Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Semantik

IMPLEMENTASI ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE UNTUK PENINGKATAN KUALITAS SUARA PENDERITA TUNA LARING BERBASIS PROCESSOR TMS320C6713 Alan Novi Tompunu; RD Kusumanto; Tri Arief Sardjono
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.033 KB)

Abstract

Seseorang yang telah mengalami laryngectomy biasa disebut dengan tuna laring. Laryngectomy adalah penghapusan laringdan pemisahan jalan napas dari hidung, mulut, dan kerongkongan. Laryngectomee bernafas melalui sebuah lubang di leher,yaitu stoma. Ada tiga usaha yang telah dilakukan untuk rehabilitasi suara tersebut yaitu dengan esophageal speech,tracheoesophageal dan eletrolarynx. Pembangkitan suara dengan eletrolarynx paling sering diadopsi untuk phonation.Kejelasan wicara electrolarynx dipengaruhi oleh noise yang dihasilkan oleh perangkat tersebut maupun noise yang timbul darilingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan salah satu alternatif penyelesaian masalah bagipenderita tuna laring agar memiliki kejelasan dalam berbicara menggunakan perangkat electrolarynx neck-type, Servox SI –SERVOXD, dengan cara menggunakan adaptive filter berdasarkan algoritma least mean square. Dua microphone digunakansecara simultan, untuk memperoleh rekaman sinyal wicara dan noise melalui Starter-Kit DSP TMS320C6713. Microphonepertama digunakan untuk merekam wicara dan noise. Microphone kedua digunakan untuk merekam background noise.Pengukuran signal to noise ratio (SNR) telah dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara sinyal ucapan dengan sinyalnoise. Dari hasil eksperimen, diperoleh bahwa nilai SNR sebelum pemfilteran sebesar 10.817 ± 2.5 dB dan setelah pemfilteransebesar 28,312 ± 9,7 dB dan terjadi peningkatan kualitas wicara electrolarynx sebesar 17,4948 ± 11.2 dB dengan bantuan Starter-Kit DSP TMS320C6713.Kata kunci : penderita tuna laring, electrolarynx, least mean square, DSP TMS 320C6713.
DETEKSI CACAT PADA MATERIAL BAJA MENGGUNAKAN ULTRASONIK NON-DESTRUCTIVE TESTING DENGAN METODE CONTINUOUS WAVELET TRANSFORM Lilik Subiyanto; Tri Arief Sardjono2
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.367 KB)

Abstract

Ultrasonik Non-Destructive Testing (NDT) adalah salah satu teknik pengujian material tanpa merusak benda uji melalui pantulan gelombang ultrasonik. Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi adanya cacat (flaw) atau retak (crack) padamaterial secara dini, dan menghindari kegagalan saat digunakan. Propagasi gelombang ultrasonik didalam struktur baja mengalami pemantulan atau pembelokan pada saat mengenai medium dengan indek yang berbeda. Propagasi gelombang ultrasonik tersebut kemudian diekstrak menggunakan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) untuk merepresentasikan permukaan material yang didasarkan pada frekuensi dan waktu pantul/belok sebagai dasar jarak keberadaan rongga (cacat). CWT mempunyai keunggulan pada proses analisis sinyal yang lebih cepat dibandingkandengan metode lain seperti transformasi fourier dan mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan sinyal nonstasioner dalam domain waktu-frekuensi. Material uji yang digunakan pada penelitian ini adalah baja rendah karbon (steel 1020) , sedangkan peralatan penunjang utama yang digunakan adalah probe ultrasonik tipe pulse-echo singleprobe 4MHz. Software utama yang digunakan untuk pengolahan sinyal pada penelitian ini adalah DELPHI. Dari hasilanalisis sinyal diketahui bahwa NDT dengan metode CWT mampu merekonstruksi cacat material dengan baik.Kata kunci : Ultrasonik NDT, Flaw, Crack, Pulse-echo, Continuous Wavelet Transform.