Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HOW DO SUSTAINABILITY AND SIZE SUPPORT HOTEL PERFORMANCE? A STUDY IN INDONESIA Agung, Chris Petra; Debby, Teresia; Melinda, Chatherine
Bina Ekonomi Vol. 29 No. 2 (2025): Bina Ekonomi: Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Publisher : Center for Economic Studies Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/a7z3qh28

Abstract

Hotels are one of the sectors that consume a tremendous amount of resources within the tourism industry. Therefore, sustainability becomes one of the concerns that needs to be taken care of. One way to communicate sustainability practices is through a Sustainability Report (SR). Previous studies on how SR affects a company’s performance show inconsistent results. Some also show that other financial factors may determine hotel companies’ performance. This research aims to analyze the effect of SR, liquidity, and firm size on Indonesian hotel companies’ performance during 2020-2022. The data is gathered through annual reports and SR published on the Indonesia Stock Exchange (BEI) website. The analysis is done through descriptive statistics and multiple regression. Statistics show that SR reporting in Indonesian hotel companies is less prevalent. Regression results show that SR, liquidity, and firm size simultaneously and positively influence performance, while partially only firm size positively affects performance. In other words, SR and liquidity should be combined with excellent firm size to impact performance positively.
Intention to Use Paylater Feature in a Traveling Platform in Emerging Market: Traveloka Case Aprianingsih, Atik; Sofyan, Mahardhika Dwi Ananta; Debby, Teresia; Fachira, Ira; Toha, Mohamad
Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol. 22 No. 2 (2023): Fokus Bisnis
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokbis.v22i2.699

Abstract

This study aims to determine the relationship between customer’s attitude, customer’s subjective norm, and the customer has perceived behavior control on the intention to use PayLater as a payment method in Traveloka. This study uses an online and offline survey conducted in Jakarta and Bandung, with 400 respondents. Structural equation modeling was processed using SmartPLS 3.2.9 for this study. The finding shows that customers’ attitudes, subjective norms, and perceived behavior control positively influence the intention to use PayLater in Traveloka. This study can be used for another application or company that wants to develop a similar payment method to encourage higher use of PayLater. This study explores the inner working of customers’ behavior in connection with the financial service of e-payment, in this case, Traveloka PayLater.
Pendampingan UMKM di Kota Bandung pada Aspek Pemasaran, Operasional, dan Keuangan Debby, Teresia; Iskandarsyah, Triyana; Tjandraningsih, Indrasari; Rismawati; Assaf, Rizka Aula; Wicaksono, Ignatius Bryan Abimanyu
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Vol.4 No.2, April 2024
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v4i2.451

Abstract

Mahasiswa program studi sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan Bandung melalui mata kuliah wajib Pelayanan Kepada Masyarakat melakukan pendampingan terhadap UMKM di kota Bandung yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para pemilik.  Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah service learning. Di mana service learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang memberikan penekanan pada penerapan pengetahuan perkuliahan ditengah-tengah masyarakat atau komunitas sekaligus berinteraksi dengan masyarakat atau komunitas serta menjadi solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat atau komunitas, sehingga mampu menerapkan secara nyata peran mahasiswa dan kampus dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Setelah dilakukan baseline assessment, permasalahan utama yang dihadapi usaha mikro dan kecil meliputi masalah pemasaran, operasional dan pencatatan keuangan. Dalam masa pendampingan selama dua belas minggu, sebanyak tiga puluh enam unit usaha mikro dan kecil mendapatkan pengetahuan dan dapat menerapkan hasil pendampingan yang diberikan terkait pemanfaatan media sosial dan e-commerce untuk promosi, peningkatan kesadaran K3 dan pemahaman terhadap aspek-aspek keuangan yang meliputi penghitungan harga pokok penjualan, pencatatan keuangan, serta membuat neraca laba rugi.
Career Path Workshop Bagi Siswa/i SMA Temasek Independent School Kota Bandung Alberto, Giovano; Agung, Chris; Debby, Teresia; Kartawidjaja, Jesslyn
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i2.10221

Abstract

Berdasarkan survey dari Integrity Development Flexibility terdapat 87% mahasiswa/i di Indonesia mengaku salah dalam memilih jurusan kuliah dan ini berdampak pada banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi bekerja tidak sesuai dengan jurusan yang dipilih. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai aspirasi karir sebelum memilih jurusan kuliah. Siswa/i sekolah menengah atas (SMA) dirasa perlu untuk memiliki aspirasi karir yang jelas, sehingga pelatihan yang bertujuan untuk menggali aspirasi karir dirasa penting untuk dilakukan. Salah satu SMA yang membutuhkan pelatihan ini adalah SMA Temasek Independent School (TIS), Kota Bandung. SMA TIS sebelumnya telah melakukan tes minat dan bakat, namun masih cukup banyak siswa/i yang belum dapat menentukan jurusan kuliahnya. Berdasarkan temuan ini, tim pengabdi Universitas Katolik Parahyangan menyelenggarakan workshop career path dengan menggunakan modul khusus yang mempermudah siswa/i dalam mengidentifikasi jurusan kuliah dan perguruan tinggi yang dituju. Workshop terdiri dari dari 3 bagian yakni: (1) mengisi kuesioner, (2) interpretasi hasil pengisian kuesioner, dan (3) mengisi modul perguruan tinggi tujuan. Sebelum mengikuti workshop hanya ada 3 siswa yang sudah mengetahui jurusan yang akan dipilih, setelah mengikuti workshop ini para peserta (10 siswa/i) memiliki arah yang lebih jelas terkait jurusan yang akan dipilih untuk jenjang perkuliahan kedepannya serta dapat menyusun strategi yang tepat sasaran.
Pendampingan Usaha Mikro di Kabupaten Bandung memalui Mata Kuliah Pelayanan Kepada Masyarakat Debby, Teresia; Agung, Chris Petra; Iskandarsyah, Triyana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i2.10282

Abstract

Usaha mikro di Indonesia terus mengalami peningkatan, namun peningkatan ini harus diiringi dengan pendampingan yang tepat agar dapat bersaing dan bertahan di tengah gempuran digitalisasi, globalisasi, dan disrupsi teknologi. Mata kuliah Pelayanan Kepada Masyarakat (PKM) diharapkan dapat memberikan dampak nyata kepada usaha mikro melalui program pendampingan kepada sembilan usaha mikro yang ada di Kabupaten Bandung pada aspek pemasaran, operasi, dan keuangan. Metode pendampingan yang dilakukan menggunakan metode participatory action research, dimana mahasiswa dan dosen pendamping langsung turun dan ikut serta secara aktif dengan usaha mikro yang didampingi. Setiap usaha mikro yang didampingi dibuatkan program yang disesuaikan dengan kebutuhan dari usaha mikro yang didampingi tersebut dengan didasarkan dari hasil baseline assessment. Baseline assessment dilakukan pada minggu pertama pendampingan, untuk melihat aspek mana yang perlu dilakukan perbaikan sehingga pendampingan dapat dilakukan dengan efektif. Program pendampingan ini dilakukan selama satu semester oleh mahasiswa/i yang mengambil mata kuliah PKM dan didampingi oleh dosen dalam pelaksanaannya. Hasil yang didapatkan dari program pendampingan ini adalah peningkatan peningkatan pengetahuan terkait aspek pemasaran, operasi, dan keuangan, selain itu adanya peningkatan penjualan melalui media sosial Instagram.
ENTREPRENEURIAL SELF-EFFICACY (ESE) DAN PERANNYA TERHADAP KEBERTAHANAN BISNIS Agung, Chris Petra; Debby, Teresia; Tiffani, Ignasia; Gomulia, Budiana
Modus Vol. 36 No. 1 (2024): Vol 36 No.1 (2024): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v36i1.8178

Abstract

The number of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in West Java is constantly increasing during 2016-2021 period. Many of them are new ventures which are in the process of introducing their products or services to the market; or are developing their customer base. Previous researches find that new venture viability is determined by owner-manager’s Entrepreneurial Self-Efficacy (ESE). This research aims to analyse three factors that are thought to influence ESE, namely: formal education of entrepreneurship (PFK), family support (DK), and entrepreneurial personality (EP). Furthermore, the effect of ESE to new venture viability will be tested. The samples used in this research are graduate of Bachelor of Management program, X Private University in Bandung Municipality who have undertaken Entrepreneurship courses and owned and managed his or her own business. Data is collected through close-ended questionnaires and is processed using SEM-PLS. Thereafter, a Focus Group Discussion (FGD) was conducted to validate the statistical results. The research finds that: (1) EP significantly and positively affects ESE, and (2) ESE significantly and positively affects new venture viability. Keywords: entrepreneurial self-efficacy (ESE); entrepreneurial personality; new venture viability. Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat terus meningkat selama periode 2016-2021. Banyak dari pelaku UMKM tersebut adalah usaha mula-mula yang berada pada tahap memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkan ke pasar atau sedang memperkuat basis pelanggan. Beberapa penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa kebertahanan usaha mula-mula dipengaruhi oleh Entrepreneurial Self-Efficacy (ESE) pemilik-pengelola usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga faktor yang diduga memengaruhi ESE yakni: pendidikan formal kewirausahaan (PFK), dukungan keluarga (DK), dan entrepreneurial personality (EP). Selanjutnya, penelitian ini akan menguji pengaruh ESE terhadap kebertahanan usaha mula-mula. Sampel dari penelitian ini adalah alumni program Studi Manajemen, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) X di Kota Bandung yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan serta memiliki dan mengelola usaha sendiri. Pengambilan data menggunakan kuesioner close-ended dan teknik pengolahan data menggunakan SEM-PLS. Setelah itu, Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk memvalidasi hasil pengolahan data secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) EP berpengaruh positif dan signifikan terhadap ESE; dan (2) ESE berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebertahanan usaha mula-mula. Kata kunci:   entrepreneurial self-efficacy (ESE); entrepreneurial personality; kebertahanan usaha mula-mula.
A STUDY OF INTENTION TO REDUCE INDONESIA'S FOOD WASTE Teresia Debby; Atik Aprianingsih; Agus Hasan Pura Anggawidjaja; Wisnu Wardhono; Ivan Prasetya; Chris Petra Agung; Avadhut Patwardhan
MATRIK: JURNAL MANAJEMEN, STRATEGI BISNIS, DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Economics and Business Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2025.v19.i02.p04

Abstract

Food waste has become a big problem in Indonesia. According to the data in May 2023, Indonesia was placed in the third sport in the rank of the world’s largest food waste producer in the world. Food waste makes up to 40.98% of the total waste, this data is taken from the Ministry of Environment and Forestry in 2023. This phenomenon contradicts with the reality of many of its citizen are still struggling to find food to eat. Moral norms hold a high place in Indonesia, and this can be used as one driver to reduce the food waste. This study has goal to see how moral norms for food waste reduction and self-efficacy towards food waste reduction impact the intention to reduce food waste in Indonesia. This study uses technique, structural equation model-partial least squares (SEM-PLS). In total, there are 157 respondents who have participated in this study. The results clearly shown that there is a positive correlation between 2 variables (moral norms for food waste reduction and self-efficacy toward food waste) with food waste reduction intention. To close, Indonesia with its moral norms towards food waste has helped with the intention to reduce food waste. However, the intention alone is not enough. There must be a strong incentive to change the intention into real action.
Penguatan Kapasitas Manajerial Usaha Mikro Sektor Kuliner Melalui Pelatihan dan Pendampingan Debby, Teresia; Marianti, Maria Merry; Christi, Natalia; Agung, Chris Petra
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.785

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas manajerial pelaku usaha mikro sektor kuliner melalui program pelatihan dan pendampingan terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di Kota Bandung dengan melibatkan pelaku usaha mikro sektor kuliner sebagai mitra utama pengabdian. Terdapat 24 mitra yang mengikuti kegiatan ini, dimana permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan pemahaman pemasaran digital, lemahnya pengelolaan operasional usaha, serta ketiadaan pencatatan dan analisis keuangan yang memadai. Metode pengabdian dirancang menggunakan pendekatan pelatihan–coaching–implementasi bertahap yang diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan pelatihan tematik, serta pendampingan penerapan langsung pada usaha masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan mitra rata-rata sebesar 15% sampai dengan 30% dalam menyusun strategi pemasaran digital, memperbaiki proses operasional, serta melakukan pencatatan keuangan sederhana dan perhitungan harga pokok penjualan. Pendampingan berbasis implementasi mendorong pelaku usaha untuk lebih mandiri dalam mengambil keputusan manajerial dan menginternalisasi praktik pengelolaan usaha yang lebih profesional. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam bentuk penguatan kapasitas manajerial dan kesiapan usaha mitra untuk beradaptasi dengan dinamika persaingan. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan praktik pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
PROGRAM PERSIAPAN DAN PENGEMBANGAN BISNIS KULINER BAGI WIRAUSAHA MUDA DI KOTA BANDUNG Maria Merry Marianti; Istiharini Istiharini; Deti Mulyo Harsono; Natalia Christi; Teresia Debby
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 2 (2025): Edisi Mei - Agustus 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i2.5889

Abstract

The birth of young entrepreneurs in a region is considered very important because it can encourage local economic growth and create jobs. However, the current situation shows the tight business competition, especially in the culinary field in Bandung City. In an effort to help prospective entrepreneurs and young entrepreneurs compete in a competitive business environment, the Faculty of Economics, Parahyangan Catholic University, in collaboration with the First Baptist Church of Bandung held a business pre-incubation program for young entrepreneurs, which is expected to be a provision in developing innovative business ideas, building a business, and managing a business well. From the results of the pre-incubation program activities (training and mentoring) for young entrepreneurs in the culinary field in Bandung City, participants felt helped by the various materials presented in an easy-to-understand manner so that it is hoped that this program can help participants achieve business success in the future. “Keywords: Entrepreneur; Young Entrepreneur; Culinary Business”
Prestige or Function? A Study of Intention to Buy Luxury Brands in Indonesia Teresia Debby; Atik Aprianingsih; Agus Hasan Pura Anggawidjaja; VJ Wisnu Wardhono; Kaustubh Virkar
Media Ekonomi dan Manajemen Vol 39, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mem.v39i1.4502

Abstract

This study explores the relationship between hedonic and functional value toward the intention to buy luxury brands as direct effects and through attitude toward luxury brands. This study used a survey to gather data from 113 respondents with birth years between 1981 and 2012 who had purchased luxury brands. This study used the partial least squares structural equation modelling (PLS-SEM) to evaluate the model and hypotheses. The result shows that hedonic value positively and significantly affects the intention to buy luxury brands. In addition, the result shows a positive relationship between hedonic value and intention for luxury brand purchases through attitude towards luxury brands. Functional value positively affects the intention to buy luxury brands. Meanwhile, functional value does not significantly affect attitude toward luxury brands. Furthermore, attitude toward luxury brands has a significant effect on the intention to buy luxury brands. Understanding these relationships can help marketers develop effective strategies to attract and retain consumers of luxury brands.