Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIASAAN MAKAN DAN MAKANAN LABI - LABI (AMYDA CARTILAGINEA) DI SUNGAI BELAK DESA SEBADU KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Triponia, Triponia; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.94682

Abstract

Labi - labi (Amyda cartilaginea) is one of the soft-shelled freshwater turtle species that has been included in the vulnerable status by IUCN. The capture of labi - labi is done for consumption and sale without regard to its size, and is not balanced with cultivation efforts, it is feared that it can threaten the sustainability of labi - labi in natural habitats. This study aims to determine the eating habits and food of labi - labi which can later become scientific information for cultivation and conservation activities. This research was conducted during February - March 2025 in Belak River, Sebadu Village, Landak Regency, Kalimantan Province. Data taken in the form of total length, weight, capture time, and type of food. Analysis of eating habits and food of labi - labi was done using the stomach fullness index and the largest part index. The results of the analysis showed that the feeding habits of labi-labi in Belak River were actively foraging at night and their food habits were omnivorous with a food composition consisting of plants (50.53%), mollusca (33.09%), fish (16.20%) and worms (0.18%).
PRODUKTIVITAS DAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH MANGROVE DI DESA BAKAU BESAR LAUT KABUPATEN MEMPAWAH Laia, Lili Karlina; Soetignya, Widadi Padmarsari; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98343

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki produktivitas yang tinggi, yakni sumbangan serasah yang berperan penting bagi keseimbangan ekosistem melalui proses dekomposisi. Mangrove di Desa Bakau Besar Laut telah mengalami penurunan luasan dan peralihan fungsi sebagai tambak udang, ekowisata dan hilangnya tegakan pohon mangrove akibat abrasi. Penelitian dilakukan untuk menentukan produktivitas dan laju dekomposisi serasah mangrove, di Desa Bakau Besar Laut Kabupaten Mempawah yang di laksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2025. Produktivitas mangrove di peroleh dengan menggunakan metode jaring penangkap serasah, dan pengukuran laju dekomposisi serasah daun mangrove menggunakan kantong serasah, yang dilakukan bersamaan pada saat pengambilan produktivitas mangrove. Produktivitas mangrove yang diperoleh sebesar 3,1 - 4,1 g/m2/hari, terdiri dari komponen daun mencapai 85 - 89%, kemudian ranting 10 - 13% dan buah 1 - 2%. Daun menjadi komponen tertinggi dalam produktivitas mangrove dikarenakan, bentuk daun lebih tipis dan lebar sehingga mudah digugurkan oleh angin ataupun terpaan air hujan, dari pada komponen ranting dan buah mangrove. Laju dekomposisi serasah daun mangrove sebesar 0,36-0,77 g/hari dengan nilai persentase 44,2 - 62,8%, tidak terdekomposisi secara sempurna.
MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN ADUNGAN (Hampala macrolepidota) DI SUNGAI MERBANG DESA TIMPUK KABUPATEN SEKADAU Bygaei, Anita Juliana; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.60660

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesiayang dikenal dengan provinsi seribu sungai. Sungai di Kalimantan Barat yang memiliki potensi sebagai habitat ikan air tawar salah satunya adalah Sungai Merbang di Desa Timpuk Kabupaten Sekadau.Ikan adungan (Hampala macrolepidota)merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang ada di Sungai Merbang. Penelitian yang telah dilakukandari bulan Agustus sampai Oktober 2022 ini, bertujuan untuk mengetahui ciri morfometrik dan meristik ikan adungan, serta mengetahui kondisi lingkungan perairan di Sungai Merbang. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling yang terdiri dari tiga stasiun. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 120 ekor ikan adungan. Hasil analisis uji t yang telah dilakukan terhadap 37 karakter morfometrik dan 11 karakter meristik ikan adungan jantan dan betina, diperoleh hasil t hitung lebih kecil dibandingkan t tabel yang artinya Ho diterima, sehingga tidak ada perbedaan karakter morfometrik dan meristik ikan adungan jantan dan betina yang berhabitat di Sungai Merbang.
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI KAWASAN PERAIRAN DANAU LIUT Lubis, Angghina Choirunnisa; Soetignya, Widadi Padmarsari; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96217

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau yang ditetapkan sebagai danau lindung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Danau ini terbentuk akibat terputusnya Sungai Ketungau dan membentuk danau tapal kuda (oxbow lake). Danau Liut berhubungan langsung dengan DAS ketungau yang dimana di sekitaran sungai ketungau didapati adanya kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan maraknya aktivitas destructive fishing seperti aktivitas menuba dengan menggunakan pestisida dan dengan setrum, maka tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas-aktivitas tersebut mempengaruhi kualitas air di perairan Danau Liut, dengan ditinjau melalui parameter fisika, parameter kimia, dan parameter biologi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus-Oktober 2024 di Danau Liut Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, dan pengukuran parameter fisika-kimia dengan uji laboratorium. Analisis data menggunakan komposisi genus, kelimpahan relatif, regresi linier berganda, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan komposisi genus fitoplankton yang ditemukan di Danau Liut sebanyak 13 genus yang dikelompokkan menjadi 5 kelas. Nilai kelimpahan relatif rata-rata tertinggi yaitu genus Navicula sp., 62,76% dan Gleocapsa sp., 44,68%. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman fitoplankton di Danau Liut tergolong tinggi, dan Indeks Dominansi fitoplankton tergolong rendah.
Keanekaragaman Jenis Ikan Di Sungai Sentangau Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Bernadus, Bernadus; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang; Panggabean, Grin Tommy
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.82595

Abstract

Abstrack. The fishery potential of the Sentangau River is quite large, which is shown by the activities of the local community and people from outside looking for fish. This study aims to determine the composition of species, abundance of species, diversity index, uniformity, dominance index and determine the quality of water in the Sentangau River, Seluas District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. The results of the study showed that there were 23 species of fish found in the Sentangau River from 10 families and a total of 281 individuals. Cyprinidae is the most caught type of fish in the Sentangau River. The species Osteochilus hasselti is the most numerous individuals found. The highest type abundance value was Osteochilus hasselti with an average value of 36.30%. The value of the diversity index in Sungai Sentangau is in the medium category at each station, the average value of the uniformity index is in the high or stable category in.Keywords : Dominance, Diversity, Uniformity, River
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG Stepanus, Oka; Soetignya, Widadi Padmarsari; Hadinata, Fitra Wira
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.83399

Abstract

The purpose of this research is to know the fish community structure in West Kalimantan Province's Jemut Lake, Sintang District. Three sampling locations were used during the research's September to October 2022 execution. Once each week, sampling was done using trawls, nets, and fishing rods. When collecting fish samples at the research site, measurements of the water quality were made on the spot. The findings revealed that there were 17 fish species from 9 families. The species Kriptopterus limpok had the highest relative abundance value (18.66%), whereas Luciosoma trinema and Osphronemus goramy had the lowest species composition (0.20%). At every station, the value of diversity and uniformity is moderate, and the distribution pattern is balanced. The assessment outcomes of numerous water quality parameters indicate water conditions that are suitable for fish life.
Struktur Komunitas Ikan Di Danau Liut Kabupaten Sintang Saputra, Rangga Ashari; Soetignya, Widadi Padmarsari; Utami, Pratita Budi
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.92662

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau dengan potensi sumber daya perikanan yang baik untuk dikembangkan, dalam perairan tersebut terdapat berbagai jenis spesies ikan. Danau ini terbentuk akibat terputusnya Sungai Ketungau dan membentuk danau oxbow (oxbow lake). Danau ini juga ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh danau lindung oleh pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ikan yang terdiri dari kelimpahan relatif ikan, sebaran fruekunsi ikan target, serta parameter kualitas perairan. Penelitian ini dilakukan dari Agustus sampai September 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang, bubu, dan pancing. Pengukuran parameter fisikia kimia perairan juga dilakukan. Analisis data menggunakan komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan 27 spesies ikan yang termasuk dalam 12 famili. Nilai kelimpahan relatif tertinggi adalah ikan seluang (Rasbora dusonensis) sebesar 32,00%. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman pada seluruh stasiun dikategorikan sedang, dan tidak ada yang mendominansi di setiap stasiun. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukan kondisi perairan di Danau Liut yang layak untuk kehidupan ikan.
STRUKTUR POPULASI IKAN DURI (ARIUS MACULATUS) HASIL TANGKAPAN NELAYAN YANG DIDARATKAN DI TPI JUNGKAT KABUPATEN MEMPAWAH Katherive, Katherive; Hadinata, Fitra Wira; Soetignya, Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70412

Abstract

Ikan duri merupakan salah satu komoditas hasil tangkapan utama di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Ikan duri adalah salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis penting dan permintaan pasar terhadap ikan duri tergolong tinggi sehingga upaya penangkapan terhadap ikan duri terus meningkat. Adanya kegiatan penangkapan ikan duri atau ikan manyung yang dilakukan terus menerus tanpa adanya suatu usaha pengaturan, maka dapat mempengaruhi keberadaan dan mengubah status stok sumberdaya ikan duri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi ikan duri (Arius maculatus) yang meliputi sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang dan berat, laju pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei yang berlokasi di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 126 ekor ikan dengan kisaran panjang 13-20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan duri (Arius maculatus) yang tertangkap terdiri dari 4 macam kelas ukuran dan tergolong dalam kelompok umur ikan remaja. Hubungan panjang dan berat ikan duri bersifat allometrik negatif dengan nilai panjang asimptot (L∞) sebesar 34,40 cm dan koefisien laju pertumbuhan sebesar 0,28 cm. Nilai laju mortalitas total (Z) 3,61 pertahun, mortalitas alami (M) 0,74 per tahun dan mortalitas penangkapan (F) 2,87 per tahun, serta nilai laju eksploitasi (E) 0,79 per tahun.
Keanekaragaman Jenis Ikan pada Musim Penghujan dan Kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat Soetignya, Widadi Padmarsari; Utami, Pratita Budi; Wahyudi, Dede
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5039

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau lindung yang termasuk jenis danau oxbow dan menjadi sumber perikanan tawar di Kabupaten Sintang. Sebagai danau berjenis oxbow, ketika pada musim penghujan terdapat konektivitas antara Danau Liut dan Sungai Ketungau, dan ketika musim kemarau konektivitas tersebut akan terputus. Penelitian tentang perbandingan komunitas ikan pada musim penghujan dan musim kemarau belum pernah dilakukan di Danau Liut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman ikan pada musim penghujan dan musim kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel ikan dan faktor lingkungan dilakukan pada 2 tahap yaitu musim penghujan pada Januari-Februari 2024 dan musim kemarau pada Agustus-September 2024. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, jala tebar dan pancing. Faktor lingkungan yang diamati terdiri dari suhu perairan, kandungan oksigen terlarut, pH perairan, kedalaman, TSS, kadar nitrat, kadar fosfat dan Biochemical Oxyogen Demand (BOD). Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keragaman Shannon Wiener, Indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah species yang tertangkap selama penelitian di Danau Liut adalah sebanyak 22 spesies yang termasuk dalam 9 famili. Pada musim penghujan tertangkap ikan lebih sedikit yaitu 17 species yang termasuk dalam 8 familia sedangkan pada musim kemarau tertangkap sebanyak 21 spesies yang termasuk dalam 9 familia. Analisis keanekeragaman pada musim penghujan, musim kemarau dan sepanjang musim menunjukkan komunitas berada pada kategori sedang, indeks keseragaman berada pada tingkat tinggi dan indeks dominansi berada pada level rendah.  Pengukuran indeks similaritas antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan similaritas rendah yaitu 0,44 atau 44%.
Bioekologi Ikan Tilan (Mastacembelus unicolor) Di Sungai Sangah, Desa Banying, Kabupaten Landak Lestari, Ayu; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91413

Abstract

Fish are one of the important components in the aquatic ecosystem, therefore we need important information, one of which is through a bioecological approach, one of which is the bioecology of black tilan. Black spiny eel fish (Mastacembelus unicolor) living in the Sangah River, Banying Village, Landak Regency has never been researched on bioecology. The purpose of this study is to analyze longitudinal distribution, feeding habits, population structure and its relationship with aquatic habitat. The research was conducted March to May 2024 at 3 sampling station, namely Station I, Station II, and Station III. Sampling was carried out using trawlers, arrows and fishing rods. Water quality measurements are carried out in-situ at the time of fish sampling. The number of black spiny eel obtained was 32. The results of the study show that the distribution is spread across the three stations with different abundances. food habits are classified as carnivores with the RGL of station I of 0,286, station II of 0,284, station III of 0,302. The main food consisted of the food group of platyhelmintes with a percentage of 77.59%, the food group of crustaceans and nematodes as complementary foods with a percentage of 9.80% and 8.33%, then the food group of insects, annelids, phytoplankton and plants was supplementary food with a percentage of <4%. The relationship between the length weight of black spiny eel with the regression equation y = 3,36x "“ 3,1945 shows that the growth pattern of black tilan is allometric positive and the condition factor value is 0.000206 which indicates that the black spiy eel population is in poor condition. The average water quality value of each station in Sungai Sangah is DO in the range of 5,6-6,4 mg/l, temperature 27,9-28,4 OC, pH 6,4-6,6, current velocity 21,8-32,6 m/s, brightness 66,7-67,1 cm and depth range 99-120 cm.