Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemanfaatan Fermentasi Tepung Daun Pepaya (Carica papaya) Menggunakan Rhizopus sp. dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Silalahi, Marni; Suharman, Indra; Adelina, Adelina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada November 2019 sampai Januari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan fermentasi tepung daun pepaya dalam pakan terhadap pertumbuhanikan patin siam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Ikan dipelihara didalam keramba berukuran 1 m3 dengan padat tebar ikan 25 ekor/m3. Percobaan pemberian pakan dilakukan dengan menggantikan tepung kedelai dengan fermentasi tepung daun pepaya sebanyak P1(0%), P2(10%), P3(20%), P4(30%), P5(40%). Bobot ikan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,66 ± 0,14g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fermentasi tepung daun pepaya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan ikan patin siam. Pakan yang mengandung 20% fermentasi tepung daun pepaya dan 80% tepung kedelai (P3) memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan (5,52%/hari), efisiensi pakan (51,57%), kecernaan pakan (77,06%), retensi protein (60,40%). Berdasarkan dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi tepung daun pepaya dapat digunakan sebagai pengganti tepung kedelai didalam pakan ikan patin siam
Pemanfaatan Tepung Daun Indigofera (Indigofera zollingeriana) yang Difermentasi Menggunakan EM-4 (Effective Microorganism-4) dalam Pakan untuk Pertumbuhan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) Tampubolon, Irma Megawati; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.2.205-216

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk dijadikan bahan baku alternatif dalam pembuatan pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah optimal tepung daun indigofera yang difermentasi  menggunakan EM4 (Effective Microorganism-4) sebagai pengganti tepung ikan dalam pakan, untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan benih ikan mas. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pakan tanpa tepung daun indigofera fermentasi (P0), pakan mengandung tepung daun indigofera fermentasi 30% (P1), 40% (P2), 50% (P3) dan 60% (P4). Pakan uji diberikan ke ikan uji sebanyak 10% dengan frekuensi 3 kali sehari pada pukul 08.00, 13.00 dan 17.00 WIB, pakan diberikan ke ikan uji selama 56 hari. Ikan yang digunakan adalah benih ikan mas ukuran 4-6 cm dan bobot 2,23±0,72 g. Benih ikan mas dimasukkan ke dalam 15 unit keramba berukuran 1x1x1 m3 dengan padat tebar 25 ekor/keramba untuk mengukur pertumbuhan ikan dan 10 unit akuarium dengan padat tebar 15 ekor/akuarium untuk mengukur kecernaan protein dan pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh (P<0.05) penggunaan tepung daun indigofera fermentasi dalam pakan terhadap efisiensi pakan, retensi protein dan laju pertumbuhan spesifik benih ikan mas. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan 60% tepung daun indigofera yang difermentasi dalam pakan menghasilkan kecernaan pakan sebesar 63,24%, kecernaan protein 79,23%, efisiensi pakan 27,25%, retensi protein 18,07%, laju pertumbuhan spesifik 2,57% dan tingkat kelulushidupan ikan sebesar 100%.
PEMANFAATAN  TEPUNG  MAGGOT (Hermetia illucens) DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger DALAM PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) Romadhan, Wahyu; Adelina, Adelina; Suharman, Indra
Journal of Fish Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v5i2.8303

Abstract

This study evaluated the utilization of maggot flour fermented with Aspergillus niger in gourami fish seed feed. The research was conducted using a one-factor Complete Random Design (RAL) with five treatments and three replications. The treatment used was feed without fermented maggot flour (P0), feed containing 25% fermented maggot flour (P1), feed containing 50% fermented maggot flour (P2), feed containing 75% fermented maggot flour (P3), and 100% feed containing fermented maggot flour (P4). Fish with an average initial weight of 2.93 ± 4.00 g were stocked into 15 net cages (1 × 1 × 1 m³) at a density of 25 fish per cage. The fish were fed test feeds at 10% of their body weight, 3 times daily (08:00, 13:00, and 17:00), for 56 days. Feed digestibility was assessed in an aquarium (60 × 40 × 40 cm³) at a dense stocking density of 10 fish per m³. The test feed contained 0,5 % Cr2O3. The results indicated that the inclusion of 75% fermented maggot meal yielded the best outcomes, with feed digestibility of 74.36%, protein digestibility of 88.76%, feed efficiency of 46.10%, protein retention of 33.38%, specific growth rate of 3.29% per day, and a survival rate of 100%.
Produksi dan Pemasaran Kopi-Pro dengan Penambahan Probiotik Asli Indonesia Sebagai Alternatif Minuman Sehat Feliatra, Feli; Azuga, Nabila A.; Adelina, Adelina; Simarmata, Asnika H.; Hendris, Sefni; Oktavian, Rizki
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.321-327

Abstract

Coffee consumption continues to rise in step with growing interest in functional beverages. KOPI-PRO is a coffee product containing protein produced through fermentation by probiotic microorganisms and has undergone challenge tests against pathogenic bacteria such as Pseudomonas sp., Aeromonas sp., and Vibrio alginolyticus. This community engagement program aims to foster entrepreneurship among the academic community of the University of Riau by developing probiotic coffee (KOPI-PRO) as both a healthy product innovation and a pilot for a sustainable business strategy. Activities included outreach and production training, limited market trials, a consumer satisfaction survey (n = 39), and a business feasibility assessment. Results showed that four students chose to continue the KOPI-PRO venture; consumer ratings of taste, texture, and aroma ranged from “like” to “strongly like,” with the most favored variants including Orange Latte, Original, and Palm Sugar Latte. Financially, the venture was feasible (R/C > 1) with an estimated payback period of about four months. This program demonstrates that a simple, measurable, biotechnology-based service model is effective in cultivating students’ entrepreneurial interest and is readily replicable in campus and community settings.