percentage of 77.59%, the food group of crustaceans and nematodes as complementary foods with a percentage of 9.80% and 8.33%, then the food group of insects, annelids, phytoplankton and plants was supplementary food with a percentage of 4%. The relationship between the length weight of black spiny eel with the regression equation y = 3,36x "“ 3,1945 shows that the growth pattern of black tilan is allometric positive and the condition factor value is 0.000206 which indicates that the black spiy eel population is in poor condition. The average water quality value of each station in Sungai Sangah is DO in the range of 5,6-6,4 mg/l, temperature 27,9-28,4 OC, pH 6,4-6,6, current velocity 21,8-32,6 m/s, brightness 66,7-67,1 cm and depth range 99-120 cm.
Produktivitas Primer Di Muara Sungai Nibung Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya Lutfiah, Lulu; Soetignya, Widadi Padmarsari; Munir, Ahmad Mulyadi Sirodjul
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.90872

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya muara sungai sebagai pertemuan ekosistem air tawar dan laut yang berperan krusial bagi kehidupan organisme perairan. Produktivitas primer perairan menjadi faktor penting untuk kelangsungan hidup biota di ekosistem perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas primer berdasarkan sebaran klorofil-a fitoplankton dan kelimpahan fitoplankton, serta menganalisis kondisi lingkungan fisika dan kimia di muara tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengukuran konsentrasi klorofil-a, perhitungan kelimpahan fitoplankton, dan pengukuran parameter fisika-kimia perairan.  Hasil penelitian di Muara Sungai Nibung menunjukkan variasi tingkat kesuburan perairan dari oligotrofik hingga mesotrofik, dengan analisis klorofil-a tertinggi di stasiun 1 (muara sungai) sebesar 2,67 mg/m ³ (mesotrofik), terendah di stasiun 2 (dekat pemukiman) sebesar 1,63 mg/m ³ (oligotrofik), dan stasiun 3 (area mangrove) sebesar 2,14 mg/m ³ (mesotrofik). Produktivitas primer berdasarkan sebaran klorofil-a konsisten menunjukkan tingkat oligotrofik di semua stasiun, dengan nilai tertinggi di stasiun 1 (183,85 gC/m ³/hari) dan terendah di stasiun 2 (142,33 gC/m ³/hari), serta teridentifikasi 14 spesies fitoplankton dengan Synedra sp sebagai spesies dominan (324 Sel/m ³). Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu (28-30 °C), pH (6,4-6,77), DO (3,07-3,43 mg/L), kecerahan (48,7-64,3 cm), nitrat (1,0-2,0 mg/L) dan fosfat (1,5-2,1 mg/L), dimana nilai-nilai tersebut masih dalam rentang yang mendukung kehidupan organisme akuatik, meski parameter DO berada di bawah kondisi ideal.
Biologi Reproduksi Ikan Sembilang (Platosus lineatus) yang Didaratkan Di Pangkalan Pendaratan Ikan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Komsiaty, Komsiaty; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.90613

Abstract

AbstrakIkan sembilang (Plotosus lineatus) merupakan salah satu ikan air payau yang didaratkan di PPI Sukadana. Ikan ini mendiami habitat estuari dan pantai. Nelayan di Kayong Utara menangkap berbagai jenis ikan, termasuk ikan sembilang, tenggiri, kerapu, udang, dan kepiting. Sumberdaya laut yang melimpah membuat daerah Kayong Utara menjadi pusat penangkapan ikan yang penting di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biologi reproduksi ikan sembilang yang meliputi rasio kelamin, Tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, Penggambilan sampel ikan menggunakan random sampling. Penentuan kapal menggunakan accidental sampling. Hasil tangkapan ikan sembilang (Plotosus lineatus) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 120 ekor, terdiri dari 74 ekor jantan dan 46 ekor betina. Tingkat kematangan gonad ikan sembilang jantan di Lokasi penelitian diperoleh TKG I-IV. Sedangkan ikan sembilang betina diperoleh TKG I-V. Nilai indeks kematangan gonad ikan jantan keseluruhan berkisar antara 0,07-9,06 lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan indeks kematangan gonad ikan betina berkisar antara 0,28-17,62. Hasil penelitian fekunditas total ikan sembilang secara keseluruhan berkisar antara 1660-14020 butir telur dengan rata-rata 5477.Kata Kunci : Biologi, Ikan Sembilang, Reproduksi
PRODUKSI DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TONGKOL YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS KALIMANTAN BARAT Gultom, Ester Romatua; Gusmayanti, Evi; Soetignya, Widadi Padmarsari
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.15397

Abstract

Produksi ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas meningkat 80,19% dari tahun 2020 ke 2021, hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap ekosistem perairan dan risiko overfishing. Dalam mendukung operasi penangkapan ikan tongkol dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan musim penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produksi dan menentukan pola musim penangkapan ikan tongkol. Data yang digunakan adalah data time series pada periode 2019-2023 dari PPP Sungai Rengas, yang meliputi produksi ikan tongkol dan upaya penangkapan (trip). Analisis data dilakukan dengan menghitung Catch Per Unit Effort (CPUE) dan Indeks Musim Penangkapan (IMP) yang menggunakan metode moving average. Hasil penelitian menunjukkan nilai CPUE mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2023, peningkatan signifikan terjadi dari 2022 sebesar 1,87 ton/trip menjadi 3,79 ton/trip pada tahun 2023, hal tersebut menggambarkan bahwa adanya pemulihan sumber daya ikan tongkol akibat penurunan trip pada tahun 2022. Musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di PPP Sungai Rengas terjadi pada bulan November, Januari, Februari, Maret dengan nilai IMP tertinggi yaitu 244,96% (Februari). Musim paceklik terjadi pada bulan April-Juli. Informasi musim penangkapan ikan dapat memberikan waktu yang tepat untuk melakukan operasi penangkapan optimal lestari. 
KERAGAMAN JENIS BIVALVIA DI DUSUN TANJUNG NIBUNG PULAU MAYA KABUPATEN KAYONG UTARA Soetignya, Widadi Padmarsari
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73605

Abstract

Dusun Tanjung Nibung yang berada di Pulau Maya, Kanyong Utara memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup besar, salah satunya adalah bivalvia. Bivalvia  adalah jenis biota yang memiliki nilai ekonomis dan dimamfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi dan dijual. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman, keseragaman dan dominansi Bivalvia di daerah Dusun Tanjung Nibung. Pengambilan sampel bivalvia di bagi menjadi 3 stasiun pada plot berukuran 1 m2, dengan menggunakan metode purpose sampling. Hasil penelitian jenis bivalvia yang ditemukan terdiri dari 4 spesies yaitu Anadara granosa, Hiatula chinensis, Mactra grandi dan Amusium pleuronectes. Rata-rata indeks keanekaragaman keseluruhan bivalvia yaitu 0,64 atau termasuk kategori rendah, indeks keseragaman keseluruhan bivalvia yaitu 0,26 atau termasuk kategori rendah dan indeks dominansi 0.70 yang menunjukkan terdapat spesies yang mendominasi. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan berada dalam kisaran optimal, sesuai dengan standar baku mutu air laut untuk biota laut.
BIODIVERSITAS IKAN DI PERAIRAN DUSUN MELIAU KABUPATEN KAPUAS HULU Soetignya, Widadi Padmarsari
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73598

Abstract

This study aimed to assess the fish biodiversity in the waters of Meliau Village Kapuas Hulu Regency. Fish samples were collected during three periods: July and October 2013 and February 2015. The study area was divided into four sampling stations: Leboyan River, Balai Aram Lake, Lukuk Lake and Merebung Lake. In this study, 56 fish species were identified, they represent 35 genera and 20 families. Diversity index in the wet season was greater than the other seasons. The fish diversity of Leboyan river was the greater than the fish diversity of Balai Aram Lake. This study showed that the lakes (Balai Aram, Merebung and Lukuk)  are considered to be important habitat for some target fish species like  Leptobarbus menalopterus, Channa pleurophthalmus, C. mauriolides and C. micropeltes for their role in spawning and nursery ground. The value of Dissolved Oxygen and pH were environment factors which were not suitable for fish, while diversity index of plankton was classified as low-medium (1.0-2.16).
The diversity of plankton as bioindicators in Kakap River Estuary, West Kalimantan Soetignya, Widadi Padmarsari; Marniati, Patrisia; Adijaya, Mardan; Anzani, Yunita Magrima
Depik Vol 10, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.2.21303

Abstract

Kakap River Estuary plays an essential role in the life organisms, but it is vulnerable to environmental changes and pollution caused by human activities. This study aims to assess the presence of plankton species, their abundance and diversity as aquatic ecological bio-indicators in Kakap River Estuary. Plankton and water samples were taken for three months, with a frequency of one sample per month, viz. in March, April and June 2020 from four sampling stations in Kakap River Estuary, West Kalimantan. A total of 34 species of plankton were observed from all sampling sites, and identified to belong to 18 classes. Chlorophyceae had the highest relative abundance among the phytoplanktons (40.10%), followed by Bacillariophyceae (21.86%) and Cyanophyceae (19.28%). Oscillatoria sp. and Hydrodictyon sp. were the most dominant phytoplankton species. There were 8 classes of zooplankton identified from all sampling stations throughout the research period. Hexanauplia had the highest relative abundance among the zooplanktons (36.56%) followed by Euglenophyceae (24.37%). The plankton diversity index (H ) values ranged between 2.33 -3.11. The plankton evenness index value ranged from 0.79 to 0.89 which indicates high plankton evenness at all samping stations, and this is supported by a low dominance index value at all stations ranging from 0.06-0.16. Station 1 had high Shannon-Wienner diversity index score, while for station 2, 3, 4, their scores were in the moderate level. Overall. the diversity index of the plankton from all sampling sites indicated that the quality of the water had no pollution to light pollution level.Keywords:PhytoplanktonZooplanktonWater quality
ASPEK BIOLOGI IKAN LAIS (Kryptopterus bicirrhis) DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG Simanjuntak, Kristi Martauli; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 22 No 1 (2026): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol22issue1page11-21

Abstract

Jemut Lake possesses significant potential for Lais fish resources, which are utilized by the local community. This study aims to investigate the biological aspects of Lais fish (Kryptopterus bicirrhis) in Jemut Lake, Sintang Regency, West Kalimantan. The research was conducted from June to July 2023 at three observation stations. Sampling was carried out biweekly using gill nets and cast nets. Water quality parameters, including temperature, transparency, pH, and dissolved oxygen (DO), were measured in situ. The biological aspects analyzed encompassed sex ratio, length-weight relationship, relative condition factor, feeding habits, gonad maturity level, and gonadosomatic index (GSI). A total of 113 Lais fish were collected, consisting of 58 males and 55 females. The sex ratio between males and females was balanced at 1.05:1. The specimens exhibited gonad maturity levels ranging from I to V, predominantly stages I to III, indicating that the gonads were still in the maturation process. The GSI values for males (0.14%–0.58%) were lower than those for females (0.26%–0.98%). The length-weight relationship analysis revealed a negative allometric growth pattern. The overall relative condition factor was 1.01, reflecting the compressed body shape of the fish. Furthermore, K. bicirrhis was categorized as a carnivore, with a relative gut length of 0.65. The identified natural prey included fish, worms, water fleas, shrimp, and phytoplankton. Mean values for water temperature, transparency, and DO in Jemut Lake met the established quality standards for supporting fish life, whereas the pH levels were found to be below the required standard. ABSTRAK Danau Jemut memiliki potensi sumberdaya ikan lais yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan lais (Kryptopterus bicirrhis) di Danau Jemut, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada Juni-Juli 2023 pada tiga stasiun pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangkap pukat dan jala setiap dua minggu. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu meliputi suhu, kecerahan, pH dan DO. Aspek biologi yang dianalisa meliputi nisbah kelamin, panjang dan berat, faktor kondiis relatif, kebiasaan makan, TKG dan IKG. Jumlah ikan lais yang didapatkan adalah 113 ekor yang terdiri dari 58 ekor jantan dan 55 ekor betina. Nisbah kelamin ikan lais jantan dan betina seimbang yaitu 1,05:1. Ikan lais yang diperoleh memiliki TKG I–V dengan yang didominasi TKG I–III, artinya gonad ikan lais masih dalam proses pematangan. Nilai Indeks kematangan gonad jantan lebih kecil (0,14%-0,58%) dibanding betina (0,26%-0,98%). Hubungan panjang dan berat ikan lais menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan lais bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi ikan lais secara keseluruhan sebesar 1,01 menunjukkan tubuh ikan lais yang pipih. Ikan lais termasuk kategori ikan karnivora dengan panjang usus relatif sebesar 0,65. Jenis pakan alami yang ditemukan yaitu ikan, cacing, kutu air, udang, dan fitoplankton. Nilai rata rata kualitas air di Danau Jemut untuk suhu, kecerahan dan DO berada pada baku mutu yang ditetapkan untuk mendukung kehidupan ikan lais, sedangkan untuk pH berada di bawah baku mutu. Kata Kunci: Aspek biologi, kualitas air, tingkat kematangan gonad, ikan lais, Danau Jemut