Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Common

Dinamika Komunikasi Digital dalam Advokasi Kesehatan Lingkungan: Studi Kasus Serlok Bantaran Cikapundung Destrian, Ope; Nuryanto, Yayan; Sudarna, Sudarna
Jurnal Common Vol. 9 No. 1 (2025): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js8ayk93

Abstract

Sungai Cikapundung di Kota Bandung mengalami degradasi lingkungan serius akibat pencemaran limbah domestik dan industri, yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem air. Kondisi ini memicu lahirnya inisiatif konservasi berbasis komunitas, salah satunya Serlok Bantaran, yang memanfaatkan komunikasi digital sebagai strategi advokasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi digital dalam advokasi kesehatan lingkungan, dengan fokus pada tiga aspek utama: penyebaran informasi, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dan dukungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis konten media sosial komunitas Serlok Bantaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube berperan signifikan dalam mengedukasi masyarakat, memobilisasi relawan, serta membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, LSM, dan pemerintah. Komunikasi digital memungkinkan interaksi dua arah yang memperkuat keterlibatan publik dan memperluas jangkauan pesan kampanye. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa strategi komunikasi digital yang terencana, konsisten, dan berbasis lokal mampu meningkatkan efektivitas advokasi lingkungan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian Sungai Cikapundung. Kata kunci: komunikasi digital, advokasi lingkungan, partisipasi masyarakat, Sungai Cikapundung, kolaborasi sosial
Penguatan Perlindungan Psikososial Anak Korban Kekerasan Melalui Praktik Pemberitaan Etis Media Massa Kustiman, Erwin; Destrian, Ope
Jurnal Common Vol. 9 No. 2 (2025): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/common.v9i2.18615

Abstract

Fenomena viralnya konten yang menampilkan anak korban kekerasan menunjukkan bagaimana distribusi informasi digital terjadi secara instan dan kerap mengabaikan prinsip perlindungan anak. Penyebaran tanpa sensor dan tanpa konteks memperlihatkan lemahnya penerapan etika jurnalisme, sekaligus memperkuat argumen bahwa media digital dapat mengonstruksi kerentanan baru bagi anak. Di satu sisi, media berperan penting dalam advokasi publik dan pengawasan sosial, namun di sisi lain, praktik pemberitaan sensasional sering kali mengeksploitasi anak demi kepentingan trafik dan komersial. Berulangnya pelanggaran etika menunjukkan adanya kesenjangan antara pedoman normatif dan praktik komunikasi yang dijalankan jurnalis maupun institusi media. Selain itu, literatur tentang representasi anak mengindikasikan masih kuatnya bias dan stigmatisasi dalam narasi media. Kompleksitas isu semakin meningkat dengan karakter media digital yang bersifat permanen, mudah dibagikan, dan sulit dikendalikan, sehingga memperpanjang potensi trauma bagi korban. Kondisi tersebut menegaskan perlunya pendekatan terpadu yang menggabungkan perspektif komunikasi massa, etika media, serta kerangka perlindungan psikososial untuk memperkuat praktik pemberitaan ramah anak secara sistematis di era digital.. Kata kunci: perlindungan psikososial anak, pemberitaan etis, media massa, korban kekerasan, pedoman ramah anak