Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

BIOLOGI REPRODUKSI IKAN NIPI (Hemiramphus far) DI PERAIRAN LAUT PANTAI UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Ludgardis Ledheng; Theresia Adelina Maria Mau; Blasius Atini
Partner Vol 23, No 1 (2018): Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v23i1.292

Abstract

Nipi fish (Hemiramphus far) was the important resources of foods  for peoples in TTU regency. The knowledge about data and information of reproductive biology of nipi fish was unknown and very limited. The objective of this research was to know reproductive biology of nipi fish and its implementation, and than it can be used as the source of learning, the first or primary data, and the important of information in study of fishing biology in resources the management sustainable. The research was conducted in Biology Laboratory of Timor University and it analyzed using statistic quantitative and descriptive covered length and weight distribution, sexual ratio, gonad maturity level, gonad somatic index, and fecundity. The samples of nipi fish was taken by random sampling at lampara or drawing trawl in the oceanic waters of north beach of TTU regency. The result of this research showed that during 5 months from December 2015 until April 2016 the total samples were 144 fishes comprised 90 females and 54 males dominated by female fishes. The highest distributionof the length for male and female was 27-28 cm. The weight of female was 58-65 gr, male fishes was 50-57 gr. The sexual ratio between male and female was not balance or not significantly (not 1 : 1) with the ratio was 1 : 1,66 or 37,5 % : 62,5 %. TKG dominated by TKG III and IV in March – April that indicated have been entered the season  of climax spawner. The IKG of female fishes was heigher than the male with percentage above 19% was 19,99% ready to spawning. The everage of the fecundity was 300 eggs.
PENANAMAN SERENTAK DI DESA MAURISU SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI UNTUK MENGHAMBAT KEBUTUHAN PAKAN WALANG SANGIT SEBAGAI HAMA PADA TANAMAN PADI Blasius Atini
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2937-2942

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Maurisu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bulan Juli 2021. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat petani sawah di Desa Maurisu dalam mengatur tanaman serempak agar dapat menggurangi ledakan populasi walang sangit sebagai hama pada tanaman padi pada fase generatif. Untuk memberikan pemahaman bahwa model penanaman serempak dapat menjaga keseimbangan ekosistem, lingkungan dan pola pertanian berkelanjutan. Sebagai upaya untuk menekan ledakan populasi walang sangit guna meningkatkan produksi tanaman padi serta peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga para petani. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat setelah masyarakat terlibat dalam kegiatan pengabdian adanya pemahaman yang baik akan pentingnya jadwal tanam secara serentak dengan analisis siklus hidup walang sangit. Adanya cara pengendalian pestisida dengan analisis ekonomis dan ekologis kapan waktu yang tepat untuk pemanfaatan pengendalian dengan pestisida kimiawi. 
Identifikasi Hama dan Aplikasi Bioinsektisida pada Belalang Kembara (Locusta migratoria L) sebagai Model Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Sorgum Nikolas Nik; Aloysius Rusae; Blasius Atini
Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.124 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i03.165

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan. Tanaman ini memiliki daya adaptasi agroekologi yang luas dan tahan terhadap kekeringan, serta memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Namun pengembangan tanaman ini tidak berjalan dengan baik karena hama belalang kembara menjadi salah satu faktor penghambat dalam produksinya. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam pengendalian hama terpadu maka perlu digunakan Metarizhium anisopliae, L sebagai salah satu upaya pengendalian hama belalang kembara (Locusta migratoria, L) sehingga dapat mengurangi populasinya.
Identifikasi Cendawan Patogen pada Tanaman Sorgum di Timor Tengah Utara Aloysius Rusae; Bernadina Metboki; Blasius Atini
Savana Cendana Vol 3 No 04 (2018): Savana Cendana (SC) - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.86 KB) | DOI: 10.32938/sc.v3i04.463

Abstract

Sorghum is a local plant in North Central Timor (TTU). The presence of sorghum disease is unknown in this area. This study aimed to identify pathogenic fungi that attack sorghum plants in North Central Timor District, East Nusa Tenggara Province. The experimental study was conducted with a Randomized Block Design (RBD). The treatment consisted of 4 varieties of sorghum namely (V1) local varieties red, (V2) local white, (V3) local black, and (V4) Numbu. of the treatment was repeated 3 times so that there were 12 experimental plots. Observation of disease and pathogen identification using morphological characters. The results showed the diseases that attack the sorghum plants were leaf blight, stem rot, and rust leaf. The intensity of disease incidence is 4.25% - 51.17% and the severity of the disease is 60.68-83.73%. Stem rot disease caused by Rhizoctonia sp. could infect all varieties of Sorghum but not caused disease severity. Rust disease infected Local White and Local Red varieties, with the highest disease severity was found in White Local varieties (83.73%). On the other hand, leaf blight disease caused by Helmithosporium sp was found only in Black and Numbu Local varieties with the highest disease severity in Numbu varieties Lokal Merah Lokal Merah Lokal Merah Lokal Merah Lokal Merah Lokal Merah (49.60%).
Education strategy for farmers in Kamanasa to controlling the population of golden snails (Pomacea canaliculated L.) Blasius Atini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v4i3.13529

Abstract

The high population of golden snails is a pest of rice for farmers in Kamanasa. Proper education is needed so the farming community can solve this golden snail pest problem independently and sustainably. This study aims to analyze the population density of golden snails in the Malacca Regency Kamanasa rice field area, determine the environmental factors that influence it, and analyze appropriate educational strategies for farming communities. The method used to record the population density of golden snails is a survey method with field observation points determined by purposive sampling. At the same time, the determination of educational strategies is carried out by studying literature. The population density data were analyzed using the population density formula by Odum and Barrett. Based on the research data, the population density of golden snails at observation points I, II, III, IV, and V shows that the density of golden snails in the rice fields of Kamanasa, Malacca Regency is relatively high. Direct learning is the most suitable educational method because people with different cognitive backgrounds can more easily understand concepts through direct interaction in the field. In addition, guidelines written in popular languages are needed so that the community can independently sustainably manage the golden snail.Abstrak Populasi keong emas yang tinggi menjadi hama padi bagi petani di Kamanasa. Edukasi yang tepat diperlukan agar masyarakat tani dapat menyelesaikan masalah hama keong emas ini secara mandiri dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan populasi keong emas di areal persawahan Kamanasa di Kabupaten Malaka, mengetahui faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi, dan menganalisis strategi pendidikan yang tepat untuk masyarakat tani. Metode yang digunakan dalam mendata kepadatan populasi keong emas adalah metode survei dengan titik pengamatan lapangan ditentukan secara purposive (Porpusive sampling method), sedangkan penentuan strategi pendidikan dilakukan dengan studi literatur. Data kepadatan populasi keong emas dianalisis menggunakan rumus kepadatan populasi menurut Odum dan Barrett. Berdasarkan data hasil penelitian kepadatan populasi keong emas pada titik pengamatan I, II, III, IV, dan V menunjukan tingkat kepadatan keong emas di areal persawahan Kamanasa Kabupaten Malaka tergolong tinggi. Direct learning (pembelajaran langsung) merupakan metode pendidikan yang paling cocok karena masyarakat dengan latar belakang kognitif yang berbeda dapat lebih mudah memahami konsep melalui interaksi langsung di lapangan. Selain itu, diperlukan pedoman yang ditulis dengan bahasa populer, sehingga masyarakat secara mandiri dapat melakukan penanggulangan keong emas secara berkelanjutan.
Serangga Entomofagus Sebagai Biological Control di Areal Persawahan Fafibola Kabupaten Timor Tengah Utara Blasius Atini; Yoseph Nahak Seran; Luisi Naimnule
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 8 No 2 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v8i2.510

Abstract

Kelurahan Tubuhue merupakan suatu Kelurahan yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara dengan areal persawahan yang luas. Kawasan persawahan yang luas ini, dijadikan sebagai lokasi penelitian untuk mengetahui tingkat persebaran dan peranan serangga entomofagus sebagai biological control di agroekosistem tersebut. Manfaat nilai serangga entomofagus sebagai biological control bagi kehidupan mendorong manusia untuk menjaga kelestarian dan keanekaragamannya, namun diduga keseimbangan ekosistem serangga entomofagus sebagai biological control di areal tersebut terganggu karena habitat yang ditempati rusak akibat pemanfaatan pestisida kimiawi. Mengetahui keanekaragaman serangga entomophagous sebagai pengendali hayati di lahan persawahan menjadi tujuan penelitian. Fafibola Kabupaten TTU dan aspek-aspek lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2022 diareal persawahan Fafibola Kabupaten TTU. Teknik pengumpulan data pada studi ini ialah jaring serangga. Analisis data menggunakan Rumus Keanekaragaman Shannon Wiener, untuk mengukur jenis dan tingkat keanekaragaman dari serangga entomofagus. Indeks keanekaragaman semua jenis termasuk kategori sedang.
Ekstrak Daun Sirsak dan Gamal Terhadap Mortalitas Kumbang Bubuk Benih Jagung Maria C.L. Berek; Made Santiari; Blasius Atini
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 1 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v12i1.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase mortalitas hama kumbang bubuk, mengetahui LC50 ekstrak daun sirsak, ekstrak daun gamal dan kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun gamal dan kombinasi keduanya untuk mematikan hama kumbang bubuk (Sitophilus zeamais M.) dan untuk mengetahui ekstrak daun mana yang paling efektif untuk membunuh hama kumbang bubuk (Sitophilus zeamais M.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 di Laboratorium Pendidikan Biologi, Universitas Timor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 0 (kontrol), 3%, 6%, dan 9% masing-masing dengan 5 ulangan. Nilai LC50 diperoleh dari analisis probit. Nilai letal konsentrasi (LC50) ekstrak daun sirsak dan ekstrak daun gamal berturut-turut sebesar 9.616% dan 6.724%. Nilai letal konsentrasi (LC50) kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun gamal tidak ada yang dihitung karena rasio jumlah respon terhadap jumlah subjek adalah sama. Presentase mortalitas hama kumbang bubuk tertinggi terjadi ketika diberikan perlakuan konsentrasi 9 % ekstrak daun gamal dan konsentrasi 9 % ekstrak daun sirsak. Pemberian perlakuan konsentrasi 3 % kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun gamal telah dapat mematikan seluruh hama uji. Kombinasi ekstrak daun gamal dan daun sirsak adalah ekstrak yang paling efektif membunuh hama kumbang. Namun jika dilihat dari nilai LC50 maka ekstrak yang paling efektif membunuh hama adalah ekstrak daun gamal diantara kedua ekstrak daun.
Model Arsitektur Pohon Di Sekitar Daerah Aliran Sungai Kecamatan Insana Tengah, NTT Kamaluddin; Atini, Blasius; Hano’e, Emanuel M.Y.
Jurnal Pro-Life Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/jpvol6Iss2pp102

Abstract

Tree architectural models are very urgent in soil and water conservation efforts. The aim of this research is to determine the architectural model of trees around the Central Insana watershed. This research was carried out in May-September 2023. This research used an exploratory survey method with a descriptive approach, namely research carried out by conducting direct observations of plants in the field. Sampling used the purposive sampling method. Plant identification used references from several books and journals. The research results found 21 tree species around the Central Insana watershed with 7 types of tree architectural models. The tree architectural models found were Troll with 8 species, Scarrone with 6 species, Rauh and Aubreville's with 2 species each and Massart, Corner and Mc Clure with 1 species each.
Populasi dan Intensitas Serangan Larva Spodoptera litura F. pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Rafu, Herminda; Atini, Blasius; Santiari, Made
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp1-5

Abstract

Green mustard farmers in the Beba area experienced a decrease in crop yields due to attacks by armyworm larvae. A study needs to be conducted to determine the average population and intensity of the attack by larvae of S. litura F. on mustard greens aged 6 DAP, 8 DAP, 10 DAP, and 12 DAP in the determined plots. The study was conducted in the Beba area, Oelami Village, South Bikomi District, from December 2021 to January 2022. The total observation sub-plots were 16 and the size of each sub-plot is 60 x 60 cm. The collection of S. litura F. and attack intensity observation were carried out starting from 6 DAP – 12 DAP at 06.00-08.00 am. The mean population of S. litura F. larvae obtained from mustard greens aged 6 DAP; 8 DAP, 10 DAP, and 12 DAP was respectively 0.029 DAP/clump; 0.154 head/clump, 0.632 head/clump, and 0.688 head/clump. The percentage of attack intensity on plants aged 6 DAP, 8 DAP, 10 DAP, and 12 DAP were respectively 0.041%; 0.097%; 0.23%, and 0.246%. The attack intensity category is still in the mild category. The highest average population of S. litura F. larvae and the highest percentage of attack intensity was at the age of 12 DAP.
WORKSHOP AND TRAINING PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MITIGASI DI WILAYAH LAHAN KERING Naimnule, Lusia; Atini, Blasius; Fatima Halek, Erlin; M.Y. Hanoe, Emanuel; Neolaka, Frengky
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.350-357

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan sebagai upaya mengembangkan karakter peduli lingkungan sebagai Upaya Mitigasi di wilayah Lahan Kering. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak baik bagi siswa SDK Maubesi 1  untuk dapat mengembangkan sikap peduli lingkungan sejak dini.  Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan secara langsung kepada siswa SDK Maubesi 1 tentang pengembangan karakter peduli lingkungan serta aksi nyata penanaman anakan pohon disekitar lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari siswa sebab mendapatkan tambahan pengetahuan tentang pentingnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan yang berdampak pada kepentingan generasi penerus yang akan datang. Ketika karakter peduli lingkungan sudah tumbuh menjadi mental yang kuat, maka akan mendasari perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.