Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Peran BUMDes Gegempalan Mandiri Melalui Strategi Marketing Mix Untuk Peningkatan Kualitas Dan Pendapatan Petani Jagung Desa Gegampalan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Darna, Nana; Endah, Kiki; Andrie, Benidzar M.; Suryana, Aan
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21530

Abstract

BUMDes Gegempalan Mandiri menghadapi beberapa tantangan yaitu keterbatasan literasi keuangan yang berdampak pada pengelolaan usaha, minimnya inovasi membuat BUMDes sulit mengembangkan potensi desa dan usahanya secara optimal. BUMDes juga belum memanfaatkan platform digital secara maksimal untuk memasarkan produknya. Keterbatasan lainnya adalah tidak adanya branding yang jelas pada produk serta kurangnya strategi pemasaran yang efektif. Pada asfek produksi dan pascapanen jagung masih terkendala oleh keterbatasan peralatan yang memadai, yang memengaruhi kualitas produk akhir.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kinerja BUMDes Gegempalan Mandiri melalui beberapa perbaikan, yaitu; Manajemen Keuangan, Manajmen Pemasaran,  dan Manajemen Produksi. Dengan meningkatnya kinerja BUMDes diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, sehingga pendapatan petani meningkat. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat di desa Gegempakan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode yang mengajak masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Program pengabdian ini memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada BUMDes Gegempalan Mandiri dalam tiga aspek utama: manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan manajemen produksi. Program ini juga mencakup pengembangan pemasaran digital dengan membuat akun di platform TikTok dan Instagram, serta toko di Tokopedia. Strategi marketing mix yang diterapkan oleh BUMDes Gegempalan Mandiri mencakup empat aspek: peningkatan kualitas produk, penetapan harga jual yang kompetitif, optimalisasi pemasaran digital, dan pengembangan rantai pasok jagung. Untuk terus mendorong tumbuh kembang BUMDes dan masyarakat petani jagung hendaknya dilakukan kembali pengabdian lanjutan pada bidang pembuatan kemasan dan merek produk jagung maupun hasil jagung olahan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
From literacy to impact: a relationship study on EFL students’ literacy to vocabulary mastery, speaking comprehension, and intercultural awareness Ratnawati, Ratnawati; Suryana, Aan; Rahmi, Nadira Maulidia; Najwatillah, Anju
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 3 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v3i2.5965

Abstract

Literacy has increasingly been recognized as a fundamental component of English as a Foreign Language (EFL) learning; however, limited research has examined its simultaneous relationship with multiple language competencies, particularly vocabulary mastery, speaking comprehension, and intercultural awareness. Addressing this gap, the present study aims to investigate the extent to which EFL students’ literacy is associated with these three essential competencies and to identify learners’ needs related to literacy development. This study employed a quantitative correlational design complemented by needs analysis. Data were collected from 107 primary students through a set of instruments, including a literacy test, a vocabulary assessment, a speaking comprehension test, and an intercultural awareness questionnaire, as well as a needs analysis survey. The data were analyzed using Spearman rho correlation to determine the strength of relationships among variables. The findings revealed significant positive correlations between literacy and all three competencies. The strongest relationship was found between literacy and vocabulary mastery, followed by moderate correlations with speaking comprehension and intercultural awareness. These results indicate that students with higher literacy levels tend to demonstrate better lexical knowledge, improved ability to comprehend spoken language, and greater awareness of cultural diversity. In conclusion, literacy functions as a foundational competence that supports broader language development and intercultural communication. The study highlights the importance of integrating literacy-based and multimodal instructional practices in EFL classrooms to enhance students’ communicative competence and global awareness.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NGABUMI DI SITUS CAGAR BUDAYA RAWA ONOMDI DUSUN SILUMAN KELURAHAN PURWAHARJA KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR Ali, Najmudin; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8750

Abstract

Tradisi Ngabumi memiliki ciri khas dari Nilai-Nilai Kearifan Lokal, tentunya penting dipahami oleh masyarakat sekitar Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah tardisi ngabumi, mengetahui nilai-nilai kearifan lokal tradisi ngabumi di situs cagar budaya rawa onom Di Dusun Siluman Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Metode penelitan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejarah tradisi ngabumi di kelurahan purwaharja ini awalnya diselenggarakan oleh masing-masing para petani, selanjutnya pada tahun 2019 tradisi ini dilakukan secara bersama serta didukung oleh pemerintahan setiap tanggal 7 Suro (muharam). Selanjutnya nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi ngabumi merupakan nilai religi dalam proses acara berlangsung dengan berdoa bersama mengharapkan limpahan berkah dari Sang Maha Kuasa, nilai-nilai gotong royong Nampak pada acara persiapan upacara, serta nilai toleransi juga dicerminkan pada perbedaan agama dan kepercayaan.
Pemanfaatan Nilai-Nilai Perjuangan K.H Ruhiat Melawan Penjajah Belanda dalam Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMa Terpadu Manahijul Huda Zannah, Selvi Nuraniyatu; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.21375

Abstract

 Pelajaran sejarah di sekolah tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka terhadap peristiwa sejarah sebagai warga negara dan anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan biografi, nilai perjuangan, serta pemanfaatan nilai perjuangan K.H. Ruhiat dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMA Terpadu Manahijul Huda. K.H. Ruhiat merupakan tokoh lokal pendiri Pondok Pesantren Cipasung yang berperan penting dalam bidang pendidikan serta perlawanan terhadap penjajah Belanda pada masa pergerakan hingga kemerdekaan (1930–1949). Nilai perjuangan yang dikaji meliputi keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, keagamaan, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru sejarah, dan siswa kelas XI, sedangkan data sekunder dari buku, artikel, dokumen pembelajaran, dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perjuangan K.H. Ruhiat dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah dengan mengintegrasikan sejarah lokal pada materi proklamasi kemerdekaan melalui model Project Based Learning (PJBL) yang dipadukan dengan Social Emotional Learning (SEL). Metode ini mampu meningkatkan pemahaman siswa, menumbuhkan cinta tanah air, memperkuat karakter berbasis budaya lokal, serta membuat siswa lebih aktif dan guru lebih kreatifKata Kunci: Kh.Ruhiat, Nilai Perjuangan, Pembelajaran Sejarah