Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Perancangan Desain Jaringan Menggunakan UISP Design Center bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Bidang TIK Kabupaten Semarang Jefri Alfa Razak; Veronica Lusiana; Sariyun Naja Anwar; Mohammad Riza Radyanto; Endang Lestariningsih
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): November : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v3i4.1235

Abstract

This community service project was motivated by the limited technical competency among TIK (Information and Communication Technology) personnel in Semarang Regency schools in designing optimal computer network infrastructure. This situation resulted in slow, unstable, and poorly managed digital learning services within these schools. The main objective of this activity was to enhance the competency of 24 TIK personnel to enable them to design efficient, secure, and professional networks tailored to their schools' needs. The solution provided was hands-on training using the UISP Design Center, a web-based network design platform. The training was conducted face-to-face over two days and covered hierarchical topology, VLAN and QoS management, and practical design simulation. Measurement results demonstrated a significant increase in the participants' cognitive competency, evidenced by the average score rising from 45.2% on the pre-test to 82.5% on the post-test. Participants successfully applied these concepts to produce accurate designs for network topology, logical segmentation, and Bills of Materials (BOM). The high level of participant satisfaction confirms the effectiveness of this training in closing the skill gap. This activity successfully enhanced the network planning capability of the partner schools.
Edukasi Perancangan Rangka Dudukan Coolbox Portable Untuk Memudahkan Dalam Pengisian Bahan Bakar Firman Ardiansyah Ekoanindiyo; Enty Nur Hayati; Mohammad Riza Radyanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat STIE AKA Semarang Vol 3 No 1 (2024): Februari 2024: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/abdimas.v3i1.311

Abstract

Koperasi Serba Usaha (KSU) Susu Nusantara terletak di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Susu sapi yang ditampung dikoperasi ini diolah dengan cara didinginkan hingga mencapai suhu tertentu dan dikirim ke pabrik-pabrik susu dan restauran serta kafe. Permasalahan yang sering muncul adalah adanya ketergantungan penerimaan susu oleh pabrik susu. Susu yang sudah dikirim ke pabrik susu dapat ditolak oleh pabrik susu dengan berbagai alasan. Untuk membawa susu, olahan setiap pengendara motor menggunakan tas keranjang yang terbuat dari kain tebal yang di letakan di belakang. Dengan menggunakan tas keranjang ini kurang praktis karena apabila pengendara akan mengisi bahan bakar maka tas keranjang harus diambil terlebih dahulu. Dengan perancangan rangka dudukan cool box portable ini perancangan rangka dudukan cool box portable agar memudahkan dalam menambah atau mengisi bahan bakar. pengembangan rangka dudukan tolbox portable dapat mengangkut susu lebih efektif, perancangan rangka dudukan pendingan yang dapat di copot atau cool box portable yang secara ergonomis serta agar memudahkan dalam menambah atau mengisi bahan bakar. Rangka dudukan cool box dapat di copot sehingga tidak mengganggu pengendara terutama saat harus menambah atau mengisi bahan bakar.
Perbaikan Berkelanjutan Melalui Pengendalian Kualitas Pada Produk Bantalan Rel Kereta Dengan Menerapkan Metode Quality Control Circle (QCC) dan Lean Six Sigma (LSS ) Pada PT Balton Kurnia Abadi Iqbalian, Haykal Ridho; Riza Radyanto, Mohammad
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 19, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v19i2.17973

Abstract

             Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan yang menghasilkan bantalan rel kereta api ini adalah adanya produk yang cacat yaitu retakan pada body , kurang presisinya bentuk bantalan , dan ujung bantalan pecah tidak rata. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diusulkan ke manajemen perusahaan untuk menerapkan sistem perbaikan berkelanjutan dengan memadukan metode Quality Control Circle (QCC) dan Lean Six Sigma (LSS) untuk mendapatkan hasil produk yang lebih berkualitas dan optimal dalam proses produksinya. Dari penelitian ini didapatkan hasil penelitian berdasarkan data yang diolah selama 3 bulan dan diperoleh rerata QCC untuk produk cacat retakan pada body (5,66%), kurang presisisnya bentuk bantalan (5%) , dan  ujung bantalan pecah tidak rata (1,66%).Sedangkan dari hasil perhitungan LSS diperoleh hasil perhitungan DPMO yaitu 1272 berada pada tingkat sigma 4,52.Adanya ketidaksesuaian pada produk yang dihasilkan shingga menyebabkan cacat produk disebabkan karena faktor manusia atau Man (operator yang bekerja tidak sesuai SOP dan kurang teliti), Methods (kesalahan dalam pemasangan , kurang hati hati), Material (terlalu lama penyimpanan) , Machine (kondisi mesin yang tidak optimal karena kurangnya perawatan), dan Environment (lingkungan terlalu panas , sirkulasi udara kurang).Usulan sistem  perbaikan ini menggunakan prinsip 3M dan 5W+1H dan diharapkan mampu mengurangi cacat dan mengedepankan kualitas produk untuk kedepannya.
Pengembangan Desain Produk Penyangrai Biji Melinjo Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) latif, Nasrul; Radyanto, M. Riza
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.23678

Abstract

Emping merupakan sejenis cemilan atau makanan ringan khas Indonesia berupa kerupuk yang terbuat dari biji melinjo atau belinjo (Gnetum gnemon). Dalam proses pembuatan emping melinjo itu menggunakan cara menggoreng sangan. Produksi emping melinjo disana masih menggunakan cara yang tradisional dari penyangraiannya. Permasalahan yang saat ini dihadapi masyarakat pada saat mefnyangrai biji melinjo masih menggunakan penyangraian tradisional. Tujuan dari penelitian ini ntuk merancang alat penyangraian biji melinjo dengan menggunakan metode QFD, serta untuk merancang desain alat penyangraian biji melinjo dengan mungutamakan kemudahan dan kenyamanan, dalam pembuatan emping melinjo pada proses penyangraiannya. Serta membuat HOQ untuk memahami proses perencanaan dan pengembangan keseluruhan produksi agar terwujud produk yang diinginkan atau sesuai dengan keinginan konsumen. HOQ juga digunakan untuk mengurutkan prioritas dalam pembuatan desain. Kata kunci: Pengembangan, Desain, Emping melinjo, alat sangrai, HOQ, metode QFD.
Peningkatan Mutu dan Produktivitas UMKM Kuliner di Kelurahan Sambirejo Melalui Pelatihan dan Penerapan Teknologi: Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Mariana , Novita; Jananto, Arief; Radyanto, Muhammad Riza; Agus Prasetyo Utomo
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4405

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, namun sering kali menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan mutu dan produktivitas produk mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas produk kuliner UMKM di Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, melalui program pengabdian masyarakat yang mencakup pelatihan dan pendampingan dalam bidang produksi, manajemen, pemasaran, dan penggunaan teknologi. Metodologi yang digunakan mencakup identifikasi masalah, pelatihan intensif, dan evaluasi hasil melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan terbesar terlihat dalam aspek pemasaran dan penggunaan teknologi. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan juga tinggi, menunjukkan efektivitas program ini. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan lebih lanjut dalam penerapan SOP, strategi pemasaran digital, serta perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga terkait..
Implementasi Business Process Reengineering Pada UMKM Melalui Perancangan Alat Pengering Cerdas Menggunakan Metode Pahl–Beitz Riza Radyanto, Mohammad; Firman Ardiansyah Ekoanindiyo; Antoni Yohanes; Antono Adhi; Enty Nur Hayati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1338

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan hasil pertanian umumnya masih bergantung pada proses pengeringan konvensional matahari yang menyebabkan waktu produksi panjang, kualitas produk tidak seragam, serta tingginya risiko kontaminasi. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengembangkan teknologi pengering berbasis IoT maupun desain pengering berenergi efisien. Namun, belum ada penelitian yang secara komprehensif mengintegrasikan pendekatan Business Process Reengineering (BPR) dengan metode perancangan sistematis Pahl–Beitz untuk menghasilkan teknologi pengering cerdas yang sekaligus mentransformasi proses bisnis UMKM. Gap ini menunjukkan perlunya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknis, tetapi juga pada perbaikan proses produksi secara menyeluruh.Penelitian ini bertujuan menerapkan BPR untuk memetakan dan merekayasa ulang proses pengeringan UMKM, kemudian merancang prototipe alat pengering cerdas berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Pahl–Beitz. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan pengguna, desain konseptual, desain perwujudan, desain detail, pengembangan sistem IoT, dan pengujian prototipe.Hasil menunjukkan penurunan waktu pengeringan dari 48–72 jam menjadi 7,5 jam, kadar air akhir 11,8%, dan efisiensi termal 62%. Secara bisnis, produktivitas meningkat 54%, biaya operasional turun 40%, dan produk afkir menurun dari 15% menjadi 3%.Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi BPR dan Pahl–Beitz efektif mendorong peningkatan kinerja teknis sekaligus transformasi proses bisnis UMKM secara signifikan.
PENDAMPINGAN DIGITALISASI INKUBASI BISNIS BERBASIS PLATFORM E-INKUBATOR UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM DI KELURAHAN MANYARAN SEMARANG Sulastri, Sulastri; Murti, Hari; Andraini, Fitika; Radyanto, M Riza
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3032

Abstract

UMKMs significantly contribute to local food security and the economy. However, many business actors still face challenges in accessing digital markets, managing business processes efficiently, and utilizing information technology. This digital gap weakens product competitiveness. To address this issue, this community engagement program aims to enhance the competitiveness of food UMKMs in Manyaran, Semarang through business incubation digitalization using the e-Inkubator platform. The method involved socialization, technical training on the platform, digital business process mentoring, and evaluation of the program’s impact on UMKM performance.The results show a significant improvement in digital capabilities, particularly in financial recordkeeping, online promotion, and inventory management. Around 85% of participants operated the platform independently, and 60% began marketing their products digitally. Product branding improved in terms of packaging design and promotional storytelling. Partners expressed high satisfaction with the program, as reflected in surveys and structured interviews.This activity effectively increased UMKM competitiveness through a structured and applicable digital business incubation approach.
Implementasi Ecobox Smart Dryer Berbasis IoT untuk Produksi Tepung Labu Kuning sebagai Pangan Alternatif Sutanto, Felix Andreas; Ningsih, Dewi Handayani Untari; Radyanto, Mohammad Riza; Saefurrohman, Saefurrohman
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i4.12633

Abstract

Bulungcangkring Village in Jekulo District, Kudus Regency, has strong agricultural potential, with most residents working as farmers. Some have begun cultivating non-rice commodities such as pumpkin and purple sweet potato, which offer opportunities for value-added processing and increased income. KUB Elbina, a 20-member local enterprise group, focuses on processing these agricultural products, especially pumpkin flour. However, the group faces technological limitations, particularly in post-harvest drying, which is still done through open sun drying. This method requires ±24 hours, yields only ~70%, depends heavily on weather, and poses contamination risks from dust, insects, and microorganisms, resulting in inconsistent product quality, including non-uniform flour color. This community service program implements an IoT-based Ecobox Smart Dryer as an appropriate technology to improve processing efficiency and product quality using a Participatory Action Research (PAR) approach. Activities include problem identification, equipment installation, training, production assistance, and evaluation. The results show significant improvements: drying time reduced to ±8 hours, yield increased to ~90%, moisture content stabilized at ≤10%, and flour color became more uniform. The program outputs include a fully functioning Smart Dryer, enhanced production capacity, improved product quality, and strengthened operator skills.