Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEDIA FILM DOKUMENTER ZAMAN PENJAJAHAN HINDIA BELANDA DI INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas VII SMP N 1 Baregbeg) Suryana, Aan
Jurnal Artefak Vol 2, No 1 (2014): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.413 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i1.1059

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk: mengetahui bagaimanakah perencanaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) pada pembahasan kehidupan Indonesia pada masa kolonialisme Eropa dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VII E SMP N I Baregbeg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) berupa perlakuan (treatment) dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP N I Baregbeg Ciamis. Data penelitian diperoleh dari pengamatan kegiatan pembelajaran, informan (siswa, guru, dan kepala sekolah), dokumen, dan foto kegiatan. Melalui tahapan palnning, action, observing,dan reflecting yang dilaksanakan dalam dua siklus. Untuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPS kelas VII E SMP N I Baregbeg Ciamis adalah 75 dengan prosentase ketuntasan klasikal minimal yang ditentukan 75%. Untuk motivasi prosentase ketuntasannya 75%dan prosentase Ketuntasan Klasikal Minimal untuk prestasi belajar adalah 75%. Setelah pemberian perlakuan (treatment) selama tiga siklus hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang dicapai siswa adalah pada siklus I untuk motivasi memperoleh prosentase 25,42%, siklus II meningkat menjadi 42,25%, dan siklus III memperoleh prosentase 90,85%. Selanjutnya peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I diperoleh prosentase 30,25%, siklus II meningkat menjadi 45,00%, dan siklus III diperoleh prosentase 93,00%.Kata Kunci: Model Pembelajaran Think Pair and Share (TPS), Pembelajaran IPS, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar.ABSTRACTClass Action Research aims to: determine how planning and learning model Think Pair Share (TPS) in Indonesia during the discussion of the life of European colonialism in teaching social studies to improve motivation and learning achievement of class VII E SMP N I Baregbeg. The method used in this research is descriptive qualitative results of classroom action research (PTK) in the form of treatment (treatment) using a learning model Think Pair and Share (TPS) by the research subjects were students of class VII E SMP N I Baregbeg Ciamis. Data were obtained from observations of learning activities, informants (students, teachers, and principals), documents, and photos of activities. Through the stages palnning, action, observing, and reflecting conducted in two cycles. For completeness Minimum Criteria (KKM) social studies class VII E SMP N I Baregbeg Ciamis is 75 with a percentage of classical completeness 75% minimum specified. For motivation ketuntasannya percentage of 75% and the percentage of classical completeness Minimal for student achievement is 75%. After giving treatment (treatment) for three cycles results showed the improvement achieved by students is the first cycle to obtain a percentage of 25.42% motivation, the second cycle increased to 42.25%, and the third cycle obtain a percentage of 90.85%. Further improvement of student achievement in the first cycle was obtained percentage of 30.25%, the second cycle increased to 45.00%, and the third cycle is obtained percentage of 93.00%.Kata Kunci: Model Learning Think Pair and Share (TPS), IPS Learning, Learning Motivation, Achievement
Revitalisasi Nilai-Nilai Budaya: Memperkuat Jati Diri dan Ketahanan Budaya Lokal Melalui e-book Sejarah Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Ciamis Ratih, Dewi; Sondarika, Wulan; Suryana, Aan; Ramdani, Dadan; Melindawati, Melin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.101999

Abstract

ABSTRACTThis research explores the revitalization of cultural values and national identity building through the development of a history e-book aimed at high school students in Ciamis Regency, Indonesia. The research aims to assess how digital resources can enhance local cultural resilience and foster a sense of belonging among youth.Using Participatory Rural Appraisal (PRA) and Participatory Learning and Action (PLA) approaches as methodological frameworks, the research involved active participation from teachers in training, mentoring, practical application, and evaluation to assess the effectiveness of these digital resources in promoting cultural awareness and resilience as well as involving students in the process of developing teaching materials.The findings highlight the important role of participatory methods in engaging students and educators, leading to a deeper appreciation of local heritage and improved cultural identity. The results show that integrating local history into educational materials has a positive impact on students' understanding and appreciation of their cultural heritage, leading to increased engagement with local traditions and values. The resulting history e-book not only improves students' historical knowledge but also strengthens local cultural identity and resilience. This research concludes that the integration of cultural values in education can contribute to the development of local identity and resilience.
PARADIGMA DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH ABAD 21: UPAYA MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA Suryana, Aan; Jono, Jono
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.18872

Abstract

Materi pembelajaran sejarah dari tingkat SD-SMA/SMK terkesan hanya melakukan pengulangan saja, sehingga dianggap kurang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini berdampak pada minat peserta didik untuk belajar sejarah. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi paradigma deep learning dalam pembelajaran sejarah pada abad 21. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode kualitatif studi pustaka, dengan pengumpulan data melalui buku, artikel jurnal, makalah, prosiding, hasil penelitian, dan sumber relevan lainnya. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis isi melalui langkah-langkah menentukan tujuan khusus yang akan dicapai, mengartikan istilah-istilah yang penting, mengkhususkan unit yang akan dianalisis, mencari data yang relevan, membangun rasional konseptual untuk menjelaskan bagaimana data berkaitan dengan tujuan,  merencanakan penarikan sampel, dan merumuskan pengkodean kategori. Hasil penelitian menunjukan bahwa paradigma deep learning dalam pembelajaran sejarah di abad 21 sangat relevan dengan mengimplementasikan strategi serta metode pendekatan yang sesuai dengan teknologi informasi, sehingga materi sejarah lebih kontekstual dan sesuai dengan kondisi saat ini. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran sejarah abad 21 melalui implementasi paradigma deep learning akan lebih menarik, bukan sekedar hafalan, namun peserta didik mampu memahami dan menganlisis secara mendalam, sehingga bisa berinovasi. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada pembelajaran sejarah di sekolah abad 21 supaya pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, pendidik harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, terutama dalam penggunaan strategi, model, metode, maupun materi ajar.
Training and Assistance of Business Development Strategy Based on Local Wisdom Dokdak Village Community Suryana, Aan; Darna, Nana; Pajriah, Sri
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 1 No 1 (2023): September 2023
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v1i1.3109

Abstract

Due to the covid-19 pandemic, the production of blacksmith craftsmen in the Dokdak Village has decreased. This decline occurred due to the weakness of the marketing system and the lack of public knowledge about the values of local wisdom. To empower local wisdom, especially the production of blacksmiths, community service was carried out with the aim of creating a modern marketing system and increasing public understanding. In achieving this goal, the P3 (Planning, Training, and Assistance) method was carried out, in three stages. The first stage of planning begins with a Focus Group Discussion (FGD). The second stage of implementation was a survey of the community around the service locus, by meeting local community leaders. The third stage is mentoring activities on strengthening local wisdom values. The locus of service was carried out in Dokdak Village, Baregbeg Village, Baregbeg District, Ciamis Regency. Participants in the dedication activity consisted of 30 blacksmiths. The results of the training and mentoring evaluation showed that the response of the training participants regarding historical and cultural understanding increased from 42.3% to 84.6%. Then the understanding of the importance of local wisdom values also increased from 34.6% to 76.9%. Furthermore, participants had knowledge related to how to establish business partners, one of which was with local BUMDES (Village Owned Enterprises). The results of online marketing training and assistance had been successfully carried out, namely by registering a blacksmith business group in the Shopee marketplace. This training and mentoring activity was expected to be useful for participants in the Dokdak Village environment, especially in improving welfare/the economy.
An Assistance to the Dokdak Village Karang Taruna Group in Managing the Karya Village Website Suryana, Aan; Pajriah, Sri
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 1 No 2 (2024): March 2024
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v1i2.3804

Abstract

Managing the blacksmith's village website is an important aspect of developing the potential that exists in Dokdak Village which so far has not been conveyed to the wider community. The lack of knowledge of the community, especially the Youth Organization group, is one of the causes. Based on this, website management assistance activities were carried out for the Karang Taruna group. This mentoring activity used various lecture methods, demonstrations, and exercises, with steps to identify needs, develop training materials, train, create website management plans, direct mentoring, monitoring and evaluation, content development and promotion, technical maintenance, and continued empowerment. There were 7 participants in the mentoring activities. This mentoring activity was aimed at analyzing the role of the Dokdak Village youth group in managing the Dokdak Blacksmith Village website, thereby strengthening their involvement in managing and maintaining the Blacksmith Village website. The results of the mentoring activities showed that the Dokdak Village Karang Taruna group could be more active and have a better understanding of managing the Blacksmith Village website. They could collect, organize, and publish local information effectively. From this explanation, it could be concluded that the assistance of the Dokdak Village youth group in managing the website could be a reference for the local government and related parties to develop the potential that exists in their environment by continuing to encourage community involvement.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PANDAI BESI KAMPUNG DOKDAK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMAN 1 BAREGBEG Maulana, Rido; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21839

Abstract

Pentingnya pembelajaran sejarah dengan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran belum diaplikasikan secara optimal di SMAN 1 Baregbeg, sehingga nilai-nilai kearifan lokal belum tersampaikan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pemahaman pendidik yang masih minim terkait nilai-nilai kearifan lokal yang dekat dengan lingkungan mereka. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal proses pembelajaran sejarah sebelum diimplementasikannya nilai-nilai kearifan lokal tersebut, serta hasil implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak dalam pembelajaran di SMAN 1 Baregbeg. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data terdiri dari jurnal, skripsi, buku dan web. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak yang diimplementasikan ke dalam pembelajaran sejarah; yaitu nilai ibadah, kesederhanaan, gotong royong, kerja sama, kerja keras, tanggung jawab, sosial dan nilai disiplin. Proses pembelajaran sejarah di kelas X IPS 2 SMAN 1 Baregbeg selama ini belum mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang dekat dengan lingkungan. Proses pembelajaran yang berlangsung masih menggunakan model pembelajaran kooperatif seperti tipe Jigsaw dengan metode ceramah satu arah. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berupa power point belum dibuat secara optimal. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak dalam proses pembelajaran sejarah memberikan dampak positif bagi peserta didik, yaitu  meningkatkan minat belajar intraktif dan kontekstual.
Character Education Through Example Values K.H. Mas Mansur in Learning History Janah, Siti Raodatul; Pajriah, Sri; Suryana, Aan; Firdaus, Dede Wahyu
Diakronika Vol 24 No 1 (2024): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol24-iss1/400

Abstract

Character education refers to school efforts to shape, guide, and develop student behavior according to specific standards. This research aims to analyze the biography and example of KH Mas Mansur and the cultivation of character education through the exemplary values of K.H. Mas Mansur in learning history in class XI IPS 1 MAN 1 Darussalam Ciamis. This research uses a qualitative research method and a case study design. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The research results show that (1) K.H. Mas Mansur was born in Surabaya on June 25, 1896. He is known as a young man who is diligent and trustworthy, always speaks well, and has extensive knowledge. K.H. Mas Mansur has been a leader in many institutions, such as Chairman of the Surabaya Branch of Muhammadiyah for two terms and Chairman of the Tarjih Council. (2) The exemplary values of K.H. Mas Mansur, which can be applied in history learning in class XI IPS 1 MAN 1 Darussalam Ciamis, namely religious values, discipline, curiosity, nationalism, patriotism, respect for achievement, friendly and communication, like to read, and a sense of responsibility, (3) Instilling character education through the exemplary values of K.H. Mas Mansur has been successfully implemented quite well and has had a positive impact on history learning in class XI IPS 1 starting from planning, implementation, to the evaluation stage.
PENDAMPINGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG DOKDAK BAGI GURU DI SMA N 1 BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11670

Abstract

Minimnya pengetahuan guru tentang nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan Kecamatan Baregbeg untuk diaplikasikan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki model pembelajaran sejarah dari konvensional ke modern, dan meningkatkan pemahaman guru terkait nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak diintegrasikan dalam model pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan serta pendampingan yang diikuti dengan praktek, dengan melalui beberapa rencana kegiatan, yaitu: Pelatihan dan pendampingan model pembelajaran PBL berbasis nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak. Tahap selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pemahaman guru terkait penggunaan Model Problem Based Learning terintegrasi dengan nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak meningkat berdasarkan hasil kuesioner, yaitu dari 65% menjadi 80%. 
Pemberdayaan masyarakat perajin pandai besi kampung dokdak dalam pengembangan Desa Karya Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mengurangi Pengangguran Di Desa Suryana, Aan; Darna, Nana; Noorikhsan, Faisal Fadilla; Maulana, Rido
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12399

Abstract

Kelompok masyarakat perajin pandai besi Kampung Dokdak merupakan kelompok masyarakat yang memiliki mata pencaharian mayoritas sebagai perajin pandai besi. Dalam perkembangannya kelompok masyarakat ini banyak meghadapi permasalahan yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan yaitu manajemen usaha yang masih tradisional, sistem pemasaran yang masih konvensional, serta belum adanya rancangan desa karya pandai besi Kampung Dokdak. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui langkah-langkah pelatihan, pendampingan dan praktek. Adapun sasaran kegiatan pengabdian yaitu perajin pandai besi Kampung Dokdak, karang taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan BUMDes dengan jumlah 50 orang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan adanya solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, yaitu dibuatnya buku panduan pegelolaan keuangan sebagai langkah memperbaiki manajemn usaha. Kemudian, adanya pemasaran yang bersifat modern melalui pembuatan website dan marketplace Shopee. Selanjutnya, terbentuknya desa karya pandai besi Kampung Dokdak. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen usaha yang baik, pemasaran yang modern serta adanya ciri khas kelompok masyarakat akan mampu mempertahankan eksistensi matapencaharian para perajin dan mampu mengurangi tingkat pengangguran di desa.
MODEL PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 CILACAP (Studi Kasus di Kelas XI MAN 2 Cilacap) Permana, Wahyu Dwi; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang model pembelajaran sejarah menggunakan problem solving pada siswa kelas XI IPS di MAN 2 Cilacap. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan sumber data dalam penelitian ini peneliti bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah dan tiga siswi kelas XI IPS 2 MAN 2 Cilacap. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu model problem solving peneliti menggunakan tahapan antara lain identifikasi permasalahan, representasi permasalahan, perencanaan permasalahan, menerapkan/mengimplementasikan permasalahan, menilai perencanaan, dan menilai hasil perencanaan. Desain model pembelajaran problem solving ini bertujuan agar proses pembelajaran bisa berlangsung dengan lebih hidup dan pemikiran para siswa jadi lebih terbuka. Manfaat dari penerapan model problem solving dalam proses pembelajaran sejarah ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik bagi para siswa. Memupuk kesenangan dan kenyamanan yang tinggi dalam belajar, mengupayakan kemampuan yang tinggi untuk siswa dapat berinteraksi dengan materi, berkomunikasi dengan sesama siswa dan juga dengan guru.