Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kombinasi Aplikasi Biochar dan Fungi Mikoriza Arbuskula Terhadap Jagung Manis Pada Entisol Herman, Welly; Zakaria, Edi; Nusantara, Abimanyu Dipo; Gusmara, Herry; Putri, Elsa Lolita
Jurnal Solum Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.19.2.62-69.2022

Abstract

Entisols are sandy soils with P and K in form still fresh and cannot be absorbed by plants, thereby affecting plant growth and production. Therefore, it is necessary to add rice husk biochar and arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) to help provide nutrients to support the growth of sweet corn plants. The research was carried out from August to October 2020 in Beringin Raya Village, Bengkulu City with coordinates S03°45,434' E102°15,687'. The study used a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was the dose of rice husk biochar: 0, 5, and 10 tons ha-1 ; and the second factor was the AMF dose of 0, 5, and 10 g of propagule. The total 27 units was obtained from nine treatment combinations that was repeated three times. Each experimental unit consisted of 2 sample plants so that there were 54 polybags. Soil parameters observations were soil pH, CEC, organic C, nutrient levels of N, P, K and P uptake. Phosphor uptake was calculated based on the total dry weight of plants x nutrient content of P. The variables observed in plants were plant height, root length, plant dry weight (roots and stems), ear length, cob diameter, cob weight. The result was no interaction between rice husk biochar and AMF on growth, P uptake, and yield of sweet corn. Application 10 tons ha-1 of rice husk biochar of biochar and inoculation of 10 g of plant propagule-1 gave the best results on growth, P uptake, and yield of sweet corn.Keywords: Biochar: Entisols, Mycorrhizal
PENGARUH METODE PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP SERAPAN P DAN HASIL JAGUNG MANIS DI ENTISOLS salamah, umi; Putri, Masmoni Ade; Widiyono, Heru; Barchia, M Faiz; Herman, Welly
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i2.73

Abstract

Tanah entisol memiliki masalah terhadap sifat fisik dan kimianya. Sehingga membutuhkan pupuk organik cair dapat meningkatkan aktifitas biologi, kimia, dan fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pemberian pupuk organik cair limbah rumah tangga yang tepat terhadap serapan P dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays var saccharata sturt) pada tanah entisols. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Juli - September 2020 di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan dalam penelitian ini adalah kombinasi dari metode aplikasi POC dan konsentrasi POC. Metode aplikasi POC meliputi disemprotkan ke daun, disiram ke tanah, serta disemprtokan ke daun dan disiram ke tanah, sedangan konsentrasi yang digunakan adalah 100 ml/L, 200 ml/L, 300 ml/L, dan 400 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode aplikasi POC yang disemprotkan ke daun dan tanah dengan konsetrasi 300 ml/L adalah yang paling tepat. Hal ini dapat dilihat dari P-jaringan tertinggi yaitu 0,40%, serapan P tertinggi yaitu 1,58 g, tinggi tanaman tertinggi yaitu setinggi 233,67 cm, bobot brangkasan kering terberat yaitu 395,90 g, diameter tongkol terbesar yaitu 67,20 mm, dan bobot tongkol berkelobot terberat yaitu 450,67 g. Namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan aplikasi POC yang disemprotkan ke daun dengan konsentrasi 100 ml/L air. Hal ini dibuktikan pada nilai hasil tinggi tanaman 205,67 cm, diameter tongkol 61,88 mm dan bobot tongkol berkelobot 408,67 g. Sehingga aplikasi POC yang disemprotkan ke daun dengan konsentrasi 100 ml/L air lebih baik dari segi ekonomis dan efisiensi.
Rice Husk Biochar as an Amendment to Improve Sweet Corn Performance on Bengkulu Entisols Herman, Welly; Salamah, Umi; Rahmayuni, Erlina; Zulkarnain, Zulkarnain
Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAES) Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAE
Publisher : CV. Truly Science Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Entisol soil in the coastal area of ​​Bengkulu has low fertility with limited organic matter and nutrient contents, so it requires soil amendments to increase plant productivity. Aim: This study aims to evaluate the effectiveness of rice husk biochar on improving soil chemical properties and increasing sweet corn (Zea mays saccharata) yield. Methods: The experiment was conducted on a polybag scale (10 kg of soil per polybag) using a Completely Randomised Design (CRD) with four doses of rice husk biochar (0, 5, 10, and 15 t/ha), with each treatment repeated six times. Biochar was produced through indirect pyrolysis at a temperature of approximately 400 °C, incubated for four weeks, and applied to the soil at 50% of the recommended fertilizer dose. Results: The analysis results showed that the application of rice husk biochar had a significant effect (p < 0.05) on increasing soil pH, organic carbon (C), total nitrogen (N), and cation exchange capacity (CEC). A dose of 10 t/ha increased soil pH from 6.01 to 6.61, organic C from 2.09% to 2.81%, total N from 0.11% to 0.17%, and CEC from 4.98 to 5.64 cmol(+)/kg, significantly higher than the control (p < 0.05). This increase in fertility directly impacted the growth and yield of sweet corn, with cob weight reaching 437.5 g, significantly greater than the control at p < 0.05, but not significantly different from the dose of 15 t/ha. Conclusion: Thus, rice husk biochar at a dose of 10 t/ha effectively improves Entisol soil quality and increases sweet corn yields, and has the potential to be applied as a sustainable agricultural innovation in tropical marginal lands.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ANORGANIK (N, P, K) DAN PUPUK KASCING TERHADAP TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Rahmayuni, Erlina; Syadiyah, Tsasya Halimatu; Herman, Welly
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik (N, P, K) dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima dosis pupuk kascing (0, 50, 100, 150, dan 200 g/tanaman) dikombinasikan dengan pupuk anorganik 100% dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, panjang buah, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kascing meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung. Dosis 200 g kascing per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 71,20 cm, jumlah daun 57,47 helai, jumlah buah 6 buah, dan bobot buah rata-rata 109,71 g atau setara 3,13 ton/ha. Meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, tren peningkatan berbagai parameter mengindikasikan adanya efek sinergis antara pupuk anorganik dan kascing dalam meningkatkan produktivitas tanaman serta kesuburan tanah pada lahan Oxisol. Kombinasi pupuk anorganik dan kascing direkomendasikan sebagai strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan masam.
PENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KESEJAHTERAAN PETANI KOPI DESA RINDU HATI MELALUI OPTIMALISASI ALAT PENETUAN KADAR AIR BIJI KOPI BERBASIS TEKNOLOGI DIELEKTROMETER Hermawan, Bandi; Alnopri, Alnopri; Herman, Welly; Putri, Elsa Lolita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2652-2657

Abstract

Pengabdian peningkatan produktivitas dan produktivitas kopi di Desa Rindu Hati melalui optimalisasi alat petani bertujuan tentang kadar air biji kopi berbasis teknologi dielektrometer yang dilakukan untuk melakukan koordinasi dan sosialisasi kopi dan koordinasi pengumpul kadar air biji kopi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk menyebarkan informasi dalam kelompok tani dan pedagang pengumpul biji kopi. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu dengan khalayak sasaran kelompok tani simpang jernih dengan anggota kelompok berkumpul 20 orang dan pedagang pengumpul biji kopi.Pengabdian yang sesuai dengan koordinasi dan sosialisasi terhadap air kopi untuk meningkatkan produktivitas petani kopi. Target capaian dari kegiatan yang dilakukan adalah adanya peningkatan pemahaman kelompok tani simpang jernih tentang menentukan kadar air kopi. peningkatkan pemahaman petani kopi dan pedagang pengumpul biji kopi dalam menentukan kadar air biji kopi melalui pendeteksian kadar air berbasis teknologi dielektrometer.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN RUMAH BIBIT PADA KELOMPOK WANITA TANI REZEKI BERSAMA DI KELURAHAN BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU Herman, Welly; Adiprasetyo, Teguh; Hermawan, Bandi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.1991-1994

Abstract

Seedling house is a very important thing to support plant propagation in order to realize the Sustainable Food House Area (KRPL) program. Through this service activity, the service team tries to develop a simple nursery to support the program. The objectives of this activity are (1) to determine the potential for developing a nursery to create a sustainable food house area in the Beringin Raya Village, Bengkulu City and (2) to increase the ability of the Women Farmers Group (KWT) Sustenance Bersama in managing and developing seedling houses. The method used is a PRA (Participatory Rural Appraisal) approach which is implemented through outreach activities and direct practice in the field. The results of this service activity are fostering the spirit of KWT members in optimizing the use of seed houses that have been developed by the service team and increasing community understanding and skills in utilizing seed houses through nurseries of various types of plants. 
BIMBINGAN TEKNIS STANDARISASI PENGUKURAN KADAR AIR KOPI UNTUK MENINGKATKAN HARGA JUAL KOPI PETANI DI DESA ULAK BANDUNG PROVINSI BENGKULU Hermawan, Bandi; Alnopri, Alnopri; Herman, Welly; Lolita Putri, Elsa; Agustian, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3326-3332

Abstract

Pengabdian masyarakat yang diterapkan adalah penggunaan alat pengukur kadar air biji-bijian termasuk kopi yang telah dikalibrasi agar memiliki akurasi yang tinggi.  Kalibrasi alat dilakukan agar nilai yang terbaca oleh alat dapat mendekati kadar air kopi biji sebenarnya yang ditetapkan melalui pengeringan dalam oven sehingga mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi khalayak sasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap khalayak sasaran secara teknis akan pentingnya pengukuran kadar air kopi biji sebelum dilakukan penjualan dengan menggunakan alat pengukur kadar air. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah koordinasi, sosialisasi dan pelaksanaan kalibrasi alat pengukur kadar air. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Bersaudara yang berada di Dusun Napal Hijau, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur yang terletak sekitar 233 km arah selatan Kota Bengkulu.  Hasil dari kegiatan ini adalah adanya pemahaman, pengetahuan dan kesadaran khalayak sasaran dalam menjaga kualitas kopi biji menggunakan alat pengukur kadar air, guna memenuhi standar kadar air tingkat pedagang pengumpul kurang dari 20%.  Â