Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Keterampilan Kader Tentang Manajemen Nyeri Non Farmakologis Bagi Pasien Lansia Pada Kader Di Kelurahan Sumampir Wirakhmi, Ikit Netra; Ningrum, Ema Wahyu; Dewi, Pramesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1942

Abstract

Kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan kader menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas pelaksanaan tugas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive terhadap kader aktif di wilayah kerja tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader berada pada kategori usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 87,8%. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan kader (p = 0,01) dengan tingkat keeratan hubungan sangat lemah (r = 0,275). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan kader, meskipun dengan pengaruh yang terbatas. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan keterampilan kader, namun perlu didukung dengan pelatihan berkelanjutan, motivasi, dan dukungan tenaga kesehatan agar kompetensi kader dapat berkembang secara optimal. Health cadres play an essential role in early disease detection and prevention within the community. Knowledge and skills are key factors determining the effectiveness of cadre performance in implementing health programs. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and skills among health cadres in community health activities. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was employed. Samples were selected purposively from active cadres within a designated working area. Data were collected using a knowledge questionnaire and a skill observation sheet, then analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that most cadres were in the adult age category (19–59 years), accounting for 87.8% of participants. There was a significant relationship between knowledge and skills (p = 0.01) with a very weak correlation (r = 0.275). These findings indicate that increased knowledge contributes to improved cadre skills, although the influence is limited. It can be concluded that knowledge is one of the contributing factors in enhancing cadre skills; however, continuous training, motivation, and support from health professionals are necessary to optimize cadre competence in community health practice.
Pemberdayaan Kader Dalam Penatalaksanaan Tuberculosis Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Kebocoran Netra Wirakhmi, Ikit; Ningrum, Ema Wahyu; Kristianto, Giovanny Bangun; Wahyuningrum, Tenia; Nugroho, Catur; Pradana, Zein Hanni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0md4z211

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah perdesaan dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Desa Kebocoran, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu daerah dengan prevalensi TBC cukup tinggi dan keterbatasan pemahaman kader posyandu mengenai pencegahan serta penatalaksanaan TBC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TBC melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan menu bergizi berbasis buah melon sebagai potensi pangan lokal. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan, penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik, serta pelatihan praktik pembuatan menu melon. Sebanyak 31 kader TBC mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 88,25 meningkat menjadi 92,16 pada post-test. Kader juga mampu membuat dua menu berbasis melon (smoothies dan pudding) yang dikembangkan untuk mendukung pemulihan pasien TBC. Program ini mendapat tanggapan positif dari peserta dan pemangku wilayah, meskipun masih diperlukan kolaborasi lanjutan dengan petani lokal untuk penyediaan bahan baku melon secara berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan kader TBC dalam pencegahan serta penatalaksanaan TBC melalui pendekatan edukatif dan inovasi gizi berbasis potensi lokal. Pemberdayaan kader dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.
Pelatihan Manajemen Nyeri Non Farmakologis pada Kader Kesehatan di Posyandu Bergas Waras Wirakhmi, Ikit Netra; Ningrum, Ema Wahyu; Rahmawati, Arni Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1324

Abstract

Pain is one of the most common complaints experienced by people across various age groups. Unfortunately, pain management is still largely dominated by the use of medications, while safer and simpler non-pharmacological approaches that can be implemented at the family level remain poorly known and underutilized. Posyandu cadres, as the frontline of primary healthcare services, have great potential to educate communities; however, their knowledge of non-pharmacological pain management techniques is still limited. Therefore, this training program is essential to strengthen the cadres’ capacity in helping communities manage pain independently and holistically. This community service activity aims to improve the cadres’ attitudes and self-efficacy toward non-pharmacological pain management. The activities included education on non-pharmacological pain management and hands-on practice. In addition, pre- and post-tests were conducted to measure attitudes and self-efficacy.